Modul ajar Prakarya SMPLB kelas VIII materi Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik langsung |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengalaman dasar dalam memegang, memotong, dan menempel benda-benda sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kreativitas, kolaborasi, kemandirian.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus |
| Elemen / Domain | Kerajinan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi, merancang, dan membuat kerajinan dari bahan alam dan buatan dengan teknik sederhana, serta mengomunikasikan hasil karyanya dengan bantuan visual dan bahasa isyarat. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Ada banyak jenis kertas dan plastik bekas di sekitar kita yang bisa didaur ulang menjadi kerajinan. |
| Konseptual | Prinsip dasar kerajinan dari kertas dan plastik adalah mengubah bahan bekas menjadi benda bernilai estetis dan fungsional melalui teknik daur ulang dan kreasi. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah membuat kerajinan, seperti memotong, melipat, menempel, dan menghias menggunakan bahan kertas dan plastik. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa belajar membuat kerajinan tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga melatih kesabaran, ketelitian, dan kepedulian terhadap lingkungan. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Membuat kerajinan dari kertas dan plastik bukan hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga melatih kreativitas, ketelitian, dan membantu menjaga lingkungan dari sampah.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah sampah kertas dan plastik menjadi sesuatu yang indah dan berguna?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik langsung |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Memahami proses daur ulang sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Matematika: Mengukur dan memotong bahan sesuai ukuran yang dibutuhkan, menghitung jumlah bahan. Seni Budaya: Mengembangkan estetika dan kreativitas dalam merancang dan menghias karya kerajinan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/wali diajak untuk membantu mengumpulkan sampah kertas dan plastik yang bersih dari rumah untuk bahan kerajinan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata agar nyaman dengan meja yang cukup luas untuk bekerja, sirkulasi udara baik, dan pencahayaan yang terang, serta tersedia tempat sampah terpilah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial pendek (dengan subtitle dan bahasa isyarat) tentang teknik kerajinan sederhana dan contoh-contoh karya dari internet untuk inspirasi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kertas dan plastik yang dapat digunakan untuk kerajinan dengan bantuan gambar dan contoh nyata. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memberi salam, mengajak berdoa dengan bahasa isyarat, dan mengecek kehadiran sambil menunjukkan kartu nama. Guru menunjukkan berbagai contoh kerajinan kertas dan plastik (misal: bunga dari sedotan, tempat pensil dari botol, kolase dari majalah bekas) dan bertanya dengan isyarat: 'Ini dari apa?' Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini: 'Kita akan belajar kenal jenis kertas dan plastik untuk kerajinan.' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai contoh nyata sampah kertas (koran, majalah, kardus) dan plastik (botol, sedotan, kantong plastik). Guru menunjukkan gambar-gambar jenis kertas dan plastik yang berbeda, memberikan kartu kata untuk setiap jenis, dan melatih peserta didik mengidentifikasi dengan menunjuk atau isyarat. Guru menjelaskan dengan bantuan visual dan bahasa isyarat bahwa bahan-bahan ini bisa didaur ulang menjadi kerajinan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok kecil (2-3 orang) memilah dan mengelompokkan berbagai jenis sampah kertas dan plastik yang disediakan guru. Mereka menempelkan kartu kata yang sesuai pada setiap kelompok sampah. Guru membimbing dan memberikan bantuan isyarat jika diperlukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengelompokan sampah mereka dengan menunjuk dan isyarat. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang jenis-jenis bahan yang bisa digunakan. Guru menampilkan video singkat (dengan subtitle dan bahasa isyarat) tentang kerajinan dari kertas dan plastik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan jenis-jenis bahan yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok. Guru menyampaikan kegiatan selanjutnya: 'Minggu depan kita akan belajar alat dan cara membuatnya.' Guru menutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerajinan kertas dan plastik secara visual dan menerapkan teknik dasar memotong, melipat, dan menempel pada bahan kertas dan plastik dengan arahan guru. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memberi salam, berdoa dengan isyarat, dan mengecek kehadiran. Guru mengulang materi sebelumnya dengan menunjukkan gambar-gambar jenis kertas dan plastik. Guru menampilkan gambar 'masalah': tumpukan sampah kertas dan plastik dan bertanya: 'Bagaimana kita membuat ini jadi bagus?' Guru menyampaikan tujuan: 'Hari ini kita akan kenal alat dan belajar cara membuat kerajinan sederhana.' