Modul ajar Bahasa Makassar SMPLB kelas VIII materi Mulok Bahasa Daerah Makassar — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Makassar |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Mulok Bahasa Daerah Makassar — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + Praktik Komunikasi Visual |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal beberapa kata sapaan atau benda sederhana dalam bahasa Makassar melalui interaksi sehari-hari atau media visual.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: komunikasi, kewargaan, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus |
| Elemen / Domain | Berbicara dan Mempresentasikan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menggunakan bahasa Makassar dalam berbagai konteks sosial untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, serta menyampaikan ide dan informasi secara sederhana dengan bantuan visual dan alat bantu komunikasi. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Bahasa Makassar adalah bahasa daerah yang digunakan oleh suku Makassar di Sulawesi Selatan, memiliki kosakata dan tata bahasa yang khas. |
| Konseptual | Komunikasi efektif dalam bahasa Makassar melibatkan pemahaman kosakata, frasa dasar, dan ekspresi non-verbal, termasuk isyarat, yang sesuai dengan konteks sosial. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara memperkenalkan diri, menyapa, dan menanyakan kabar menggunakan frasa dasar bahasa Makassar dengan dukungan visual dan gestur. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan bahasa daerah dan bagaimana kemampuan berbahasa Makassar dapat membantu mereka berinteraksi lebih baik dengan lingkungan sekitar. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami dan menggunakan bahasa Makassar memungkinkan peserta didik untuk terhubung dengan budaya lokal, meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi, dan memperkaya identitas mereka sebagai warga negara Indonesia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa bercerita tentang diri kita dan menyapa teman-teman baru menggunakan bahasa daerah Makassar?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning + Praktik Komunikasi Visual |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Membuat poster atau karya seni visual dengan tulisan bahasa Makassar, mempelajari lagu daerah Makassar. Pendidikan Pancasila: Memahami pentingnya menjaga keragaman budaya dan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Matematika: Menghitung jumlah kosakata baru yang dipelajari setiap pertemuan atau jumlah teman yang diajak berbicara bahasa Makassar. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga dapat membantu peserta didik berlatih kosakata dan frasa bahasa Makassar di rumah, serta menggunakan bahasa Makassar dalam percakapan sehari-hari. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dihiasi dengan poster kosakata bahasa Makassar bergambar, sudut baca buku cerita bergambar bahasa Makassar, dan area praktik percakapan yang nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi kamus visual bahasa Makassar, video tutorial bahasa isyarat Makassar, atau rekaman audio frasa dasar yang bisa diakses di tablet atau komputer sekolah. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi kosakata dasar perkenalan diri dalam bahasa Makassar melalui kartu gambar dan video. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa peserta didik dengan isyarat dan ucapan 'Assalamu alaikum, apa kareba?' (Apa kabar?), kemudian meminta peserta didik menjawab dengan isyarat dan ucapan. Guru melakukan presensi dengan menunjuk nama dan meminta peserta didik mengangkat tangan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar memperkenalkan diri dalam bahasa Makassar dan menunjukkan kartu gambar atau video singkat tentang anak-anak yang memperkenalkan diri. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik melihat kartu gambar dan video dengan subtitle bahasa Makassar yang menunjukkan kosakata perkenalan diri (nama, asal, hobi). Guru menunjuk gambar dan mengucapkan kata dalam bahasa Makassar, kemudian peserta didik menirukan dengan isyarat dan suara. Guru menempelkan kartu kata dan gambar di papan tulis, lalu peserta didik diminta mencocokkan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan mencoba mengidentifikasi kosakata perkenalan diri dari kartu-kartu yang tersedia. Mereka saling menunjuk gambar dan mencoba mengucapkan kata dalam bahasa Makassar. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan koreksi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik maju ke depan untuk menunjukkan kartu gambar dan mengucapkan kata dalam bahasa Makassar. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman kosakata melalui pengulangan bersama. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang aktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik bersama-sama merangkum kosakata yang telah dipelajari. Guru memberikan pujian atas semangat belajar hari ini dan mengingatkan untuk terus berlatih di rumah. Guru menutup pelajaran dengan doa dan isyarat terima kasih. