Modul ajar Matematika SDLB kelas I materi Bilangan sampai 20 — Tunagrahita lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik dapat mengenali benda-benda di sekitar mereka dan mungkin sudah mengenal bilangan 1 sampai 5.
Pemahaman bermakna: Memahami bilangan sampai 20 membantu peserta didik menghitung benda di sekitar, seperti jumlah teman atau mainan, sehingga mereka bisa menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Berapa banyak pensil yang kamu punya di dalam kotak pensilmu?
Tujuan: Peserta didik mampu menyebutkan bilangan 1 sampai 10 dan menghitung jumlah benda sampai 10.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru menunjukkan gambar benda-benda (misal: 1 apel, 2 bola, dst.) dan bertanya, 'Apa ini? Berapa jumlahnya?' Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar menghitung benda sampai 10 agar bisa tahu jumlah mainan atau makanan kita.
Memahami: Guru menunjukkan kartu angka 1-10 dan benda konkret (misal: balok, kelereng). Guru mendemonstrasikan cara menghitung benda satu per satu sambil menyebutkan angkanya. Peserta didik menirukan guru menghitung jari tangan mereka dan benda-benda di kelas.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan mengambil kartu angka dan mencari benda di sekitar kelas dengan jumlah yang sesuai. Mereka saling membantu menghitung dan mencocokkan. Guru berkeliling memberikan bimbingan personal dan penguatan.
Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta maju ke depan untuk menunjukkan hasil hitungan mereka. Guru memberikan umpan balik positif dan mengulang kembali cara menghitung yang benar. Guru menanyakan, 'Apakah menghitung itu mudah? Untuk apa kita menghitung?'
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan materi hari ini (menghitung sampai 10). Guru memberikan pujian atas usaha mereka. Guru mengingatkan untuk mencoba menghitung benda di rumah. Pertemuan ditutup dengan doa dan senyum.
Tujuan: Peserta didik mampu membandingkan dua kelompok benda sampai 10 dan mulai mengenal bilangan 11 sampai 20.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengulang sedikit materi sebelumnya dengan pertanyaan 'Siapa yang kemarin sudah mencoba menghitung benda di rumah?'. Guru memperkenalkan permainan 'Lebih Banyak/Lebih Sedikit' dan menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar membandingkan jumlah benda dan mengenal angka yang lebih besar.
Memahami: Guru menyiapkan dua kelompok benda berbeda jumlah (misal: 3 balok dan 5 kelereng). Guru meminta peserta didik menghitung masing-masing kelompok, lalu bertanya 'Mana yang lebih banyak? Mana yang lebih sedikit?'. Guru memperkenalkan simbol 'lebih banyak dari', 'lebih sedikit dari', dan 'sama banyak dengan' secara visual. Kemudian, guru menunjukkan kartu angka 11-20 dan meminta peserta didik mengamati pola angka.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan beberapa kantong berisi benda dengan jumlah berbeda. Mereka diminta menghitung dan menempelkan kartu 'lebih banyak' atau 'lebih sedikit' di antara dua kelompok benda tersebut. Guru juga meminta mereka menyusun kartu angka 11-20 secara berurutan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil perbandingan benda mereka. Guru memberikan penguatan tentang konsep perbandingan dan urutan bilangan. Guru bertanya 'Mengapa kita perlu tahu mana yang lebih banyak atau lebih sedikit?'.
Penutup: Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok. Guru merangkum pembelajaran hari ini tentang membandingkan benda dan mengenal angka belasan. Guru memberikan tugas sederhana untuk menghitung benda di rumah yang berjumlah lebih dari 10. Pertemuan diakhiri dengan tepuk tangan semangat.
Tujuan: Peserta didik mampu menghitung jumlah benda sampai 20 dan mengurutkan bilangan 1 sampai 20.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali bilangan 1-20. Guru menunjukkan sebuah 'taman angka' (papan berisi kotak-kotak kosong 1-20). Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan membuat 'taman angka' sendiri dengan menempelkan benda sesuai jumlahnya, agar kita bisa menghitung sampai 20 dengan mudah.
Memahami: Guru menjelaskan proyek 'Taman Angka'. Setiap peserta didik akan membuat kartu angka 1-20 dan menempelkan jumlah benda yang sesuai (misal: 1 buah kancing untuk angka 1, 2 buah kancing untuk angka 2, dst. sampai 20). Guru mendemonstrasikan cara membuat satu atau dua contoh kartu angka.
Mengaplikasi: Peserta didik mendapatkan bahan (kartu, kancing/biji-bijian, lem). Dengan bimbingan guru dan asisten, mereka mulai membuat kartu angka dan menempelkan benda sesuai jumlahnya. Guru berkeliling memastikan setiap peserta didik memahami tugasnya dan memberikan bantuan individual. Setelah selesai, mereka mengurutkan kartu angka dari 1 sampai 20.
Merefleksi: Peserta didik memamerkan 'Taman Angka' mereka dan secara bergantian menghitung satu atau dua kartu angka yang telah dibuat. Guru memberikan pujian atas kreativitas dan ketekunan mereka. Guru bertanya, 'Apa yang kalian rasakan setelah berhasil membuat 'Taman Angka' ini? Apakah sekarang kalian lebih mudah menghitung sampai 20?'
