tuntas.orgUnduh Modul Ini →
BerandaModul Ajar SMPLBPrakarya › Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu
SMPLB · Kelas VIII · Fase D

Modul Ajar Prakarya Kelas VIII
Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu

Modul ajar Prakarya SMPLB kelas VIII materi Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Prakarya kelas VIII materi Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu
12 lembar siap cetak · 3 pertemuanLKPD ✓ ATP ✓ Asesmen ✓ Bahan ajar ✓ Glosarium ✓Word + PDF · A4 · atas nama Anda
Ringkasan: Kerajinan kertas dan plastik adalah kegiatan kreatif memanfaatkan bahan bekas menjadi benda berguna atau indah. Kita belajar mengidentifikasi jenis bahan, alat, serta teknik dasar seperti memotong, melipat, dan menempel. Kegiatan ini melatih kreativitas, ketelitian, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang serta menjaga lingkungan. Dengan perencanaan dan hati-hati, kita bisa menciptakan karya yang unik dan bermanfaat.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu
Prakarya · Kelas VIII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu
Prakarya · Fase D · Kelas VIII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPrakarya
Fase / KelasD / VIII
Materi PokokKerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik mengenal berbagai jenis kertas dan plastik di lingkungan sekitar serta memiliki kemampuan motorik halus dasar untuk memegang dan menggunting.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kreativitas, kolaborasi, kesehatan.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus
Elemen / DomainPrakarya
Rumusan CP FasePeserta didik mampu membuat produk kerajinan sederhana dari bahan kertas dan plastik, mengidentifikasi fungsi dan nilai ekonomisnya, serta mengomunikasikan proses dan hasil karyanya dengan dukungan visual dan bahasa isyarat.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualKerajinan kertas dan plastik dapat berupa tempat pensil dari botol plastik bekas, vas bunga dari koran bekas, atau hiasan dinding dari sedotan plastik.
KonseptualKonsep utama dalam kerajinan ini adalah daur ulang dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna atau estetika.
ProseduralProsedur yang dipelajari meliputi langkah-langkah merancang, memotong, melipat, menempel, dan menghias bahan kertas dan plastik.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya merencanakan langkah kerja, memilih bahan yang tepat, dan mengevaluasi hasil karyanya untuk perbaikan di masa depan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi jenis-jenis kertas dan plastik yang dapat digunakan untuk kerajinan dengan bantuan visual.
  2. Menyebutkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerajinan dari kertas dan plastik dengan tepat.
  3. Membuat pola sederhana untuk kerajinan kertas atau plastik dengan bimbingan.
  4. Melakukan teknik memotong, melipat, dan menempel pada bahan kertas dan plastik sesuai prosedur.
  5. Merancang dan membuat satu produk kerajinan sederhana dari kertas atau plastik secara mandiri.
  6. Mempresentasikan hasil karya kerajinan kertas atau plastik dengan menggunakan bahasa isyarat dan visual.
Halaman 2 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Membuat kerajinan dari kertas dan plastik bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga melatih kreativitas, mengurangi sampah, dan menciptakan peluang usaha sederhana dari barang bekas di sekitar kita.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah sampah kertas dan plastik yang biasanya dibuang menjadi sesuatu yang indah dan berguna?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Mengukur dan membuat pola dengan bentuk geometri sederhana (persegi, lingkaran, segitiga).
Seni Budaya: Mengembangkan kreativitas dalam memilih warna, bentuk, dan hiasan pada kerajinan.
Pendidikan Lingkungan Hidup: Mengenal pentingnya daur ulang dan mengurangi sampah plastik serta kertas.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat membantu peserta didik mengumpulkan bahan bekas seperti botol plastik atau koran, serta memberikan dukungan moral saat anak membuat kerajinan di rumah.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas ditata agar memiliki area kerja yang cukup luas, meja yang bersih, pencahayaan yang baik, dan dilengkapi dengan poster visual instruksi langkah-langkah membuat kerajinan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video tutorial sederhana tanpa suara dengan subtitle dan visual instruksi jelas yang bisa diakses di tablet atau proyektor untuk menunjukkan contoh kerajinan dan teknik dasar.
Halaman 3 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi jenis-jenis kertas dan plastik yang dapat digunakan untuk kerajinan dengan bantuan visual dan menyebutkan alat serta bahan yang dibutuhkan.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa dengan salam dan bahasa isyarat, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran menggunakan daftar nama dan foto. Guru menunjukkan berbagai contoh kerajinan dari kertas dan plastik (misalnya, vas bunga dari koran, tempat pensil dari botol) dan bertanya (dengan isyarat dan tulisan) 'Apa ini? Terbuat dari apa?' untuk memancing rasa ingin tahu. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan mengenal bahan dan alat untuk membuat kerajinan dari kertas dan plastik, dan kita akan mencoba membedakannya. Guru menunjukkan kartu kata 'kertas' dan 'plastik' serta gambar-gambarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diajak mengamati berbagai contoh bahan (kertas koran, karton, botol plastik, sedotan plastik) yang sudah disiapkan. Guru memfasilitasi diskusi (dengan isyarat dan kartu kata) tentang perbedaan karakteristik bahan-bahan tersebut (misalnya, kertas bisa disobek, plastik tidak; kertas bisa dilipat, plastik lebih lentur). Guru juga memperkenalkan alat-alat yang akan digunakan (gunting, lem, penggaris) dengan menunjukkan alatnya secara langsung dan kartu nama alatnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik secara berkelompok (2-3 orang) diminta mengelompokkan bahan-bahan yang disediakan ke dalam kategori 'kertas' atau 'plastik' di atas meja mereka. Mereka juga diminta mengambil alat yang sesuai untuk tiap bahan. Guru berkeliling memberikan bimbingan, memastikan pemahaman, dan mengoreksi jika ada kekeliruan, menggunakan isyarat dan sentuhan. Guru memberi contoh cara memegang gunting dan lem yang aman.