SMKKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan Kelas X
Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK)

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Pengelolaan hasil hutan kayu (HHK) dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan aspek krusial dalam keberlanjutan sektor kehutanan. HHK seperti jati dan meranti dimanfaatkan untuk konstruksi, sementara HHBK meliputi beragam produk seperti rotan, madu, dan getah. Pengelolaan harus berpegang pada prinsip keberlanjutan yang mencakup aspek ekologi, sosial, dan ekonomi, didukung oleh regulasi pemerintah. Tantangan dan potensi HHBK perlu dipahami untuk mengembangkan industri kehutanan yang bertanggung jawab dan lestari.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK)
Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK)
Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranDasar-dasar Program Keahlian Kehutanan
Fase / KelasE / X
Materi PokokPengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK)
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis hutan dan manfaatnya secara umum.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainProses Bisnis Menyeluruh Bidang Kehutanan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami proses bisnis menyeluruh bidang kehutanan, termasuk identifikasi dan pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu, serta potensi dampaknya terhadap keberlanjutan sumber daya hutan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualHutan Indonesia menghasilkan beragam jenis kayu seperti meranti dan jati, serta hasil hutan bukan kayu seperti rotan, madu, dan getah pinus.
KonseptualPengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu melibatkan serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pemanenan, pengolahan, hingga pemasaran dengan prinsip keberlanjutan.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah identifikasi jenis HHBK, teknik pemanenan yang lestari, serta metode pengolahan awal HHBK.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya berpikir kritis dalam memilih metode pengelolaan HHBK yang paling efektif dan berkelanjutan untuk masyarakat dan lingkungan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi jenis-jenis hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) beserta karakteristiknya dengan tepat.
  2. Menjelaskan prinsip-prinsip pengelolaan HHBK yang berkelanjutan berdasarkan regulasi yang berlaku.
  3. Menganalisis potensi dan tantangan dalam pengelolaan HHBK di Indonesia.
  4. Merancang rencana sederhana pengelolaan HHBK yang berkelanjutan di lingkungan sekitar atau studi kasus.
Halaman 2 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu secara berkelanjutan sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang bertanggung jawab.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa memanfaatkan kekayaan hutan tanpa merusaknya, dan bahkan menjadikannya sumber penghidupan yang lestari?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuEkonomi Bisnis: Mempelajari potensi pasar, rantai pasok, dan nilai tambah dari produk HHBK.
Kimia Industri: Memahami proses pengolahan awal HHBK seperti destilasi getah pinus atau ekstraksi minyak atsiri.
Sosiologi: Menganalisis peran masyarakat adat dan kearifan lokal dalam pengelolaan HHBK secara tradisional.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau tokoh masyarakat yang bekerja di sektor kehutanan atau memiliki kebun HHBK dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis kepada peserta didik.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar kondusif untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta memungkinkan akses ke taman sekolah atau area hijau untuk observasi HHBK sederhana bila memungkinkan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik menggunakan internet untuk riset jenis HHBK, regulasi kehutanan, dan contoh praktik pengelolaan berkelanjutan, serta memanfaatkan aplikasi presentasi atau desain grafis untuk membuat infografis/poster proyek.
Halaman 3 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi jenis-jenis hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) beserta karakteristiknya dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitPeserta didik menyambut salam guru, berdoa bersama, dan melakukan presensi. Guru memulai apersepsi dengan menampilkan gambar atau video hutan dan hasil-hasilnya, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja yang bisa dihasilkan dari hutan selain kayu?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik secara berkelompok mengamati berbagai sampel atau gambar hasil hutan kayu dan bukan kayu (misal: potongan kayu, rotan, madu, getah pinus). Mereka berdiskusi untuk mengidentifikasi jenis, karakteristik, dan potensi manfaat dari setiap sampel.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi tabel untuk mengklasifikasikan HHBK berdasarkan jenis, ciri-ciri fisik, dan kegunaan. Mereka juga mencari informasi tambahan dari sumber digital yang relevan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang keragaman HHBK dan pentingnya identifikasi yang tepat. Guru juga mengaitkan dengan potensi ekonomi lokal.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik bersama guru menyimpulkan jenis-jenis HHBK. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tugas untuk mencari tahu regulasi terkait pemanfaatan HHBK di Indonesia sebagai persiapan pertemuan berikutnya. Kegiatan ditutup dengan doa dan salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Menjelaskan prinsip-prinsip pengelolaan HHBK yang berkelanjutan berdasarkan regulasi yang berlaku dan menganalisis potensi serta tantangannya.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitPeserta didik menyambut salam guru, berdoa, dan presensi. Guru mengulas materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya pengelolaan berkelanjutan. Guru menyajikan studi kasus singkat tentang pemanfaatan HHBK yang tidak lestari dan dampaknya, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi masalah dan dampak yang terjadi. Mereka juga mendalami regulasi terkait pengelolaan HHBK (misal: perizinan, kuota panen) yang telah ditugaskan sebelumnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok berdiskusi untuk merumuskan prinsip-prinsip pengelolaan HHBK yang berkelanjutan berdasarkan studi kasus dan regulasi yang ada. Mereka juga mengidentifikasi potensi ekonomi dan tantangan (misal: perambahan, kebakaran hutan) dalam pengelolaan HHBK di Indonesia.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitKelompok mempresentasikan hasil analisis dan rumusan prinsip pengelolaan berkelanjutan. Guru memfasilitasi diskusi kelas, mengoreksi miskonsepsi, dan memberikan penguatan tentang pentingnya keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan HHBK.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik bersama guru menyimpulkan prinsip-prinsip pengelolaan HHBK berkelanjutan. Guru memberikan motivasi dan menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya peserta didik akan merancang rencana pengelolaan sederhana. Kegiatan ditutup dengan apresiasi dan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) berdasarkan karakteristik dan kegunaannya.

