tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDPendidikan agama hindu › Nilai nilai dalam cerita ramayana
SD · Kelas I · Fase A

Modul Ajar Pendidikan agama hindu Kelas I
Nilai nilai dalam cerita ramayana

Modul ajar Pendidikan agama hindu SD kelas I materi Nilai nilai dalam cerita ramayana lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan agama hindu kelas I materi Nilai nilai dalam cerita ramayana
Ringkasan: Cerita Ramayana mengajarkan kita banyak nilai luhur seperti kejujuran, kesetiaan, keberanian, dan tolong-menolong melalui tokoh-tokohnya seperti Rama, Sinta, Laksamana, dan Hanoman. Kita belajar untuk meneladani sifat-sifat baik mereka dan menghindari sifat buruk Rahwana. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, kita bisa menjadi anak yang lebih baik dan berguna bagi sesama.
Model: Project Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, KreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan agama hindu · Nilai nilai dalam cerita ramayana · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui beberapa cerita anak sederhana dan mengenal tokoh-tokoh baik dalam cerita.

Pemahaman bermakna: Memahami nilai-nilai luhur dari cerita Ramayana membantu peserta didik meneladani perilaku baik para tokohnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, membentuk karakter yang berlandaskan dharma.

Pertanyaan pemantik: Menurutmu, sikap baik apa saja yang bisa kita contoh dari cerita pahlawan?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menjelaskan tokoh-tokoh utama dalam cerita Ramayana secara sederhana dan mengidentifikasi nilai-nilai kebaikan (dharma) yang terkandung di dalamnya.

Kegiatan awal: Peserta didik disambut dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru menampilkan gambar tokoh Ramayana, bertanya apakah ada yang pernah melihat atau mendengar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal tokoh dan nilai baik dari cerita Ramayana serta pentingnya meneladani kebaikan. Pertanyaan pemantik: "Siapa tahu nama tokoh ini? Apa ya yang bisa kita pelajari dari dia?"

Memahami: Peserta didik menyimak cerita Ramayana versi sederhana yang dibacakan guru dengan bantuan alat peraga (boneka tangan/gambar). Mereka diajak menyebutkan tokoh-tokohnya dan mendiskusikan sifat-sifat baik yang dimiliki oleh Rama, Sinta, Laksamana, dan Hanoman, serta sifat tidak baik Rahwana.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik diminta memilih satu tokoh baik dan menuliskan atau menggambar satu sifat baiknya di lembar kerja. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan pertanyaan pancingan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang tokoh dan nilai kebaikan yang ada. Guru juga menegaskan bahwa nilai-nilai ini relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup: Peserta didik bersama-sama menyimpulkan tokoh dan nilai baik yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan selanjutnya dan menutup dengan doa serta salam gembira.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning (PBL)

Tujuan: Menceritakan kembali bagian cerita Ramayana yang mengandung nilai-nilai luhur dan menunjukkan contoh perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Ramayana.

Kegiatan awal: Peserta didik memulai dengan salam dan doa, dilanjutkan presensi. Guru mengingatkan kembali tokoh dan nilai baik yang telah dipelajari sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menceritakan kembali kisah Ramayana dan menerapkan nilainya dalam kehidupan. Pertanyaan pemantik: "Jika kamu Rama, apa yang akan kamu lakukan untuk Sinta?"

Memahami: Guru memutarkan video animasi pendek cerita Ramayana yang fokus pada satu bagian tertentu (misalnya, Rama menyelamatkan Sinta dengan bantuan Hanoman). Peserta didik diajak mengidentifikasi nilai-nilai yang muncul dalam adegan tersebut, seperti kesetiaan, keberanian, dan tolong-menolong.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan menceritakan kembali bagian cerita yang paling mereka ingat kepada teman sebangku. Kemudian, mereka diminta untuk mendiskusikan bagaimana nilai-nilai tersebut bisa mereka terapkan di rumah atau di sekolah (misalnya, menolong teman yang kesulitan seperti Hanoman menolong Rama).

Merefleksi: Beberapa pasangan berbagi cerita dan contoh perilaku di depan kelas. Guru memberikan penguatan dan contoh-contoh lain yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Guru menekankan bahwa nilai-nilai Ramayana bukan hanya cerita, tetapi panduan hidup.

Penutup: Peserta didik bersama-sama membuat daftar singkat perilaku baik yang bisa dilakukan. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas mereka dalam menemukan contoh perilaku. Guru menyampaikan bahwa di pertemuan berikutnya mereka akan membuat karya dan menutup dengan doa serta pesan motivasi.

