Modul ajar IPA SMPLB kelas VIII materi Sistem Gerak Manusia — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Sistem Gerak Manusia — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan Praktik Visual |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami bagian-bagian tubuh manusia secara umum dan fungsi dasarnya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kesehatan, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mengidentifikasi struktur dan fungsi organ tubuh manusia serta berbagai gangguannya, dan menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuh. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Tulang-tulang seperti tulang paha, tulang lengan, dan otot-otot seperti bisep serta trisep adalah contoh nyata komponen sistem gerak. |
| Konseptual | Sistem gerak manusia terdiri dari tulang, sendi, dan otot yang bekerja sama memungkinkan tubuh bergerak. |
| Prosedural | Mempelajari cara mengidentifikasi jenis-jenis tulang, sendi, dan otot serta memahami fungsinya melalui pengamatan model atau gambar. |
| Metakognitif | Menyadari bagaimana tubuh bergerak dan pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak untuk aktivitas sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa sistem gerak adalah anugerah Tuhan yang kompleks dan penting untuk melakukan berbagai aktivitas, sehingga perlu dijaga kesehatannya.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian bertanya, bagaimana kita bisa berjalan, melompat, atau mengambil sesuatu?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan Praktik Visual |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Memahami pentingnya olahraga dan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan tulang dan otot serta mencegah cedera. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan membaca dan menulis label, membuat kalimat deskriptif sederhana, serta presentasi lisan dan isyarat. Seni Budaya: Membuat poster edukasi dengan gambar dan tulisan yang menarik untuk menyampaikan informasi kesehatan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung peserta didik mengamati gerakan anggota keluarga di rumah dan membantu membuat daftar makanan sehat untuk tulang/otot. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar ada ruang gerak yang cukup untuk simulasi dan demonstrasi, dengan meja dan kursi yang ergonomis serta poster-poster sistem gerak yang mudah diakses. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan tablet atau komputer untuk menampilkan video edukasi bersubtitle tentang sistem gerak, gambar interaktif, dan aplikasi sederhana untuk identifikasi tulang/otot. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dengan Demonstrasi Visual |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem gerak manusia (tulang, sendi, otot) melalui model atau gambar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan bahasa isyarat dan lisan, berdoa bersama, mengecek kehadiran peserta didik dengan kartu nama bergambar. Guru menunjukkan model rangka manusia dan bertanya (dengan isyarat dan tulisan) 'Apa ini? Untuk apa?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Kita akan belajar tentang sistem gerak tubuh kita!' (dengan visualisasi gambar orang bergerak). |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati model rangka manusia dan gambar-gambar besar organ sistem gerak (tulang, sendi, otot). Guru menunjuk dan menyebutkan nama bagian-bagian tersebut dengan isyarat dan tulisan. Peserta didik mencocokkan kartu nama bagian tubuh dengan gambar yang sesuai. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengisi LKPD berupa gambar rangka manusia kosong untuk diberi label bagian-bagian tulang, sendi, dan otot yang telah mereka amati. Guru membimbing dengan visual dan isyarat, memastikan setiap peserta didik memahami dan dapat menempelkan nama bagian dengan benar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil penempelan label pada LKPD mereka di depan kelas dengan menunjuk bagian dan menyebutkan namanya (isyarat dan lisan). Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman dengan menunjukkan kembali model rangka dan bagian-bagiannya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik membuat rangkuman sederhana tentang bagian-bagian sistem gerak yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi (jempol, senyum lebar) dan memberikan pesan untuk menjaga kesehatan tubuh. Doa penutup dengan isyarat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning dengan Eksplorasi Interaktif |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan fungsi tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif dengan bantuan visual. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru menampilkan video singkat tanpa suara (dengan subtitle) tentang aktivitas sehari-hari seperti berjalan, mengangkat barang. Guru bertanya (isyarat dan tulisan): 'Mengapa kita bisa bergerak? Apa yang membantu kita bergerak?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan mencari tahu apa peran tulang dan otot dalam gerakan kita!' