Modul Ajar & RPP Bahasa Jepang Kelas X
(Aisatsu)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Jepang |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | (Aisatsu) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning, Project-Based Learning, dan Praktik Mandiri |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya berinteraksi sosial dan mungkin pernah mendengar beberapa kata sapaan dalam bahasa asing lain. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Dalam budaya Jepang, aisatsu (salam) memiliki berbagai bentuk dan digunakan sesuai situasi, seperti 'Ohayou gozaimasu' di pagi hari atau 'Konnichiwa' di siang hari. |
| Konseptual | Aisatsu berfungsi sebagai pembuka komunikasi, menunjukkan rasa hormat, dan membangun hubungan sosial yang harmonis dalam konteka budaya Jepang. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari cara mengucapkan berbagai aisatsu dengan intonasi dan gestur yang tepat, serta menggunakannya dalam skenario percakapan sehari-hari. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami konteks budaya saat menggunakan bahasa asing dan bagaimana hal tersebut memengaruhi efektivitas komunikasi. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis aisatsu dan penggunaannya dalam konteks waktu dan situasi yang berbeda.
- Peserta didik dapat melafalkan aisatsu dengan intonasi dan pelafalan yang benar sesuai standar penutur asli.
- Peserta didik dapat menggunakan aisatsu secara tepat dalam percakapan sederhana di berbagai skenario kehidupan sehari-hari.
- Peserta didik dapat membuat dialog sederhana menggunakan aisatsu dan mempraktikkannya dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai berbagai ekspresi aisatsu (salam) dalam bahasa Jepang memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi secara efektif dan santun dalam situasi sosial atau profesional yang melibatkan penutur bahasa Jepang, serta mengembangkan kepekaan budaya.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyapa seseorang yang baru pertama kali kita temui atau yang sudah akrab dengan kita, dan apakah ada perbedaan cara menyapa di berbagai budaya?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning, Project-Based Learning, dan Praktik Mandiri |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Mempelajari gestur dan etiket saat mengucapkan aisatsu yang relevan dengan budaya Jepang. Pendidikan Pancasila: Menghargai perbedaan budaya dalam berkomunikasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Bahasa Indonesia: Membandingkan struktur dan fungsi sapaan dalam bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia untuk memperkaya pemahaman linguistik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendengarkan anak melafalkan aisatsu di rumah dan memberikan dukungan moral, serta komunitas Jepang lokal (jika ada) dapat diundang untuk sesi berbagi budaya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk praktik berbicara, dilengkapi dengan proyektor untuk menampilkan video dan audio, serta sudut belajar yang dihiasi poster aisatsu. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi pembelajaran bahasa Jepang seperti Duolingo atau Memrise untuk latihan kosakata aisatsu, serta platform video seperti YouTube untuk menonton contoh percakapan asli. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis aisatsu dan penggunaannya dalam konteks waktu dan situasi yang berbeda. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik dengan 'Ohayou gozaimasu!' dan meminta mereka menebak artinya, dilanjutkan dengan doa, presensi, penyampaian tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal aisatsu, dan pertanyaan pemantik 'Kapan kita mengucapkan selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam kepada orang lain?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak menonton video singkat tentang situasi sehari-hari di Jepang yang menampilkan berbagai aisatsu. Mereka diminta untuk mencatat aisatsu yang didengar dan konteks penggunaannya, lalu mendiskusikannya dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi pola. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menerima kartu bergambar situasi (misalnya, pagi hari, bertemu teman, berpisah) dan kartu berisi aisatsu. Mereka diminta untuk mencocokkan aisatsu yang tepat dengan situasi tersebut dan membuat daftar penggunaannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pencocokan dan daftar penggunaannya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang jenis-jenis aisatsu dan fungsinya, serta memastikan pemahaman awal peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi aisatsu yang telah dipelajari, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas singkat untuk mencari contoh aisatsu lain yang belum dibahas sebagai persiapan pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik dapat melafalkan aisatsu dengan intonasi dan pelafalan yang benar sesuai standar penutur asli dan menggunakan aisatsu secara tepat dalam percakapan sederhana di berbagai skenario kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengulang aisatsu dari pertemuan sebelumnya, menanyakan hasil tugas mencari aisatsu lain, dan mengulas kembali tujuan pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pertemuan ini adalah melatih pelafalan dan penggunaan aisatsu dalam percakapan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menyimak rekaman audio penutur asli yang mengucapkan berbagai aisatsu, fokus pada intonasi dan pelafalan. Mereka berlatih menirukan secara klasikal dan berpasangan, dengan guru memberikan koreksi individual. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan membuat sebuah 'mini-dialog' sederhana (3-4 kalimat) yang menggunakan minimal 3 jenis aisatsu yang berbeda, sesuai dengan skenario yang mereka pilih (misalnya, bertemu di sekolah, di toko, atau di stasiun). Mereka berlatih melafalkan dialog tersebut dengan intonasi yang benar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Beberapa pasangan diminta untuk maju dan mempraktikkan dialog mereka di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif mengenai pelafalan, intonasi, dan kesesuaian aisatsu dengan konteks. Guru memberikan penguatan dan contoh perbaikan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik. Peserta didik diminta untuk merefleksikan kesulitan dan kemajuan mereka dalam melafalkan aisatsu. Guru memberikan motivasi untuk terus berlatih dan menyampaikan akan ada proyek kecil di pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengaplikasikan penggunaan aisatsu dalam berbagai skenario percakapan sederhana.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, kartu situasi, kartu aisatsu
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Ambillah satu set kartu situasi dan satu set kartu aisatsu yang disediakan guru.
