MTsKelas VIIFase DSemester 1

Modul Ajar & RPP Informatika Kelas VII
Berpikir Komputasional

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Berpikir Komputasional adalah cara sistematis memecahkan masalah kompleks melalui empat pilar: dekomposisi (memecah masalah), pengenalan pola (menemukan kesamaan), abstraksi (menyaring informasi), dan algoritma (merancang langkah solusi). Keterampilan ini sangat relevan untuk memecahkan masalah di berbagai aspek kehidupan, membantu kita menjadi lebih terstruktur dan efisien dalam berpikir.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional
Informatika · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional
Informatika · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasD / VII
Materi PokokBerpikir Komputasional
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang cara memecahkan masalah sehari-hari secara logis.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBerpikir komputasional digunakan dalam aplikasi peta digital untuk menemukan rute terbaik, dalam sistem rekomendasi belanja online, atau saat menyusun jadwal pelajaran.
KonseptualKonsep inti berpikir komputasional meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma sebagai pendekatan sistematis untuk memecahkan masalah kompleks.
ProseduralPeserta didik akan belajar menerapkan langkah-langkah dekomposisi untuk memecah masalah besar, mengidentifikasi pola, menyaring informasi penting, dan merancang algoritma sederhana untuk solusinya.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bahwa proses berpikir sistematis dan terstruktur dapat membantu mereka menyelesaikan masalah tidak hanya di bidang informatika, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenerapkan berpikir komputasional untuk mencari solusi atas permasalahan lingkungan sebagai wujud syukur dan kepedulian terhadap ciptaan Allah SWT, serta meneladani Rasulullah dalam menyelesaikan masalah dengan bijaksana.
2. Cinta IlmuAktif dan antusias dalam setiap tahapan pembelajaran berpikir komputasional, menunjukkan semangat mencari tahu dan memahami konsep-konsep baru sebagai bentuk cinta ilmu yang mendalam.
3. Cinta LingkunganMenggunakan berpikir komputasional untuk merencanakan dan mengelola sumber daya secara efisien, seperti mengatur sampah atau menghemat energi, sebagai bentuk cinta lingkungan.
4. Cinta Diri dan SesamaBerkolaborasi dengan teman dalam memecahkan masalah, menghargai setiap ide, dan membantu sesama yang kesulitan sebagai wujud cinta diri dan sesama manusia.
5. Cinta Tanah AirMenerapkan berpikir komputasional untuk menemukan solusi inovatif bagi masalah-masalah di sekitar lingkungan sekolah atau masyarakat, berkontribusi nyata bagi kemajuan dan kebaikan tanah air.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi masalah kompleks dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan berpikir komputasional.
  2. Menerapkan teknik dekomposisi untuk memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola.
  3. Mengenali pola dan hubungan antar bagian dalam suatu masalah untuk menemukan solusi yang efisien.
  4. Melakukan abstraksi dengan mengidentifikasi informasi penting dan mengabaikan detail yang tidak relevan.
  5. Merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah yang telah didekomposisi dan diabstraksi.
  6. Mempresentasikan hasil penerapan berpikir komputasional dalam pemecahan masalah sederhana.
Halaman 2 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Berpikir komputasional adalah cara berpikir sistematis untuk menyelesaikan masalah kompleks dengan memecahnya menjadi bagian-bagian kecil, mengenali pola, melakukan abstraksi, dan merancang langkah-langkah penyelesaiannya, yang relevan dalam berbagai aspek kehidupan.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyelesaikan masalah rumit dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi lebih mudah dan terstruktur?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Penerapan berpikir logis dan sistematis dalam pemecahan masalah matematika, seperti menyusun langkah-langkah penyelesaian soal cerita atau deret.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyusun teks prosedur yang jelas dan berurutan saat merancang algoritma, serta kemampuan presentasi yang efektif.
Pendidikan Agama Islam: Mengidentifikasi masalah sosial atau lingkungan yang dapat diselesaikan dengan pendekatan terstruktur, sejalan dengan nilai-nilai kepedulian dan tanggung jawab.
