Modul Ajar & RPP Dasar Dasar Budidaya Tanaman Kelas X
Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar Dasar Budidaya Tanaman |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami dasar-dasar budidaya tanaman dan jenis-jenis tanaman yang umum dibudidayakan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Proses Bisnis Menyeluruh Bidang Budidaya Tanaman |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan proses bisnis menyeluruh bidang budidaya tanaman, termasuk penerapan pembiakan tanaman secara generatif, serta mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pembiakan generatif terlihat pada biji mangga yang tumbuh menjadi pohon baru atau perkecambahan benih padi di sawah. |
| Konseptual | Pembiakan generatif adalah perkembangbiakan tanaman melalui peleburan sel kelamin jantan dan betina yang menghasilkan biji. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah persiapan benih, penanaman, hingga perawatan awal bibit hasil pembiakan generatif. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami siklus hidup tanaman dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembiakan generatif untuk meningkatkan hasil budidaya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis-jenis benih dan karakteristiknya dengan tepat.
- Menjelaskan proses perkecambahan benih dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
- Menganalisis teknik seleksi benih unggul untuk budidaya tanaman.
- Melakukan praktik penanaman benih dan perawatan awal bibit secara mandiri.
- Mengevaluasi keberhasilan pembiakan generatif berdasarkan pertumbuhan bibit.
- Merancang proyek pembiakan tanaman generatif sederhana dengan benih lokal.
Pemahaman bermakna: Memahami pembiakan tanaman secara generatif tidak hanya tentang menanam biji, tetapi juga mengidentifikasi benih berkualitas, memahami faktor lingkungan yang memengaruhi perkecambahan, serta mengaplikasikannya untuk budidaya yang efisien dan berkelanjutan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita sering melihat tanaman baru tumbuh dari biji, tetapi ada juga tanaman yang tidak bisa diperbanyak hanya dengan biji?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Memahami struktur biji, fisiologi perkecambahan, dan genetik tanaman. Matematika: Menghitung persentase daya kecambah benih, mengukur pertumbuhan bibit, dan menganalisis data. Bahasa Indonesia: Menyusun laporan proyek dan mempresentasikan hasil dengan baik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat membantu peserta didik dalam pengadaan benih lokal atau menyediakan tempat untuk praktik penanaman di rumah, serta memberikan dukungan moral. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran akan memanfaatkan lahan praktik sekolah untuk penanaman benih dan ruang kelas untuk diskusi, serta akses internet untuk riset mandiri. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan aplikasi presentasi untuk laporan proyek, mencari informasi tentang benih unggul melalui mesin pencari, dan mendokumentasikan pertumbuhan bibit dengan kamera ponsel. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis benih dan karakteristiknya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan berbagai jenis biji tanaman. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja perbedaan biji-biji ini dan mengapa penting untuk mengetahuinya?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai jenis benih yang disediakan, mengidentifikasi karakteristik fisik (bentuk, ukuran, warna), dan mendiskusikan potensi keberkecambahan dari setiap benih yang diamati. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi tabel identifikasi benih, kemudian mempresentasikan hasil pengamatan dan diskusi mereka di depan kelas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi kelompok, menguatkan pemahaman tentang pentingnya identifikasi benih, dan menyimpulkan karakteristik benih yang baik. Peserta didik mencatat poin-poin penting. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, mengajak melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan proses perkecambahan benih dan faktor-faktor yang memengaruhinya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menayangkan video singkat tentang proses perkecambahan benih yang gagal dan berhasil. Guru mengingatkan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa benih yang sama bisa menghasilkan perkecambahan yang berbeda?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus mengenai kegagalan perkecambahan benih pada beberapa jenis tanaman, kemudian mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses perkecambahan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok merumuskan hipotesis tentang penyebab kegagalan perkecambahan dan mengusulkan solusi untuk meningkatkan keberhasilan perkecambahan berdasarkan teori yang telah dipelajari, kemudian mempresentasikan hasilnya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru memberikan penguatan materi tentang fisiologi perkecambahan dan faktor-faktor kritis yang memengaruhinya, serta mengaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik. Diskusi kelas dipandu untuk menyamakan persepsi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi, mengajak peserta didik merefleksikan pentingnya memahami proses perkecambahan, dan memberikan tugas membaca materi tentang seleksi benih unggul sebagai persiapan pertemuan berikutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik berbagai jenis benih dan memprediksi potensi perkecambahannya.
