tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMKMenerapka desain brief › Macam desain grafis
SMK · Kelas XI · Fase F

Modul Ajar Menerapka desain brief Kelas XI
Macam desain grafis

Modul ajar Menerapka desain brief SMK kelas XI materi Macam desain grafis lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Menerapka desain brief kelas XI materi Macam desain grafis
Ringkasan: Desain grafis memiliki berbagai macam spesialisasi, masing-masing dengan tujuan dan karakteristik unik. Dari membangun identitas merek yang kuat melalui desain branding, mempromosikan produk dengan desain pemasaran, hingga menciptakan pengalaman digital yang intuitif melalui desain UI/UX, setiap jenis desain memainkan peran krusial. Memahami perbedaan ini memungkinkan desainer untuk memilih pendekatan yang paling efektif dalam mengomunikasikan pesan visual kepada audiens yang tepat.
Model: Project Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: Kreativitas, Penalaran Kritis, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISMenerapka desain brief · Macam desain grafis · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan menerapkan berbagai elemen desain grafis sesuai dengan prinsip-prinsip desain dan kebutuhan desain brief yang diberikan, serta menghasilkan karya desain yang inovatif dan relevan.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang elemen-elemen desain visual seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur.

Pemahaman bermakna: Memahami berbagai macam desain grafis membantu kita memilih pendekatan visual yang tepat untuk setiap kebutuhan komunikasi, sehingga pesan yang disampaikan lebih efektif dan berdampak.

Pertanyaan pemantik: Mengapa logo suatu merek terlihat sangat berbeda dengan desain majalah atau desain situs web?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi berbagai macam desain grafis beserta karakteristiknya dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan beberapa contoh karya desain grafis dari berbagai jenis. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya materi ini.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati dan mengidentifikasi contoh-contoh desain grafis (logo, poster, kemasan, website) yang diberikan guru, lalu mencari informasi tentang karakteristik dan fungsi dari setiap jenis desain grafis melalui sumber daring atau buku referensi.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau tabel perbandingan yang berisi nama macam desain grafis, contoh visual, dan karakteristik utamanya. Mereka mendiskusikan temuan dan mengelompokkan desain berdasarkan kesamaan atau perbedaannya.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan peta konsep mereka. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman konsep macam desain grafis, serta mengoreksi miskonsepsi yang mungkin muncul.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pertemuan ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta memberikan pengantar untuk materi pertemuan berikutnya. Doa penutup dan salam.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis perbedaan dan persamaan antar macam desain grafis berdasarkan fungsinya serta menerapkan prinsip-prinsip desain grafis dalam membuat contoh visual untuk jenis desain tertentu.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan review singkat materi sebelumnya. Guru menghubungkan materi sebelumnya dengan studi kasus yang akan diberikan hari ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Memahami: Peserta didik diberikan studi kasus berupa skenario kebutuhan desain (misalnya, 'Sebuah UMKM ingin membuat kemasan produk makanan ringan' atau 'Sebuah event musik membutuhkan desain poster'). Setiap kelompok menganalisis studi kasus tersebut dan menentukan jenis desain grafis yang paling cocok serta prinsip desain yang relevan.

Mengaplikasi: Berdasarkan studi kasus, setiap kelompok mulai membuat sketsa atau prototipe desain sederhana (misalnya, sketsa kemasan, layout poster, atau wireframe website) dengan menerapkan prinsip-prinsip desain yang telah dipelajari, menggunakan alat sederhana seperti kertas, pensil, atau aplikasi sketsa digital dasar.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan sketsa/prototipe desain mereka, menjelaskan pilihan jenis desain, serta alasan di balik penerapan prinsip-prinsip desain. Guru dan kelompok lain memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan desain.

Penutup: Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja kelompok, mengapresiasi kreativitas peserta didik, dan memberikan arahan untuk penyempurnaan proyek desain yang akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Doa penutup dan salam.

Pertemuan 3 — Project Based Learning (PjBL)

Tujuan: Membuat prototipe desain sederhana sesuai dengan jenis desain grafis yang dipilih serta mempresentasikan hasil identifikasi dan prototipe desain grafis dengan percaya diri.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengingatkan kembali tujuan akhir proyek desain. Guru memotivasi peserta didik untuk menyelesaikan proyek dengan kualitas terbaik.

Memahami: Peserta didik kembali ke kelompok masing-masing dan melakukan finalisasi prototipe desain mereka berdasarkan masukan dari pertemuan sebelumnya. Mereka memastikan semua elemen desain sudah sesuai dengan jenis desain grafis yang dipilih dan tujuan komunikasi.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menyelesaikan prototipe desain mereka, bisa dalam bentuk digital menggunakan perangkat lunak desain sederhana (misalnya Canva, Figma dasar) atau maket fisik. Mereka juga menyiapkan presentasi yang menjelaskan proses, konsep, dan hasil desain mereka.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan proyek desain final mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik menyeluruh. Guru menilai hasil karya dan proses presentasi, serta memberikan penguatan tentang pentingnya portofolio dalam industri desain.

Penutup: Guru menyimpulkan seluruh rangkaian materi dan proyek, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka. Guru mendorong peserta didik untuk terus mengembangkan minat di bidang desain grafis dan memberikan motivasi untuk belajar mandiri. Doa penutup dan salam.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan progres penyelesaian prototipe desain.

