tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMKBahasa Jepang › (Aisatsu)
SMK · Kelas X · Fase E

Modul Ajar Bahasa Jepang Kelas X
(Aisatsu)

Modul ajar Bahasa Jepang SMK kelas X materi (Aisatsu) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Jepang kelas X materi (Aisatsu)
Ringkasan: Aisatsu adalah salam dalam bahasa Jepang yang penting untuk komunikasi dan etiket sosial. Ada berbagai jenis aisatsu yang digunakan berdasarkan waktu seperti 'Ohayou gozaimasu', 'Konnichiwa', 'Konbanwa', dan situasi khusus seperti 'Arigatou gozaimasu' atau 'Oyasumi nasai'. Pelafalan, intonasi, dan ojigi (membungkuk) adalah elemen penting yang harus diperhatikan agar aisatsu terdengar alami dan sopan. Menguasai aisatsu akan membantu kita berinteraksi lebih baik dalam budaya Jepang.
Model: Discovery Learning, Project-Based Learning, dan Praktik MandiriDimensi: Komunikasi, Kolaborasi, KemandirianWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Jepang · (Aisatsu) · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya berinteraksi sosial dan mungkin pernah mendengar beberapa kata sapaan dalam bahasa asing lain.

Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai berbagai ekspresi aisatsu (salam) dalam bahasa Jepang memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi secara efektif dan santun dalam situasi sosial atau profesional yang melibatkan penutur bahasa Jepang, serta mengembangkan kepekaan budaya.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita menyapa seseorang yang baru pertama kali kita temui atau yang sudah akrab dengan kita, dan apakah ada perbedaan cara menyapa di berbagai budaya?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis aisatsu dan penggunaannya dalam konteks waktu dan situasi yang berbeda.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan 'Ohayou gozaimasu!' dan meminta mereka menebak artinya, dilanjutkan dengan doa, presensi, penyampaian tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal aisatsu, dan pertanyaan pemantik 'Kapan kita mengucapkan selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam kepada orang lain?'.

Memahami: Peserta didik diajak menonton video singkat tentang situasi sehari-hari di Jepang yang menampilkan berbagai aisatsu. Mereka diminta untuk mencatat aisatsu yang didengar dan konteks penggunaannya, lalu mendiskusikannya dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi pola.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menerima kartu bergambar situasi (misalnya, pagi hari, bertemu teman, berpisah) dan kartu berisi aisatsu. Mereka diminta untuk mencocokkan aisatsu yang tepat dengan situasi tersebut dan membuat daftar penggunaannya.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pencocokan dan daftar penggunaannya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang jenis-jenis aisatsu dan fungsinya, serta memastikan pemahaman awal peserta didik.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi aisatsu yang telah dipelajari, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas singkat untuk mencari contoh aisatsu lain yang belum dibahas sebagai persiapan pertemuan berikutnya.

Pertemuan 2 — Project-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat melafalkan aisatsu dengan intonasi dan pelafalan yang benar sesuai standar penutur asli dan menggunakan aisatsu secara tepat dalam percakapan sederhana di berbagai skenario kehidupan sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru mengulang aisatsu dari pertemuan sebelumnya, menanyakan hasil tugas mencari aisatsu lain, dan mengulas kembali tujuan pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pertemuan ini adalah melatih pelafalan dan penggunaan aisatsu dalam percakapan.

Memahami: Peserta didik menyimak rekaman audio penutur asli yang mengucapkan berbagai aisatsu, fokus pada intonasi dan pelafalan. Mereka berlatih menirukan secara klasikal dan berpasangan, dengan guru memberikan koreksi individual.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan membuat sebuah 'mini-dialog' sederhana (3-4 kalimat) yang menggunakan minimal 3 jenis aisatsu yang berbeda, sesuai dengan skenario yang mereka pilih (misalnya, bertemu di sekolah, di toko, atau di stasiun). Mereka berlatih melafalkan dialog tersebut dengan intonasi yang benar.

Merefleksi: Beberapa pasangan diminta untuk maju dan mempraktikkan dialog mereka di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif mengenai pelafalan, intonasi, dan kesesuaian aisatsu dengan konteks. Guru memberikan penguatan dan contoh perbaikan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik. Peserta didik diminta untuk merefleksikan kesulitan dan kemajuan mereka dalam melafalkan aisatsu. Guru memberikan motivasi untuk terus berlatih dan menyampaikan akan ada proyek kecil di pertemuan selanjutnya.

