Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X
Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang cara kerja komputer dan logika sederhana dalam menyelesaikan tugas. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Berpikir komputasional diterapkan dalam berbagai konteks nyata, seperti saat merencanakan rute perjalanan atau mengelola jadwal harian secara efisien. |
| Konseptual | Konsep inti berpikir komputasional meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma sebagai pendekatan sistematis untuk memecahkan masalah. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar tahapan menerapkan dekomposisi masalah, mengidentifikasi pola, membuat abstraksi, dan merancang algoritma untuk menyelesaikan masalah kompleks. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana berpikir sistematis dan logis dapat membantu mereka tidak hanya dalam koding tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu menjelaskan empat pilar berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) dengan contoh konkret.
- Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen-komponen masalah kompleks menggunakan teknik dekomposisi.
- Peserta didik mampu menemukan pola-pola yang berulang dalam serangkaian data atau masalah.
- Peserta didik mampu merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah yang diberikan.
- Peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari.
- Peserta didik mampu mempresentasikan solusi masalah menggunakan pendekatan berpikir komputasional.
Pemahaman bermakna: Berpikir komputasional adalah keterampilan esensial untuk memecahkan masalah secara efektif dan efisien, baik dalam konteks teknologi maupun kehidupan sehari-hari, dengan pendekatan yang terstruktur dan logis.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memecahkan masalah yang besar dan rumit menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola?"
| Praktik Pedagogis | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Penerapan logika, barisan dan deret, serta pemodelan masalah dalam perancangan algoritma. Bahasa Indonesia: Kemampuan menyusun argumen logis dan menjelaskan langkah-langkah penyelesaian masalah secara terstruktur. Sosiologi: Analisis masalah sosial dan merancang solusi berbasis komputasional untuk isu-isu komunitas. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana berpikir komputasional dapat membantu anak dalam mengatur jadwal belajar atau memecahkan masalah sehari-hari di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur dengan meja kelompok yang fleksibel untuk diskusi, dilengkapi dengan papan tulis interaktif atau proyektor, serta akses ke area diskusi terbuka untuk brainstorming. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi daring seperti Miro atau Jamboard untuk kolaborasi dalam dekomposisi masalah dan perancangan algoritma, serta situs web penyedia contoh kasus berpikir komputasional. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik mampu menjelaskan empat pilar berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) dengan contoh konkret. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan meminta peserta didik menceritakan pengalaman memecahkan masalah sederhana, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi studi kasus sederhana (misalnya, membuat resep masakan atau merencanakan perjalanan) dan mengidentifikasi bagaimana mereka secara intuitif menerapkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma dalam proses tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menganalisis studi kasus yang berbeda, mengidentifikasi pilar-pilar berpikir komputasional yang relevan, dan mencatat temuan mereka dalam lembar kerja kelompok yang telah disediakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka, kelompok lain memberikan umpan balik, dan guru menguatkan pemahaman konsep pilar-pilar berpikir komputasional dengan mengaitkannya pada contoh nyata dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru bersama menyimpulkan empat pilar berpikir komputasional, peserta didik diajak merefleksikan manfaatnya, guru memberikan apresiasi atas kerja keras hari ini, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dengan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen-komponen masalah kompleks menggunakan teknik dekomposisi dan mampu menemukan pola-pola yang berulang dalam serangkaian data atau masalah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas kembali pilar berpikir komputasional, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yang berfokus pada dekomposisi dan pengenalan pola, serta memberikan tantangan masalah awal. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menerima skenario masalah yang lebih kompleks (misalnya, mengelola antrean di kantin sekolah atau mengatur jadwal ekstrakurikuler) dan secara individu mulai mencoba menguraikan masalah tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik berkolaborasi untuk menerapkan teknik dekomposisi pada skenario masalah, mengidentifikasi sub-masalah, dan mencari pola-pola yang mungkin muncul dalam data atau proses yang ada, kemudian mencatatnya di LKPD. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi dan pola yang ditemukan, kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan, guru memberikan penguatan tentang pentingnya dekomposisi dan pengenalan pola dalam pemecahan masalah, serta mengapresiasi kerja sama kelompok. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya dekomposisi dan pengenalan pola, peserta didik diajak merefleksikan kesulitan dan keberhasilan mereka, guru memberikan apresiasi, dan memberikan tugas singkat untuk mengamati pola di lingkungan sekitar sebagai persiapan pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi masalah, mendekomposisi, mencari pola, dan merancang solusi algoritmik.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, sticky notes, studi kasus tercetak
Langkah kerja:
- Baca dan pahami studi kasus masalah yang diberikan secara seksama.
