Modul Ajar & RPP Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku Kelas IV
Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku |
| Fase / Kelas | B / IV |
| Materi Pokok | Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) + Praktik Langsung |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik dapat menunjukkan kesadaran minimal terhadap kehadiran orang lain di sekitarnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kontak mata adalah melihat mata orang lain saat berbicara atau berinteraksi, dan atensi bersama adalah fokus pada objek atau aktivitas yang sama dengan orang lain. |
| Konseptual | Kontak mata dan atensi bersama adalah fondasi penting untuk membangun komunikasi efektif dan interaksi sosial yang bermakna. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara mengarahkan pandangan ke mata lawan bicara dan mengikuti arah pandang orang lain ke suatu objek. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya kontak mata dan atensi bersama dalam memahami dan dipahami oleh orang lain. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu menunjukkan kontak mata dengan teman atau guru selama 3-5 detik saat dipanggil namanya.
- Peserta didik mampu mengikuti arah pandang guru atau teman ke suatu objek atau gambar.
- Peserta didik mampu menunjuk objek yang sedang menjadi fokus perhatian bersama.
- Peserta didik mampu merespons ajakan interaksi yang melibatkan kontak mata dan atensi bersama.
- Peserta didik mampu bermain peran sederhana yang membutuhkan kontak mata dan atensi bersama.
Pemahaman bermakna: Kontak mata dan atensi bersama membantu kita memahami apa yang dirasakan dan maksud orang lain, serta membuat orang lain tahu kita mendengarkan dan peduli.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa tahu apa yang teman kita inginkan tanpa dia bicara?"
| Praktik Pedagogis | Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) + Praktik Langsung |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menggunakan kontak mata saat bercerita atau mendengarkan cerita teman. Seni Budaya: Menggambar ekspresi wajah yang menunjukkan kontak mata dan membuat cerita bergambar. Pendidikan Jasmani: Menggunakan atensi bersama dan kontak mata saat bermain permainan kelompok sederhana. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung dengan melatih kontak mata dan atensi bersama saat berinteraksi di rumah melalui permainan sederhana atau saat membaca buku bersama. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata dengan minim gangguan visual, menyediakan area tenang, dan dilengkapi dengan gambar-gambar ekspresi wajah serta objek-objek menarik untuk latihan atensi bersama. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi atau video pendek interaktif di tablet yang menunjukkan contoh kontak mata dan atensi bersama dalam situasi sosial yang relevan untuk peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Pembelajaran Langsung dan Permainan |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik mampu menunjukkan kontak mata dengan teman atau guru selama 3-5 detik saat dipanggil namanya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa peserta didik dengan ramah, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru menunjukkan gambar orang yang sedang saling menatap dan bertanya 'Apa yang mereka lakukan?' untuk membangkitkan rasa ingin tahu, lalu menyampaikan tujuan belajar hari ini tentang melihat mata teman saat berbicara dan bermain. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan pentingnya kontak mata menggunakan boneka atau gambar ekspresi wajah, kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Lihat Mataku' sambil menunjuk mata mereka sendiri dan mata guru. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak bermain 'Saling Pandang' berpasangan, di mana mereka mencoba mempertahankan kontak mata dengan teman selama 3-5 detik sambil guru membimbing dan memberikan contoh. Guru memberikan umpan balik positif secara langsung. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik dan guru berdiskusi singkat tentang pengalaman bermain 'Saling Pandang', apa yang dirasakan saat melihat mata teman, dan mengapa penting untuk saling melihat mata. Guru menguatkan pemahaman dengan menunjukkan gambar-gambar situasi yang membutuhkan kontak mata. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan kembali pentingnya melihat mata saat berbicara. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk berlatih di rumah. Doa penutup dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dan Simulasi |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik mampu mengikuti arah pandang guru atau teman ke suatu objek atau gambar dan menunjuk objek yang sedang menjadi fokus perhatian bersama. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik melakukan gerakan peregangan ringan. Guru mengulas kembali materi sebelumnya tentang kontak mata dan bertanya, 'Bagaimana kalau kita ingin teman melihat apa yang kita lihat?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk belajar mengikuti arah pandang orang lain dan menunjukkan objek yang sama. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Guru menunjukkan sebuah masalah: 'Bayangkan temanmu ingin menunjukkan sesuatu yang menarik, tapi kamu tidak tahu ke mana dia melihat.' Guru mendemonstrasikan cara mengikuti arah pandang dengan menunjuk objek di kelas dan meminta peserta didik mengikuti pandangannya, lalu menjelaskan konsep atensi bersama. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik bermain 'Ikuti Pandanganku' dalam kelompok kecil. Satu peserta didik menunjuk objek, yang lain mencoba mengikuti arah pandang dan menunjuk objek yang sama. Guru memberikan bimbingan individual dan dukungan visual seperti panah arah pandang. Dilanjutkan dengan permainan 'Tebak Aku Lihat Apa?' menggunakan kartu gambar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil tebakannya dan menceritakan pengalaman mengikuti pandangan teman. Guru memberikan umpan balik positif, mengoreksi jika ada kesalahan, dan menguatkan bahwa mengikuti pandangan membantu kita memahami apa yang penting bagi orang lain. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan manfaat mengikuti arah pandang dan menunjuk objek yang sama. Guru memberikan apresiasi, motivasi untuk terus berlatih, dan memberikan tugas kecil berupa mengamati arah pandang orang di rumah. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Melatih peserta didik untuk mengikuti arah pandang dan menunjuk objek yang menjadi fokus atensi bersama.