Pertemuan 3 — Praktik Mandiri dan Penilaian

Tujuan: Peserta didik dapat membuat dialog sederhana menggunakan aisatsu dan mempraktikkannya dengan percaya diri.

Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan menyapa dan menanyakan perasaan peserta didik hari ini. Guru mengingatkan kembali materi aisatsu dan menyampaikan bahwa hari ini akan ada penilaian praktik berbicara aisatsu dalam bentuk role play.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan meninjau kembali daftar aisatsu dan contoh dialog yang telah dibuat. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya dan berlatih singkat sebelum penilaian dimulai, memastikan mereka siap.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan melakukan 'role play' di depan kelas atau di kelompok kecil, memerankan skenario percakapan yang telah mereka siapkan atau skenario yang diberikan guru, dengan fokus pada penggunaan aisatsu yang tepat dan pelafalan yang baik.

Merefleksi: Setelah setiap penampilan, guru memberikan umpan balik langsung dan penilaian berdasarkan rubrik yang telah disepakati. Peserta didik lain juga diajak untuk memberikan apresiasi. Guru mengulas kembali poin-poin penting dari materi aisatsu secara keseluruhan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas partisipasi dan kemajuan mereka. Guru menyimpulkan pembelajaran aisatsu, memberikan motivasi untuk terus belajar bahasa Jepang, dan menutup dengan doa bersama dalam suasana ceria.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, latihan pelafalan, dan pembuatan dialog, serta umpan balik lisan.

Akhir (sumatif): Penilaian praktik role play dialog sederhana menggunakan aisatsu dengan rubrik penilaian pelafalan, intonasi, dan kesesuaian penggunaan aisatsu.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi jenis dan penggunaan aisatsuPengenalan aisatsu dan konteksnya2 JPKomunikasi
Melafalkan aisatsu dengan intonasi benarLatihan pelafalan dan intonasi aisatsu2 JPKemandirian
Menggunakan aisatsu dalam percakapan sederhanaPraktik dialog dan role play aisatsu2 JPKolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Selamat datang di modul ajar Bahasa Jepang! Kita akan memulai perjalanan menarik ini dengan mempelajari 'Aisatsu' atau salam. Aisatsu adalah kunci pertama untuk membuka percakapan dan membangun hubungan yang baik dalam budaya Jepang. Memahami aisatsu bukan hanya tentang menghafal kata, tetapi juga tentang memahami nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya. Mari kita selami bersama!

Pengertian dan Pentingnya Aisatsu

Aisatsu (挨拶) secara harfiah berarti 'salam' atau 'ucapan'. Dalam budaya Jepang, aisatsu lebih dari sekadar sapaan formal. Ia adalah bagian integral dari etiket sosial yang menunjukkan rasa hormat, kerendahan hati, dan keinginan untuk berinteraksi secara harmonis. Penggunaan aisatsu yang tepat dapat menciptakan kesan positif dan memperlancar komunikasi, sementara kesalahan dalam aisatsu dapat dianggap tidak sopan atau kurang menghargai. Oleh karena itu, menguasai aisatsu adalah langkah fundamental dalam belajar bahasa Jepang.

Aisatsu Berdasarkan Waktu

Aisatsu seringkali disesuaikan dengan waktu. Untuk pagi hari (sebelum jam 10-11 pagi), digunakan 'Ohayou gozaimasu' (おはようございます) yang berarti 'Selamat pagi'. Bentuk kasualnya adalah 'Ohayou' (おはよう). Untuk siang hari (sekitar jam 11 pagi hingga sore), digunakan 'Konnichiwa' (こんにちは) yang berarti 'Selamat siang/Halo'. Aisatsu ini bersifat umum dan bisa juga diartikan 'Halo'. Untuk malam hari (setelah matahari terbenam), digunakan 'Konbanwa' (こんばんは) yang berarti 'Selamat malam'. Penting untuk mengingat perbedaan waktu penggunaan ini.