Alat & bahan: Sampel atau gambar HHBK (potongan kayu, rotan, madu, getah pinus), alat tulis, laptop/tablet (opsional)

Langkah kerja:

  1. Amati dengan seksama setiap sampel atau gambar HHBK yang disediakan.
  2. Identifikasi nama jenis HHBK tersebut (jika diketahui) atau ciri-ciri fisiknya.
  3. Diskusikan dalam kelompok mengenai karakteristik unik dari setiap HHBK.
  4. Tuliskan kegunaan atau manfaat dari masing-masing HHBK.
  5. Lengkapi tabel klasifikasi HHBK berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang hutan?
  2. Sebutkan beberapa hasil hutan yang kamu tahu!
  3. Menurutmu, apakah semua hasil hutan itu kayu?
  4. Bagaimana cara kita menjaga agar hutan tetap lestari?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek rencana pengelolaan HHBK berkelanjutan yang dibuat oleh peserta didik.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis HHBK beserta karakteristiknya.Identifikasi HHBK (kayu & bukan kayu), ciri, dan kegunaan.2 JPPenalaran Kritis
2Menjelaskan prinsip pengelolaan HHBK berkelanjutan dan menganalisis potensi/tantangan.Prinsip pengelolaan berkelanjutan, regulasi, potensi & tantangan HHBK.2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
3Merancang rencana sederhana pengelolaan HHBK berkelanjutan.Perancangan rencana pengelolaan HHBK (pemilihan, metode, pengolahan, pemasaran).2 JPKreativitas, Kolaborasi, Penalaran Kritis
Halaman 8 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Hutan adalah anugerah tak ternilai dengan beragam hasil yang melimpah. Selain kayu, hutan juga menghasilkan berbagai produk lain yang tak kalah penting, sering disebut Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Memahami dan mengelola HHBK secara bijak adalah kunci untuk menjaga kelestarian hutan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Mari kita selami lebih dalam dunia pengelolaan hasil hutan yang kaya ini.

1. Pengertian Hasil Hutan Kayu (HHK)
Hasil Hutan Kayu (HHK) adalah bagian dari pohon di hutan yang dimanfaatkan terutama untuk bahan bangunan, furnitur, kertas, atau energi. Kayu memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung jenis pohonnya, seperti kepadatan, kekuatan, warna, dan tekstur. Contoh HHK meliputi kayu jati, meranti, ulin, dan sengon. Pemanfaatan HHK harus mengikuti aturan yang ketat untuk mencegah deforestasi dan kerusakan lingkungan, seperti sistem tebang pilih atau tebang tanam.

2. Pengertian Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) adalah semua hasil hutan hayati maupun non-hayati selain kayu, yang berasal dari hutan. HHBK memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat lokal dan ekonomi nasional. Contoh HHBK sangat beragam, mulai dari bahan pangan, obat-obatan, kosmetik, hingga bahan baku industri. Pemanfaatannya seringkali lebih ramah lingkungan karena tidak memerlukan penebangan pohon secara besar-besaran, namun tetap perlu dikelola dengan prinsip keberlanjutan.

3. Jenis-jenis HHBK
HHBK dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Pertama, hasil hutan nabati seperti rotan, bambu, getah (damar, pinus), madu, buah-buahan hutan, jamur, serta tanaman obat. Kedua, hasil hutan hewani seperti sarang burung walet, telur penyu (dengan izin khusus), dan serangga tertentu. Ketiga, hasil hutan jasa lingkungan seperti air bersih, udara segar, keindahan alam untuk ekowisata, dan penyerapan karbon. Setiap jenis memiliki karakteristik dan cara pemanenan yang unik.