- Dekomposisikan masalah menjadi sub-masalah yang lebih kecil dan identifikasi input serta output yang diharapkan.
- Cari dan catat pola-pola yang mungkin muncul dalam data atau proses terkait masalah.
- Rancang algoritma sederhana (dalam bentuk pseudocode atau diagram alir) untuk menyelesaikan sub-masalah.
- Diskusikan hasil dengan kelompok dan siapkan presentasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda pahami tentang kata 'masalah'?
- Bagaimana cara Anda biasanya menyelesaikan masalah yang rumit?
- Pernahkah Anda memecah tugas besar menjadi bagian-bagian kecil? Berikan contohnya!
- Menurut Anda, apa hubungan antara berpikir dan komputer?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan dekomposisi masalah, identifikasi pola, dan perancangan algoritma.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi solusi masalah dan hasil LKPD yang mencakup semua pilar berpikir komputasional.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan empat pilar berpikir komputasional | Pilar-pilar Berpikir Komputasional | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi dekomposisi dan pola dalam masalah | Dekomposisi Masalah dan Pengenalan Pola | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Merancang algoritma dan menerapkan abstraksi | Abstraksi dan Perancangan Algoritma | 2 JP | Kreativitas, Penalaran Kritis |
Berpikir komputasional adalah kerangka kerja berpikir yang memungkinkan kita memecahkan masalah secara sistematis, seperti yang dilakukan oleh ilmuwan komputer. Keterampilan ini tidak hanya relevan untuk pemrograman, tetapi juga sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi tantangan kompleks dengan lebih terstruktur dan efisien. Mari kita pelajari bagaimana menerapkan pola pikir ini.
1. Pengantar Berpikir Komputasional
Berpikir Komputasional (BK) bukan hanya tentang berpikir seperti komputer, melainkan tentang menggunakan cara berpikir yang digunakan oleh ilmuwan komputer untuk memecahkan masalah. Ini adalah keterampilan pemecahan masalah yang kuat, yang melibatkan serangkaian alat dan teknik. BK membantu kita merumuskan masalah, memahami data, dan merancang solusi yang dapat diimplementasikan, baik oleh manusia maupun komputer. Keterampilan ini penting di era digital karena memungkinkan individu untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pemecah masalah yang inovatif.
2. Dekomposisi: Memecah Masalah
Dekomposisi adalah proses memecah masalah yang besar dan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Setiap bagian yang lebih kecil dapat diselesaikan secara terpisah, dan kemudian digabungkan kembali untuk menyelesaikan masalah aslinya. Misalnya, merencanakan pesta ulang tahun bisa didekomposisi menjadi sub-masalah seperti membuat daftar tamu, memilih lokasi, menyiapkan makanan, dan mengatur hiburan. Setiap sub-masalah ini kemudian dapat ditangani secara individual, membuat tugas keseluruhan menjadi tidak terlalu menakutkan dan lebih terorganisir.
