tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMKperpajakan › pph21
SMK · Kelas XI · Fase F

Modul Ajar perpajakan Kelas XI
pph21

Modul ajar perpajakan SMK kelas XI materi pph21 lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar perpajakan kelas XI materi pph21
Ringkasan: PPh 21 adalah pajak atas penghasilan orang pribadi di Indonesia, meliputi gaji, upah, dan lainnya. Perhitungannya melibatkan identifikasi subjek, objek, penghasilan bruto, biaya pengurang, PTKP, dan penerapan tarif progresif. Pemahaman yang benar tentang PPh 21 esensial bagi individu dan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pajak dan berkontribusi pada pembangunan negara secara sah dan bertanggung jawab.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + Praktik SimulasiDimensi: penalaran kritis, kolaborasi, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISperpajakan · pph21 · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar perpajakan dan jenis-jenis pajak di Indonesia.

Pemahaman bermakna: Memahami PPh 21 bukan hanya tentang menghitung angka, tetapi juga tentang mengelola keuangan pribadi dan perusahaan secara bertanggung jawab, serta berkontribusi pada pembangunan negara melalui kepatuhan pajak.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita memastikan gaji yang kita terima sudah dipotong pajak dengan benar dan apakah kita sudah memenuhi kewajiban pajak sebagai warga negara?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi subjek dan objek PPh 21 sesuai peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku serta menganalisis komponen penghasilan bruto dan biaya pengurang.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang gaji dan tunjangan?', kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik 'Siapa saja yang wajib membayar PPh 21 dan atas penghasilan apa saja?'.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi modul ajar dan sumber daring untuk mengidentifikasi definisi PPh 21, subjek, objek, dan bukan objek PPh 21, serta komponen penghasilan bruto dan biaya pengurang, kemudian mencatat temuan mereka.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengerjakan LKPD yang berisi studi kasus sederhana untuk mengklasifikasikan jenis-jenis penghasilan dan pihak-pihak yang termasuk subjek atau objek PPh 21.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan konsep PPh 21, subjek, objek, dan komponen perhitungan awal.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan materi hari ini, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya, dan menutup dengan doa serta salam penutup yang ceria.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menghitung PPh 21 atas penghasilan pegawai tetap dengan berbagai status PTKP dan atas penghasilan bukan pegawai serta penghasilan lainnya.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mereviu materi sebelumnya tentang subjek dan objek PPh 21, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana status pernikahan dan jumlah tanggungan mempengaruhi besaran PPh 21 yang harus dibayar?'.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus yang lebih kompleks mengenai perhitungan PPh 21 untuk pegawai tetap dengan status PTKP berbeda dan untuk bukan pegawai (misalnya, tenaga ahli atau freelancer) menggunakan referensi peraturan perpajakan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok melakukan simulasi perhitungan PPh 21 berdasarkan studi kasus yang diberikan, mencatat langkah-langkah perhitungan, dan mengidentifikasi potensi kesalahan dalam perhitungan.

Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil perhitungan dan analisis mereka, kelompok lain memberikan masukan, dan guru memberikan umpan balik konstruktif serta mengklarifikasi konsep perhitungan PPh 21 yang tepat.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan metode perhitungan PPh 21, guru memberikan apresiasi dan motivasi, serta memberikan tugas untuk mempersiapkan data diri dan keluarga guna simulasi pengisian SPT di pertemuan berikutnya, kemudian menutup dengan doa dan salam.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Simulasi

Tujuan: Menyusun Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh 21 dengan benar dan tepat waktu serta mengaplikasikan perhitungan PPh 21 dalam simulasi kasus nyata secara kolaboratif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mereviu singkat perhitungan PPh 21, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan pertanyaan pemantik 'Mengapa pengisian SPT PPh 21 harus akurat dan tepat waktu? Apa konsekuensinya jika tidak?'.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan memahami format dan prosedur pengisian SPT Masa PPh 21 melalui contoh dan panduan yang disediakan, kemudian berdiskusi tentang studi kasus proyek pengisian SPT.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok membuat proyek simulasi pengisian SPT Masa PPh 21 dari data gaji dan potongan pajak yang telah dihitung sebelumnya, termasuk pembuatan bukti potong dan rekapitulasi.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil simulasi proyek pengisian SPT PPh 21 mereka, menjelaskan proses dan tantangan yang dihadapi, serta menerima umpan balik dari guru dan kelompok lain mengenai ketepatan pengisian.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan seluruh materi PPh 21, guru memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi dan hasil proyek, memberikan motivasi untuk terus belajar, dan menutup dengan doa serta harapan agar peserta didik menjadi warga negara yang patuh pajak.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan identifikasi kasus, dan kelengkapan perhitungan PPh 21 pada LKPD.

Akhir (sumatif): Ujian tulis berupa soal pilihan ganda dan esai terkait perhitungan dan pelaporan PPh 21 serta penilaian proyek simulasi pengisian SPT Masa PPh 21.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi subjek dan objek PPh 21Definisi, Subjek, Objek, dan Bukan Objek PPh 212 JPpenalaran kritis
Menganalisis komponen penghasilan bruto dan biaya pengurangPenghasilan Bruto, Biaya Jabatan, Iuran Pensiun, PTKP2 JPpenalaran kritis
Menghitung PPh 21 atas penghasilan pegawai tetap dan bukan pegawaiTarif PPh 21, Perhitungan PPh 21 Pegawai Tetap dan Bukan Pegawai2 JPkolaborasi
Menyusun SPT Masa PPh 21Formulir SPT Masa PPh 21, Simulasi Pengisian2 JPkreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) adalah salah satu jenis pajak yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan dari pekerjaan. Memahami PPh 21 sangat penting tidak hanya untuk kepatuhan pajak individu, tetapi juga bagi perusahaan dalam memenuhi kewajiban pemotongan dan penyetoran pajaknya. Modul ini akan membimbing Anda memahami seluk-beluk PPh 21 secara komprehensif.

