SMKKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Kehutanan Kelas X
Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Digitalisasi pemetaan hutan memanfaatkan teknologi seperti GIS, penginderaan jauh, dan GPS untuk mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data spasial hutan secara efisien. Ini sangat bermanfaat untuk inventarisasi, pemantauan, perencanaan, dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Meskipun ada tantangan, peluang pengembangan dan aplikasi teknologi ini di sektor kehutanan sangat besar, mendukung praktik kehutanan yang lebih akurat dan informatif.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan
Dasar-dasar Kehutanan · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan
Dasar-dasar Kehutanan · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranDasar-dasar Kehutanan
Fase / KelasE / X
Materi PokokPengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis hutan dan pentingnya hutan bagi lingkungan.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainPengelolaan Hutan Berkelanjutan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami konsep dasar pengelolaan hutan berkelanjutan, termasuk aspek-aspek perencanaan, pemanfaatan, dan konservasi hutan dengan menerapkan teknologi digital sederhana.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualHutan di Indonesia dipetakan menggunakan teknologi digital untuk berbagai keperluan, seperti inventarisasi atau pemantauan deforestasi.
KonseptualDigitalisasi pemetaan hutan adalah proses penggunaan teknologi informasi untuk membuat, mengelola, dan menganalisis peta hutan secara digital.
ProseduralLangkah-langkah dalam digitalisasi pemetaan hutan meliputi pengumpulan data lapangan, penggunaan perangkat lunak GIS, dan interpretasi citra satelit.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan sumber daya hutan, serta tantangan dan peluangnya.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi konsep dasar digitalisasi pemetaan hutan dan perangkat yang digunakan.
  2. Menjelaskan manfaat digitalisasi pemetaan hutan dalam pengelolaan sumber daya hutan.
  3. Menganalisis data spasial sederhana untuk pemetaan hutan menggunakan perangkat lunak dasar.
  4. Membuat peta tematik sederhana hasil digitalisasi data hutan.
  5. Mempresentasikan hasil digitalisasi pemetaan hutan secara kolaboratif.
Halaman 2 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Digitalisasi pemetaan hutan bukan hanya sekadar membuat peta, tetapi juga alat strategis untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan hutan berkelanjutan, meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaatnya.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa tahu persis di mana letak pohon-pohon di hutan yang sangat luas tanpa harus menjelajahinya secara manual?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuInformatika: Penggunaan perangkat lunak GIS, analisis data spasial, dan pemahaman tentang algoritma pemrosesan citra.
Matematika: Perhitungan luas area, skala peta, koordinat geografis, dan interpretasi data statistik terkait hutan.
Geografi: Pemahaman tentang konsep-konsep kartografi, sistem proyeksi peta, dan interpretasi bentang alam.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang jenis-jenis pekerjaan di bidang kehutanan yang memanfaatkan teknologi digital atau mengizinkan peserta didik mengakses internet untuk mencari contoh peta digital hutan.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok yang fleksibel, dengan akses ke komputer atau laptop serta proyektor, dan suasana yang mendorong diskusi serta eksplorasi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan perangkat lunak GIS dasar seperti QGIS (versi desktop atau web) atau Google Earth Engine untuk praktik analisis dan pembuatan peta, serta platform kolaborasi daring untuk berbagi data dan hasil proyek.
Halaman 3 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi konsep dasar digitalisasi pemetaan hutan dan perangkat yang digunakan serta menjelaskan manfaatnya.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan video singkat tentang hutan dan tantangan pengelolaannya, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu peserta didik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik secara berkelompok mengeksplorasi artikel dan video tentang digitalisasi pemetaan hutan, mencari tahu apa itu GIS, penginderaan jauh, dan GPS, serta bagaimana teknologi ini digunakan untuk memetakan hutan di berbagai belahan dunia.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi perangkat keras dan lunak yang digunakan dalam digitalisasi pemetaan hutan, serta merumuskan manfaat utamanya dalam konteks pengelolaan hutan, kemudian mencatatnya dalam lembar kerja.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep dasar serta manfaat digitalisasi pemetaan hutan, memastikan semua peserta didik memahami pentingnya materi ini.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru bersama peserta didik menyimpulkan materi hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta pesan motivasi untuk terus belajar dan berinovasi.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Menganalisis data spasial sederhana untuk pemetaan hutan menggunakan perangkat lunak dasar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yang berfokus pada analisis data spasial sederhana dengan perangkat lunak, membangkitkan semangat kolaborasi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik disajikan studi kasus tentang masalah pemetaan area deforestasi atau inventarisasi pohon di suatu lokasi hutan, kemudian secara berkelompok menganalisis masalah tersebut dan merumuskan langkah-langkah untuk memecahkannya menggunakan data spasial sederhana yang diberikan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok menggunakan perangkat lunak GIS sederhana (misalnya QGIS atau aplikasi web GIS) yang telah disiapkan guru untuk mempraktikkan analisis data spasial, seperti identifikasi batas wilayah, perhitungan luas area, atau penentuan koordinat penting berdasarkan data citra dan poin yang diberikan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitKelompok mempresentasikan hasil analisis data mereka, menjelaskan proses dan temuan yang didapat, kelompok lain memberikan masukan. Guru memberikan umpan balik konstruktif mengenai akurasi analisis dan penggunaan perangkat lunak, serta mengaitkannya dengan masalah nyata di lapangan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru dan peserta didik merangkum pembelajaran hari ini, mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi, memberikan tugas untuk mempersiapkan data awal proyek peta tematik sederhana, dan menutup dengan motivasi bahwa mereka sedang mengembangkan keterampilan yang sangat relevan dengan masa depan kehutanan.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis data spasial sederhana dan membuat peta tematik dasar menggunakan perangkat lunak GIS.

