Modul ajar Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku SDLB kelas IV materi Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik dapat menunjukkan kesadaran minimal terhadap kehadiran orang lain di sekitarnya.
Pemahaman bermakna: Kontak mata dan atensi bersama membantu kita memahami apa yang dirasakan dan maksud orang lain, serta membuat orang lain tahu kita mendengarkan dan peduli.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa tahu apa yang teman kita inginkan tanpa dia bicara?
Tujuan: Peserta didik mampu menunjukkan kontak mata dengan teman atau guru selama 3-5 detik saat dipanggil namanya.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan ramah, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru menunjukkan gambar orang yang sedang saling menatap dan bertanya 'Apa yang mereka lakukan?' untuk membangkitkan rasa ingin tahu, lalu menyampaikan tujuan belajar hari ini tentang melihat mata teman saat berbicara dan bermain.
Memahami: Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan pentingnya kontak mata menggunakan boneka atau gambar ekspresi wajah, kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Lihat Mataku' sambil menunjuk mata mereka sendiri dan mata guru.
Mengaplikasi: Peserta didik diajak bermain 'Saling Pandang' berpasangan, di mana mereka mencoba mempertahankan kontak mata dengan teman selama 3-5 detik sambil guru membimbing dan memberikan contoh. Guru memberikan umpan balik positif secara langsung.
Merefleksi: Peserta didik dan guru berdiskusi singkat tentang pengalaman bermain 'Saling Pandang', apa yang dirasakan saat melihat mata teman, dan mengapa penting untuk saling melihat mata. Guru menguatkan pemahaman dengan menunjukkan gambar-gambar situasi yang membutuhkan kontak mata.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan kembali pentingnya melihat mata saat berbicara. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk berlatih di rumah. Doa penutup dan salam.
Tujuan: Peserta didik mampu mengikuti arah pandang guru atau teman ke suatu objek atau gambar dan menunjuk objek yang sedang menjadi fokus perhatian bersama.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak peserta didik melakukan gerakan peregangan ringan. Guru mengulas kembali materi sebelumnya tentang kontak mata dan bertanya, 'Bagaimana kalau kita ingin teman melihat apa yang kita lihat?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk belajar mengikuti arah pandang orang lain dan menunjukkan objek yang sama.
Memahami: Guru menunjukkan sebuah masalah: 'Bayangkan temanmu ingin menunjukkan sesuatu yang menarik, tapi kamu tidak tahu ke mana dia melihat.' Guru mendemonstrasikan cara mengikuti arah pandang dengan menunjuk objek di kelas dan meminta peserta didik mengikuti pandangannya, lalu menjelaskan konsep atensi bersama.
Mengaplikasi: Peserta didik bermain 'Ikuti Pandanganku' dalam kelompok kecil. Satu peserta didik menunjuk objek, yang lain mencoba mengikuti arah pandang dan menunjuk objek yang sama. Guru memberikan bimbingan individual dan dukungan visual seperti panah arah pandang. Dilanjutkan dengan permainan 'Tebak Aku Lihat Apa?' menggunakan kartu gambar.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil tebakannya dan menceritakan pengalaman mengikuti pandangan teman. Guru memberikan umpan balik positif, mengoreksi jika ada kesalahan, dan menguatkan bahwa mengikuti pandangan membantu kita memahami apa yang penting bagi orang lain.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan manfaat mengikuti arah pandang dan menunjuk objek yang sama. Guru memberikan apresiasi, motivasi untuk terus berlatih, dan memberikan tugas kecil berupa mengamati arah pandang orang di rumah. Doa penutup.
Tujuan: Peserta didik mampu merespons ajakan interaksi yang melibatkan kontak mata dan atensi bersama serta mampu bermain peran sederhana yang membutuhkan kontak mata dan atensi bersama.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan antusias, memimpin doa, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru menunjukkan sebuah 'proyek' kecil: membuat cerita bergambar sederhana. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini adalah membuat cerita dan bermain peran yang membutuhkan kontak mata dan atensi bersama.
Memahami: Guru menjelaskan langkah-langkah membuat cerita bergambar tentang 'Petualangan Kontak Mata dan Atensi Bersama'. Guru memberikan contoh sederhana tentang dua teman yang saling melihat dan menunjuk sesuatu, lalu saling tersenyum.
Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok kecil membuat cerita bergambar sederhana (3-4 panel) yang menunjukkan kontak mata dan atensi bersama. Setelah selesai, setiap kelompok akan memerankan cerita mereka di depan kelas, berfokus pada kontak mata dan menunjuk objek sesuai cerita. Guru berkeliling memberikan dukungan dan arahan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya dan bermain perannya. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik positif, mengidentifikasi momen-momen kontak mata dan atensi bersama yang baik, serta memberikan saran perbaikan dengan cara yang membangun.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan seluruh pembelajaran tentang kontak mata dan atensi bersama. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan usaha mereka, mengingatkan untuk terus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan menutup dengan doa serta salam gembira.
Proses (formatif): Observasi langsung saat peserta didik berinteraksi dalam permainan dan aktivitas kelompok, mencatat frekuensi dan durasi kontak mata serta kemampuan mengikuti atensi bersama.