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas hasil karya peserta didik. Guru menyimpulkan bahwa sekarang mereka sudah bisa menghitung dan mengurutkan bilangan sampai 20. Guru memberikan stiker bintang kepada setiap peserta didik. Pertemuan ditutup dengan yel-yel dan senyum gembira.
Proses (formatif): Observasi saat peserta didik menghitung benda, mencocokkan angka, dan berpartisipasi dalam permainan perbandingan.
Akhir (sumatif): Peserta didik mengerjakan lembar kerja mencocokkan jumlah benda (sampai 20) dengan angka dan mengurutkan kartu angka.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menyebutkan bilangan 1 sampai 10 dengan bantuan gambar atau benda konkret. | Pengenalan Bilangan 1-10 | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menghitung jumlah benda sampai 10 dan membandingkan dua kelompok benda. | Menghitung dan Membandingkan Benda | 2 JP | Kemandirian |
| Menyebutkan bilangan 11 sampai 20, menghitung benda sampai 20, dan mengurutkan bilangan 1-20. | Bilangan 11-20 dan Pengurutan | 2 JP | Kreativitas |
Selamat datang di dunia angka! Di modul ini, kita akan belajar tentang bilangan sampai 20. Kita akan belajar menghitung benda-benda di sekitar kita, seperti mainan, pensil, atau teman. Memahami bilangan akan membuat kita lebih pintar dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Ayo kita mulai petualangan seru ini!
Angka adalah tanda untuk menunjukkan jumlah sesuatu. Kita punya 1 hidung, 2 mata, 5 jari di satu tangan. Angka 1, 2, 3, 4, dan 5 adalah bilangan awal yang sering kita temui. Kita bisa menghitung benda satu per satu. Misalnya, jika ada satu apel, kita sebut 'satu'. Jika ada dua bola, kita sebut 'dua'.
Setelah angka 5, ada angka 6, 7, 8, 9, dan 10. Jika kita punya 5 jari di tangan kanan dan 5 jari di tangan kiri, totalnya ada 10 jari. Kita bisa menggunakan jari-jari kita untuk membantu menghitung. Menghitung benda sampai 10 sangat penting untuk tahu berapa banyak mainan atau makanan yang kita miliki.
Untuk menghitung benda, kita harus menunjuk benda satu per satu dan menyebutkan angkanya secara berurutan. Mulai dari satu, lalu dua, tiga, dan seterusnya. Pastikan setiap benda hanya dihitung satu kali. Jika ada banyak benda, kita bisa mengelompokkannya agar lebih mudah dihitung.
Kita bisa membandingkan dua kelompok benda untuk tahu mana yang 'lebih banyak', 'lebih sedikit', atau 'sama banyak'. Misalnya, jika ada 3 pensil dan 5 penghapus, maka penghapus 'lebih banyak' dari pensil. Jika jumlahnya sama, misalnya 4 kelereng dan 4 permen, maka jumlahnya 'sama banyak'.
Setelah angka 10, ada angka 11, 12, 13, 14, dan 15. Angka-angka ini disebut juga bilangan belasan. Kita bisa membayangkan 10 jari tangan ditambah 1 jari lagi menjadi 11. Atau 10 balok ditambah 2 balok menjadi 12. Pola ini membantu kita memahami bilangan yang lebih besar.
Selanjutnya, ada angka 16, 17, 18, 19, dan 20. Angka 20 berarti dua kelompok 10. Misalnya, kita punya 10 jari tangan dan 10 jari kaki, totalnya ada 20 jari. Menghitung sampai 20 akan sangat membantu kita dalam banyak hal, seperti menghitung jumlah teman di kelas atau jumlah buku di rak.
Mengurutkan bilangan berarti menyusun angka dari yang paling kecil ke yang paling besar, atau sebaliknya. Misalnya, 1, 2, 3, 4, 5 adalah urutan dari kecil ke besar. Kita bisa menggunakan kartu angka atau deretan benda untuk membantu mengurutkan bilangan 1 sampai 20 dengan benar.
Rangkuman: Kita sudah belajar banyak tentang bilangan sampai 20. Kita bisa menghitung benda satu per satu, membandingkan mana yang lebih banyak atau lebih sedikit, dan mengurutkan angka. Memahami bilangan ini sangat berguna untuk kegiatan kita sehari-hari, seperti menghitung mainan atau jumlah teman. Teruslah berlatih menghitung di mana saja!
Tujuan: Peserta didik mampu menghitung dan mencocokkan jumlah benda dengan angka yang benar.
Alat & bahan: Lembar kerja bergambar, pensil warna, stiker kecil/kancing
| Bilangan | Simbol atau kata yang menunjukkan jumlah. |
| Menghitung | Proses menyebutkan jumlah benda satu per satu. |
| Membandingkan | Melihat perbedaan jumlah dua kelompok benda (lebih banyak, lebih sedikit, sama banyak). |
| Mengurutkan | Menyusun bilangan dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya. |
| Konkret | Benda yang bisa dilihat dan dipegang secara langsung. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.