Alat & bahan: Komputer/laptop, koneksi internet, perangkat lunak QGIS (terinstal), data citra dan titik koordinat sederhana.

Langkah kerja:

  1. Buka perangkat lunak QGIS dan muat data citra satelit yang telah disediakan.
  2. Identifikasi batas area studi dan buat layer poligon untuk area tersebut.
  3. Tambahkan data titik koordinat pohon atau objek lain sebagai layer poin.
  4. Berikan simbologi yang sesuai untuk setiap layer agar peta mudah dibaca.
  5. Buat layout peta dengan judul, legenda, skala, dan arah mata angin.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang peta?
  2. Pernahkah Anda melihat peta hutan? Bagaimana bentuknya?
  3. Menurut Anda, apa manfaat teknologi digital dalam membuat peta?
  4. Alat apa saja yang Anda tahu bisa digunakan untuk membuat peta?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, penggunaan perangkat lunak GIS, dan kolaborasi dalam penyelesaian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek peta tematik sederhana dan presentasi kelompok, serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi konsep dasar digitalisasi pemetaan hutan dan perangkat yang digunakan.Konsep dasar digitalisasi, GIS, Penginderaan Jauh, GPS, perangkat keras dan lunak.2 JPpenalaran kritis
2Menjelaskan manfaat digitalisasi pemetaan hutan dalam pengelolaan sumber daya hutan.Manfaat digitalisasi untuk inventarisasi, monitoring, perencanaan, dan pengambilan keputusan.2 JPpenalaran kritis, kolaborasi
3Menganalisis data spasial sederhana untuk pemetaan hutan menggunakan perangkat lunak dasar.Analisis data spasial (identifikasi batas, perhitungan luas), praktik QGIS/web GIS.2 JPpenalaran kritis, kreativitas
Halaman 8 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Digitalisasi pemetaan hutan adalah inovasi penting dalam pengelolaan sumber daya alam. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, kita dapat membuat peta hutan yang lebih akurat, efisien, dan mudah diperbarui. Ini membuka peluang baru untuk memahami dinamika hutan, merencanakan konservasi, dan mengelola pemanfaatan hutan secara berkelanjutan.

1. Konsep Dasar Digitalisasi Pemetaan Hutan
Digitalisasi pemetaan hutan adalah proses mengubah data geografis hutan dari format analog (misalnya peta kertas) menjadi format digital yang dapat diolah oleh komputer. Ini melibatkan penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG atau GIS), penginderaan jauh (remote sensing), dan Global Positioning System (GPS). Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi spasial yang akurat dan terkini mengenai kondisi hutan, seperti tutupan lahan, jenis vegetasi, topografi, hingga potensi ancaman seperti deforestasi atau kebakaran.

2. Sistem Informasi Geografis (GIS)
GIS adalah sistem komputer yang dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, menganalisis, dan menampilkan data geografis. Dalam kehutanan, GIS digunakan untuk membuat peta tematik (misalnya peta kerapatan pohon, peta zonasi konservasi), melakukan analisis spasial (misalnya menentukan lokasi optimal untuk reboisasi), dan memodelkan perubahan tutupan hutan dari waktu ke waktu. Perangkat lunak GIS populer meliputi ArcGIS, QGIS (open source), dan Google Earth Engine.

3. Penginderaan Jauh (Remote Sensing)
Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi tentang suatu objek, area, atau fenomena tanpa kontak fisik langsung. Dalam konteks kehutanan, ini biasanya melibatkan penggunaan citra satelit atau foto udara yang diambil oleh drone untuk memantau perubahan tutupan lahan, mengidentifikasi jenis vegetasi, mendeteksi kebakaran hutan, atau memperkirakan biomassa hutan. Data ini kemudian diintegrasikan ke dalam GIS untuk analisis lebih lanjut.