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menunjukkan berbagai alat (gunting, lem, penggaris, pensil) dan bahan (kertas bekas, plastik bekas) yang dibutuhkan, menunjukkan kartu kata untuk setiap alat dan bahan, serta menjelaskan fungsinya dengan demonstrasi singkat dan bahasa isyarat. Guru menampilkan video singkat (dengan subtitle dan bahasa isyarat) tentang teknik dasar memotong, melipat, dan menempel menggunakan kertas dan plastik. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menerima LKPD visual yang berisi langkah-langkah teknik memotong, melipat, dan menempel. Mereka mempraktikkan teknik-teknik tersebut pada potongan kertas dan plastik yang sudah disiapkan guru, mengikuti instruksi visual dan isyarat dari guru. Guru berkeliling, membimbing setiap peserta didik, dan memberikan koreksi jika ada kesulitan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik secara bergantian menunjukkan hasil praktik memotong, melipat, dan menempel mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman tentang teknik dasar. Guru bertanya: 'Apa yang sulit? Apa yang mudah?' dengan isyarat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik merefleksikan kembali teknik yang sudah dipelajari. Guru memberikan pujian atas usaha peserta didik. Guru menyampaikan: 'Minggu depan kita akan membuat karya kerajinan!' Guru menutup dengan doa dan salam, menciptakan suasana antusias untuk pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membuat satu karya kerajinan sederhana dari kertas atau plastik secara mandiri atau berkelompok kecil dan mempresentasikan hasil karya kerajinan dengan bahasa isyarat, ujaran, atau menunjuk gambar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memberi salam, berdoa dengan isyarat, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi dan teknik yang sudah dipelajari. Guru menunjukkan contoh karya kerajinan sederhana yang akan dibuat (misalnya: tempat pensil dari gulungan kertas, bunga dari kantong plastik) dan bertanya: 'Siapa mau buat ini?' Guru menyampaikan tujuan: 'Hari ini kita akan membuat karya kerajinan dan menunjukkan hasilnya.' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatan karya kerajinan secara perlahan dan jelas, menggunakan bahasa isyarat, visual, dan tulisan. Guru memecah proses menjadi bagian-bagian kecil yang mudah diikuti. Peserta didik mengamati dengan seksama dan boleh bertanya dengan isyarat jika ada yang kurang jelas. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mulai membuat karya kerajinan mereka secara mandiri atau berkelompok kecil, mengikuti langkah-langkah yang telah didemonstrasikan dan instruksi visual pada LKPD. Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual, dan memastikan setiap peserta didik dapat berpartisipasi aktif. Guru memberikan bantuan spesifik (misalnya, membantu memotong bagian yang sulit) jika diperlukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap peserta didik atau kelompok mempresentasikan hasil karya kerajinan mereka di depan kelas. Mereka dapat menunjuk bagian-bagian karyanya, menggunakan bahasa isyarat, atau mengucapkan nama karyanya. Guru memberikan apresiasi yang tulus dan umpan balik positif untuk setiap karya, menyoroti kreativitas dan usaha. Guru bertanya: 'Bagaimana perasaanmu setelah membuat ini?' |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik merangkum proses belajar membuat kerajinan. Guru memberikan penghargaan kepada semua peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka. Guru mengapresiasi upaya mereka dalam menjaga lingkungan. Guru menutup dengan doa, senyum, dan tepuk tangan bersama, menciptakan suasana kebanggaan dan kegembiraan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Memandu peserta didik dalam mengidentifikasi bahan, alat, dan mempraktikkan teknik dasar kerajinan kertas dan plastik.
Alat & bahan: Gambar-gambar jenis kertas dan plastik, kartu kata, sampah kertas dan plastik, gunting, lem, penggaris, pensil, spidol warna
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi, ketelitian, dan kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi bahan, menggunakan alat, dan menerapkan teknik dasar.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya kerajinan (kualitas, kreativitas, kerapian) dan presentasi lisan/isyarat/visual karya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kertas dan plastik | Jenis-jenis kertas dan plastik yang bisa didaur ulang | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan alat dan bahan serta menerapkan teknik dasar | Alat, bahan, teknik memotong, melipat, menempel | 2 JP | Kemandirian |
| 3 | Membuat karya kerajinan dan mempresentasikan | Proses pembuatan karya kerajinan, presentasi hasil | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Sampah kertas dan plastik seringkali menumpuk di sekitar kita. Padahal, jika kita kreatif, sampah-sampah ini bisa kita ubah menjadi benda-benda yang indah dan berguna. Modul ini akan mengajakmu berkreasi dengan kertas dan plastik bekas, tidak hanya membuat kerajinan tetapi juga belajar menjaga lingkungan.
1. Mengenal Kertas Bekas untuk Kerajinan
Kertas bekas adalah salah satu bahan yang paling mudah ditemukan dan diolah. Contoh kertas bekas yang bisa kita gunakan antara lain koran bekas, majalah bekas, kardus bekas, atau kertas bungkus makanan. Setiap jenis kertas memiliki tekstur dan ketebalan berbeda, sehingga cocok untuk kerajinan yang berbeda pula. Koran dan majalah bagus untuk kolase atau membuat bubur kertas, sedangkan kardus cocok untuk membuat kotak atau bingkai. Menggunakan kertas bekas membantu mengurangi sampah dan menghemat pohon.