Pertemuan 3 — Project Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menggambar tokoh Ramayana yang disukai beserta nilai baiknya dan menyanyikan lagu anak-anak tentang nilai kebaikan dari cerita Ramayana.

Kegiatan awal: Peserta didik memulai dengan salam dan doa, dilanjutkan presensi. Guru mengulas kembali nilai-nilai Ramayana. Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan membuat karya berupa gambar dan menyanyi lagu tentang nilai kebaikan. Pertanyaan pemantik: "Tokoh Ramayana mana yang paling kamu suka? Kenapa?"

Memahami: Guru mengingatkan kembali tentang tokoh-tokoh Ramayana dan nilai-nilai baiknya. Guru memberikan contoh gambar tokoh dengan balon pikiran berisi nilai baiknya. Guru juga memutarkan contoh lagu anak-anak tentang nilai kebaikan untuk memberikan inspirasi.

Mengaplikasi: Peserta didik secara individu menggambar tokoh Ramayana yang paling mereka sukai di kertas gambar. Di samping gambar, mereka menuliskan atau menggambar simbol nilai baik yang dimiliki tokoh tersebut. Setelah itu, mereka akan berlatih menyanyikan lagu anak-anak tentang nilai kebaikan dengan lirik yang telah disiapkan guru atau ciptaan sederhana mereka.

Merefleksi: Setiap peserta didik mempresentasikan gambar dan nilai baiknya di depan kelas. Beberapa peserta didik tampil menyanyikan lagu yang telah dilatih. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan pujian atas kreativitas serta keberanian mereka.

Penutup: Peserta didik dan guru bersama-sama merangkum nilai-nilai yang telah dipelajari melalui karya dan lagu. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua peserta didik atas usaha dan hasil karya mereka. Guru menutup kegiatan dengan doa dan pesan agar selalu menjadi anak yang baik seperti tokoh Ramayana.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan menceritakan kembali, dan kreativitas dalam membuat karya gambar.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil gambar tokoh Ramayana dan nilai baiknya, serta kemampuan menyanyikan lagu tentang nilai kebaikan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan tokoh-tokoh utama dalam cerita Ramayana secara sederhana.Tokoh-tokoh Ramayana (Rama, Sinta, Laksamana, Hanoman, Rahwana).3 JPKeimanan dan Ketakwaan, Kewargaan
Mengidentifikasi nilai-nilai kebaikan (dharma) yang terkandung dalam cerita Ramayana dan menceritakan kembali bagian ceritanya.Nilai-nilai luhur Ramayana (kejujuran, kesetiaan, keberanian, tolong-menolong).3 JPKeimanan dan Ketakwaan, Kewargaan
Menunjukkan contoh perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Ramayana, menggambar tokoh, dan menyanyikan lagu.Penerapan nilai Ramayana dalam kehidupan, ekspresi kreatif.3 JPKeimanan dan Ketakwaan, Kreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Anak-anak yang baik, hari ini kita akan belajar tentang cerita yang sangat terkenal, yaitu cerita Ramayana. Cerita ini bukan hanya seru, tapi juga penuh dengan pelajaran berharga tentang bagaimana menjadi anak yang baik. Kita akan mengenal tokoh-tokohnya dan menemukan nilai-nilai luhur yang bisa kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenal Cerita Ramayana

Cerita Ramayana adalah salah satu kisah klasik yang sangat terkenal dari India kuno. Kisah ini menceritakan tentang perjalanan seorang pangeran bernama Rama yang gagah berani. Cerita ini penuh dengan petualangan, kebaikan, dan perjuangan melawan kejahatan. Ramayana mengajarkan kita banyak hal tentang kebaikan, kesetiaan, dan pengorbanan yang bisa kita jadikan contoh. Di Indonesia, cerita Ramayana juga sangat dikenal dan sering diceritakan dalam berbagai bentuk seni seperti wayang dan tari.

Tokoh-tokoh Utama dalam Ramayana

Dalam cerita Ramayana, ada beberapa tokoh penting yang harus kita kenal. Tokoh utama adalah Sri Rama, seorang pangeran yang baik hati dan pemberani. Istrinya bernama Dewi Sinta, seorang putri yang cantik dan setia. Ada juga Laksamana, adik Rama yang sangat setia. Lalu, ada Hanoman, seekor kera putih sakti yang sangat setia dan selalu membantu Rama. Musuh utama mereka adalah Rahwana, seorang raja raksasa yang jahat dan serakah. Setiap tokoh memiliki sifat yang berbeda, dan kita akan belajar dari sifat-sifat baik mereka.