4. Global Positioning System (GPS)
GPS adalah sistem navigasi berbasis satelit yang menyediakan informasi lokasi dan waktu di mana saja di Bumi. Dalam pemetaan hutan, GPS digunakan oleh rimbawan untuk mengumpulkan data lapangan secara akurat, seperti menandai batas-batas blok hutan, lokasi pohon-pohon penting, atau titik-titik sampel inventarisasi. Data koordinat yang diperoleh dari GPS kemudian dapat dimasukkan ke dalam GIS untuk membuat peta yang presisi.

5. Manfaat Digitalisasi Pemetaan Hutan
Digitalisasi pemetaan hutan membawa banyak manfaat. Pertama, meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengumpulan dan analisis data. Kedua, memungkinkan pemantauan perubahan hutan secara real-time atau berkala. Ketiga, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan pengelolaan hutan, mitigasi bencana, dan konservasi. Keempat, memfasilitasi kolaborasi dan berbagi informasi antarpihak terkait, dari pemerintah hingga masyarakat lokal.

6. Langkah-langkah Pembuatan Peta Digital Hutan Sederhana
Proses pembuatan peta digital hutan sederhana dimulai dengan pengumpulan data (misalnya dari GPS, citra satelit, atau data lapangan). Data ini kemudian diolah dan diinput ke dalam perangkat lunak GIS. Selanjutnya, dilakukan analisis spasial sesuai kebutuhan, misalnya identifikasi area, pengukuran luas, atau overlay data. Terakhir, peta divisualisasikan dengan simbologi yang tepat, dilengkapi legenda, skala, dan judul, kemudian dicetak atau diekspor dalam format digital untuk digunakan.

7. Tantangan dan Peluang
Meskipun banyak manfaat, digitalisasi pemetaan hutan juga memiliki tantangan, seperti biaya investasi awal yang tinggi, kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil, dan ketersediaan data yang berkualitas. Namun, peluangnya sangat besar, termasuk pengembangan aplikasi yang lebih canggih, integrasi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk analisis prediktif, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemantauan hutan melalui platform berbasis digital.

8. Aplikasi di Sektor Kehutanan
Peta digital hutan banyak diaplikasikan dalam berbagai sektor kehutanan. Contohnya, untuk inventarisasi tegakan pohon, perencanaan tata batas kawasan hutan, pemantauan deforestasi dan degradasi hutan, deteksi dini kebakaran hutan, evaluasi dampak lingkungan, hingga pengembangan ekowisata berbasis lokasi. Kemampuan untuk memvisualisasikan data spasial secara interaktif sangat membantu para pengambil keputusan dan praktisi lapangan.

Rangkuman: Digitalisasi pemetaan hutan memanfaatkan teknologi seperti GIS, penginderaan jauh, dan GPS untuk mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data spasial hutan secara efisien. Ini sangat bermanfaat untuk inventarisasi, pemantauan, perencanaan, dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Meskipun ada tantangan, peluang pengembangan dan aplikasi teknologi ini di sektor kehutanan sangat besar, mendukung praktik kehutanan yang lebih akurat dan informatif.

Halaman 9 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
GISSistem Informasi Geografis: Sistem yang mengelola dan menganalisis data geografis.
Penginderaan JauhTeknik mendapatkan informasi objek tanpa kontak fisik, biasanya menggunakan satelit atau drone.
GPSGlobal Positioning System: Sistem navigasi satelit untuk menentukan posisi di permukaan bumi.
Data SpasialData yang memiliki referensi lokasi geografis.
Peta TematikPeta yang menggambarkan penyebaran suatu tema atau fenomena tertentu, seperti jenis hutan atau kepadatan penduduk.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan" mata pelajaran Dasar-dasar Kehutanan Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaDasar-dasar Kehutanan · Kelas XPeta Konsep
Pengenalan Digitalisasi Pemetaan HutanKonsep Dasar Digitalisasi Pemetaan HutanSistem Informasi Geografis (GIS)Penginderaan Jauh (Remote Sensing)Global Positioning System (GPS)Manfaat Digitalisasi Pemetaan Hutan
Dari sub-bab Pengenalan Digitalisasi Pemetaan HutanHalaman 12
Nama sekolah AndaDasar-dasar Kehutanan · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaDasar-dasar Kehutanan · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaDasar-dasar Kehutanan · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaDasar-dasar Kehutanan · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaDasar-dasar Kehutanan · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Kehutanan kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan pada Dasar-dasar Kehutanan SMK, Fase E, elemen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.

Modul Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan untuk Dasar-dasar Kehutanan kelas X.

Apakah modul ajar Dasar-dasar Kehutanan materi Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan ini gratis?

Ya. Modul Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Kehutanan kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Kehutanan kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Kehutanan kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Dasar-dasar Kehutanan kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan untuk Dasar-dasar Kehutanan kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Kehutanan kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Kehutanan kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Dasar-dasar Kehutanan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pengenalan Digitalisasi Pemetaan Hutan disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Dasar-dasar Kehutanan SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.