tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMAPraktik Ibadah › Manasik Haji
SMA · Kelas XI · Fase F

Modul Ajar Praktik Ibadah Kelas XI
Manasik Haji

Modul ajar Praktik Ibadah SMA kelas XI materi Manasik Haji lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah No. 221/SK/I.4/F/2024 tentang Kurikulum ISMUBA 2024 Holistik-Integratif. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Praktik Ibadah kelas XI materi Manasik Haji
Ringkasan: Manasik haji adalah serangkaian tata cara ibadah haji yang meliputi ihram, wukuf, tawaf, sa'i, dan melontar jumrah, yang wajib dilaksanakan bagi yang mampu. Terdapat tiga jenis haji: ifrad, tamattu', dan qiran, masing-masing dengan ketentuan berbeda. Memahami rukun, wajib, sunah, dan larangan haji sangat penting untuk mencapai haji yang mabrur. Haji bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan spiritual yang menanamkan nilai tauhid, kesabaran, persatuan, dan keikhlasan, sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + Praktik SimulasiDimensi: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPraktik Ibadah · Manasik Haji · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu menganalisis dan mempraktikkan ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah sesuai tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang mendalam tentang hikmah dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud pengamalan Islam Berkemajuan.

Acuan: SK Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah No. 221/SK/I.4/F/2024 tentang Kurikulum ISMUBA 2024 Holistik-Integratif

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang rukun Islam kelima dan beberapa tata cara ibadah haji secara umum.

Pemahaman bermakna: Manasik haji bukan hanya serangkaian ritual fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan persatuan umat, yang bila dipahami dengan benar akan membentuk pribadi Muslim yang lebih berintegritas dan bertaqwa.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa merasakan pengalaman spiritual dan memahami makna mendalam dari setiap tahapan ibadah haji, meskipun kita belum berkesempatan melaksanakannya di tanah suci?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi pengertian dan dasar hukum ibadah haji dan umrah sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah serta HPT Muhammadiyah, serta menganalisis jenis-jenis haji (ifrad, tamattu', qiran) dan ketentuan pelaksanaannya.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa bersama. Dilanjutkan dengan presensi dan menanyakan kabar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang dasar-dasar haji dan umrah serta jenis-jenisnya, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik: 'Mengapa ibadah haji disebut sebagai puncak dari ibadah dalam Islam?'.

Memahami: Peserta didik dibentuk kelompok, kemudian setiap kelompok diberikan lembar kerja yang berisi dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis tentang haji dan umrah (misal: QS. Ali Imran: 97, HR. Bukhari Muslim tentang rukun Islam). Mereka diminta mengidentifikasi pengertian dan dasar hukum, serta mencari informasi tentang jenis-jenis haji (ifrad, tamattu', qiran) dari berbagai sumber (buku ISMUBA, internet).

Mengaplikasi: Setiap kelompok menganalisis informasi yang ditemukan, kemudian berdiskusi untuk menyusun rangkuman tentang perbedaan jenis-jenis haji dan ketentuan pelaksanaannya. Mereka juga diminta untuk mengaitkan dalil-dalil yang ditemukan dengan tuntunan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat, serta menekankan relevansi ibadah haji sebagai pemersatu umat dan manifestasi tauhid.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting materi hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tugas mandiri untuk mempelajari rukun, wajib, sunah, dan larangan haji sebagai persiapan pertemuan berikutnya, ditutup dengan doa.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menjelaskan rukun, wajib, sunah, dan larangan dalam ibadah haji dan umrah, serta mendemonstrasikan tata cara pelaksanaan manasik haji dan umrah secara berurutan dan benar melalui simulasi.

Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Guru menyajikan sebuah studi kasus singkat: 'Seorang jamaah haji kebingungan tentang perbedaan antara rukun dan wajib haji, serta apa konsekuensi jika salah satunya tidak terpenuhi. Bagaimana kita bisa membantunya?'.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus tersebut. Mereka berdiskusi untuk mengidentifikasi rukun, wajib, sunah, dan larangan haji dan umrah berdasarkan sumber yang telah dipelajari. Mereka juga mencari tahu konsekuensi jika ada rukun atau wajib yang ditinggalkan.

Mengaplikasi: Masing-masing kelompok mulai merancang skenario simulasi manasik haji dan umrah secara sederhana. Mereka menentukan 'peran' dan 'lokasi' simulasi (misal: satu sudut kelas sebagai Ka'bah, sudut lain sebagai Shafa-Marwah). Guru membimbing dalam penyusunan alur simulasi yang benar sesuai HPT Muhammadiyah.

