Modul Ajar & RPP Fiqih Islam Kelas VI
Fiqih Islam materi Halal
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Fiqih Islam |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Fiqih Islam materi Halal |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami bahwa ada makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi dalam Islam. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan Ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh-contoh makanan dan minuman halal yang umum ditemukan di sekitar kita, serta bahan-bahan yang sering digunakan dalam produk makanan. |
| Konseptual | Konsep inti materi ini adalah memahami makna halal dalam Islam sebagai sesuatu yang dibolehkan dan baik, serta dampaknya pada kesehatan dan spiritual. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi ciri-ciri makanan halal, cara memperolehnya, dan membedakannya dari yang haram. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memilih makanan halal bukan hanya karena aturan agama, tetapi juga untuk kebaikan diri dan masyarakat secara keseluruhan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi makna dan dasar hukum makanan halal dalam Al-Qur'an dan Hadis.
- Menganalisis ciri-ciri makanan dan minuman halal serta jenis-jenisnya.
- Mengklasifikasikan bahan-bahan makanan dan minuman berdasarkan status kehalalannya.
- Menerapkan prinsip-prinsip memilih makanan dan minuman halal dalam kehidupan sehari-hari.
- Menyajikan hasil identifikasi produk halal melalui poster atau presentasi sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami konsep halal dalam Fiqih Islam akan membimbing peserta didik untuk selalu memilih yang baik dan bermanfaat, sehingga membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan sehat secara jasmani maupun rohani.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus peduli dengan apa yang kita makan dan minum setiap hari?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Menghargai keberagaman makanan dan minuman yang diizinkan dalam agama lain serta nilai toleransi. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan mempresentasikan informasi tentang makanan halal dengan bahasa yang baik dan benar. Seni Rupa: Membuat poster atau media visual yang menarik untuk kampanye makanan halal. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berpartisipasi dengan membimbing anak mengidentifikasi label halal pada produk makanan di rumah dan menjelaskan pentingnya hal tersebut. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur dengan meja kelompok yang fleksibel untuk diskusi, dilengkapi pojok baca tentang fiqih, serta akses ke perpustakaan sekolah untuk mencari referensi tambahan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan gawai/tablet untuk mencari informasi label halal MUI, contoh produk halal, serta menonton video edukasi singkat tentang proses penyembelihan hewan secara syar'i. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi makna dan dasar hukum makanan halal dalam Al-Qur'an dan Hadis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. Dilanjutkan apersepsi dengan menanyakan makanan kesukaan mereka dan mengapa mereka menyukainya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan pentingnya memahami halal dalam kehidupan. Pertanyaan pemantik: 'Menurut kalian, apa bedanya makanan yang 'boleh' dimakan dengan yang 'tidak boleh' dimakan dalam Islam?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mengamati gambar berbagai jenis makanan dan minuman, kemudian berdiskusi kelompok untuk mengelompokkan mana yang mereka anggap halal dan mengapa, serta mencari ayat Al-Qur'an atau hadis singkat yang berkaitan dengan makanan halal dari buku atau sumber digital. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang makna halal dan dasar hukumnya. Guru memberikan penguatan konsep dengan menjelaskan makna halal (حلال) sebagai yang dibolehkan dan baik, serta dalil-dalil singkat seperti Q.S. Al-Baqarah ayat 168: 'يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا' (Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik secara individu menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari tentang makna halal. Guru memberikan umpan balik dan mengapresiasi partisipasi aktif mereka. Guru memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pelajaran hari ini tentang pentingnya makanan halal. Guru memberikan apresiasi atas antusiasme belajar mereka dan menyampaikan tindak lanjut untuk mencari contoh-contoh makanan halal di rumah. