Modul Ajar MTs

Modul Ajar Informatika MTs

10 modul ajar Informatika MTs untuk kelas IX, VII, dan VIII — mulai Pemrograman Lanjutan, Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah, dan Berpikir…

10 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 14 materi Informatika MTs & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi Informatika MTs ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Informatika MTs
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah
Informatika · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah
Informatika · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasD / VII
Materi PokokBerpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pengalaman dasar dalam memecahkan masalah sehari-hari secara intuitif dan mampu mengikuti instruksi sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Peserta didik mengembangkan solusi masalah dengan etika komputasi yang bertanggung jawab, mencerminkan kepatuhan pada nilai agama.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik menganalisis masalah kompleks, mengidentifikasi informasi relevan, dan merumuskan strategi penyelesaian secara logis.
  3. kolaborasi — elemen: bekerja sama dan berkomunikasi
    Peserta didik berinteraksi aktif dalam kelompok, berbagi ide, dan berkontribusi pada penyelesaian masalah komputasi secara efektif.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainBerpikir Komputasional
Rumusan CP FasePada akhir Fase D, peserta didik mampu memahami konsep berpikir komputasional, menerapkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma untuk menyelesaikan berbagai masalah secara sistematis dan efisien.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBerpikir komputasi digunakan dalam pengembangan aplikasi peta digital untuk menemukan rute tercepat.
KonseptualBerpikir komputasi adalah metode pemecahan masalah dengan pendekatan seperti ilmuwan komputer, meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.
ProseduralLangkah-langkah berpikir komputasi dimulai dari memecah masalah besar menjadi kecil, mencari pola, menyaring informasi tidak relevan, hingga merancang urutan solusi.
MetakognitifPeserta didik menyadari bahwa pendekatan komputasi dapat diterapkan pada berbagai masalah, meningkatkan kemampuan berpikir logis dan sistematis mereka.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMengembangkan solusi masalah dengan etika komputasi yang bertanggung jawab, mencerminkan kepatuhan pada nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang diajarkan agama.
2. Cinta IlmuMenggunakan logika dan penalaran kritis untuk memahami konsep informatika, serta terus mencari tahu cara-cara baru dalam menyelesaikan masalah secara inovatif.
3. Cinta LingkunganMembuat algoritma untuk efisiensi penggunaan sumber daya, seperti listrik atau air, dalam simulasi, menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
4. Cinta Diri dan SesamaBekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah, menghargai setiap ide, dan membangun rasa saling percaya serta empati antar sesama peserta didik.
5. Cinta Tanah AirMengembangkan solusi komputasi untuk masalah-masalah lokal atau nasional, seperti efisiensi transportasi atau pengelolaan sampah, demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian berpikir komputasional dan empat pilarnya (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan menerapkan dekomposisi untuk memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil secara runtut.
  3. Setelah mengamati berbagai contoh, peserta didik dapat mengenali pola dalam data atau masalah dan menggunakannya untuk memprediksi solusi dengan akurat.
  4. Melalui latihan simulasi, peserta didik dapat menerapkan abstraksi dengan menyaring informasi yang tidak relevan dan fokus pada detail penting untuk penyelesaian masalah.
  5. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah sehari-hari secara logis dan efisien.
  6. Melalui praktik membuat pseudo-code, peserta didik dapat mengimplementasikan algoritma ke dalam representasi yang terstruktur dengan benar.
Halaman 2 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Berpikir komputasi bukan hanya untuk programmer, tetapi merupakan keterampilan universal untuk memecah dan menyelesaikan masalah secara efisien, seperti dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memecahkan masalah kompleks seperti merencanakan perjalanan liburan agar semua tujuan tercapai dengan lancar?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Penerapan pola bilangan dan logika dalam merumuskan algoritma sederhana.
Bahasa Indonesia: Kemampuan menyusun instruksi yang jelas dan runtut dalam penulisan algoritma atau pseudo-code.
Ilmu Pengetahuan Sosial: Menganalisis masalah sosial di lingkungan sekitar menggunakan pendekatan dekomposisi untuk mencari solusi.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang cara mereka memecahkan masalah di rumah, lalu membagikan cerita tersebut kepada peserta didik.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dengan akses ke papan tulis atau media presentasi untuk berbagi ide dan solusi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video edukasi pendek, simulasi interaktif, atau aplikasi sederhana untuk memvisualisasikan konsep dekomposisi dan algoritma.