Kemitraan PembelajaranOrang tua diajak untuk mendukung dengan mendorong anak memecahkan masalah sehari-hari di rumah secara terstruktur, seperti menyusun daftar belanja atau mengatur jadwal kegiatan.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas yang kondusif dengan meja-meja yang dapat digeser untuk kerja kelompok, dilengkapi papan tulis atau flipchart untuk presentasi ide, dan akses ke area praktik sederhana.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi daring seperti Lucidchart atau Draw.io untuk membuat diagram alir algoritma secara visual, atau simulasi interaktif sederhana untuk mempraktikkan konsep berpikir komputasional.
Halaman 3 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi masalah kompleks dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan berpikir komputasional dan menerapkan teknik dekomposisi.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitPeserta didik menyambut salam, berdoa, dan melakukan presensi. Guru memulai apersepsi dengan pertanyaan 'Pernahkah kalian merasa kesulitan saat menghadapi tugas yang besar? Bagaimana kalian mengatasinya?' dilanjutkan penyampaian tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik yang menggugah untuk memahami manfaat berpikir komputasional.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diajak mengamati contoh kasus masalah sehari-hari (misalnya, membuat jadwal piket kelas atau merencanakan perjalanan), kemudian secara individu atau berpasangan mencoba mengidentifikasi bagian-bagian kecil dari masalah tersebut dan mendiskusikan bagaimana memecahnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok kecil, peserta didik mengerjakan LKPD untuk mempraktikkan dekomposisi pada studi kasus yang berbeda, seperti mengatur ulang perpustakaan mini kelas atau merencanakan acara bakti sosial, dengan membagi tugas dan menuliskan langkah-langkah pemecahan masalah.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi mereka, kelompok lain memberikan umpan balik. Guru menguatkan konsep dekomposisi dan memberikan contoh tambahan, lalu menanyakan 'Apakah ada cara lain untuk memecah masalah ini?'
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik dan guru menyimpulkan bersama pentingnya dekomposisi. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan materi berikutnya, dan menutup dengan doa serta pesan motivasi agar terus bersemangat dalam belajar.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Mengenali pola dan hubungan antar bagian dalam suatu masalah, serta melakukan abstraksi dengan mengidentifikasi informasi penting.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitPeserta didik menyambut salam, berdoa, dan presensi. Guru mengulang sedikit tentang dekomposisi dan mengaitkannya dengan materi hari ini: 'Setelah kita bisa memecah masalah, apa lagi yang bisa kita lakukan agar lebih mudah?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan 'Bagaimana kita bisa menemukan kesamaan atau pola dalam masalah yang berbeda?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik disajikan beberapa contoh masalah (misalnya, menyusun rak buku, mencari barang di gudang, atau menata kotak pensil) dan diminta untuk mencari kesamaan atau pola yang muncul dari cara penyelesaiannya. Mereka juga diajak berdiskusi tentang informasi apa saja yang paling penting untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok, peserta didik menganalisis studi kasus yang lebih kompleks (misalnya, mengatur data inventaris kantin sekolah) menggunakan LKPD untuk mengidentifikasi pola berulang dalam penataan atau pengelompokan, serta menentukan informasi esensial dan mengabaikan detail yang tidak relevan (abstraksi).
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi pola dan abstraksi mereka. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep, dan menekankan bahwa pola dan abstraksi membantu menyederhanakan masalah. Guru bertanya, 'Apakah semua detail penting untuk memecahkan masalah?'
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik dan guru menyimpulkan bersama pentingnya pengenalan pola dan abstraksi. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras, memberikan penguatan bahwa berpikir komputasional membuat masalah lebih sederhana, dan menutup dengan doa serta semangat untuk pertemuan selanjutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Membantu peserta didik mempraktikkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma pada studi kasus nyata.