Akhir (sumatif): Penilaian performa saat bermain peran dan presentasi cerita bergambar, mengukur kemampuan menunjukkan kontak mata dan atensi bersama secara terintegrasi.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menunjukkan kontak mata dengan teman/guru saat dipanggil. | Pengenalan kontak mata melalui permainan. | 2 JP | komunikasi |
| Mengikuti arah pandang dan menunjuk objek atensi bersama. | Latihan mengikuti arah pandang dan atensi bersama. | 2 JP | kolaborasi |
| Merenspons ajakan interaksi dan bermain peran dengan kontak mata/atensi bersama. | Praktik kontak mata dan atensi bersama dalam interaksi/bermain peran. | 2 JP | komunikasi, kolaborasi |
Kontak mata dan atensi bersama adalah seperti kunci ajaib untuk memahami teman dan membuat teman memahami kita. Ketika kita melihat mata seseorang saat berbicara, itu menunjukkan bahwa kita mendengarkan. Dan ketika kita melihat ke arah yang sama dengan teman, kita bisa berbagi kesenangan dan minat yang sama. Mari kita belajar cara menggunakan kunci ajaib ini agar kita bisa lebih mudah berteman dan bermain bersama!
Kontak mata adalah saat kita melihat ke mata orang lain ketika mereka berbicara kepada kita atau kita berbicara kepada mereka. Ini seperti menyapa mata teman! Kontak mata sangat penting karena menunjukkan bahwa kita peduli dan mendengarkan. Ketika kita melakukan kontak mata, kita bisa melihat ekspresi wajah teman dan lebih mudah memahami perasaannya. Contohnya, saat guru memanggil nama kita, kita melihat ke mata guru.
Kontak mata membantu kita berkomunikasi lebih baik. Bayangkan jika temanmu berbicara tapi kamu melihat ke lantai, temanmu mungkin berpikir kamu tidak mendengarkan. Dengan melihat mata teman, kita menunjukkan bahwa kita memperhatikan. Ini juga membantu kita membaca isyarat non-verbal, seperti senyuman atau kerutan dahi, yang memberi tahu kita perasaan teman kita. Kontak mata membuat interaksi menjadi lebih menyenangkan dan saling memahami.
Atensi bersama adalah ketika kita dan teman kita sama-sama melihat dan fokus pada objek atau aktivitas yang sama. Misalnya, jika guru menunjuk bola, dan kita juga melihat bola itu, berarti kita punya atensi bersama pada bola. Ini penting agar kita bisa bermain bersama atau belajar hal yang sama. Atensi bersama membuat kita tahu apa yang sedang diminati teman kita.
Atensi bersama membantu kita berbagi pengalaman dan minat. Ketika kita dan teman kita melihat objek yang sama, kita bisa berbicara tentang objek itu, bermain dengannya, atau belajar sesuatu yang baru. Ini membangun ikatan pertemanan dan membuat kita merasa terhubung. Tanpa atensi bersama, mungkin sulit untuk bermain 'petak umpet' atau berbagi cerita tentang mainan baru. Atensi bersama juga membantu kita memahami instruksi guru.
Kita bisa melatih kontak mata dengan beberapa cara sederhana. Pertama, saat nama kita dipanggil, coba lihat mata orang yang memanggil. Kedua, saat berbicara dengan seseorang, sesekali lihat matanya selama beberapa detik, lalu boleh melihat ke tempat lain sebentar, lalu kembali lagi ke mata. Kita bisa berlatih dengan cermin, melihat mata kita sendiri, atau bermain 'Saling Pandang' dengan teman atau keluarga. Ingat, tidak perlu terus-menerus menatap, cukup beberapa detik saja.
Untuk melatih atensi bersama, kita bisa mulai dengan mengikuti arah pandang orang lain. Jika teman menunjuk sesuatu, coba lihat ke arah yang ditunjuk. Lalu, kita juga bisa menunjuk objek yang kita minati dan melihat apakah teman kita mengikuti pandangan kita. Bermain 'Ikuti Pandanganku' atau 'Tebak Aku Lihat Apa' sangat membantu. Ini akan membuat kita lebih mudah memahami apa yang sedang terjadi di sekitar kita dan apa yang teman kita rasakan.
Setelah kita belajar, mari kita coba terapkan dalam kegiatan sehari-hari. Saat makan bersama keluarga, coba lihat mata orang tua saat mereka berbicara. Saat bermain dengan teman, perhatikan ke mana temanmu melihat dan coba tunjukkan apa yang kamu lihat. Saat di kelas, dengarkan dan lihat ke guru saat guru menjelaskan pelajaran. Dengan berlatih setiap hari, kontak mata dan atensi bersama akan menjadi lebih mudah dan alami, membuat interaksi kita semakin menyenangkan dan bermakna.
Rangkuman: Kontak mata adalah melihat mata teman saat berbicara, menunjukkan kita mendengarkan dan peduli. Atensi bersama adalah ketika kita dan teman sama-sama fokus pada objek atau kegiatan yang sama. Keduanya sangat penting untuk komunikasi yang baik, memahami perasaan orang lain, dan berbagi kesenangan. Kita bisa melatihnya dengan melihat mata saat dipanggil atau mengikuti arah pandang teman. Berlatih kontak mata dan atensi bersama akan membuat kita lebih mudah berteman dan berinteraksi dengan gembira.
Tujuan: Melatih peserta didik untuk mengikuti arah pandang dan menunjuk objek yang menjadi fokus atensi bersama.
Alat & bahan: Gambar-gambar benda, kartu ekspresi wajah, pulpen/spidol, lembar kerja
| Kontak Mata | Melihat ke mata orang lain saat berinteraksi. |
| Atensi Bersama | Fokus pada objek atau aktivitas yang sama dengan orang lain. |
| Interaksi Sosial | Cara kita bergaul dan berbicara dengan orang lain. |
| Ekspresi Wajah | Perubahan bentuk wajah yang menunjukkan perasaan. |
| Non-verbal | Komunikasi tanpa kata-kata, seperti bahasa tubuh atau ekspresi. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.