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis ciri-ciri makanan dan minuman halal serta jenis-jenisnya dan Mengklasifikasikan bahan-bahan makanan dan minuman berdasarkan status kehalalannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik membaca doa. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang makna halal dan menanyakan contoh makanan halal yang mereka temukan di rumah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis ciri-ciri dan jenis makanan halal. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa tahu kalau suatu makanan itu benar-benar halal?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan beberapa 'kasus' berupa daftar bahan makanan atau produk kemasan. Secara berkelompok, mereka menganalisis kasus tersebut untuk mengidentifikasi ciri-ciri halal (misalnya, tidak mengandung babi, alkohol, darah, bangkai, disembelih secara syar'i) dan mengklasifikasikan bahan-bahan tersebut ke dalam kategori halal atau syubhat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi LKPD yang berisi tabel untuk mengklasifikasikan berbagai contoh makanan dan minuman (misalnya: daging ayam yang disembelih, buah-buahan, minuman bersoda, sosis dengan label halal, dsb.) berdasarkan ciri-ciri halal yang telah dipelajari. Mereka juga mengidentifikasi potensi bahan syubhat dan cara menyikapinya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi mereka dan menjelaskan alasan di balik keputusan mereka. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi jika ada miskonsepsi, dan memberikan penguatan tentang pentingnya label halal MUI dan sumber yang jelas. Guru memberikan apresiasi atas analisis kritis mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru merangkum ciri-ciri dan jenis makanan halal. Guru memberikan pujian atas kerja sama dan penalaran kritis mereka. Guru memberikan tugas mandiri untuk mencari 3 produk makanan kemasan di rumah dan mengidentifikasi status kehalalannya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai jenis makanan dan minuman berdasarkan status kehalalannya.
Alat & bahan: Lembar kerja, pulpen, gambar-gambar produk makanan/minuman, gunting, lem
Langkah kerja:
- Amati gambar produk makanan/minuman yang tersedia.
- Diskusikan dengan kelompokmu, apakah produk tersebut halal, haram, atau syubhat.
- Tuliskan alasan mengapa kalian mengklasifikasikan produk tersebut demikian.
- Tempelkan gambar produk pada kolom yang sesuai di tabel.
- Siapkan presentasi singkat hasil diskusi kelompokmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang makanan halal?
- Bisakah kalian menyebutkan satu contoh makanan yang menurut kalian halal?
- Menurut kalian, mengapa orang Islam harus makan makanan yang halal?
- Pernahkah kalian melihat logo halal pada kemasan makanan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri halal, dan kualitas proyek kampanye.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap poster/presentasi kampanye dan jawaban esai tentang penerapan prinsip halal dalam kehidupan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi makna dan dasar hukum makanan halal dalam Al-Qur'an dan Hadis. | Pengertian halal, dalil-dalil tentang halal. | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis ciri-ciri makanan dan minuman halal serta jenis-jenisnya. | Ciri-ciri makanan halal, jenis-jenis makanan halal (nabati, hewani, minuman). | 2 JP | Penalaran Kritis, Kewargaan |
| 3 | Mengklasifikasikan bahan-bahan makanan dan minuman berdasarkan status kehalalannya. | Identifikasi bahan halal, haram, syubhat. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kewargaan |
| 4 | Menerapkan prinsip-prinsip memilih makanan dan minuman halal dalam kehidupan sehari-hari dan Menyajikan hasil identifikasi produk halal melalui poster atau presentasi sederhana. | Penerapan prinsip halal, identifikasi produk halal, presentasi. | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan, Kreativitas, Kolaborasi |
Memilih makanan dan minuman yang halal adalah kewajiban bagi setiap muslim. Halal bukan hanya soal boleh atau tidak boleh, tetapi juga tentang kebaikan dan keberkahan yang kita masukkan ke dalam tubuh. Dengan memahami materi ini, kita akan tahu bagaimana cara memilih yang terbaik untuk diri kita dan mendapatkan ridha Allah SWT.
1. Pengertian Halal
Halal (حلال) secara bahasa berarti diizinkan atau diperbolehkan. Dalam syariat Islam, halal adalah segala sesuatu yang dibolehkan oleh Allah SWT untuk dikonsumsi atau digunakan. Lawan kata halal adalah haram (حرام), yaitu sesuatu yang dilarang. Makanan dan minuman halal tidak hanya harus suci dari najis, tetapi juga baik (thayyib) bagi kesehatan dan tidak membahayakan.