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok menunjukkan hasil pengelompokan bahan dan alatnya. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang jenis bahan dan alat yang tepat. Guru menanyakan (dengan isyarat dan tulisan) 'Mengapa bahan ini disebut kertas?' atau 'Apa fungsi gunting?' untuk mengecek pemahaman. Guru memuji usaha setiap kelompok.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru bersama peserta didik membuat rangkuman singkat (dengan bantuan kartu kata dan gambar) tentang bahan dan alat kerajinan kertas dan plastik. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua peserta didik. Guru menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya kita akan mulai membuat pola. Guru menutup dengan doa dan salam, mengisyaratkan 'sampai jumpa' dengan senyum.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem-Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Membuat pola sederhana untuk kerajinan kertas atau plastik dengan bimbingan dan melakukan teknik memotong, melipat, dan menempel pada bahan sesuai prosedur.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa dan mengulang kembali materi sebelumnya dengan menunjukkan kartu gambar bahan dan alat. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: kita akan belajar membuat pola dan mencoba memotong, melipat, serta menempel. Guru menunjukkan contoh pola sederhana (misalnya lingkaran, persegi) dan menjelaskan (dengan isyarat dan tulisan) 'Pola adalah gambar dasar'. Guru bertanya 'Bagaimana cara membuat bentuk lingkaran di kertas?' untuk memancing ide.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diajak mengamati demonstrasi guru tentang cara membuat pola sederhana (misalnya pola bunga atau kotak) di kertas, cara memegang gunting dengan aman, cara memotong mengikuti garis, dan cara melipat kertas dengan rapi. Setiap langkah didemonstrasikan secara perlahan dengan visualisasi jelas, disertai isyarat dan kartu instruksi. Guru juga menunjukkan cara mengoleskan lem secukupnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik menerima lembar kerja yang berisi beberapa bentuk pola dasar (lingkaran, segitiga, persegi) untuk ditiru. Mereka diminta menggambar pola tersebut di kertas bekas, lalu memotongnya. Setelah itu, mereka mencoba melipat kertas menjadi bentuk sederhana (misalnya kipas atau perahu). Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, mengoreksi teknik memotong dan melipat, serta membantu peserta didik yang kesulitan. Peserta didik juga mencoba menempelkan potongan-potongan kertas yang sudah mereka buat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPeserta didik secara berpasangan menunjukkan hasil potongan dan lipatan mereka. Guru memberikan umpan balik (dengan isyarat dan pujian) atas ketelitian dan usaha mereka. Guru menanyakan (dengan isyarat) 'Apakah sulit memotong mengikuti garis?' atau 'Apa yang terjadi jika lem terlalu banyak?'. Guru menguatkan bahwa latihan membuat tangan kita semakin terampil.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah membuat pola, memotong, melipat, dan menempel. Guru memberikan semangat untuk pertemuan selanjutnya di mana mereka akan membuat karya. Guru menutup dengan apresiasi dan doa, mengingatkan untuk berhati-hati saat menggunakan gunting.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Merancang dan membuat satu produk kerajinan sederhana dari kertas atau plastik secara mandiri serta mempresentasikannya dengan bahasa isyarat dan visual.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa, mengulang singkat tentang pola, memotong, melipat, dan menempel. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: kita akan membuat satu karya kerajinan dari kertas atau plastik dan menunjukkan hasilnya. Guru menunjukkan beberapa contoh produk jadi (tempat pensil dari botol, hiasan dinding dari kertas) dan bertanya (dengan isyarat) 'Karya mana yang ingin kamu buat?' untuk memotivasi peserta didik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diajak melihat kembali contoh-contoh kerajinan dan bahan-bahan yang tersedia. Guru memberikan pilihan sederhana (misalnya, membuat tempat pensil dari botol plastik, membuat bunga dari kertas, atau membuat hiasan dinding dari sedotan). Guru memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan karya mereka: 'Mau buat apa? Pakai bahan apa saja? Bagaimana langkah-langkahnya?' dengan bantuan gambar dan kartu kata.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik mulai membuat karya kerajinan mereka secara mandiri atau berkelompok kecil (jika dipilih). Mereka menerapkan teknik memotong, melipat, menempel, dan menghias yang sudah dipelajari. Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis, menjawab pertanyaan (dengan isyarat), dan memastikan semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembuatan karya. Guru juga membantu jika ada kesulitan dalam penggunaan alat atau penyelesaian tugas. Semua didokumentasikan dengan foto/video.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap peserta didik atau kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Mereka menunjukkan karya dan menjelaskan (dengan isyarat, kata kunci tertulis, atau gambar) 'Ini karyaku. Namanya... Terbuat dari... Caranya...'. Guru memberikan umpan balik konstruktif, pujian, dan menguatkan setiap usaha. Guru menanyakan (dengan isyarat) 'Apa yang paling kamu suka dari karyamu?' atau 'Apa yang kamu pelajari saat membuat ini?'.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru bersama peserta didik membuat rangkuman tentang proses pembuatan karya kerajinan dan manfaatnya. Guru memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka. Guru menyampaikan bahwa karya-karya ini bisa dipamerkan di kelas atau dibawa pulang. Guru menutup dengan doa dan salam, mengisyaratkan 'hebat!'.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi bahan, alat, dan mempraktikkan teknik dasar pembuatan kerajinan.