Merefleksi: Beberapa kelompok secara bergantian mendemonstrasikan sebagian kecil dari simulasi manasik haji (misal: tata cara ihram dan tawaf). Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan melengkapi penjelasan tentang detail rukun, wajib, sunah, dan larangan haji.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya memahami detail manasik haji. Guru memberikan apresiasi dan menugaskan setiap kelompok untuk menyempurnakan rancangan simulasi manasik haji dan umrah secara lengkap untuk dipresentasikan pada pertemuan berikutnya sebagai proyek akhir. Pembelajaran ditutup dengan doa.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Simulasi

Tujuan: Menyimpulkan hikmah dan nilai-nilai filosofis di balik setiap tahapan manasik haji dan umrah, serta merancang dan menyajikan proyek simulasi manasik haji dan umrah secara berkelompok.

Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran, presensi, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru memotivasi peserta didik untuk menampilkan proyek simulasi manasik haji terbaik mereka hari ini, menekankan bahwa ini adalah kesempatan untuk menginternalisasi nilai-nilai haji. Guru mengingatkan tujuan pembelajaran yaitu menyajikan proyek dan menyimpulkan hikmah haji.

Memahami: Setiap kelompok menyiapkan 'area' simulasi mereka dan memastikan semua 'perlengkapan' (misal: kain ihram, miniatur Ka'bah jika ada) siap. Mereka melakukan gladi bersih singkat di kelompok masing-masing sebelum presentasi di depan kelas.

Mengaplikasi: Setiap kelompok secara bergiliran menyajikan proyek simulasi manasik haji dan umrah secara lengkap di depan kelas. Anggota kelompok lain berperan sebagai 'jamaah' dan 'pengamat'. Setelah simulasi, kelompok penyaji menjelaskan hikmah dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap tahapan yang mereka demonstrasikan.

Merefleksi: Setelah setiap presentasi, peserta didik lain memberikan pertanyaan, tanggapan, dan masukan konstruktif. Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap performa simulasi, ketepatan tata cara, serta kedalaman pemahaman hikmah haji. Guru juga mengaitkan nilai-nilai haji dengan semangat Islam Berkemajuan dan Profil Pelajar Berkemajuan.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman dan refleksi mendalam tentang seluruh rangkaian materi manasik haji, termasuk hikmah persatuan umat, kesetaraan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik. Guru menutup dengan doa dan pesan agar nilai-nilai haji dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4 Asesmen

Proses (formatif): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan ketepatan LKPD, serta demonstrasi awal simulasi manasik haji.

Akhir (sumatif): Asesmen sumatif dilakukan melalui penilaian proyek simulasi manasik haji dan umrah serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan hikmah.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi pengertian, dasar hukum, dan jenis haji/umrah.Pengertian, dasar hukum haji dan umrah (Al-Qur'an, As-Sunnah, HPT Muhammadiyah), jenis-jenis haji (ifrad, tamattu', qiran).2 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
Menjelaskan rukun, wajib, sunah, larangan haji/umrah dan mendemonstrasikan tata cara manasik.Rukun, wajib, sunah, larangan haji dan umrah; tata cara manasik haji/umrah.2 JPkeimanan dan ketakwaan, kolaborasi
Menyimpulkan hikmah dan merancang proyek simulasi manasik haji.Hikmah ibadah haji/umrah, nilai-nilai filosofis, presentasi proyek simulasi.2 JPkeimanan dan ketakwaan, kolaborasi, penalaran kritis

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi setiap Muslim yang mampu. Haji adalah perjalanan spiritual yang agung, menggabungkan dimensi fisik dan batin. Modul ini akan membimbing Anda memahami Manasik Haji secara komprehensif, mulai dari dasar hukum, tata cara pelaksanaan, hingga hikmah di baliknya, sesuai tuntunan Islam Berkemajuan.

Pengertian dan Dasar Hukum Haji serta Umrah

Haji secara bahasa berarti menyengaja atau menuju. Menurut syara', haji adalah menyengaja berkunjung ke Baitullah (Ka'bah) di Makkah untuk melakukan serangkaian ibadah tertentu pada waktu tertentu dengan syarat-syarat tertentu. Umrah adalah menziarahi Ka'bah untuk beribadah dengan syarat-syarat tertentu tanpa dibatasi waktu. Kewajiban haji dan umrah termaktub dalam Al-Qur'an, seperti firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 97: وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ '… dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.' Sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, haji adalah wajib bagi yang mampu.

Jenis-jenis Haji

Ada tiga jenis pelaksanaan ibadah haji, yaitu: 1. Haji Ifrad: Melaksanakan haji terlebih dahulu, baru kemudian umrah. Jamaah tetap dalam keadaan ihram haji hingga tahallul akhir. 2. Haji Tamattu': Melaksanakan umrah terlebih dahulu di bulan-bulan haji, kemudian tahallul, lalu berihram lagi untuk haji pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Wajib membayar dam (denda). 3. Haji Qiran: Menggabungkan niat haji dan umrah sekaligus dalam satu ihram. Semua amalan haji dan umrah dikerjakan secara bersamaan. Wajib membayar dam. Muhammadiyah melalui HPT cenderung menganjurkan haji tamattu' karena lebih ringan bagi jamaah.