Nilai Kebaikan Sri Rama

Sri Rama adalah contoh pemimpin yang baik. Ia memiliki sifat kejujuran, keberanian, dan kesetiaan yang luar biasa. Rama selalu menepati janji dan tidak pernah takut membela kebenaran. Ia sangat menyayangi istrinya, Dewi Sinta, dan selalu berusaha melindunginya. Dari Rama, kita belajar untuk selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan, berani membela yang benar, serta setia kepada keluarga dan teman.

Nilai Kesetiaan Dewi Sinta dan Laksamana

Dewi Sinta adalah lambang kesetiaan dan ketabahan. Meskipun diculik Rahwana, ia tetap setia kepada Rama dan tidak mau menyerah. Laksamana juga menunjukkan kesetiaan yang tinggi kepada kakaknya, Rama. Ia selalu mendampingi Rama dalam suka dan duka, serta siap berkorban demi kakaknya. Dari Sinta dan Laksamana, kita belajar pentingnya kesetiaan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Nilai Keberanian dan Pengabdian Hanoman

Hanoman adalah tokoh kera putih yang memiliki kekuatan luar biasa. Ia sangat berani dan patuh kepada Rama. Hanoman selalu siap menjalankan tugas berbahaya demi membantu Rama menyelamatkan Sinta. Ia adalah contoh pengabdian tanpa pamrih. Dari Hanoman, kita belajar tentang keberanian, semangat pantang menyerah, dan pentingnya membantu orang lain dengan tulus.

Menghindari Sifat Buruk Rahwana

Rahwana adalah raja raksasa yang memiliki sifat-sifat buruk seperti keserakahan, keangkuhan, dan kejahatan. Ia menculik Dewi Sinta karena nafsu dan keserakahannya. Sifat-sifat Rahwana ini membawa kehancuran baginya. Dari Rahwana, kita belajar untuk menghindari sifat-sifat buruk tersebut, karena hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Kita harus selalu berusaha menjadi pribadi yang baik dan rendah hati.

Menerapkan Nilai Ramayana dalam Hidup

Nilai-nilai seperti kejujuran, kesetiaan, keberanian, tolong-menolong, dan pengorbanan yang ada dalam cerita Ramayana sangat penting untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, jujur saat berbicara, setia kepada teman, berani mengakui kesalahan, dan suka menolong teman atau keluarga. Dengan meneladani nilai-nilai ini, kita bisa menjadi anak yang berbudi pekerti luhur dan disayangi semua orang.

Rangkuman: Cerita Ramayana mengajarkan kita banyak nilai luhur seperti kejujuran, kesetiaan, keberanian, dan tolong-menolong melalui tokoh-tokohnya seperti Rama, Sinta, Laksamana, dan Hanoman. Kita belajar untuk meneladani sifat-sifat baik mereka dan menghindari sifat buruk Rahwana. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, kita bisa menjadi anak yang lebih baik dan berguna bagi sesama.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi tokoh dan nilai kebaikan dalam cerita Ramayana serta menunjukkan contoh penerapannya.

Alat & bahan: Kertas LKPD, pensil warna, gunting, lem, gambar tokoh Ramayana.

  1. Dengarkan cerita Ramayana yang dibacakan guru dengan saksama.
  2. Pilihlah 3 tokoh Ramayana yang kamu sukai dari gambar yang tersedia.
  3. Tempelkan gambar tokoh tersebut di kolom yang sesuai pada LKPD.
  4. Tuliskan satu sifat baik yang dimiliki setiap tokoh di samping gambarnya.
  5. Berikan satu contoh perbuatan baik yang bisa kamu lakukan di rumah atau sekolah, meniru sifat baik tokoh tersebut.

8 Glosarium

RamayanaKisah kepahlawanan kuno dari India yang sangat terkenal.
DharmaKebaikan, kebenaran, atau kewajiban moral.
Sri RamaTokoh utama Ramayana, pangeran yang baik dan pemberani.
Dewi SintaIstri Rama, lambang kesetiaan dan ketabahan.
HanomanKera putih sakti, setia membantu Rama.
RahwanaRaja raksasa yang jahat, musuh Rama.

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan agama hindu Nilai nilai dalam cerita ramayana ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan agama hindu kelas I langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.