Alat & bahan: Kertas A4, pensil/pulpen, spidol warna, lembar studi kasus, gunting, lem

Langkah kerja:

  1. Baca dan pahami studi kasus yang diberikan dengan seksama.
  2. Identifikasi masalah utama dan pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (dekomposisi).
  3. Cari pola atau kesamaan yang mungkin muncul antar bagian masalah (pengenalan pola).
  4. Tentukan informasi penting yang relevan dan abaikan detail yang tidak diperlukan (abstraksi).
  5. Susun langkah-langkah penyelesaian masalah secara berurutan dan logis (algoritma).
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Bagaimana caramu biasanya menyelesaikan tugas yang banyak dan rumit?
  2. Menurutmu, apa itu langkah-langkah yang berurutan dalam melakukan sesuatu?
  3. Pernahkah kamu menemukan kesamaan antara dua masalah yang berbeda?
  4. Ketika kamu melihat masalah, apa hal pertama yang kamu pikirkan?

Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok, partisipasi aktif dalam presentasi, dan kelengkapan serta ketepatan LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek akhir berupa rancangan algoritma dan presentasi solusi masalah sederhana.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi dan menerapkan dekomposisi pada masalah sehari-hari.Konsep dekomposisi masalah.2 JPpenalaran kritis
2Mengenali pola dan melakukan abstraksi dalam pemecahan masalah.Pengenalan pola dan abstraksi.2 JPkreativitas
3Merancang algoritma sederhana dan mempresentasikannya.Konsep algoritma dan penerapannya.2 JPkolaborasi, komunikasi
Halaman 8 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Berpikir Komputasional adalah salah satu cara berpikir yang sangat berguna untuk menyelesaikan berbagai masalah, tidak hanya di komputer, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari kita. Dengan cara berpikir ini, masalah yang awalnya terlihat rumit bisa dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah diatasi. Mari kita pelajari bersama!

1. Apa Itu Berpikir Komputasional?
Berpikir komputasional adalah proses berpikir yang melibatkan pemecahan masalah dengan cara yang sistematis, seperti cara komputer memproses informasi. Ini bukan tentang belajar coding, melainkan tentang mengembangkan pola pikir untuk menganalisis masalah, merumuskan solusi, dan menyajikannya dalam bentuk yang dapat dipahami oleh manusia atau komputer. Keterampilan ini sangat relevan di era digital saat ini, membantu kita menjadi pemecah masalah yang lebih efektif dan kreatif dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari mengatur jadwal hingga merencanakan sebuah proyek besar.

2. Dekomposisi: Memecah Masalah
Dekomposisi adalah langkah pertama dalam berpikir komputasional, yaitu memecah masalah besar dan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih sederhana, dan lebih mudah dikelola. Bayangkan kamu ingin membersihkan kamar yang sangat berantakan. Jika kamu langsung berpikir 'membersihkan kamar', mungkin akan terasa overwhelming. Tapi jika kamu memecahnya menjadi 'merapikan tempat tidur', 'menyapu lantai', 'membersihkan meja belajar', dan 'menyusun buku', setiap bagian menjadi lebih mudah untuk dikerjakan. Ini membantu kita fokus pada satu bagian masalah pada satu waktu, sehingga tidak merasa kewalahan dan lebih mudah menemukan solusi untuk setiap bagian.

3. Pengenalan Pola: Menemukan Kesamaan
Setelah masalah dipecah, langkah selanjutnya adalah pengenalan pola. Ini adalah kemampuan untuk mengidentifikasi kesamaan, tren, atau keteraturan yang muncul di antara bagian-bagian masalah yang berbeda, atau bahkan antara masalah yang sedang dihadapi dengan masalah lain yang pernah diselesaikan sebelumnya. Misalnya, jika kamu harus menyusun jadwal pelajaran dan melihat bahwa beberapa mata pelajaran selalu diajarkan pada hari yang sama setiap minggu, itu adalah sebuah pola. Dengan mengenali pola, kita bisa menemukan solusi yang sudah ada atau membuat solusi yang lebih efisien karena kita tidak perlu memulai dari nol untuk setiap bagian masalah.