- Diskusikan dalam kelompok untuk mencocokkan aisatsu yang paling tepat dengan setiap situasi.
- Buatlah mini-dialog singkat (minimal 4 kalimat) untuk 3 situasi yang berbeda, dengan memasukkan aisatsu yang sesuai.
- Persiapkan dialog tersebut untuk dipresentasikan di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang sapaan dalam bahasa Jepang?
- Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan 'selamat pagi'?
- Bisakah kamu mengucapkan 'terima kasih' dalam bahasa Jepang (jika tahu)?
- Menurutmu, mengapa penting untuk menyapa orang lain?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, latihan pelafalan, dan pembuatan dialog, serta umpan balik lisan.
Sumatif (akhir): Penilaian praktik role play dialog sederhana menggunakan aisatsu dengan rubrik penilaian pelafalan, intonasi, dan kesesuaian penggunaan aisatsu.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis dan penggunaan aisatsu | Pengenalan aisatsu dan konteksnya | 2 JP | Komunikasi |
| 2 | Melafalkan aisatsu dengan intonasi benar | Latihan pelafalan dan intonasi aisatsu | 2 JP | Kemandirian |
| 3 | Menggunakan aisatsu dalam percakapan sederhana | Praktik dialog dan role play aisatsu | 2 JP | Kolaborasi |
Selamat datang di modul ajar Bahasa Jepang! Kita akan memulai perjalanan menarik ini dengan mempelajari 'Aisatsu' atau salam. Aisatsu adalah kunci pertama untuk membuka percakapan dan membangun hubungan yang baik dalam budaya Jepang. Memahami aisatsu bukan hanya tentang menghafal kata, tetapi juga tentang memahami nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya. Mari kita selami bersama!
1. Pengertian dan Pentingnya Aisatsu
Aisatsu (挨拶) secara harfiah berarti 'salam' atau 'ucapan'. Dalam budaya Jepang, aisatsu lebih dari sekadar sapaan formal. Ia adalah bagian integral dari etiket sosial yang menunjukkan rasa hormat, kerendahan hati, dan keinginan untuk berinteraksi secara harmonis. Penggunaan aisatsu yang tepat dapat menciptakan kesan positif dan memperlancar komunikasi, sementara kesalahan dalam aisatsu dapat dianggap tidak sopan atau kurang menghargai. Oleh karena itu, menguasai aisatsu adalah langkah fundamental dalam belajar bahasa Jepang.
2. Aisatsu Berdasarkan Waktu
Aisatsu seringkali disesuaikan dengan waktu. Untuk pagi hari (sebelum jam 10-11 pagi), digunakan 'Ohayou gozaimasu' (おはようございます) yang berarti 'Selamat pagi'. Bentuk kasualnya adalah 'Ohayou' (おはよう). Untuk siang hari (sekitar jam 11 pagi hingga sore), digunakan 'Konnichiwa' (こんにちは) yang berarti 'Selamat siang/Halo'. Aisatsu ini bersifat umum dan bisa juga diartikan 'Halo'. Untuk malam hari (setelah matahari terbenam), digunakan 'Konbanwa' (こんばんは) yang berarti 'Selamat malam'. Penting untuk mengingat perbedaan waktu penggunaan ini.
3. Aisatsu Berdasarkan Situasi Khusus
Selain berdasarkan waktu, ada aisatsu untuk situasi khusus. Contohnya, 'Oyasumi nasai' (おやすみなさい) untuk 'Selamat tidur' (kasualnya: 'Oyasumi'). Ketika pergi, kita mengucapkan 'Ittekimasu' (いってきます) dan yang ditinggalkan menjawab 'Itterasshai' (いってらっしゃい). Ketika pulang, kita mengucapkan 'Tadaima' (ただいま) dan yang menyambut menjawab 'Okaerinasai' (おかえりなさい). Untuk berterima kasih, ada 'Arigatou gozaimasu' (ありがとうございます) dan untuk meminta maaf, 'Sumimasen' (すみません) atau 'Gomen nasai' (ごめんなさい).