Rukun, Wajib, Sunah, dan Larangan Haji

Rukun haji adalah amalan yang jika ditinggalkan menyebabkan haji tidak sah, yaitu: ihram (niat), wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa'i, dan tahallul. Wajib haji adalah amalan yang jika ditinggalkan dapat diganti dengan dam, yaitu: ihram dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah, dan tawaf wada'. Sunah haji adalah amalan pelengkap yang berpahala jika dilakukan, seperti tawaf qudum, talbiyah, dan mencium Hajar Aswad. Larangan haji adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat ihram, seperti memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki), menutup kepala, memotong kuku, dan berhubungan suami istri.

Tata Cara Manasik Haji (Simulasi)

Manasik haji dimulai dengan ihram dari miqat (tempat yang ditentukan untuk memulai niat haji/umrah) dengan memakai pakaian ihram dan niat. Kemudian menuju Makkah untuk tawaf qudum (jika haji ifrad/qiran), lalu tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah 7 kali. Setelah itu sa'i antara Shafa dan Marwah 7 kali. Pada 8 Dzulhijjah, menuju Mina (hari Tarwiyah). 9 Dzulhijjah, wukuf di Arafah (puncak haji). Setelah magrib menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengambil kerikil. 10 Dzulhijjah, melontar jumrah aqabah, tahallul awal, dan tawaf ifadah. Hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) mabit di Mina dan melontar ketiga jumrah. Diakhiri dengan tawaf wada' (tawaf perpisahan) sebelum meninggalkan Makkah.

Hikmah dan Nilai-nilai Haji

Ibadah haji mengandung hikmah yang sangat mendalam. Pertama, manifestasi tauhid dan ketaatan total kepada Allah SWT. Kedua, melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengorbanan. Ketiga, menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan umat Islam dari berbagai penjuru dunia, tanpa memandang ras, suku, atau status sosial. Keempat, mengingatkan pada hari akhirat (padang Arafah seperti padang Mahsyar). Kelima, membersihkan dosa dan meraih kemabruran haji, yaitu haji yang diterima Allah dan tidak ada balasannya kecuali surga. Nilai-nilai ini sejalan dengan spirit Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah.

Peran Muhammadiyah dalam Bimbingan Haji

Muhammadiyah memiliki peran aktif dalam membimbing umat Islam melaksanakan ibadah haji sesuai tuntunan syariat. Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, Muhammadiyah menyusun Himpunan Putusan Tarjih (HPT) yang menjadi pedoman dalam praktik ibadah, termasuk manasik haji. Selain itu, banyak amal usaha Muhammadiyah, seperti biro perjalanan haji dan umrah, yang membantu jamaah dalam persiapan dan pelaksanaan ibadah di tanah suci, dengan mengedepankan pelayanan prima dan bimbingan yang sesuai dengan manhaj Muhammadiyah.

Rangkuman: Manasik haji adalah serangkaian tata cara ibadah haji yang meliputi ihram, wukuf, tawaf, sa'i, dan melontar jumrah, yang wajib dilaksanakan bagi yang mampu. Terdapat tiga jenis haji: ifrad, tamattu', dan qiran, masing-masing dengan ketentuan berbeda. Memahami rukun, wajib, sunah, dan larangan haji sangat penting untuk mencapai haji yang mabrur. Haji bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan spiritual yang menanamkan nilai tauhid, kesabaran, persatuan, dan keikhlasan, sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis rukun, wajib, sunah, dan larangan haji serta merancang alur simulasi manasik haji.

Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, buku sumber ISMUBA, akses internet

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
  2. Diskusikan dan identifikasi rukun, wajib, sunah, dan larangan haji serta umrah sesuai HPT Muhammadiyah.
  3. Buatlah diagram alur pelaksanaan manasik haji dan umrah secara berurutan, lengkap dengan doa-doa singkat di setiap tahapan.
  4. Rancanglah skenario simulasi manasik haji kelompok Anda, tentukan peran masing-masing anggota.
  5. Presentasikan hasil diskusi dan rancangan simulasi kelompok Anda.

8 Glosarium

IhramNiat memulai ibadah haji/umrah disertai memakai pakaian khusus.
MiqatBatas tempat atau waktu untuk memulai ihram.
TawafMengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
Sa'iBerlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
WukufBerada di padang Arafah pada 9 Dzulhijjah, rukun haji terpenting.
MabitBermalam di Muzdalifah dan Mina.
JumrahTiga tugu yang dilontar dengan kerikil di Mina.
TahallulMencukur sebagian atau seluruh rambut sebagai tanda berakhirnya ihram.
DamDenda yang wajib dibayar karena melanggar larangan atau meninggalkan wajib haji/umrah.
HPTHimpunan Putusan Tarjih, pedoman ibadah Muhammadiyah.

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Praktik Ibadah Manasik Haji ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Praktik Ibadah kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti SK Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah No. 221/SK/I.4/F/2024 tentang Kurikulum ISMUBA 2024 Holistik-Integratif.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.