Aisatsu Berdasarkan Situasi Khusus

Selain berdasarkan waktu, ada aisatsu untuk situasi khusus. Contohnya, 'Oyasumi nasai' (おやすみなさい) untuk 'Selamat tidur' (kasualnya: 'Oyasumi'). Ketika pergi, kita mengucapkan 'Ittekimasu' (いってきます) dan yang ditinggalkan menjawab 'Itterasshai' (いってらっしゃい). Ketika pulang, kita mengucapkan 'Tadaima' (ただいま) dan yang menyambut menjawab 'Okaerinasai' (おかえりなさい). Untuk berterima kasih, ada 'Arigatou gozaimasu' (ありがとうございます) dan untuk meminta maaf, 'Sumimasen' (すみません) atau 'Gomen nasai' (ごめんなさい).

Pelafalan dan Intonasi Aisatsu

Pelafalan yang tepat adalah kunci dalam aisatsu. Perhatikan vokal panjang dan pendek, serta konsonan ganda. Misalnya, 'Ohayou' memiliki 'ou' yang dibaca panjang. Intonasi juga penting; umumnya, aisatsu diucapkan dengan nada yang sedikit naik di akhir atau datar, menunjukkan keramahan. Hindari intonasi yang terlalu monoton atau terlalu tinggi yang bisa terdengar tidak alami. Latihlah dengan mendengarkan penutur asli dan menirukannya.

Etiket dan Gerakan Tubuh (Ojigi)

Aisatsu seringkali disertai dengan ojigi (お辞儀) atau membungkuk. Ada beberapa jenis ojigi: eshaku (membungkuk ringan sekitar 15 derajat) untuk sapaan kasual, keirei (membungkuk sedang sekitar 30 derajat) untuk sapaan formal, dan saikeirei (membungkuk dalam sekitar 45-70 derajat) untuk menunjukkan rasa hormat yang sangat tinggi atau permohonan maaf yang mendalam. Memahami kapan dan bagaimana melakukan ojigi adalah bagian penting dari aisatsu yang sopan.

Contoh Penggunaan Aisatsu dalam Percakapan

Mari kita lihat contoh sederhana. Saat bertemu teman di pagi hari: A: 'Ohayou!' B: 'Ohayou!' Saat bertemu guru di siang hari: A: 'Konnichiwa, sensei!' B: 'Konnichiwa.' Saat berpisah di malam hari: A: 'Oyasumi nasai.' B: 'Oyasumi.' Pemilihan aisatsu juga dipengaruhi oleh tingkat keakraban dan status sosial lawan bicara. Menggunakan bentuk sopan (gozaimasu, nasai) lebih aman untuk orang yang baru dikenal atau dihormati.

Rangkuman: Aisatsu adalah salam dalam bahasa Jepang yang penting untuk komunikasi dan etiket sosial. Ada berbagai jenis aisatsu yang digunakan berdasarkan waktu seperti 'Ohayou gozaimasu', 'Konnichiwa', 'Konbanwa', dan situasi khusus seperti 'Arigatou gozaimasu' atau 'Oyasumi nasai'. Pelafalan, intonasi, dan ojigi (membungkuk) adalah elemen penting yang harus diperhatikan agar aisatsu terdengar alami dan sopan. Menguasai aisatsu akan membantu kita berinteraksi lebih baik dalam budaya Jepang.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengaplikasikan penggunaan aisatsu dalam berbagai skenario percakapan sederhana.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, kartu situasi, kartu aisatsu

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Ambillah satu set kartu situasi dan satu set kartu aisatsu yang disediakan guru.
  3. Diskusikan dalam kelompok untuk mencocokkan aisatsu yang paling tepat dengan setiap situasi.
  4. Buatlah mini-dialog singkat (minimal 4 kalimat) untuk 3 situasi yang berbeda, dengan memasukkan aisatsu yang sesuai.
  5. Persiapkan dialog tersebut untuk dipresentasikan di depan kelas.

8 Glosarium

AisatsuSalam atau ucapan dalam bahasa Jepang.
Ohayou gozaimasuSelamat pagi (bentuk sopan).
KonnichiwaSelamat siang / Halo.
KonbanwaSelamat malam.
Oyasumi nasaiSelamat tidur (bentuk sopan).
Arigatou gozaimasuTerima kasih banyak (bentuk sopan).
SumimasenPermisi / Maaf.
OjigiMembungkuk sebagai tanda hormat atau sapaan.
IttekimasuSaya pergi (diucapkan saat meninggalkan rumah).
ItterasshaiSelamat jalan (diucapkan kepada yang pergi).

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Jepang (Aisatsu) ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jepang kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.