3. Pengenalan Pola: Mencari Kesamaan
Pengenalan pola melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi kesamaan, tren, atau keteraturan dalam data atau masalah. Setelah masalah didekomposisi, kita dapat mencari pola dalam sub-masalah yang berbeda atau dalam data yang terkait. Mengidentifikasi pola membantu kita membuat prediksi dan mengembangkan solusi yang lebih umum dan efisien. Contohnya, saat menyusun jadwal pelajaran, kita mungkin menemukan pola bahwa beberapa mata pelajaran selalu membutuhkan ruang khusus atau guru tertentu, yang kemudian dapat diterapkan untuk optimasi jadwal.
4. Abstraksi: Fokus pada Hal Penting
Abstraksi adalah proses menyembunyikan detail yang tidak perlu dan hanya berfokus pada informasi yang relevan untuk menyelesaikan masalah. Ini membantu kita menyederhanakan masalah dengan mengabaikan aspek-aspek yang tidak penting, sehingga kita dapat melihat gambaran besar. Dalam merancang aplikasi navigasi, abstraksi berarti kita tidak perlu tahu detail teknis mesin mobil, tetapi cukup tahu tujuan, rute, dan kondisi lalu lintas. Dengan abstraksi, kita dapat menciptakan model yang lebih sederhana dan fokus pada inti solusi.
5. Algoritma: Merancang Langkah-langkah
Algoritma adalah serangkaian instruksi langkah-demi-langkah yang jelas dan terstruktur untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai tujuan tertentu. Setelah masalah didekomposisi, pola diidentifikasi, dan detail tidak penting diabstraksikan, kita dapat merancang algoritma. Algoritma harus spesifik, berurutan, dan menghasilkan output yang diinginkan dari input yang diberikan. Contoh algoritma sederhana adalah resep masakan, di mana setiap langkah harus diikuti secara berurutan untuk menghasilkan hidangan yang diinginkan. Dalam koding, algoritma adalah inti dari setiap program komputer.
6. Penerapan Berpikir Komputasional dalam Kehidupan Sehari-hari
Berpikir komputasional tidak hanya relevan dalam dunia pemrograman, tetapi juga sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita merencanakan anggaran bulanan, kita mendekomposisi pengeluaran, mencari pola dalam kebiasaan belanja, mengabstraksi detail kecil yang tidak penting, dan merancang algoritma untuk mengelola keuangan. Begitu pula saat mencari barang hilang, kita secara tidak sadar menggunakan dekomposisi (mencari di area tertentu), pengenalan pola (mengingat di mana terakhir kali melihat), dan algoritma (langkah-langkah sistematis pencarian). Keterampilan ini memberdayakan kita untuk menjadi pemecah masalah yang lebih efektif di berbagai konteks.
Rangkuman: Berpikir komputasional adalah pendekatan sistematis untuk memecahkan masalah menggunakan empat pilar utama: dekomposisi (memecah masalah), pengenalan pola (mencari kesamaan), abstraksi (fokus pada hal penting), dan algoritma (merancang langkah-langkah). Keterampilan ini esensial untuk memecahkan masalah kompleks secara efisien, tidak hanya dalam koding tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, membekali kita dengan pola pikir logis dan terstruktur.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Dekomposisi | Proses memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. |
| Pengenalan Pola | Kemampuan mengidentifikasi kesamaan atau tren dalam data atau masalah. |
| Abstraksi | Proses menyembunyikan detail yang tidak perlu dan fokus pada informasi penting. |
| Algoritma | Serangkaian instruksi langkah-demi-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. |
| Pseudocode | Deskripsi algoritma yang menggunakan kombinasi bahasa alami dan struktur pemrograman. |
| Diagram Alir | Representasi visual dari algoritma atau proses menggunakan simbol-simbol grafis. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 3 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Integrasi Prompt Engineering dan Design Thinking pada Kecerdasan ArtifisialBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKreativitas dan Etika Produksi Konten Media SosialBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengelolaan Informasi DigitalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah pada Koding dan Kecerdasan Artifisial SMA, Fase E.
Modul Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial materi Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah ini gratis?
Ya. Modul Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Berpikir Komputasional untuk Pemecahan Masalah yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Koding dan Kecerdasan Artifisial MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.