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (Mini-Project) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menggunakan frasa sapaan dan perkenalan diri sederhana dalam bahasa Makassar dengan bantuan isyarat dan tulisan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa peserta didik dan mengulang beberapa kosakata perkenalan dari pertemuan sebelumnya. Guru menanyakan 'Siapa yang ingat bagaimana menyapa dalam bahasa Makassar?' dengan isyarat. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini yaitu mempraktikkan perkenalan diri dan sapaan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menampilkan contoh dialog perkenalan diri dan sapaan sederhana dalam bahasa Makassar melalui tayangan video bersubtitle dan kartu dialog besar. Guru mencontohkan setiap frasa dengan isyarat yang jelas (misalnya, 'Sikamma' untuk 'nama saya', 'Battua' untuk 'berasal dari'). Peserta didik menirukan secara berulang. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan kartu dialog dan kartu gambar. Mereka berlatih percakapan perkenalan diri dan sapaan, menggunakan isyarat dan tulisan sebagai bantuan. Guru membimbing setiap kelompok, memastikan mereka mengucapkan dan mengisyaratkan dengan benar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok maju ke depan untuk mempraktikkan dialog perkenalan diri dan sapaan. Peserta didik lain memberikan tepuk tangan atau isyarat 'jempol' sebagai apresiasi. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengoreksi jika ada kesalahan, lalu mengulang frasa yang sulit bersama-sama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas keberanian mereka mempraktikkan dialog. Guru mengingatkan untuk terus berlatih di rumah dan memberikan tugas membuat daftar kosakata sapaan di buku catatan. Guru menutup dengan doa dan pesan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning + Praktik Komunikasi Visual |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menerapkan percakapan singkat tentang menanyakan kabar dalam bahasa Makassar dengan teman sebaya dan membuat kartu nama atau profil diri sederhana menggunakan bahasa Makassar dengan gambar pendukung. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa peserta didik dengan 'Apa kareba?' dan meminta mereka menjawab dengan isyarat 'Baji-baji' (Baik-baik). Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang perkenalan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu berlatih menanyakan kabar dan membuat kartu perkenalan diri. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menunjukkan gambar situasi orang saling menanyakan kabar dan menampilkan frasa 'Apa kareba?' (Apa kabar?), 'Baji-baji' (Baik-baik), 'Kemae ki'?' (Mau ke mana?), 'Lani' (Mau ke sana) dengan kartu kata dan isyarat. Peserta didik menirukan frasa tersebut secara bergantian. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik bekerja secara individu untuk membuat 'Kartu Perkenalan Diri' mereka sendiri. Mereka menulis nama, asal, dan hobi dalam bahasa Makassar, dilengkapi dengan gambar atau simbol yang relevan. Setelah selesai, peserta didik saling bertukar kartu dan mencoba menanyakan kabar serta memperkenalkan diri kepada teman-teman mereka, menggunakan frasa yang telah dipelajari. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik maju ke depan untuk menunjukkan kartu perkenalan diri mereka dan mempraktikkan percakapan singkat dengan guru atau teman. Guru memberikan pujian atas kreativitas dan keberanian mereka. Guru memberikan penguatan bahwa bahasa daerah adalah bagian dari identitas kita. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pentingnya bahasa Makassar dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas hasil karya kartu perkenalan diri mereka. Guru menutup pelajaran dengan doa dan harapan agar peserta didik terus bangga dengan bahasa daerahnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mencocokkan gambar dengan kosakata bahasa Makassar dan melengkapi frasa perkenalan diri.
Alat & bahan: Lembar LKPD cetak, pensil warna, gunting, lem, kartu gambar kosakata.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Pengamatan guru terhadap keaktifan peserta didik dalam menirukan isyarat dan ucapan, serta partisipasi dalam praktik dialog kelompok.
Sumatif (akhir): Penilaian performa saat mempresentasikan kartu perkenalan diri dan melakukan percakapan singkat dengan teman.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi kosakata dasar perkenalan diri | Kosakata perkenalan diri dan sapaan | 2 JP | Komunikasi |
| 2 | Menggunakan frasa sapaan dan perkenalan diri sederhana | Frasa sapaan dan perkenalan diri | 2 JP | Komunikasi, Kewargaan |
| 3 | Menerapkan percakapan singkat menanyakan kabar dan membuat kartu profil | Percakapan menanyakan kabar, pembuatan kartu profil | 2 JP | Komunikasi, Kreativitas |
Selamat datang di modul ajar Bahasa Makassar! Di sini kita akan belajar bersama tentang bahasa daerah Makassar yang kaya dan unik. Bahasa Makassar adalah salah satu kekayaan budaya kita. Dengan belajar bahasa Makassar, kita bisa lebih dekat dengan teman-teman dan keluarga yang berbicara bahasa ini, serta memahami kebudayaan Sulawesi Selatan. Mari kita mulai perjalanan belajar yang menyenangkan ini!
