tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDFiqih Islam › Fiqih Islam materi Halal
SD · Kelas VI · Fase C

Modul Ajar Fiqih Islam Kelas VI
Fiqih Islam materi Halal

Modul ajar Fiqih Islam SD kelas VI materi Fiqih Islam materi Halal lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Fiqih Islam kelas VI materi Fiqih Islam materi Halal
Ringkasan: Memahami Fiqih Islam materi Halal adalah kunci untuk hidup berkah dan sehat. Halal berarti diizinkan Allah, didasari Al-Qur'an dan Hadis. Ciri-ciri makanan halal harus diperhatikan, dan kita wajib menjauhi yang haram serta berhati-hati terhadap yang syubhat. Dengan memilih makanan halal, kita tidak hanya menjaga tubuh, tetapi juga hati dan keimanan kita kepada Allah SWT.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran KritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISFiqih Islam · Fiqih Islam materi Halal · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa ada makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi dalam Islam.

Pemahaman bermakna: Memahami konsep halal dalam Fiqih Islam akan membimbing peserta didik untuk selalu memilih yang baik dan bermanfaat, sehingga membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan sehat secara jasmani maupun rohani.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus peduli dengan apa yang kita makan dan minum setiap hari?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi makna dan dasar hukum makanan halal dalam Al-Qur'an dan Hadis.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. Dilanjutkan apersepsi dengan menanyakan makanan kesukaan mereka dan mengapa mereka menyukainya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan pentingnya memahami halal dalam kehidupan. Pertanyaan pemantik: 'Menurut kalian, apa bedanya makanan yang 'boleh' dimakan dengan yang 'tidak boleh' dimakan dalam Islam?'

Memahami: Peserta didik diajak mengamati gambar berbagai jenis makanan dan minuman, kemudian berdiskusi kelompok untuk mengelompokkan mana yang mereka anggap halal dan mengapa, serta mencari ayat Al-Qur'an atau hadis singkat yang berkaitan dengan makanan halal dari buku atau sumber digital.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang makna halal dan dasar hukumnya. Guru memberikan penguatan konsep dengan menjelaskan makna halal (حلال) sebagai yang dibolehkan dan baik, serta dalil-dalil singkat seperti Q.S. Al-Baqarah ayat 168: 'يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا' (Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi).

Merefleksi: Peserta didik secara individu menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari tentang makna halal. Guru memberikan umpan balik dan mengapresiasi partisipasi aktif mereka. Guru memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pelajaran hari ini tentang pentingnya makanan halal. Guru memberikan apresiasi atas antusiasme belajar mereka dan menyampaikan tindak lanjut untuk mencari contoh-contoh makanan halal di rumah. Doa penutup.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis ciri-ciri makanan dan minuman halal serta jenis-jenisnya dan Mengklasifikasikan bahan-bahan makanan dan minuman berdasarkan status kehalalannya.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik membaca doa. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang makna halal dan menanyakan contoh makanan halal yang mereka temukan di rumah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis ciri-ciri dan jenis makanan halal. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa tahu kalau suatu makanan itu benar-benar halal?'

Memahami: Peserta didik diberikan beberapa 'kasus' berupa daftar bahan makanan atau produk kemasan. Secara berkelompok, mereka menganalisis kasus tersebut untuk mengidentifikasi ciri-ciri halal (misalnya, tidak mengandung babi, alkohol, darah, bangkai, disembelih secara syar'i) dan mengklasifikasikan bahan-bahan tersebut ke dalam kategori halal atau syubhat.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi LKPD yang berisi tabel untuk mengklasifikasikan berbagai contoh makanan dan minuman (misalnya: daging ayam yang disembelih, buah-buahan, minuman bersoda, sosis dengan label halal, dsb.) berdasarkan ciri-ciri halal yang telah dipelajari. Mereka juga mengidentifikasi potensi bahan syubhat dan cara menyikapinya.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi mereka dan menjelaskan alasan di balik keputusan mereka. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi jika ada miskonsepsi, dan memberikan penguatan tentang pentingnya label halal MUI dan sumber yang jelas. Guru memberikan apresiasi atas analisis kritis mereka.

Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum ciri-ciri dan jenis makanan halal. Guru memberikan pujian atas kerja sama dan penalaran kritis mereka. Guru memberikan tugas mandiri untuk mencari 3 produk makanan kemasan di rumah dan mengidentifikasi status kehalalannya. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menerapkan prinsip-prinsip memilih makanan dan minuman halal dalam kehidupan sehari-hari dan Menyajikan hasil identifikasi produk halal melalui poster atau presentasi sederhana.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik membaca doa. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan menanyakan kesulitan dalam mengidentifikasi produk halal dari tugas mandiri. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat proyek identifikasi produk halal. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita mengajak teman-teman untuk selalu memilih makanan yang halal?'

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok merencanakan sebuah 'kampanye' sederhana untuk mengedukasi teman-teman tentang pentingnya makanan halal. Kampanye ini bisa berbentuk poster informatif, presentasi singkat, atau drama sederhana yang menampilkan cara memilih makanan halal.

Mengaplikasi: Kelompok mulai mengerjakan proyek 'kampanye' mereka. Mereka akan menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh untuk membuat konten yang menarik dan mudah dipahami, misalnya membuat daftar makanan halal favorit beserta alasannya, atau menampilkan perbedaan produk halal dan non-halal. Guru membimbing dan memfasilitasi proses pembuatan proyek.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek 'kampanye' mereka di depan kelas. Peserta didik lain memberikan umpan balik positif dan pertanyaan. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan upaya mereka, serta memberikan penguatan bahwa menerapkan prinsip halal adalah ibadah dan kebaikan. Guru juga melakukan penilaian terhadap proyek yang dihasilkan.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan seluruh rangkaian materi tentang halal dan pentingnya menerapkannya dalam kehidupan. Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses belajar yang telah dilalui dan hasil karya yang membanggakan. Guru memberikan pesan motivasi agar selalu menjaga kehalalan rezeki dan makanan. Doa penutup dan salam penutup.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri halal, dan kualitas proyek kampanye.

Akhir (sumatif): Penilaian terhadap poster/presentasi kampanye dan jawaban esai tentang penerapan prinsip halal dalam kehidupan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi makna dan dasar hukum makanan halal dalam Al-Qur'an dan Hadis.Pengertian halal, dalil-dalil tentang halal.2 JPKeimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis
Menganalisis ciri-ciri makanan dan minuman halal serta jenis-jenisnya.Ciri-ciri makanan halal, jenis-jenis makanan halal (nabati, hewani, minuman).2 JPPenalaran Kritis, Kewargaan
Mengklasifikasikan bahan-bahan makanan dan minuman berdasarkan status kehalalannya.Identifikasi bahan halal, haram, syubhat.2 JPPenalaran Kritis, Kewargaan
Menerapkan prinsip-prinsip memilih makanan dan minuman halal dalam kehidupan sehari-hari dan Menyajikan hasil identifikasi produk halal melalui poster atau presentasi sederhana.Penerapan prinsip halal, identifikasi produk halal, presentasi.2 JPKeimanan dan Ketakwaan, Kreativitas, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Memilih makanan dan minuman yang halal adalah kewajiban bagi setiap muslim. Halal bukan hanya soal boleh atau tidak boleh, tetapi juga tentang kebaikan dan keberkahan yang kita masukkan ke dalam tubuh. Dengan memahami materi ini, kita akan tahu bagaimana cara memilih yang terbaik untuk diri kita dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Pengertian Halal

Halal (حلال) secara bahasa berarti diizinkan atau diperbolehkan. Dalam syariat Islam, halal adalah segala sesuatu yang dibolehkan oleh Allah SWT untuk dikonsumsi atau digunakan. Lawan kata halal adalah haram (حرام), yaitu sesuatu yang dilarang. Makanan dan minuman halal tidak hanya harus suci dari najis, tetapi juga baik (thayyib) bagi kesehatan dan tidak membahayakan.