Halaman 3 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian berpikir komputasional dan empat pilarnya (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Berantai: Guru membisikkan satu kata kepada siswa pertama, siswa pertama membisikkan ke siswa kedua, begitu seterusnya. Kata terakhir dibandingkan dengan kata awal.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pengalaman mereka dalam memecahkan masalah sederhana di rumah atau sekolah, misalnya menyusun jadwal belajar.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu memahami konsep berpikir komputasional dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa kita perlu cara berpikir yang sistematis untuk menyelesaikan masalah?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang seseorang yang menghadapi masalah kompleks (misalnya, merencanakan acara sekolah besar) dan kesulitan menyelesaikannya.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan LKPD yang berisi studi kasus masalah kompleks.
  3. Guru meminta setiap kelompok membaca studi kasus dan berdiskusi tentang kesulitan yang mungkin dihadapi dalam memecahkan masalah tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Guru memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengidentifikasi bagian-bagian masalah yang lebih kecil dari studi kasus yang diberikan.
  2. Peserta didik dalam kelompok mencoba merumuskan definisi awal tentang 'berpikir komputasional' berdasarkan diskusi mereka tentang cara memecah masalah.
  3. Guru memberikan materi ajar tentang empat pilar berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) dan meminta kelompok menghubungkannya dengan studi kasus.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya mengenai pengertian berpikir komputasional dan pilar-pilarnya, serta bagaimana hal itu relevan dengan studi kasus.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan terhadap presentasi, didampingi guru.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap konsep berpikir komputasional dan empat pilarnya, mengklarifikasi miskonsepsi yang muncul.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang berpikir komputasional sebagai pendekatan sistematis dalam memecahkan masalah.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktif dan kerja sama yang baik, menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas mandiri untuk mencari contoh masalah sehari-hari dan mengidentifikasi bagian-bagian kecilnya, kemudian memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan menerapkan dekomposisi untuk memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Teka-teki Gambar: Guru menunjukkan gambar yang terdiri dari beberapa bagian kecil. Peserta didik menebak gambar utuh tersebut setelah beberapa bagian dibuka perlahan.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang berpikir komputasional dan empat pilarnya, khususnya pilar dekomposisi, dengan pertanyaan: 'Mengapa memecah masalah besar menjadi kecil itu penting?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini adalah menerapkan dekomposisi untuk memecahkan masalah dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita memecah masalah yang rumit agar lebih mudah diselesaikan?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menyajikan sebuah masalah kompleks yang relevan dengan kehidupan peserta didik, misalnya, 'Bagaimana cara mengatur acara rekreasi sekolah agar semua siswa senang dan aman?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan memberikan LKPD yang berisi masalah tersebut, meminta mereka mulai memikirkan cara memecahnya.
  3. Guru mendorong peserta didik untuk berdiskusi dalam kelompok mengenai berbagai aspek yang terlibat dalam masalah rekreasi sekolah tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mulai mengidentifikasi komponen-komponen utama dari masalah rekreasi sekolah (misalnya, transportasi, konsumsi, aktivitas, anggaran, keamanan).
  2. Peserta didik menerapkan dekomposisi dengan memecah setiap komponen utama menjadi sub-masalah yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.
  3. Guru berkeliling membimbing kelompok, memastikan setiap kelompok mampu memecah masalah secara logis dan runtut, serta memberikan contoh konkret jika diperlukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyajikan hasil dekomposisi masalah rekreasi sekolah dalam bentuk peta pikiran atau daftar berjenjang.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan masukan terhadap hasil dekomposisi, mengidentifikasi apakah ada bagian yang terlewat atau terlalu umum.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya dekomposisi yang menyeluruh dan sistematis dalam pemecahan masalah yang kompleks.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan langkah-langkah dekomposisi yang efektif untuk memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik dalam menerapkan dekomposisi, menjadikan suasana kelas lebih bersemangat.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari satu masalah di lingkungan sekitar dan mencoba mendekomposisinya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif Masalah: Pecahkan Kode!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat menerapkan dekomposisi dan pengenalan pola untuk memecahkan sebuah masalah kompleks.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, gunting, lem, kartu masalah (terlampir)