2. Dasar Hukum Makanan Halal
Perintah untuk mengonsumsi makanan halal banyak disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Salah satunya adalah firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 168: 'يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا' (Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi). Hadis Rasulullah SAW juga menjelaskan pentingnya menjaga makanan yang halal karena berpengaruh pada doa dan keberkahan hidup.
3. Ciri-ciri Makanan dan Minuman Halal
Makanan halal memiliki ciri-ciri umum seperti: bukan berasal dari hewan yang diharamkan (seperti babi dan anjing), bukan bangkai (kecuali ikan dan belalang), tidak mengandung darah, tidak mengandung alkohol atau zat memabukkan, disembelih secara syar'i untuk hewan yang boleh dimakan, dan tidak mengandung najis. Untuk produk olahan, adanya label halal dari lembaga berwenang seperti MUI sangat membantu.
4. Jenis-jenis Makanan Halal
Makanan halal dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Pertama, makanan dari tumbuh-tumbuhan (nabati) seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan umbi-umbian, yang pada dasarnya semua halal kecuali ada dalil yang mengharamkan atau membahayakan. Kedua, makanan dari hewan (hewani) seperti daging sapi, kambing, ayam, ikan, dan telur, dengan syarat disembelih atau diperoleh secara syar'i. Ketiga, minuman yang tidak memabukkan dan tidak membahayakan.
5. Pentingnya Memilih Makanan Halal
Memilih makanan halal memiliki banyak manfaat. Selain menjaga kesehatan tubuh, makanan halal juga membersihkan hati dan pikiran, serta membuat doa kita lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Mengonsumsi yang halal adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari dosa. Ini juga bagian dari menjaga keberkahan hidup.
6. Makanan Syubhat
Selain halal dan haram, ada juga makanan syubhat (شبهات), yaitu makanan yang status kehalalannya tidak jelas atau diragukan. Dalam Islam, kita dianjurkan untuk menjauhi makanan syubhat untuk berhati-hati dan menjaga diri dari hal yang haram. Contohnya adalah produk yang tidak memiliki label halal dan bahan-bahannya tidak jelas asalnya.
Rangkuman: Memahami Fiqih Islam materi Halal adalah kunci untuk hidup berkah dan sehat. Halal berarti diizinkan Allah, didasari Al-Qur'an dan Hadis. Ciri-ciri makanan halal harus diperhatikan, dan kita wajib menjauhi yang haram serta berhati-hati terhadap yang syubhat. Dengan memilih makanan halal, kita tidak hanya menjaga tubuh, tetapi juga hati dan keimanan kita kepada Allah SWT.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Halal | Sesuatu yang diizinkan atau diperbolehkan dalam syariat Islam. |
| Haram | Sesuatu yang dilarang dalam syariat Islam. |
| Thayyib | Baik, bermutu, dan tidak membahayakan. |
| Syubhat | Sesuatu yang status hukumnya tidak jelas atau diragukan. |
| MUI | Majelis Ulama Indonesia, lembaga yang mengeluarkan fatwa dan sertifikasi halal. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Fiqih Islam materi Halal" mata pelajaran Fiqih Islam Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Fiqih Islam materi Halal yang Anda cari?
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Fiqih Islam kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Fiqih Islam materi Halal pada Fiqih Islam SD, Fase C.
Modul Fiqih Islam materi Halal ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Fiqih Islam materi Halal untuk Fiqih Islam kelas VI.
Apakah modul ajar Fiqih Islam materi Fiqih Islam materi Halal ini gratis?
Ya. Modul Fiqih Islam materi Halal untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Fiqih Islam materi Halal ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Fiqih Islam kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Fiqih Islam kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Fiqih Islam materi Halal ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Fiqih Islam materi Halal dapat Anda sesuaikan dengan murid Fiqih Islam kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Fiqih Islam kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Fiqih Islam materi Halal ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase C untuk kelas VI SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Fiqih Islam materi Halal tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Fiqih Islam materi Halal untuk Fiqih Islam kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Fiqih Islam materi Halal ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Fiqih Islam kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Fiqih Islam materi Halal beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Fiqih Islam kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Fiqih Islam ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Fiqih Islam materi Halal yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.