Dasar Hukum Makanan Halal

Perintah untuk mengonsumsi makanan halal banyak disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Salah satunya adalah firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 168: 'يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا' (Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi). Hadis Rasulullah SAW juga menjelaskan pentingnya menjaga makanan yang halal karena berpengaruh pada doa dan keberkahan hidup.

Ciri-ciri Makanan dan Minuman Halal

Makanan halal memiliki ciri-ciri umum seperti: bukan berasal dari hewan yang diharamkan (seperti babi dan anjing), bukan bangkai (kecuali ikan dan belalang), tidak mengandung darah, tidak mengandung alkohol atau zat memabukkan, disembelih secara syar'i untuk hewan yang boleh dimakan, dan tidak mengandung najis. Untuk produk olahan, adanya label halal dari lembaga berwenang seperti MUI sangat membantu.

Jenis-jenis Makanan Halal

Makanan halal dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Pertama, makanan dari tumbuh-tumbuhan (nabati) seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan umbi-umbian, yang pada dasarnya semua halal kecuali ada dalil yang mengharamkan atau membahayakan. Kedua, makanan dari hewan (hewani) seperti daging sapi, kambing, ayam, ikan, dan telur, dengan syarat disembelih atau diperoleh secara syar'i. Ketiga, minuman yang tidak memabukkan dan tidak membahayakan.

Pentingnya Memilih Makanan Halal

Memilih makanan halal memiliki banyak manfaat. Selain menjaga kesehatan tubuh, makanan halal juga membersihkan hati dan pikiran, serta membuat doa kita lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Mengonsumsi yang halal adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari dosa. Ini juga bagian dari menjaga keberkahan hidup.

Makanan Syubhat

Selain halal dan haram, ada juga makanan syubhat (شبهات), yaitu makanan yang status kehalalannya tidak jelas atau diragukan. Dalam Islam, kita dianjurkan untuk menjauhi makanan syubhat untuk berhati-hati dan menjaga diri dari hal yang haram. Contohnya adalah produk yang tidak memiliki label halal dan bahan-bahannya tidak jelas asalnya.

Rangkuman: Memahami Fiqih Islam materi Halal adalah kunci untuk hidup berkah dan sehat. Halal berarti diizinkan Allah, didasari Al-Qur'an dan Hadis. Ciri-ciri makanan halal harus diperhatikan, dan kita wajib menjauhi yang haram serta berhati-hati terhadap yang syubhat. Dengan memilih makanan halal, kita tidak hanya menjaga tubuh, tetapi juga hati dan keimanan kita kepada Allah SWT.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai jenis makanan dan minuman berdasarkan status kehalalannya.

Alat & bahan: Lembar kerja, pulpen, gambar-gambar produk makanan/minuman, gunting, lem

  1. Amati gambar produk makanan/minuman yang tersedia.
  2. Diskusikan dengan kelompokmu, apakah produk tersebut halal, haram, atau syubhat.
  3. Tuliskan alasan mengapa kalian mengklasifikasikan produk tersebut demikian.
  4. Tempelkan gambar produk pada kolom yang sesuai di tabel.
  5. Siapkan presentasi singkat hasil diskusi kelompokmu.

8 Glosarium

HalalSesuatu yang diizinkan atau diperbolehkan dalam syariat Islam.
HaramSesuatu yang dilarang dalam syariat Islam.
ThayyibBaik, bermutu, dan tidak membahayakan.
SyubhatSesuatu yang status hukumnya tidak jelas atau diragukan.
MUIMajelis Ulama Indonesia, lembaga yang mengeluarkan fatwa dan sertifikasi halal.

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Fiqih Islam Fiqih Islam materi Halal ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Fiqih Islam kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.