4. Abstraksi: Menyaring Informasi Penting
Abstraksi adalah proses mengidentifikasi informasi yang paling penting dan relevan dalam sebuah masalah, sambil mengabaikan detail-detail yang tidak perlu atau tidak berpengaruh pada solusi. Ini seperti membuat ringkasan dari sebuah cerita panjang, di mana kamu hanya mengambil inti ceritanya saja. Dalam memecahkan masalah, abstraksi membantu kita fokus pada esensi masalah tanpa terganggu oleh detail-detail kecil yang justru bisa membuat masalah terasa lebih rumit. Misalnya, saat merencanakan rute perjalanan, informasi penting adalah tujuan dan titik awal, bukan warna mobil atau jenis jalan yang dilewati.

5. Algoritma: Merancang Langkah-langkah Solusi
Algoritma adalah serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang jelas, berurutan, dan logis untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai tujuan tertentu. Ini seperti resep masakan yang berisi langkah-langkah detail agar masakan berhasil. Setelah masalah didekomposisi, pola dikenali, dan informasi penting diabstraksi, kita bisa merancang algoritma. Algoritma harus dibuat sejelas mungkin agar siapa pun yang mengikutinya dapat mencapai hasil yang sama. Contoh algoritma sederhana adalah langkah-langkah membuat teh manis: siapkan gelas, masukkan teh, tuang air panas, tambahkan gula, aduk, dan sajikan.

6. Penerapan Berpikir Komputasional dalam Kehidupan
Berpikir komputasional tidak hanya untuk programmer, tapi untuk semua orang. Di sekolah, kamu bisa menggunakannya untuk menyusun jadwal belajar, mengerjakan tugas kelompok, atau mempersiapkan ujian. Di rumah, kamu bisa menerapkannya untuk merencanakan kegiatan keluarga, mengatur keuangan saku, atau bahkan menata lemari pakaian. Keterampilan ini melatih kita untuk menjadi lebih terorganisir, logis, dan kreatif dalam mencari solusi untuk setiap tantangan yang kita hadapi, membuat hidup kita lebih efisien dan terstruktur. Ini adalah fondasi penting untuk kesuksesan di berbagai bidang.

Rangkuman: Berpikir Komputasional adalah cara sistematis memecahkan masalah kompleks melalui empat pilar: dekomposisi (memecah masalah), pengenalan pola (menemukan kesamaan), abstraksi (menyaring informasi), dan algoritma (merancang langkah solusi). Keterampilan ini sangat relevan untuk memecahkan masalah di berbagai aspek kehidupan, membantu kita menjadi lebih terstruktur dan efisien dalam berpikir.

Halaman 9 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
DekomposisiProses memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil.
PolaKesamaan atau keteraturan yang berulang dalam suatu masalah.
AbstraksiProses menyaring informasi penting dan mengabaikan detail tidak relevan.
AlgoritmaUrutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan masalah.
Berpikir KomputasionalPendekatan pemecahan masalah secara sistematis dan terstruktur.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Berpikir Komputasional" mata pelajaran Informatika Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Berpikir Komputasional ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIPeta Konsep
Berpikir KomputasionalApa Itu Berpikir Komputasional?Dekomposisi: Memecah MasalahPengenalan Pola: Menemukan KesamaanAbstraksi: Menyaring Informasi PentingAlgoritma: Merancang Langkah-langkah Solusi
Dari sub-bab Berpikir KomputasionalHalaman 12
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Berpikir Komputasional yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Informatika kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berpikir Komputasional pada Informatika MTs, Fase D.

Modul Berpikir Komputasional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Informatika kelas VII MTs di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Informatika materi Berpikir Komputasional ini gratis?

Ya. Modul Berpikir Komputasional untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Berpikir Komputasional ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Informatika kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Informatika kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Berpikir Komputasional ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berpikir Komputasional dapat Anda sesuaikan dengan murid Informatika kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Informatika kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Berpikir Komputasional ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Berpikir Komputasional tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berpikir Komputasional untuk Informatika kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Berpikir Komputasional ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Informatika kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Berpikir Komputasional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Informatika kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Informatika ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Berpikir Komputasional yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Informatika SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Informatika MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.