SMKKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga Kelas X
Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Undang-Undang Pelayaran Nasional (UU No. 17 Tahun 2008) dan konvensi internasional seperti SOLAS, MARPOL, serta STCW adalah pilar utama yang menopang keselamatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan maritim. Memahami dan mematuhi regulasi ini bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab moral setiap pelaut untuk mencegah insiden, melindungi kehidupan, dan menjaga ekosistem laut. Kepatuhan adalah kunci profesionalisme di dunia pelayaran.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona
Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona
Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranDasar-Dasar Nautika Kapal Niaga
Fase / KelasE / X
Materi PokokElemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem-Based Learning (PBL) + Praktik Studi Kasus
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang transportasi laut dan pentingnya aturan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualUndang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 dan berbagai konvensi internasional seperti SOLAS, MARPOL, STCW adalah aturan nyata yang mengatur keselamatan dan keamanan pelayaran.
KonseptualMateri ini membahas prinsip-prinsip dasar hukum pelayaran nasional dan internasional yang bertujuan untuk menciptakan tatanan pelayaran yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari prosedur identifikasi, interpretasi, dan penerapan ketentuan hukum pelayaran dalam berbagai skenario operasional kapal niaga.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya memahami dan mematuhi regulasi dalam profesi pelaut untuk mencegah kecelakaan dan sanksi hukum, serta mengembangkan kesadaran akan tanggung jawab profesional.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi ruang lingkup dan tujuan Undang-Undang Pelayaran Nasional dengan tepat.
  2. Menjelaskan prinsip-prinsip dasar Konvensi Internasional SOLAS dan MARPOL.
  3. Menganalisis dampak pelanggaran undang-undang dan konvensi terhadap keselamatan pelayaran.
  4. Mengaplikasikan pengetahuan tentang STCW dalam konteks sertifikasi dan kompetensi pelaut.
  5. Merumuskan solusi awal terhadap studi kasus pelanggaran regulasi pelayaran.
  6. Mempresentasikan hasil analisis studi kasus pelanggaran regulasi pelayaran dengan jelas.
Halaman 2 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami undang-undang pelayaran nasional dan konvensi internasional sangat krusial bagi calon pelaut untuk menjamin keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, dan kelancaran operasional kapal niaga.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kapal yang berlayar di perairan internasional tidak bisa seenaknya sendiri, dan harus mematuhi banyak aturan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem-Based Learning (PBL) + Praktik Studi Kasus
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Konsep ketaatan hukum, tanggung jawab warga negara, dan pentingnya menjaga kedaulatan negara di laut.
Bahasa Indonesia: Keterampilan membaca kritis teks hukum, menyusun argumen, dan presentasi lisan yang efektif.
Kimia/Fisika: Pemahaman tentang dampak pencemaran laut (MARPOL) dari sudut pandang ilmiah dan fisika kapal (SOLAS) terkait stabilitas dan konstruksi.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam pekerjaan, mengaitkannya dengan kepatuhan regulasi di laut.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses internet dan proyektor, serta bisa memanfaatkan perpustakaan sekolah untuk mencari referensi hukum pelayaran.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform belajar daring (LMS) untuk mengunggah materi, forum diskusi, penugasan studi kasus, dan akses ke database regulasi pelayaran internasional secara daring.
Halaman 3 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 180 menit · awal 30 · inti 120 · penutup 30
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi ruang lingkup dan tujuan Undang-Undang Pelayaran Nasional dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)30 menitGuru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman melihat kapal atau berita tentang pelayaran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang akan terjadi jika tidak ada aturan di laut?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menitPeserta didik secara berkelompok mengeksplorasi Undang-Undang Pelayaran Nasional (UU No. 17 Tahun 2008) melalui bahan ajar dan internet untuk mengidentifikasi ruang lingkup, tujuan, dan pasal-pasal penting yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pelayaran.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)55 menitSetiap kelompok membuat peta pikiran atau infografis sederhana yang merangkum poin-poin penting dari UU Pelayaran Nasional, termasuk contoh konkret penerapannya di Indonesia.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)30 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya regulasi nasional dalam menjamin tertibnya pelayaran di Indonesia.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)30 menitPeserta didik bersama guru menyimpulkan materi, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta memberikan tugas membaca pendahuluan tentang konvensi internasional untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 180 menit · awal 30 · inti 120 · penutup 30
Model PembelajaranProblem-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Menjelaskan prinsip-prinsip dasar Konvensi Internasional SOLAS dan MARPOL.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)30 menitGuru menyapa, memimpin doa, presensi. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan pentingnya aturan internasional melalui pertanyaan: 'Jika kapal Indonesia berlayar ke luar negeri, aturan mana yang harus dipatuhi?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menitPeserta didik disajikan studi kasus singkat tentang kecelakaan kapal atau pencemaran laut. Secara berkelompok, mereka menganalisis kasus tersebut dan mengidentifikasi potensi pelanggaran konvensi internasional SOLAS (Safety of Life at Sea) dan MARPOL (Marine Pollution).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)55 menitSetiap kelompok menelusuri bahan ajar dan sumber daring untuk menemukan prinsip-prinsip dasar SOLAS dan MARPOL yang relevan dengan studi kasus, kemudian menjelaskan bagaimana konvensi tersebut seharusnya mencegah insiden serupa.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)30 menitKelompok mempresentasikan temuan dan penjelasan mereka tentang prinsip SOLAS dan MARPOL. Guru memfasilitasi diskusi, meluruskan pemahaman, dan memberikan penguatan mengenai peran kedua konvensi ini dalam menjaga keselamatan dan lingkungan maritim global.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)30 menitBersama-sama membuat rangkuman singkat. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras, memberikan kuis singkat untuk menguji pemahaman, dan mengingatkan untuk mempersiapkan diri pada materi STCW. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis studi kasus pelanggaran regulasi pelayaran dan merumuskan solusi yang tepat.