Akhir (sumatif): Penilaian prototipe desain grafis dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi berbagai macam desain grafis beserta karakteristiknya dengan tepat.Pengenalan macam desain grafis, fungsi dan karakteristiknya.3 JPPenalaran Kritis
Menganalisis perbedaan dan persamaan antar macam desain grafis berdasarkan fungsinya.Analisis studi kasus dan pemilihan jenis desain grafis yang sesuai.3 JPKolaborasi
Menerapkan prinsip-prinsip desain grafis dalam membuat contoh visual untuk jenis desain tertentu.Pembuatan prototipe desain sederhana.3 JPKreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Desain grafis adalah bidang seni dan praktik yang menggunakan elemen visual dan teks untuk mengomunikasikan pesan. Dalam dunia yang semakin visual ini, pemahaman tentang berbagai macam desain grafis menjadi krusial. Setiap jenis memiliki tujuan dan karakteristik unik, dari membangun identitas merek hingga menyampaikan informasi kompleks secara efektif. Modul ini akan membimbing Anda untuk mengenali dan memahami ragam desain grafis yang ada di sekitar kita.

Desain Identitas Visual (Branding)

Desain identitas visual adalah tentang menciptakan citra dan persona suatu merek atau perusahaan. Ini mencakup elemen-elemen seperti logo, palet warna, tipografi, dan panduan gaya visual. Tujuannya adalah untuk membangun pengenalan merek yang kuat dan konsisten di benak audiens. Contohnya adalah logo Apple yang ikonik atau kombinasi warna merah-putih Coca-Cola. Desainer harus memahami psikologi warna dan bentuk untuk menciptakan identitas yang beresonansi dengan nilai-nilai merek.

Desain Pemasaran dan Periklanan

Jenis desain ini berfokus pada promosi produk, layanan, atau ide. Ini mencakup poster, brosur, iklan cetak, banner digital, infografis, dan materi promosi lainnya. Tujuannya adalah menarik perhatian audiens, menyampaikan pesan persuasif, dan mendorong tindakan. Desain harus menarik secara visual dan mudah dipahami, seringkali menggunakan hierarki visual yang jelas untuk menonjolkan informasi kunci. Efektivitasnya sangat bergantung pada pemahaman target audiens.

Desain Antarmuka Pengguna (UI) dan Pengalaman Pengguna (UX)

Desain UI/UX berkaitan dengan bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk digital, seperti aplikasi seluler dan situs web. Desain UI berfokus pada tampilan visual dan interaktivitas elemen (tombol, ikon, menu), sementara desain UX berpusat pada keseluruhan pengalaman pengguna agar intuitif dan menyenangkan. Tujuannya adalah menciptakan produk digital yang mudah digunakan, efisien, dan memuaskan. Desainer harus memahami perilaku pengguna dan prinsip-prinsip kegunaan.

Desain Publikasi

Desain publikasi melibatkan tata letak dan tipografi untuk media cetak seperti buku, majalah, koran, dan e-book. Ini mencakup pemilihan font, grid layout, penempatan gambar, dan elemen visual lainnya untuk memastikan keterbacaan dan estetika. Tujuannya adalah menyajikan informasi dalam format yang terstruktur, menarik, dan mudah dinavigasi. Desainer publikasi harus memiliki pemahaman yang kuat tentang tipografi dan tata letak untuk mengoptimalkan pengalaman membaca.

Desain Kemasan

Desain kemasan adalah seni dan ilmu merancang wadah atau pembungkus suatu produk. Ini tidak hanya melindungi produk tetapi juga berfungsi sebagai alat pemasaran yang kuat di titik penjualan. Desain kemasan harus menarik secara visual, informatif, dan fungsional. Pertimbangan meliputi bentuk, material, grafis, dan informasi produk. Tujuannya adalah menarik perhatian konsumen, menyampaikan citra merek, dan memberikan pengalaman unboxing yang positif.

Rangkuman: Desain grafis memiliki berbagai macam spesialisasi, masing-masing dengan tujuan dan karakteristik unik. Dari membangun identitas merek yang kuat melalui desain branding, mempromosikan produk dengan desain pemasaran, hingga menciptakan pengalaman digital yang intuitif melalui desain UI/UX, setiap jenis desain memainkan peran krusial. Memahami perbedaan ini memungkinkan desainer untuk memilih pendekatan yang paling efektif dalam mengomunikasikan pesan visual kepada audiens yang tepat.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis karakteristik berbagai macam desain grafis dan mengidentifikasi aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, gawai/komputer, akses internet

  1. Amati 5 contoh desain grafis yang berbeda (misal: logo, poster, kemasan produk, website, infografis) yang disajikan guru.
  2. Identifikasi jenis desain grafis dari setiap contoh tersebut.
  3. Jelaskan karakteristik visual dan fungsi utama dari masing-masing desain.
  4. Tuliskan di mana Anda sering menemukan aplikasi desain tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Diskusikan hasil pengamatan Anda dengan kelompok dan siapkan untuk presentasi.

8 Glosarium

BrandingProses membangun dan memelihara identitas suatu merek.
TipografiSeni dan teknik memilih serta menata huruf.
UI/UX DesignDesain Antarmuka Pengguna dan Pengalaman Pengguna untuk produk digital.
LayoutPenataan elemen visual dan teks pada suatu bidang desain.
MascotKarakter visual yang mewakili suatu merek atau organisasi.

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Menerapka desain brief Macam desain grafis ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Menerapka desain brief kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.