1. Mengenal Bahasa Makassar
Bahasa Makassar adalah bahasa yang digunakan oleh suku Makassar, penduduk asli Sulawesi Selatan. Bahasa ini memiliki ciri khas dalam pengucapan dan tata bahasanya. Belajar bahasa Makassar penting untuk menjaga warisan budaya dan mempererat hubungan antarwarga. Banyak sekali kata-kata indah dan ungkapan bijak dalam bahasa Makassar yang bisa kita pelajari.
2. Kosakata Dasar Perkenalan Diri
Saat bertemu orang baru, kita perlu memperkenalkan diri. Dalam bahasa Makassar, kita bisa menggunakan beberapa kata dasar. Misalnya, 'Sikamma' berarti 'nama saya'. Contoh: 'Sikamma Andi' (Nama saya Andi). 'Battua' berarti 'berasal dari'. Contoh: 'Battua Makassar' (Berasal dari Makassar). Mari kita berlatih kata-kata ini dengan isyarat dan gambar.
3. Frasa Sapaan Sehari-hari
Sapaan adalah cara kita memulai percakapan. Dalam bahasa Makassar, sapaan yang paling umum adalah 'Apa kareba?' yang berarti 'Apa kabar?'. Jawabannya bisa 'Baji-baji' yang berarti 'Baik-baik'. Ada juga sapaan 'Assalamu alaikum' yang sering digunakan sebagai salam pembuka. Penting untuk selalu berhadapan dan menggunakan isyarat saat berbicara.
4. Menanyakan Kabar dan Menjawabnya
Setelah menyapa, kita bisa menanyakan kabar. Frasa 'Apa kareba?' tidak hanya untuk sapaan, tetapi juga untuk menanyakan kabar. Jika kita baik-baik saja, kita bisa menjawab 'Baji-baji, tabe' (Baik-baik, terima kasih). Jika ada yang bertanya 'Kemae ki'?' (Mau ke mana?), kita bisa menjawab 'Lani' (Mau ke sana) atau 'Lanre' (Mau ke sini) sambil menunjuk arah.
5. Membuat Kartu Perkenalan Diri
Untuk membantu kita mengingat dan memperkenalkan diri, kita bisa membuat kartu perkenalan diri. Kartu ini berisi nama kita, asal daerah, atau hobi, yang ditulis dalam bahasa Makassar dan dilengkapi dengan gambar yang relevan. Misalnya, gambar buku jika hobi membaca. Kartu ini akan menjadi alat bantu komunikasi yang sangat berguna.
6. Pentingnya Menjaga Bahasa Daerah
Bahasa daerah seperti bahasa Makassar adalah bagian dari identitas dan kekayaan bangsa Indonesia. Dengan belajar dan menggunakan bahasa daerah, kita ikut serta dalam melestarikan budaya bangsa. Ini menunjukkan rasa cinta kita kepada tanah air dan menghargai warisan leluhur. Mari kita bangga dengan bahasa daerah kita!
Rangkuman: Modul ini mengajarkan kosakata dan frasa dasar bahasa Makassar untuk perkenalan diri, sapaan, dan menanyakan kabar. Kita belajar melalui gambar, isyarat, dan praktik langsung. Memahami bahasa Makassar membantu kita berkomunikasi, melestarikan budaya, dan memperkaya identitas sebagai warga Indonesia. Teruslah berlatih dan bangga dengan bahasa daerah kita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Sikamma | Nama saya |
| Battua | Berasal dari |
| Apa kareba? | Apa kabar? |
| Baji-baji | Baik-baik |
| Kemae ki'? | Mau ke mana? |
| Lani | Mau ke sana |
| Lanre | Mau ke sini |
| Tabe' | Terima kasih |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Mulok Bahasa Daerah Makassar — Tunarungu" mata pelajaran Bahasa Makassar Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Makassar kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.