Alat & bahan: Lembar kerja, bahan ajar, akses internet, alat tulis

Langkah kerja:

  1. Baca studi kasus yang diberikan dengan seksama.
  2. Identifikasi pasal-pasal Undang-Undang Pelayaran Nasional atau Konvensi Internasional yang dilanggar.
  3. Jelaskan dampak yang mungkin timbul dari pelanggaran tersebut.
  4. Rumuskan minimal 3 alternatif solusi atau langkah penanganan yang dapat dilakukan.
  5. Presentasikan hasil analisis dan rumusan solusi kelompok Anda.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang aturan yang berlaku untuk kapal di laut?
  2. Menurut Anda, mengapa aturan tersebut penting?
  3. Pernahkah Anda mendengar tentang kecelakaan kapal atau pencemaran laut? Apa penyebabnya?
  4. Apa saja hal yang harus dipersiapkan seorang pelaut sebelum bekerja di kapal?

Formatif (proses): Penilaian observasi terhadap partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kualitas analisis studi kasus, dan presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian sumatif berupa tes tertulis (pilihan ganda dan esai) serta penilaian proyek presentasi studi kasus.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ruang lingkup dan tujuan Undang-Undang Pelayaran Nasional.Undang-Undang Pelayaran Nasional (UU No. 17 Tahun 2008)4 JPPenalaran Kritis, Kewargaan
2Menjelaskan prinsip-prinsip dasar Konvensi Internasional SOLAS dan MARPOL.Konvensi SOLAS dan MARPOL8 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
3Mengaplikasikan pengetahuan tentang STCW dalam konteks sertifikasi dan kompetensi pelaut.Konvensi STCW dan Sertifikasi Pelaut4 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
4Merumuskan solusi awal terhadap studi kasus pelanggaran regulasi pelayaran dan mempresentasikannya.Studi Kasus Pelanggaran Regulasi8 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi, Kewargaan
Halaman 8 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Dunia pelayaran adalah sektor vital yang menghubungkan berbagai negara dan menggerakkan perekonomian global. Namun, aktivitas di laut tidak lepas dari risiko. Oleh karena itu, diperlukan seperangkat aturan yang ketat, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan maritim. Modul ini akan membimbing Anda memahami elemen-elemen kunci dari undang-undang pelayaran dan konvensi internasional yang wajib diketahui setiap calon pelaut profesional.

1. Undang-Undang Pelayaran Nasional (UU No. 17 Tahun 2008)
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran adalah payung hukum utama yang mengatur segala aspek pelayaran di Indonesia. UU ini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari keselamatan dan keamanan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, angkutan di perairan, kepelabuhanan, hingga sumber daya manusia pelayaran. Tujuan utamanya adalah mewujudkan sistem transportasi laut yang andal, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Contoh implementasinya adalah kewajiban setiap kapal untuk memiliki surat laik laut dan sertifikasi awak kapal yang sah.

2. Konvensi Internasional SOLAS (Safety of Life at Sea)
Konvensi Internasional untuk Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) adalah salah satu perjanjian maritim terpenting yang mengatur standar minimum untuk konstruksi, peralatan, dan operasi kapal. SOLAS bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan laut dan memastikan keselamatan semua orang di atas kapal. Beberapa bab penting dalam SOLAS meliputi konstruksi kapal, pencegahan kebakaran, alat keselamatan, komunikasi radio, dan manajemen keselamatan (ISM Code). Setiap kapal niaga yang berlayar internasional wajib mematuhi ketentuan SOLAS.