Alat & bahan: Berbagai jenis benih (padi, jagung, kacang hijau, cabai), lup/kaca pembesar, penggaris, timbangan digital kecil, wadah kecil, alat tulis.
Langkah kerja:
- Ambil satu jenis benih, amati bentuk, warna, dan ukurannya.
- Timbang 100 butir benih tersebut untuk mendapatkan berat rata-rata per butir.
- Catat karakteristik fisik benih dalam tabel pengamatan.
- Diskusikan dalam kelompok, faktor-faktor apa yang menurut kalian akan memengaruhi perkecambahan benih ini.
- Ulangi langkah 1-4 untuk jenis benih lainnya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang pembiakan tanaman?
- Sebutkan contoh tanaman yang diperbanyak dengan biji!
- Menurut kalian, apa itu biji?
- Apa saja yang diperlukan agar biji bisa tumbuh?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, praktik penanaman, dan penyusunan laporan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan proyek dan presentasi hasil pembiakan generatif serta tes tertulis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis benih dan karakteristiknya | Jenis dan karakteristik benih | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan proses perkecambahan benih dan faktor-faktor yang memengaruhinya | Faktor perkecambahan benih | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Menganalisis teknik seleksi benih unggul dan melakukan praktik penanaman | Seleksi benih dan praktik penanaman | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| 4 | Mengevaluasi keberhasilan pembiakan generatif dan merancang proyek | Evaluasi hasil dan proyek pembiakan | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
Pembiakan tanaman secara generatif merupakan metode perkembangbiakan alami melalui biji, yang melibatkan peleburan sel kelamin jantan dan betina. Metode ini menghasilkan tanaman baru yang memiliki variasi genetik, menjadikannya penting dalam mempertahankan keanekaragaman hayati dan perbaikan varietas tanaman. Memahami proses ini adalah kunci untuk budidaya tanaman yang berhasil dan berkelanjutan.
1. Pengertian Pembiakan Generatif
Pembiakan generatif atau seksual adalah proses perkembangbiakan tanaman yang diawali dengan penyerbukan dan pembuahan, menghasilkan biji. Biji ini kemudian akan tumbuh menjadi individu tanaman baru. Keunggulan pembiakan generatif adalah menghasilkan tanaman dengan perakaran yang kuat dan memiliki variasi genetik yang lebih luas, sehingga berpotensi menghasilkan varietas unggul baru yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Contoh tanaman yang umum diperbanyak secara generatif adalah padi, jagung, kacang-kacangan, dan berbagai jenis buah-buahan seperti mangga dan rambutan.
2. Struktur Biji dan Fungsinya
Biji adalah organ reproduktif utama pada tanaman yang berkembang biak secara generatif. Sebuah biji terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu embrio (calon tumbuhan baru), endosperma (cadangan makanan untuk embrio), dan kulit biji (pelindung embrio dan cadangan makanan). Embrio memiliki radikula (calon akar), plumula (calon batang dan daun), dan kotiledon (daun lembaga yang juga berfungsi sebagai cadangan makanan pada beberapa jenis biji). Kulit biji berfungsi melindungi biji dari kerusakan fisik, serangan hama, dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
3. Proses Perkecambahan Biji
Perkecambahan adalah proses awal pertumbuhan embrio dalam biji menjadi bibit tanaman. Proses ini memerlukan beberapa kondisi optimal, yaitu air, suhu yang sesuai, oksigen, dan kadang-kadang cahaya. Air berperan dalam mengaktifkan enzim-enzim dalam biji dan melunakkan kulit biji. Suhu yang tepat penting untuk aktivitas enzim. Oksigen diperlukan untuk respirasi seluler, sedangkan cahaya bisa menjadi penghambat atau pemicu perkecambahan tergantung jenis bijinya. Perkecambahan dapat dibedakan menjadi epigeal (kotiledon terangkat ke atas tanah) dan hipogeal (kotiledon tetap di dalam tanah).
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkecambahan
Keberhasilan perkecambahan biji dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi viabilitas biji (daya hidup embrio), dormansi biji (keadaan istirahat biji), dan kematangan biji. Biji yang tidak matang sempurna atau terlalu tua mungkin memiliki daya kecambah rendah. Faktor eksternal meliputi ketersediaan air, suhu lingkungan, kadar oksigen, dan intensitas cahaya. Kondisi lingkungan yang tidak ideal, seperti kekeringan, suhu ekstrem, atau kurangnya oksigen, dapat menghambat atau bahkan menggagalkan perkecambahan.