Alat & bahan: Gambar-gambar benda, kartu ekspresi wajah, pulpen/spidol, lembar kerja
Langkah kerja:
- Amati gambar di lembar kerja.
- Lihat arah panah atau mata pada gambar.
- Lingkari benda yang menjadi fokus pandangan.
- Tunjuk benda tersebut dengan jari Anda.
- Ceritakan kepada guru apa yang Anda lihat.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Saat guru memanggil nama, apakah peserta didik menoleh?
- Apakah peserta didik melihat ke arah guru saat guru berbicara?
- Apakah peserta didik menunjukkan minat pada objek yang ditunjuk guru?
- Bisakah peserta didik mengikuti arah pandang guru ke suatu objek di kelas?
Formatif (proses): Observasi langsung saat peserta didik berinteraksi dalam permainan dan aktivitas kelompok, mencatat frekuensi dan durasi kontak mata serta kemampuan mengikuti atensi bersama.
Sumatif (akhir): Penilaian performa saat bermain peran dan presentasi cerita bergambar, mengukur kemampuan menunjukkan kontak mata dan atensi bersama secara terintegrasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menunjukkan kontak mata dengan teman/guru saat dipanggil. | Pengenalan kontak mata melalui permainan. | 2 JP | komunikasi |
| 2 | Mengikuti arah pandang dan menunjuk objek atensi bersama. | Latihan mengikuti arah pandang dan atensi bersama. | 2 JP | kolaborasi |
| 3 | Merenspons ajakan interaksi dan bermain peran dengan kontak mata/atensi bersama. | Praktik kontak mata dan atensi bersama dalam interaksi/bermain peran. | 2 JP | komunikasi, kolaborasi |
Kontak mata dan atensi bersama adalah seperti kunci ajaib untuk memahami teman dan membuat teman memahami kita. Ketika kita melihat mata seseorang saat berbicara, itu menunjukkan bahwa kita mendengarkan. Dan ketika kita melihat ke arah yang sama dengan teman, kita bisa berbagi kesenangan dan minat yang sama. Mari kita belajar cara menggunakan kunci ajaib ini agar kita bisa lebih mudah berteman dan bermain bersama!
1. Apa Itu Kontak Mata?
Kontak mata adalah saat kita melihat ke mata orang lain ketika mereka berbicara kepada kita atau kita berbicara kepada mereka. Ini seperti menyapa mata teman! Kontak mata sangat penting karena menunjukkan bahwa kita peduli dan mendengarkan. Ketika kita melakukan kontak mata, kita bisa melihat ekspresi wajah teman dan lebih mudah memahami perasaannya. Contohnya, saat guru memanggil nama kita, kita melihat ke mata guru.
2. Mengapa Kontak Mata Penting?
Kontak mata membantu kita berkomunikasi lebih baik. Bayangkan jika temanmu berbicara tapi kamu melihat ke lantai, temanmu mungkin berpikir kamu tidak mendengarkan. Dengan melihat mata teman, kita menunjukkan bahwa kita memperhatikan. Ini juga membantu kita membaca isyarat non-verbal, seperti senyuman atau kerutan dahi, yang memberi tahu kita perasaan teman kita. Kontak mata membuat interaksi menjadi lebih menyenangkan dan saling memahami.
3. Apa Itu Atensi Bersama?
Atensi bersama adalah ketika kita dan teman kita sama-sama melihat dan fokus pada objek atau aktivitas yang sama. Misalnya, jika guru menunjuk bola, dan kita juga melihat bola itu, berarti kita punya atensi bersama pada bola. Ini penting agar kita bisa bermain bersama atau belajar hal yang sama. Atensi bersama membuat kita tahu apa yang sedang diminati teman kita.