4. Prinsip Pengelolaan HHBK Berkelanjutan
Pengelolaan HHBK berkelanjutan berarti memanfaatkan hasil hutan bukan kayu tanpa mengurangi potensi reproduksi atau ketersediaannya di masa depan, serta menjaga fungsi ekologis hutan. Prinsip ini mencakup aspek ekologi (menjaga keanekaragaman hayati), sosial (memperhatikan hak masyarakat adat dan lokal), dan ekonomi (memberikan manfaat ekonomi yang adil). Pemanenan harus selektif, tidak merusak, dan disertai dengan upaya konservasi serta rehabilitasi.

5. Potensi Ekonomi HHBK di Indonesia
Indonesia memiliki potensi HHBK yang sangat besar dan beragam, mulai dari rotan sebagai bahan furnitur, madu hutan sebagai produk pangan dan kesehatan, hingga getah pinus untuk industri cat dan kosmetik. Pemanfaatan HHBK dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekitar hutan, mengurangi ketergantungan pada kayu, dan mendorong pengembangan industri berbasis bioresources. Pengembangan HHBK juga mendukung ekonomi hijau dan sirkular.

6. Tantangan dalam Pengelolaan HHBK
Meskipun potensinya besar, pengelolaan HHBK di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi kurangnya data inventarisasi HHBK yang komprehensif, praktik pemanenan yang belum lestari, rendahnya nilai tambah produk karena minimnya pengolahan, akses pasar yang terbatas, serta konflik tenurial dengan masyarakat adat. Selain itu, ancaman deforestasi dan perubahan iklim juga berdampak pada ketersediaan HHBK.

7. Regulasi dan Kebijakan HHBK
Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai regulasi dan kebijakan untuk mendukung pengelolaan HHBK yang berkelanjutan. Ini termasuk Undang-Undang Kehutanan, Peraturan Pemerintah tentang Pemanfaatan Hutan, serta kebijakan yang mengatur perizinan pemanenan, pengolahan, dan perdagangan HHBK. Tujuan regulasi ini adalah untuk memastikan pemanfaatan HHBK dilakukan secara legal, lestari, dan memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat.

8. Teknik Pemanenan dan Pengolahan Awal HHBK
Setiap jenis HHBK memerlukan teknik pemanenan yang spesifik agar tidak merusak sumber daya. Misalnya, pemanenan madu hutan harus memperhatikan kelestarian koloni lebah, rotan dipanen pada umur yang tepat, dan getah disadap tanpa melukai pohon secara permanen. Pengolahan awal HHBK bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan, seperti pengeringan rotan, penyaringan madu, atau pembersihan getah. Ini juga menjadi langkah awal peningkatan nilai tambah produk.

Rangkuman: Pengelolaan hasil hutan kayu (HHK) dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan aspek krusial dalam keberlanjutan sektor kehutanan. HHK seperti jati dan meranti dimanfaatkan untuk konstruksi, sementara HHBK meliputi beragam produk seperti rotan, madu, dan getah. Pengelolaan harus berpegang pada prinsip keberlanjutan yang mencakup aspek ekologi, sosial, dan ekonomi, didukung oleh regulasi pemerintah. Tantangan dan potensi HHBK perlu dipahami untuk mengembangkan industri kehutanan yang bertanggung jawab dan lestari.

Halaman 9 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
HHBKHasil Hutan Bukan Kayu
HHKHasil Hutan Kayu
LestariBerkelanjutan, tidak merusak sumber daya untuk masa depan
DeforestasiPenggundulan hutan secara besar-besaran
EkowisataWisata alam yang berwawasan lingkungan
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK)" mata pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaDasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Kelas XPeta Konsep
Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK)Pengertian Hasil Hutan Kayu (HHK)Pengertian Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)Jenis-jenis HHBKPrinsip Pengelolaan HHBK BerkelanjutanPotensi Ekonomi HHBK di Indonesia
Dari sub-bab Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK)Halaman 12
Nama sekolah AndaDasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaDasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaDasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaDasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaDasar-dasar Program Keahlian Kehutanan · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKolaborasiKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) pada Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan SMK, Fase E, elemen Proses Bisnis Menyeluruh Bidang Kehutanan.

Modul Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) untuk Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan kelas X.

Apakah modul ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan materi Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) ini gratis?

Ya. Modul Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) untuk Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu (HHBK) disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Dasar-dasar Program Keahlian Kehutanan SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.