5. Teknik Seleksi Benih Unggul
Memilih benih unggul adalah langkah krusial dalam pembiakan generatif. Teknik seleksi dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: 1) Uji daya kecambah, yaitu menguji persentase biji yang mampu berkecambah dalam kondisi ideal. 2) Uji berat jenis, memisahkan biji berisi (bernas) dari biji kosong atau rusak dengan merendamnya dalam air atau larutan garam. Biji bernas akan tenggelam. 3) Pengamatan fisik, memilih biji yang utuh, tidak cacat, bebas hama penyakit, dan memiliki ukuran serta warna yang seragam sesuai varietasnya. Seleksi benih unggul akan meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman yang dihasilkan.
6. Praktik Penanaman Benih dan Perawatan Awal
Setelah seleksi, benih siap ditanam. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Persiapan media tanam yang subur dan gembur. 2) Penanaman benih pada kedalaman yang tepat (umumnya 2-3 kali ukuran biji). 3) Penyiraman secara teratur untuk menjaga kelembaban media. 4) Perlindungan dari hama dan penyakit. 5) Pemberian naungan jika diperlukan untuk menghindari sengatan matahari langsung pada bibit muda. Perawatan awal yang baik akan memastikan pertumbuhan bibit yang sehat dan kuat sebelum dipindahkan ke lahan permanen.
Rangkuman: Pembiakan generatif adalah perkembangbiakan tanaman melalui biji yang dihasilkan dari penyerbukan dan pembuahan. Biji terdiri dari embrio, cadangan makanan, dan kulit biji. Proses perkecambahan dipengaruhi oleh faktor internal (viabilitas, dormansi) dan eksternal (air, suhu, oksigen, cahaya). Seleksi benih unggul melalui uji daya kecambah, berat jenis, dan pengamatan fisik sangat penting untuk mendapatkan bibit berkualitas. Praktik penanaman dan perawatan awal yang tepat menjamin pertumbuhan bibit yang optimal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Generatif | Perkembangbiakan melalui biji hasil peleburan sel kelamin jantan dan betina. |
| Biji | Organ reproduktif tanaman yang mengandung embrio dan cadangan makanan. |
| Perkecambahan | Proses awal pertumbuhan embrio dalam biji menjadi bibit. |
| Viabilitas | Daya hidup atau kemampuan biji untuk berkecambah. |
| Dormansi | Keadaan istirahat biji yang menghambat perkecambahan meskipun kondisi lingkungan sudah sesuai. |
| Epigeal | Jenis perkecambahan di mana kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah. |
| Hipogeal | Jenis perkecambahan di mana kotiledon tetap berada di bawah permukaan tanah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative" mata pelajaran Dasar Dasar Budidaya Tanaman Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative yang Anda cari? Materi Dasar Dasar Budidaya Tanaman Kelas X lainnya:
Materi Dasar Dasar Budidaya Tanaman Terkait
Kegiatan Pembelajaran 1 : Penyiapan Bahan TanamDasar Dasar Budidaya Tanaman Kelas X SMKKegiatan Pembelajaran 2 : Penyiapan Tempat PersemaianDasar Dasar Budidaya Tanaman Kelas X SMKKegiatan Pembelajaran 3. Penyiapan Media TanamDasar Dasar Budidaya Tanaman Kelas X SMKPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar Dasar Budidaya Tanaman kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative pada Dasar Dasar Budidaya Tanaman SMK, Fase E, elemen Proses Bisnis Menyeluruh Bidang Budidaya Tanaman.
Modul Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative untuk Dasar Dasar Budidaya Tanaman kelas X.
Apakah modul ajar Dasar Dasar Budidaya Tanaman materi Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative ini gratis?
Ya. Modul Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar Dasar Budidaya Tanaman kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar Dasar Budidaya Tanaman kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar Dasar Budidaya Tanaman kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar Dasar Budidaya Tanaman kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative untuk Dasar Dasar Budidaya Tanaman kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar Dasar Budidaya Tanaman kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar Dasar Budidaya Tanaman kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Dasar Dasar Budidaya Tanaman ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kegiatan Pembelajaran 4. Pembiakan Tanaman Secara Generative disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.