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru membagikan kartu informasi bergambar tentang fungsi tulang (penopang, pelindung, tempat melekat otot) dan otot (penggerak). Peserta didik dalam kelompok membaca kartu informasi (didampingi guru yang menjelaskan dengan isyarat) dan mendiskusikan apa yang mereka pahami. Guru juga mendemonstrasikan bagaimana otot berkontraksi dan relaksasi menggunakan lengan guru sendiri atau model sederhana. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik melakukan simulasi sederhana gerakan tubuh (misalnya, menekuk lengan, mengangkat kaki) dan merasakan peran tulang dan otot. Mereka mencatat (dengan bantuan gambar atau kata kunci) pada LKPD tentang peran tulang dan otot dalam setiap gerakan. Untuk peserta didik tanpa hambatan intelektual, mereka bisa membuat mind map fungsi tulang dan otot. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan simulasi mereka, menjelaskan (dengan isyarat dan lisan) bagaimana tulang dan otot bekerja sama. Guru memberikan penguatan dan menjelaskan konsep 'alat gerak pasif' (tulang) dan 'aktif' (otot) dengan visualisasi yang jelas. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan kembali fungsi tulang dan otot. Guru mengajak peserta didik untuk bertepuk tangan sebagai apresiasi. Guru memberikan tugas rumah sederhana: mengamati gerakan pada hewan peliharaan mereka. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning dengan Pembuatan Poster |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis beberapa contoh gangguan atau penyakit pada sistem gerak dan cara pencegahannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru menampilkan gambar atau video singkat (dengan subtitle) tentang orang yang mengalami cedera atau masalah pada tulang/otot (misalnya, patah tulang, keseleo). Guru bertanya: 'Apa yang terjadi pada mereka? Bagaimana kita bisa menjaga tulang dan otot kita tetap sehat?' Guru menyampaikan tujuan: 'Hari ini kita akan membuat poster tentang cara menjaga sistem gerak kita agar tetap sehat!' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru membagikan kartu informasi bergambar tentang berbagai gangguan sistem gerak (osteoporosis, rakitis, skoliosis, kram) dan cara pencegahannya (makan bergizi, olahraga teratur, posisi duduk benar). Peserta didik dalam kelompok membaca dan mendiskusikan informasi tersebut, didampingi guru yang menjelaskan dengan isyarat dan visual. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat poster sederhana tentang gangguan sistem gerak dan cara pencegahannya. Poster harus berisi gambar, kata kunci, dan kalimat singkat (bisa dibantu guru). Peserta didik dengan hambatan intelektual fokus pada gambar dan kata kunci sederhana. Peserta didik tanpa hambatan intelektual bisa menambahkan detail penjelasan. Mereka menggunakan bahan-bahan seperti kertas karton, spidol, gunting, lem, dan gambar yang sudah disediakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster mereka di depan kelas, menjelaskan (dengan isyarat dan lisan) isi poster tentang pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak. Guru memberikan umpan balik dan mengoreksi jika ada kesalahan, serta memberikan pujian atas kreativitas dan kerja sama kelompok. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik membuat pameran mini poster di kelas. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha peserta didik. Guru menekankan pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak dan mengingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat. Doa penutup dengan isyarat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menjelaskan bagian-bagian serta fungsi sistem gerak manusia.
Alat & bahan: Gambar rangka manusia, kartu nama tulang/otot/sendi, lem, spidol warna, kertas HVS
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan identifikasi pada LKPD, dan kemampuan presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian poster edukasi tentang gangguan dan pencegahan sistem gerak, serta tes tertulis/lisan/isyarat singkat.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem gerak manusia | Pengenalan tulang, sendi, dan otot | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan fungsi tulang dan otot | Fungsi tulang sebagai gerak pasif, otot sebagai gerak aktif | 2 JP | Kesehatan |
| 3 | Menganalisis gangguan dan pencegahan sistem gerak | Penyakit sistem gerak dan pola hidup sehat | 2 JP | Kolaborasi |
Tubuh kita dapat bergerak karena adanya sistem gerak. Sistem gerak manusia terdiri dari tulang, sendi, dan otot. Ketiga bagian ini bekerja sama secara harmonis untuk memungkinkan kita melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berjalan, berlari, menulis, hingga makan. Mari kita pelajari lebih dalam tentang keajaiban sistem gerak dalam tubuh kita.
1. Rangka Manusia: Penopang Tubuh
Rangka manusia adalah kumpulan tulang yang membentuk struktur tubuh kita. Rangka memiliki beberapa fungsi penting, yaitu sebagai penopang tubuh, pemberi bentuk tubuh, pelindung organ dalam yang penting (seperti otak, jantung, paru-paru), tempat melekatnya otot, dan tempat pembentukan sel darah. Tanpa rangka, tubuh kita akan seperti agar-agar yang tidak memiliki bentuk. Rangka dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada) dan rangka apendikular (tulang anggota gerak atas dan bawah).