Langkah kerja:

  1. Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan sebuah labirin dengan rintangan.
    12345ABCDE
    Gambar 1. Labirin
  2. Identifikasi rintangan-rintangan pada labirin dan pecah labirin menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dinavigasi.
  3. Cari pola pergerakan yang efisien dari titik awal ke titik tujuan, hindari rintangan.
  4. Buatlah urutan langkah-langkah (algoritma) untuk melewati labirin tersebut dari awal hingga akhir.
  5. Presentasikan hasil dekomposisi dan algoritma kelompokmu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa itu masalah menurutmu?
  2. Bagaimana kamu biasanya menyelesaikan masalah sederhana?
  3. Apakah kamu pernah memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil?
  4. Bisakah kamu memberi contoh sebuah pola yang kamu temukan di sekitarmu?

Formatif (proses): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan hasil kerja LKPD.

Sumatif (akhir): Asesmen sumatif dilakukan melalui tes tertulis yang berisi soal pilihan ganda dan esai terkait konsep berpikir komputasional dan implementasinya.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan pengertian berpikir komputasional dan empat pilarnya.Konsep Berpikir Komputasional2 JPpenalaran kritis
2Menerapkan dekomposisi untuk memecah masalah kompleks.Dekomposisi Masalah2 JPpenalaran kritis
3Mengenali pola dalam data atau masalah dan menggunakannya untuk prediksi.Pengenalan Pola2 JPpenalaran kritis
4Menerapkan abstraksi untuk menyaring informasi yang tidak relevan.Abstraksi Informasi2 JPpenalaran kritis
Halaman 8 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Berpikir komputasional adalah cara berpikir yang sistematis untuk menyelesaikan masalah, mirip dengan cara ilmuwan komputer memecahkan masalah. Ini bukan hanya tentang menggunakan komputer, melainkan tentang cara kita menghadapi tantangan sehari-hari dengan pendekatan yang logis dan efisien. Keterampilan ini sangat relevan di era digital saat ini.

1. Apa itu Berpikir Komputasional?
Berpikir komputasional (Computational Thinking) adalah suatu metode pemecahan masalah yang melibatkan serangkaian keterampilan berpikir yang digunakan oleh ilmuwan komputer. Ini bukan berarti kita harus menjadi programmer, melainkan mengadopsi cara berpikir mereka untuk menguraikan masalah, mengenali pola, mengabaikan detail yang tidak penting, dan mengembangkan solusi langkah demi langkah. Keterampilan ini sangat berharga dalam berbagai bidang kehidupan, membantu kita memecahkan masalah secara lebih terstruktur dan efektif.

2. Pilar 1: Dekomposisi
Dekomposisi adalah kemampuan untuk memecah masalah yang kompleks dan besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Bayangkan sebuah kue ulang tahun yang besar. Kita tidak bisa memakannya sekaligus, tetapi harus memotongnya menjadi beberapa potong. Demikian pula, masalah besar seperti 'merencanakan liburan keluarga' bisa dipecah menjadi 'memilih tujuan', 'memesan transportasi', 'mengatur akomodasi', dan 'menyusun jadwal aktivitas'. Setiap bagian kecil ini kemudian bisa diselesaikan secara terpisah, membuat masalah keseluruhan terasa tidak terlalu menakutkan.

3. Pilar 2: Pengenalan Pola
Pengenalan pola adalah kemampuan untuk mengidentifikasi kesamaan, tren, atau keteraturan dalam data atau masalah. Setelah kita memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, kita mungkin menemukan bahwa beberapa sub-masalah memiliki solusi yang mirip atau mengikuti pola tertentu. Misalnya, jika kita harus menyusun jadwal pelajaran, kita mungkin menyadari pola bahwa mata pelajaran tertentu selalu diajarkan di hari yang sama atau setelah mata pelajaran tertentu. Dengan mengenali pola ini, kita bisa memprediksi dan mempercepat proses penyelesaian masalah tanpa harus memulai dari awal setiap kali.

4. Pilar 3: Abstraksi
Abstraksi adalah proses menyaring informasi yang tidak relevan dan fokus hanya pada detail penting yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Dalam banyak masalah, ada banyak informasi yang mungkin mengganggu atau tidak penting. Dengan abstraksi, kita belajar untuk mengabaikan detail-detail tersebut dan hanya berkonsentrasi pada inti masalah. Contohnya, ketika kita mencari rute tercepat ke suatu tempat menggunakan peta, kita tidak perlu tahu warna mobil di jalan atau jenis pohon di sepanjang rute. Kita hanya butuh informasi tentang jalan, arah, dan jarak. Abstraksi membantu menyederhanakan masalah.

5. Pilar 4: Algoritma
Algoritma adalah serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang jelas, terurut, dan terbatas untuk menyelesaikan masalah. Setelah kita memecah masalah (dekomposisi), mengenali pola (pengenalan pola), dan menyaring informasi yang tidak relevan (abstraksi), langkah terakhir adalah merancang solusi. Algoritma adalah 'resep' untuk solusi tersebut. Misalnya, algoritma untuk membuat teh adalah: 1. Panaskan air. 2. Masukkan teh ke dalam cangkir. 3. Tuang air panas ke cangkir. 4. Diamkan beberapa menit. 5. Tambahkan gula (opsional). Algoritma harus cukup spesifik sehingga siapa pun dapat mengikutinya dan mendapatkan hasil yang sama.