4. Pelafalan dan Intonasi Aisatsu
Pelafalan yang tepat adalah kunci dalam aisatsu. Perhatikan vokal panjang dan pendek, serta konsonan ganda. Misalnya, 'Ohayou' memiliki 'ou' yang dibaca panjang. Intonasi juga penting; umumnya, aisatsu diucapkan dengan nada yang sedikit naik di akhir atau datar, menunjukkan keramahan. Hindari intonasi yang terlalu monoton atau terlalu tinggi yang bisa terdengar tidak alami. Latihlah dengan mendengarkan penutur asli dan menirukannya.
5. Etiket dan Gerakan Tubuh (Ojigi)
Aisatsu seringkali disertai dengan ojigi (お辞儀) atau membungkuk. Ada beberapa jenis ojigi: eshaku (membungkuk ringan sekitar 15 derajat) untuk sapaan kasual, keirei (membungkuk sedang sekitar 30 derajat) untuk sapaan formal, dan saikeirei (membungkuk dalam sekitar 45-70 derajat) untuk menunjukkan rasa hormat yang sangat tinggi atau permohonan maaf yang mendalam. Memahami kapan dan bagaimana melakukan ojigi adalah bagian penting dari aisatsu yang sopan.
6. Contoh Penggunaan Aisatsu dalam Percakapan
Mari kita lihat contoh sederhana. Saat bertemu teman di pagi hari: A: 'Ohayou!' B: 'Ohayou!' Saat bertemu guru di siang hari: A: 'Konnichiwa, sensei!' B: 'Konnichiwa.' Saat berpisah di malam hari: A: 'Oyasumi nasai.' B: 'Oyasumi.' Pemilihan aisatsu juga dipengaruhi oleh tingkat keakraban dan status sosial lawan bicara. Menggunakan bentuk sopan (gozaimasu, nasai) lebih aman untuk orang yang baru dikenal atau dihormati.
Rangkuman: Aisatsu adalah salam dalam bahasa Jepang yang penting untuk komunikasi dan etiket sosial. Ada berbagai jenis aisatsu yang digunakan berdasarkan waktu seperti 'Ohayou gozaimasu', 'Konnichiwa', 'Konbanwa', dan situasi khusus seperti 'Arigatou gozaimasu' atau 'Oyasumi nasai'. Pelafalan, intonasi, dan ojigi (membungkuk) adalah elemen penting yang harus diperhatikan agar aisatsu terdengar alami dan sopan. Menguasai aisatsu akan membantu kita berinteraksi lebih baik dalam budaya Jepang.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Aisatsu | Salam atau ucapan dalam bahasa Jepang. |
| Ohayou gozaimasu | Selamat pagi (bentuk sopan). |
| Konnichiwa | Selamat siang / Halo. |
| Konbanwa | Selamat malam. |
| Oyasumi nasai | Selamat tidur (bentuk sopan). |
| Arigatou gozaimasu | Terima kasih banyak (bentuk sopan). |
| Sumimasen | Permisi / Maaf. |
| Ojigi | Membungkuk sebagai tanda hormat atau sapaan. |
| Ittekimasu | Saya pergi (diucapkan saat meninggalkan rumah). |
| Itterasshai | Selamat jalan (diucapkan kepada yang pergi). |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "(Aisatsu)" mata pelajaran Bahasa Jepang Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan (Aisatsu) yang Anda cari?
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri Bahasa Jepang Terkait
ArigatouBahasa Jepang Kelas XI SMKAsa Gohan O TabemasuBahasa Jepang Kelas XI SMKBali E Itta Kotoga ArimasuBahasa Jepang Kelas XI SMKBasu De Gakkou E IkimasuBahasa Jepang Kelas XI SMKBerbelanja (Kaimono)Bahasa Jepang Kelas XI SMKBunkasai Wa 1 Gatsu 11 Nichi DeshitaBahasa Jepang Kelas XI SMKPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Jepang kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi (Aisatsu) pada Bahasa Jepang SMK, Fase E.
Modul (Aisatsu) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul (Aisatsu) untuk Bahasa Jepang kelas X.
Apakah modul ajar Bahasa Jepang materi (Aisatsu) ini gratis?
Ya. Modul (Aisatsu) untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar (Aisatsu) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jepang kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jepang kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul (Aisatsu) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan (Aisatsu) dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jepang kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Jepang kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul (Aisatsu) ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi (Aisatsu) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas (Aisatsu) untuk Bahasa Jepang kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul (Aisatsu) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jepang kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar (Aisatsu) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jepang kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Jepang ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi (Aisatsu) disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.