Definisi dan Ruang Lingkup PPh 21

PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri. Ruang lingkupnya mencakup pegawai tetap, pegawai tidak tetap, penerima pensiun, dan bukan pegawai seperti tenaga ahli atau peserta kegiatan. Pemahaman ini krusial untuk menentukan siapa yang dikenai pajak dan atas penghasilan apa saja.

Subjek dan Objek PPh 21

Subjek PPh 21 adalah orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan yang dipotong PPh 21, sedangkan pemotong PPh 21 adalah pihak pemberi kerja atau penyelenggara kegiatan. Objek PPh 21 meliputi penghasilan yang diterima atau diperoleh sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan. Penting untuk membedakan antara objek pajak (misalnya gaji, tunjangan) dan bukan objek pajak (misalnya bantuan natura dari pemerintah, beasiswa tertentu) agar perhitungan tidak keliru.

Penghasilan Bruto dan Biaya Pengurang

Penghasilan bruto adalah seluruh penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu periode pajak. Untuk menghitung PPh 21, penghasilan bruto ini dikurangi dengan biaya-biaya yang diperkenankan oleh undang-undang, seperti biaya jabatan (maksimal Rp 500.000 per bulan atau Rp 6.000.000 per tahun), iuran pensiun, dan iuran Jaminan Hari Tua (JHT) yang dibayar pegawai. Pengurangan ini akan menghasilkan penghasilan neto yang menjadi dasar perhitungan PPh 21.

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

PTKP adalah batas penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Besaran PTKP ditentukan berdasarkan status perkawinan dan jumlah tanggungan. Misalnya, PTKP untuk wajib pajak lajang adalah Rp 54.000.000 per tahun, ditambah Rp 4.500.000 untuk wajib pajak kawin, dan Rp 4.500.000 per tanggungan maksimal 3 orang. PTKP sangat mempengaruhi besaran PPh 21 yang harus dibayar oleh wajib pajak orang pribadi.

Tarif PPh 21 dan Perhitungan

Tarif PPh 21 bersifat progresif, artinya semakin besar penghasilan neto, semakin tinggi tarif pajaknya. Lapisan tarif ini diatur dalam UU PPh, dimulai dari 5% untuk penghasilan sampai Rp 60.000.000, 15% untuk penghasilan Rp 60.000.000 hingga Rp 250.000.000, dan seterusnya. Perhitungan PPh 21 melibatkan langkah-langkah mulai dari menentukan penghasilan bruto, mengurangi biaya pengurang, mengurangi PTKP, hingga menerapkan tarif pajak pada Penghasilan Kena Pajak (PKP).

PPh 21 untuk Pegawai Tetap dan Bukan Pegawai

Perhitungan PPh 21 untuk pegawai tetap dan bukan pegawai memiliki perbedaan. Pegawai tetap dikenakan PPh 21 atas penghasilan teratur dan tidak teratur, dengan mempertimbangkan PTKP. Sementara itu, bukan pegawai seperti tenaga ahli atau peserta kegiatan, perhitungannya seringkali menggunakan tarif efektif atau tarif proporsional dari penghasilan bruto, tanpa mempertimbangkan PTKP secara langsung, tergantung pada jenis penghasilannya.

Pengisian dan Pelaporan SPT Masa PPh 21

Setiap pemotong PPh 21 wajib melaporkan pemotongan dan penyetoran PPh 21 melalui Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh 21. Pelaporan ini dapat dilakukan secara manual atau elektronik (e-SPT). Pengisian SPT harus akurat dan sesuai dengan bukti potong yang telah diterbitkan. Kepatuhan dalam pelaporan sangat penting untuk menghindari sanksi administrasi dari Direktorat Jenderal Pajak.

Rangkuman: PPh 21 adalah pajak atas penghasilan orang pribadi di Indonesia, meliputi gaji, upah, dan lainnya. Perhitungannya melibatkan identifikasi subjek, objek, penghasilan bruto, biaya pengurang, PTKP, dan penerapan tarif progresif. Pemahaman yang benar tentang PPh 21 esensial bagi individu dan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pajak dan berkontribusi pada pembangunan negara secara sah dan bertanggung jawab.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen penghasilan dan menghitung PPh 21 untuk berbagai kasus.

Alat & bahan: Modul ajar PPh 21, Undang-Undang PPh, kalkulator, alat tulis, komputer/laptop dengan akses internet

  1. Baca dan pahami studi kasus yang diberikan.
  2. Identifikasi data penghasilan bruto dan komponen pengurang.
  3. Hitung PPh 21 terutang sesuai status PTKP dan tarif berlaku.
  4. Sajikan hasil perhitungan dengan rapi dan jelas.
  5. Diskusikan hasil perhitungan dengan kelompokmu.

8 Glosarium

PPh 21Pajak Penghasilan Pasal 21, pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa.
PTKPPenghasilan Tidak Kena Pajak, batas penghasilan yang tidak dikenakan pajak.
Penghasilan BrutoSeluruh penghasilan yang diterima sebelum dikurangi biaya-biaya.
Penghasilan NetoPenghasilan bruto setelah dikurangi biaya-biaya yang diperkenankan.
PKPPenghasilan Kena Pajak, penghasilan neto setelah dikurangi PTKP.
SPT Masa PPh 21Surat Pemberitahuan Masa PPh 21, laporan pemotongan dan penyetoran PPh 21.
Bukti PotongDokumen bukti pemotongan PPh 21 yang diberikan oleh pemotong pajak.

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar perpajakan pph21 ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul perpajakan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.