Alat & bahan: Gunting, lem, penggaris, pensil warna, kertas bekas (koran/karton), botol plastik bekas, sedotan plastik.

Langkah kerja:

  1. Amati contoh bahan kerajinan (kertas, plastik) dan alat (gunting, lem) yang ditunjukkan guru.
  2. Kelompokkan bahan yang kamu temukan ke dalam kategori 'kertas' atau 'plastik' pada tabel.
  3. Buatlah pola bentuk dasar (misalnya lingkaran atau kotak) pada kertas bekas.
  4. Gunting pola yang sudah kamu buat dengan hati-hati.
  5. Tempelkan potongan kertasmu menjadi bentuk baru yang sederhana.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Tunjukkan gambar gunting. Apa namanya?
  2. Tunjukkan gambar kertas. Apa ini?
  3. Tunjukkan gambar botol plastik. Apa ini?
  4. Bisakah kamu melipat kertas ini?

Formatif (proses): Observasi langsung terhadap partisipasi peserta didik dalam mengidentifikasi bahan, menggunakan alat, serta melakukan teknik memotong, melipat, dan menempel.

Sumatif (akhir): Penilaian produk kerajinan yang dibuat peserta didik dan observasi saat presentasi hasil karya.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis kertas dan plastik serta alat dan bahanPengenalan bahan dan alat kerajinan2 JPPenalaran Kritis
2Membuat pola sederhana dan mempraktikkan teknik dasar memotong, melipat, dan menempelPraktik membuat pola dan teknik dasar2 JPKreativitas
3Merancang dan membuat satu produk kerajinan sederhana dari kertas atau plastik serta mempresentasikannyaProyek kerajinan dan presentasi2 JPKolaborasi, Kreativitas
Halaman 9 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Kerajinan dari kertas dan plastik adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Kita bisa mengubah barang bekas menjadi benda baru yang indah dan berguna. Ini juga cara kita membantu menjaga lingkungan agar tetap bersih. Mari kita belajar bersama bagaimana kertas dan plastik bisa menjadi karya seni yang menarik!

1. Mengenal Kertas sebagai Bahan Kerajinan
Kertas adalah bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita. Ada kertas koran, kertas majalah, kertas karton, dan kertas HVS. Setiap jenis kertas punya sifat berbeda. Kertas koran mudah disobek dan dilipat, cocok untuk membuat gulungan atau bubur kertas. Kertas karton lebih tebal dan kuat, bagus untuk membuat kotak atau bingkai. Kertas HVS bisa diwarnai dan digambar. Kita bisa membuat vas bunga dari gulungan koran, bingkai foto dari karton, atau hiasan dinding dari potongan kertas warna-warni. Contoh kerajinan dari kertas: origami, bunga kertas, lampion kertas, atau kotak tisu dari karton bekas.