3. Konvensi Internasional MARPOL (Marine Pollution)
Konvensi Internasional untuk Pencegahan Pencemaran dari Kapal (MARPOL) adalah perjanjian internasional utama yang dirancang untuk mencegah pencemaran lingkungan laut oleh kapal. MARPOL terdiri dari beberapa annex yang mengatur berbagai jenis pencemaran, seperti minyak, zat cair berbahaya, zat berbahaya dalam kemasan, kotoran, sampah, dan pencemaran udara dari kapal. Kepatuhan terhadap MARPOL sangat penting untuk menjaga ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya maritim.

4. Konvensi Internasional STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping)
Konvensi Internasional tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi, dan Prosedur Dinas Jaga bagi Pelaut (STCW) menetapkan standar kualifikasi minimum bagi para nakhoda, perwira, dan awak kapal di kapal niaga. Tujuan STCW adalah untuk memastikan bahwa pelaut memiliki kompetensi yang memadai untuk menjalankan tugasnya dengan aman dan efisien. Konvensi ini mencakup persyaratan pendidikan, pelatihan, pengalaman berlayar, dan sertifikasi untuk berbagai tingkatan jabatan di kapal. Dengan STCW, kompetensi pelaut diakui secara internasional.

5. Dampak Pelanggaran Regulasi Pelayaran
Pelanggaran terhadap undang-undang pelayaran nasional maupun konvensi internasional dapat menimbulkan konsekuensi serius. Dampak yang mungkin terjadi meliputi kecelakaan kapal yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda, pencemaran lingkungan laut yang merusak ekosistem, sanksi hukum berupa denda atau penjara bagi pihak yang bertanggung jawab, hingga kerugian finansial yang besar bagi perusahaan pelayaran. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci utama dalam operasional pelayaran yang bertanggung jawab.

6. Peran Otoritas dan Penegakan Hukum
Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan dan instansi terkait lainnya, memiliki peran vital dalam merumuskan, mengawasi, dan menegakkan undang-undang pelayaran. Di tingkat internasional, International Maritime Organization (IMO) menjadi badan PBB yang bertanggung jawab mengembangkan dan mengadopsi sebagian besar konvensi maritim. Otoritas pelabuhan dan syahbandar bertugas memastikan bahwa kapal-kapal yang beroperasi di wilayahnya memenuhi standar regulasi. Penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk menciptakan efek jera dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan.

Rangkuman: Undang-Undang Pelayaran Nasional (UU No. 17 Tahun 2008) dan konvensi internasional seperti SOLAS, MARPOL, serta STCW adalah pilar utama yang menopang keselamatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan maritim. Memahami dan mematuhi regulasi ini bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab moral setiap pelaut untuk mencegah insiden, melindungi kehidupan, dan menjaga ekosistem laut. Kepatuhan adalah kunci profesionalisme di dunia pelayaran.

Halaman 9 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
SOLASSafety of Life at Sea, Konvensi Internasional untuk Keselamatan Jiwa di Laut.
MARPOLMarine Pollution, Konvensi Internasional untuk Pencegahan Pencemaran dari Kapal.
STCWStandards of Training, Certification and Watchkeeping, Konvensi tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi, dan Prosedur Dinas Jaga bagi Pelaut.
IMOInternational Maritime Organization, Organisasi Maritim Internasional.
SyahbandarPejabat pemerintah di pelabuhan yang berwenang dalam urusan keselamatan pelayaran.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona" mata pelajaran Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaDasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Kelas XPeta Konsep
Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi InternasionaUndang-Undang Pelayaran Nasional (UU No. 17 Tahun 2008)Konvensi Internasional SOLAS (Safety of Life at Sea)Konvensi Internasional MARPOL (Marine Pollution)Konvensi Internasional STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping)Dampak Pelanggaran Regulasi Pelayaran
Dari sub-bab Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi InternasionaHalaman 12
Nama sekolah AndaDasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaDasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaDasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaDasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaDasar-Dasar Nautika Kapal Niaga · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran KritisKewargaanKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona pada Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga SMK, Fase E.

Modul Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona untuk Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga kelas X.

Apakah modul ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga materi Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona ini gratis?

Ya. Modul Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona untuk Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Elemen Undang-Undang Pelayaran dan Konvensi Internasiona disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Niaga SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.