2. Mengenal Plastik Bekas untuk Kerajinan
Plastik bekas juga sangat melimpah dan bisa diubah menjadi kerajinan yang menarik. Contoh plastik bekas yang sering kita temui adalah botol air mineral, sedotan, kantong kresek, atau tutup botol. Botol plastik bisa dipotong dan dibentuk menjadi tempat pensil atau pot mini. Sedotan bisa dirangkai menjadi bunga atau hiasan. Kantong kresek bisa dianyam menjadi tas belanja. Mengolah plastik bekas sangat penting karena plastik sulit terurai di alam dan dapat mencemari lingkungan.
3. Alat dan Bahan Pendukung
Untuk membuat kerajinan kertas dan plastik, kita memerlukan beberapa alat dan bahan pendukung. Alat-alat dasar meliputi gunting untuk memotong, lem untuk menempel, penggaris untuk mengukur, dan pensil untuk menggambar pola. Bahan pendukung lainnya bisa berupa spidol atau cat untuk mewarnai, benang atau tali untuk menggantung, serta hiasan tambahan seperti manik-manik atau kancing bekas. Pastikan semua alat digunakan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan guru.
4. Teknik Dasar Kerajinan Kertas
Ada beberapa teknik dasar yang sering digunakan dalam kerajinan kertas. Pertama, teknik memotong, yaitu memisahkan bagian kertas dengan gunting sesuai pola. Kedua, teknik melipat, yaitu membentuk kertas dengan cara dilipat-lipat. Ketiga, teknik menempel, yaitu menyatukan bagian kertas dengan lem. Keempat, teknik menggulung, yaitu membuat gulungan-gulungan kecil dari kertas. Dengan menguasai teknik-teknik ini, kita bisa membuat berbagai bentuk dan model kerajinan dari kertas, seperti origami sederhana, kolase, atau kotak pensil.
5. Teknik Dasar Kerajinan Plastik
Mirip dengan kertas, kerajinan plastik juga memiliki teknik dasar. Teknik memotong sangat penting untuk membentuk plastik sesuai keinginan, misalnya memotong botol menjadi dua bagian. Teknik menempel juga digunakan untuk menyatukan potongan-potongan plastik. Selain itu, ada teknik menganyam menggunakan potongan kantong plastik, atau teknik merangkai untuk sedotan. Beberapa plastik juga bisa dipanaskan sedikit untuk dibentuk, tetapi ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya oleh orang dewasa.
6. Langkah Membuat Karya Sederhana
Untuk membuat karya kerajinan sederhana, ikuti langkah-langkah berikut: 1) Siapkan alat dan bahan yang bersih. 2) Rencanakan apa yang ingin kamu buat (misal: tempat pensil dari botol plastik). 3) Potong bahan sesuai bentuk yang diinginkan. 4) Lipat atau gulung jika diperlukan. 5) Tempelkan bagian-bagiannya hingga membentuk karya. 6) Hias karyamu agar lebih menarik. Ingat, kerajinan yang baik adalah yang rapi dan menarik.
7. Manfaat Membuat Kerajinan Daur Ulang
Membuat kerajinan dari kertas dan plastik bekas memiliki banyak manfaat. Pertama, kita belajar kreatif dan mengembangkan imajinasi. Kedua, kita melatih kesabaran dan ketelitian dalam bekerja. Ketiga, kita membantu mengurangi sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih. Keempat, hasil karya kita bisa menjadi hiasan yang indah atau benda yang berguna, bahkan bisa dijual. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk berkarya sambil peduli pada bumi.
Rangkuman: Kerajinan kertas dan plastik adalah kegiatan mengubah sampah menjadi benda bernilai. Kita bisa menggunakan koran, majalah, kardus, botol, sedotan, dan kantong plastik. Alat yang dibutuhkan antara lain gunting, lem, dan pensil. Teknik dasarnya meliputi memotong, melipat, dan menempel. Kegiatan ini melatih kreativitas, ketelitian, dan kepedulian terhadap lingkungan, serta menghasilkan karya yang unik dan bermanfaat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Daur ulang | Proses mengolah kembali barang bekas menjadi barang baru. |
| Kolase | Teknik menempel berbagai potongan bahan menjadi satu gambar. |
| Estetis | Berkaitan dengan keindahan atau seni. |
| Fungsional | Memiliki kegunaan atau fungsi tertentu. |
| Komunikasi total | Pendekatan komunikasi yang menggunakan semua cara (isyarat, ujaran, tulisan, visual) untuk menyampaikan pesan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu" mata pelajaran Prakarya Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.