4. Mengapa Atensi Bersama Penting?
Atensi bersama membantu kita berbagi pengalaman dan minat. Ketika kita dan teman kita melihat objek yang sama, kita bisa berbicara tentang objek itu, bermain dengannya, atau belajar sesuatu yang baru. Ini membangun ikatan pertemanan dan membuat kita merasa terhubung. Tanpa atensi bersama, mungkin sulit untuk bermain 'petak umpet' atau berbagi cerita tentang mainan baru. Atensi bersama juga membantu kita memahami instruksi guru.
5. Cara Melatih Kontak Mata
Kita bisa melatih kontak mata dengan beberapa cara sederhana. Pertama, saat nama kita dipanggil, coba lihat mata orang yang memanggil. Kedua, saat berbicara dengan seseorang, sesekali lihat matanya selama beberapa detik, lalu boleh melihat ke tempat lain sebentar, lalu kembali lagi ke mata. Kita bisa berlatih dengan cermin, melihat mata kita sendiri, atau bermain 'Saling Pandang' dengan teman atau keluarga. Ingat, tidak perlu terus-menerus menatap, cukup beberapa detik saja.
6. Cara Melatih Atensi Bersama
Untuk melatih atensi bersama, kita bisa mulai dengan mengikuti arah pandang orang lain. Jika teman menunjuk sesuatu, coba lihat ke arah yang ditunjuk. Lalu, kita juga bisa menunjuk objek yang kita minati dan melihat apakah teman kita mengikuti pandangan kita. Bermain 'Ikuti Pandanganku' atau 'Tebak Aku Lihat Apa' sangat membantu. Ini akan membuat kita lebih mudah memahami apa yang sedang terjadi di sekitar kita dan apa yang teman kita rasakan.
7. Menerapkan Kontak Mata dan Atensi Bersama dalam Keseharian
Setelah kita belajar, mari kita coba terapkan dalam kegiatan sehari-hari. Saat makan bersama keluarga, coba lihat mata orang tua saat mereka berbicara. Saat bermain dengan teman, perhatikan ke mana temanmu melihat dan coba tunjukkan apa yang kamu lihat. Saat di kelas, dengarkan dan lihat ke guru saat guru menjelaskan pelajaran. Dengan berlatih setiap hari, kontak mata dan atensi bersama akan menjadi lebih mudah dan alami, membuat interaksi kita semakin menyenangkan dan bermakna.
Rangkuman: Kontak mata adalah melihat mata teman saat berbicara, menunjukkan kita mendengarkan dan peduli. Atensi bersama adalah ketika kita dan teman sama-sama fokus pada objek atau kegiatan yang sama. Keduanya sangat penting untuk komunikasi yang baik, memahami perasaan orang lain, dan berbagi kesenangan. Kita bisa melatihnya dengan melihat mata saat dipanggil atau mengikuti arah pandang teman. Berlatih kontak mata dan atensi bersama akan membuat kita lebih mudah berteman dan berinteraksi dengan gembira.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kontak Mata | Melihat ke mata orang lain saat berinteraksi. |
| Atensi Bersama | Fokus pada objek atau aktivitas yang sama dengan orang lain. |
| Interaksi Sosial | Cara kita bergaul dan berbicara dengan orang lain. |
| Ekspresi Wajah | Perubahan bentuk wajah yang menunjukkan perasaan. |
| Non-verbal | Komunikasi tanpa kata-kata, seperti bahasa tubuh atau ekspresi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis" mata pelajaran Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku Kelas IV ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku Kelas IV Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Bermain Bersama Teman SebayaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengelola Emosi dan PerilakuBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRutinitas dan Transisi AntarkegiatanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKeterampilan Sosial di Tempat UmumBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku di kelas lain
Komunikasi Ekspresif dengan Kata dan Gambar — TunagrahitaPengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku Kelas II SDLBLihat semua Modul Ajar Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku Kelas IV →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas 4 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IV dan kelas 4 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis pada Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku SDLB, Fase B.
Modul Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis untuk Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas IV.
Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku materi Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis ini gratis?
Ya. Modul Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis untuk kelas IV SDLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas IV ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis dapat Anda sesuaikan dengan murid Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas IV di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas IV ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase B untuk kelas IV SDLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis untuk Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas IV di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas IV SDLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku kelas IV berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku ini cocok untuk SDLB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SDLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kontak Mata dan Atensi Bersama — Autis disusun untuk SDLB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.