6. Manfaat Berpikir Komputasional
Mempelajari berpikir komputasional membawa banyak manfaat. Pertama, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah secara umum, membuat kita lebih sistematis dan efisien. Kedua, melatih logika dan penalaran kritis, membantu kita berpikir lebih jernih dan membuat keputusan yang lebih baik. Ketiga, mengembangkan kreativitas dalam mencari solusi. Keempat, mempersiapkan kita menghadapi tantangan di masa depan yang semakin kompleks dan berbasis teknologi. Keterampilan ini tidak hanya relevan untuk karir di bidang teknologi, tetapi juga untuk setiap aspek kehidupan pribadi dan profesional.

Rangkuman: Berpikir komputasional adalah pendekatan sistematis untuk memecahkan masalah yang melibatkan empat pilar utama: dekomposisi (memecah masalah), pengenalan pola (mencari kesamaan), abstraksi (menyaring informasi tidak relevan), dan algoritma (merancang langkah-langkah solusi). Keterampilan ini esensial untuk memecahkan masalah kompleks secara efisien dan logis, baik dalam konteks teknologi maupun kehidupan sehari-hari.

Halaman 9 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
DekomposisiMemecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil.
Pengenalan PolaMengidentifikasi kesamaan atau tren dalam data.
AbstraksiMenyaring informasi tidak relevan, fokus pada detail penting.
AlgoritmaSerangkaian instruksi terurut untuk menyelesaikan masalah.
Pseudo-codeDeskripsi algoritma yang mendekati bahasa pemrograman.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah" mata pelajaran Informatika Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Kelas VII Fase D2 dari 5 siap unduh

5 materi Informatika kelas VII MTs, urut mengajar dari Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah hingga Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi · semester 1: 3, semester 2: 2.

Lihat semuanya →Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian MasalahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPengolahan DataModul siap unduh · Word + PDF ber-kopLiterasi InformasiSem 1Keseimbangan Hidup di Dunia DigitalSem 2Perkakas Teknologi Informasi dan KomunikasiSem 2

Kelas VIII Fase D3 dari 5 siap unduh

5 materi Informatika kelas VIII MTs, urut mengajar dari Analisis Data hingga Pemanfaatan Perangkat Digital · semester 1: 3, semester 2: 2.

Lihat semuanya →Analisis DataModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerpikir KomputasionalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAlgoritma PemrogramanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopJejak Bermedia DigitalSem 2Pemanfaatan Perangkat DigitalSem 2

Kelas IX Fase D4 materi · siap dibuatkan

4 materi Informatika kelas IX MTs, urut mengajar dari Berpikir Komputasional dalam Analisis Data hingga Keamanan Digital · semester 1: 2, semester 2: 2.

Lihat semuanya →Berpikir Komputasional dalam Analisis DataSem 1Berpikir Komputasional dalam Algoritma dan PemrogramanSem 1Literasi Digital untuk ProduktivitasSem 2Keamanan DigitalSem 2
Peta materi Informatika MTs — 14 materi, kelas VII sampai IX, modul ajar siap unduh
Contoh sampul modul ajar Informatika MTs — Word + PDF ber-kop, atas nama Anda.

Modul Ajar Informatika di MTs

Peta di halaman ini memuat 14 materi Informatika kelas VII sampai IX di MTs, urut mengajar. Kelasnya mencakup Fase D, dan fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta atas. Modulnya disusun untuk madrasah di bawah Kementerian Agama, mengikuti Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025): memakai 8 Dimensi Profil Lulusan nasional yang sama, sementara kekhasan madrasah dijaga lewat nilai Panca Cinta, dan P5RA/PPRA berada di kokurikuler. Kop dan identitasnya kop madrasah, bukan kop sekolah.

Yang disusun di sini perangkat ajar Informatika MTs — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Informatika MTs mengacu SK Dirjen Pendis 9941/2025. Di madrasah, berkasnya disusun menurut Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan integrasi nilai Panca Cinta dan kop madrasah.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Informatika MTs yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) fase beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Informatika bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIPeta Konsep
Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian MasalahApa itu Berpikir Komputasional?Pilar 1: DekomposisiPilar 2: Pengenalan PolaPilar 3: AbstraksiPilar 4: Algoritma
Dari sub-bab Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian MasalahLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas VIIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah1Pengolahan Data1Literasi Informasi2Keseimbangan Hidup di Dunia Digital2Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDBerpikir Komputasi untuk Penyelesaian MasalahPengolahan DataLiterasi Informasi
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Informatika MTs

Apakah modul ajar Informatika ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Apa saja materi Informatika MTs?

14 materi, urut mengajar dari Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah hingga Keamanan Digital. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Informatika?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.