2. Mengenal Plastik sebagai Bahan Kerajinan
Plastik juga banyak kita temukan di mana-mana, seperti botol minuman, sedotan, atau kantong plastik. Plastik punya sifat kuat dan tahan air. Botol plastik bisa diubah jadi tempat pensil, celengan, atau pot bunga mini. Sedotan plastik bisa dirangkai jadi hiasan gantung atau bunga. Kantong plastik bisa dianyam jadi tas belanja atau dompet. Menggunakan plastik bekas untuk kerajinan membantu mengurangi sampah di lingkungan kita. Contoh kerajinan dari plastik: tempat pensil dari botol, bunga dari sedotan, dompet dari kemasan kopi.

3. Alat dan Bahan Pendukung
Untuk membuat kerajinan, kita butuh beberapa alat penting. Gunting untuk memotong, lem untuk merekatkan, dan penggaris untuk mengukur atau membuat garis lurus. Kita juga bisa menggunakan pensil warna atau spidol untuk menghias, serta manik-manik atau glitter untuk mempercantik karya. Penting untuk selalu berhati-hati saat menggunakan gunting dan lem agar aman. Pastikan semua alat dan bahan sudah disiapkan sebelum memulai membuat kerajinan.

4. Teknik Dasar dalam Kerajinan Kertas dan Plastik
Ada beberapa teknik dasar yang sering digunakan. Pertama, memotong, yaitu memisahkan bahan menggunakan gunting atau pisau (dengan pengawasan guru). Kedua, melipat, yaitu membuat lipatan pada kertas atau plastik untuk membentuk dimensi. Ketiga, menempel, yaitu menyatukan dua bagian bahan dengan lem. Keempat, menggunting, yaitu memotong bahan sesuai pola yang sudah dibuat. Kelima, merangkai, yaitu menyatukan beberapa bagian menjadi satu bentuk utuh. Dengan menguasai teknik ini, kita bisa membuat berbagai macam kerajinan.

5. Langkah-Langkah Membuat Kerajinan
Membuat kerajinan dimulai dengan merencanakan. Pertama, tentukan ide kerajinan yang ingin dibuat. Kedua, siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan. Ketiga, buat pola atau gambar rancangan di kertas atau langsung di bahan. Keempat, lakukan teknik memotong, melipat, menempel sesuai rancangan. Kelima, hias karya agar terlihat lebih menarik. Terakhir, periksa kembali hasil karya, apakah sudah rapi dan kuat. Jangan takut mencoba hal baru dan berkreasi sesuai imajinasimu.

6. Manfaat Membuat Kerajinan Daur Ulang
Membuat kerajinan dari kertas dan plastik bekas memiliki banyak manfaat. Selain melatih kreativitas dan ketelitian, kita juga turut serta dalam menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah. Hasil karya kerajinan juga bisa menjadi hiasan di rumah atau bahkan bisa dijual untuk mendapatkan uang. Ini mengajarkan kita tentang nilai guna barang bekas dan pentingnya memanfaatkan sumber daya yang ada secara bijak. Setiap karya yang kita buat adalah bentuk kepedulian terhadap bumi.

7. Keselamatan Kerja dalam Berkarya
Saat membuat kerajinan, keselamatan adalah hal utama. Selalu gunakan gunting dengan hati-hati dan jauhkan dari wajah atau teman. Gunakan lem secukupnya dan jangan sampai terkena mata. Pastikan meja kerja bersih dan rapi agar tidak ada benda tajam yang tersembunyi. Jika menggunakan pisau atau alat tajam lainnya, harus selalu dengan pengawasan guru. Mencuci tangan setelah selesai berkarya juga penting untuk menjaga kebersihan. Dengan mematuhi aturan ini, kita bisa berkarya dengan aman dan nyaman.

Rangkuman: Kerajinan kertas dan plastik adalah kegiatan kreatif memanfaatkan bahan bekas menjadi benda berguna atau indah. Kita belajar mengidentifikasi jenis bahan, alat, serta teknik dasar seperti memotong, melipat, dan menempel. Kegiatan ini melatih kreativitas, ketelitian, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang serta menjaga lingkungan. Dengan perencanaan dan hati-hati, kita bisa menciptakan karya yang unik dan bermanfaat.

Halaman 10 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Daur ulangProses mengolah kembali barang bekas menjadi barang baru.
KreativitasKemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan unik.
PolaBentuk atau gambar dasar yang menjadi acuan.
MelipatMengubah bentuk bahan dengan cara menekuknya.
MenempelMenyatukan dua benda dengan perekat (lem).

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Prakarya · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu" mata pelajaran Prakarya Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
( …………………………… )
NIP. ……………………
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu — pratinjau tuntas.org

1 Materi Prakarya Terkait

[UJIAN pas1]Prakarya Kelas VIII SMPLB[UJIAN pts1]Prakarya Kelas VIII SMPLB

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Prakarya Kerajinan Kertas dan Plastik — Tunarungu ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Materi Prakarya Lainnya — GRATISPilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.