2. Tulang: Alat Gerak Pasif
Tulang adalah alat gerak pasif karena tulang tidak bisa bergerak sendiri. Tulang baru bisa bergerak jika digerakkan oleh otot. Tulang memiliki berbagai bentuk: tulang pipa (contoh: tulang paha, tulang lengan), tulang pipih (contoh: tulang tengkorak, tulang belikat), tulang pendek (contoh: tulang pergelangan tangan), dan tulang tak beraturan (contoh: tulang belakang). Setiap jenis tulang memiliki peran spesifik dalam mendukung fungsi gerak dan struktur tubuh.
3. Sendi: Penghubung Antar Tulang
Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih, yang memungkinkan terjadinya gerakan. Ada beberapa jenis sendi berdasarkan kemampuannya bergerak. Sendi mati (sinartrosis) adalah sendi yang tidak dapat bergerak sama sekali, contohnya sendi pada tulang tengkorak. Sendi kaku (amfiartrosis) memungkinkan sedikit gerakan, contohnya sendi antarruas tulang belakang. Sendi gerak (diartrosis) memungkinkan banyak gerakan, contohnya sendi engsel (siku, lutut), sendi peluru (bahu, panggul), sendi putar (leher), dan sendi pelana (jempol).
4. Otot: Alat Gerak Aktif
Otot adalah alat gerak aktif karena otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi (memendek) dan berelaksasi (memanjang). Saat otot berkontraksi, ia menarik tulang sehingga terjadi gerakan. Ada tiga jenis otot: otot lurik (melekat pada rangka, bekerja secara sadar), otot polos (pada organ dalam, bekerja tidak sadar), dan otot jantung (hanya di jantung, bekerja tidak sadar). Untuk sistem gerak, otot lurik adalah yang paling berperan.
5. Kerja Sama Otot (Antagonis)
Gerakan tubuh seringkali melibatkan kerja sama dua otot atau lebih yang berlawanan, disebut kerja otot antagonis. Contohnya adalah otot bisep dan trisep pada lengan. Ketika bisep berkontraksi (memendek), trisep berelaksasi (memanjang), menyebabkan lengan menekuk (fleksi). Sebaliknya, ketika trisep berkontraksi, bisep berelaksasi, menyebabkan lengan melurus (ekstensi). Contoh lain adalah gerakan abduksi-adduksi (menjauh-mendekati tubuh), pronasi-supinasi (menelungkup-menengadah).
6. Gangguan dan Penyakit Sistem Gerak
Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau penyakit. Contohnya: fraktura (patah tulang), osteoporosis (tulang rapuh karena kekurangan kalsium), rakitis (tulang lunak karena kekurangan vitamin D), skoliosis/kifosis/lordosis (kelainan bentuk tulang belakang), dan kram otot (kontraksi otot yang tidak terkontrol). Beberapa gangguan ini dapat disebabkan oleh kecelakaan, kekurangan gizi, atau posisi tubuh yang salah. Penting untuk mengetahui cara mencegahnya.
7. Menjaga Kesehatan Sistem Gerak
Untuk menjaga sistem gerak tetap sehat, kita perlu menerapkan pola hidup sehat. Ini meliputi mengonsumsi makanan bergizi yang kaya kalsium (susu, ikan, sayuran hijau) dan vitamin D (sinar matahari pagi, telur). Selain itu, rajin berolahraga secara teratur untuk melatih kekuatan dan kelenturan otot serta tulang. Menjaga posisi tubuh yang benar saat duduk, berdiri, dan tidur juga sangat penting untuk mencegah kelainan tulang belakang. Hindari mengangkat beban terlalu berat.
Rangkuman: Sistem gerak manusia terdiri dari tulang (alat gerak pasif), sendi (penghubung tulang), dan otot (alat gerak aktif). Tulang memberi bentuk dan menopang tubuh, sedangkan otot berkontraksi untuk menggerakkan tulang. Kerja sama otot bersifat antagonis. Penting untuk menjaga kesehatan sistem gerak dengan gizi seimbang, olahraga teratur, dan posisi tubuh yang benar agar dapat beraktivitas dengan baik setiap hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Rangka | Kumpulan tulang yang membentuk struktur tubuh. |
| Tulang | Alat gerak pasif, tidak bisa bergerak sendiri. |
| Otot | Alat gerak aktif, dapat berkontraksi dan relaksasi. |
| Sendi | Penghubung antar tulang yang memungkinkan gerakan. |
| Antagonis | Kerja otot yang berlawanan, misalnya menekuk dan meluruskan. |
| Fraktura | Patah tulang. |
| Osteoporosis | Penyakit tulang rapuh. |
| Kalsium | Mineral penting untuk kekuatan tulang. |
| Vitamin D | Vitamin yang membantu penyerapan kalsium. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sistem Gerak Manusia — Tunarungu" mata pelajaran IPA Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.