Modul Ajar & RPP perpajakan Kelas XI
pph21
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | perpajakan |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | pph21 |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Simulasi |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami konsep dasar perpajakan dan jenis-jenis pajak di Indonesia. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri. |
| Konseptual | Konsep inti PPh 21 melibatkan pemahaman tentang subjek pajak, objek pajak, bukan objek pajak, tarif pajak progresif, dan metode perhitungan PPh 21 untuk berbagai jenis penghasilan. |
| Prosedural | Prosedur yang dipelajari meliputi langkah-langkah perhitungan PPh 21, penggunaan PTKP, pengisian SPT PPh 21, dan penyetoran pajak sesuai peraturan perpajakan yang berlaku. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian dan pemahaman mendalam terhadap regulasi perpajakan agar dapat menghitung PPh 21 dengan benar dan menghindari sanksi pajak. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi subjek dan objek PPh 21 sesuai peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.
- Menganalisis komponen penghasilan bruto dan biaya pengurang dalam perhitungan PPh 21.
- Menghitung PPh 21 atas penghasilan pegawai tetap dengan berbagai status PTKP.
- Menghitung PPh 21 atas penghasilan bukan pegawai dan penghasilan lainnya.
- Menyusun Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh 21 dengan benar dan tepat waktu.
- Mengaplikasikan perhitungan PPh 21 dalam simulasi kasus nyata secara kolaboratif.
Pemahaman bermakna: Memahami PPh 21 bukan hanya tentang menghitung angka, tetapi juga tentang mengelola keuangan pribadi dan perusahaan secara bertanggung jawab, serta berkontribusi pada pembangunan negara melalui kepatuhan pajak.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memastikan gaji yang kita terima sudah dipotong pajak dengan benar dan apakah kita sudah memenuhi kewajiban pajak sebagai warga negara?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Simulasi |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi Bisnis: Memahami dampak PPh 21 terhadap pendapatan bersih karyawan dan beban biaya perusahaan. Akuntansi Keuangan: Mengaitkan PPh 21 dengan pencatatan jurnal akuntansi untuk beban gaji dan utang pajak. Informatika: Menggunakan spreadsheet (Excel) untuk perhitungan PPh 21 yang kompleks dan pengolahan data pegawai. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga yang bekerja dapat berbagi slip gaji atau pengalaman mereka dengan PPh 21 untuk memperkaya pemahaman praktis peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dilengkapi dengan akses internet, proyektor, papan tulis, serta meja dan kursi yang dapat diatur untuk diskusi kelompok; suasana kelas yang terbuka untuk bertanya dan berpendapat. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi e-SPT PPh 21 atau situs web DJP Online untuk simulasi pengisian SPT dan akses ke peraturan perpajakan terbaru secara daring. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi subjek dan objek PPh 21 sesuai peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku serta menganalisis komponen penghasilan bruto dan biaya pengurang. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang gaji dan tunjangan?', kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik 'Siapa saja yang wajib membayar PPh 21 dan atas penghasilan apa saja?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi modul ajar dan sumber daring untuk mengidentifikasi definisi PPh 21, subjek, objek, dan bukan objek PPh 21, serta komponen penghasilan bruto dan biaya pengurang, kemudian mencatat temuan mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengerjakan LKPD yang berisi studi kasus sederhana untuk mengklasifikasikan jenis-jenis penghasilan dan pihak-pihak yang termasuk subjek atau objek PPh 21. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan konsep PPh 21, subjek, objek, dan komponen perhitungan awal. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi hari ini, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya, dan menutup dengan doa serta salam penutup yang ceria. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menghitung PPh 21 atas penghasilan pegawai tetap dengan berbagai status PTKP dan atas penghasilan bukan pegawai serta penghasilan lainnya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mereviu materi sebelumnya tentang subjek dan objek PPh 21, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana status pernikahan dan jumlah tanggungan mempengaruhi besaran PPh 21 yang harus dibayar?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus yang lebih kompleks mengenai perhitungan PPh 21 untuk pegawai tetap dengan status PTKP berbeda dan untuk bukan pegawai (misalnya, tenaga ahli atau freelancer) menggunakan referensi peraturan perpajakan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok melakukan simulasi perhitungan PPh 21 berdasarkan studi kasus yang diberikan, mencatat langkah-langkah perhitungan, dan mengidentifikasi potensi kesalahan dalam perhitungan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Kelompok mempresentasikan hasil perhitungan dan analisis mereka, kelompok lain memberikan masukan, dan guru memberikan umpan balik konstruktif serta mengklarifikasi konsep perhitungan PPh 21 yang tepat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan metode perhitungan PPh 21, guru memberikan apresiasi dan motivasi, serta memberikan tugas untuk mempersiapkan data diri dan keluarga guna simulasi pengisian SPT di pertemuan berikutnya, kemudian menutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen penghasilan dan menghitung PPh 21 untuk berbagai kasus.
Alat & bahan: Modul ajar PPh 21, Undang-Undang PPh, kalkulator, alat tulis, komputer/laptop dengan akses internet
Langkah kerja:
- Baca dan pahami studi kasus yang diberikan.
- Identifikasi data penghasilan bruto dan komponen pengurang.
- Hitung PPh 21 terutang sesuai status PTKP dan tarif berlaku.
- Sajikan hasil perhitungan dengan rapi dan jelas.
- Diskusikan hasil perhitungan dengan kelompokmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pajak penghasilan?
- Siapa saja yang wajib membayar PPh 21?
- Apa itu PTKP?
- Mengapa PPh 21 penting bagi negara?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan identifikasi kasus, dan kelengkapan perhitungan PPh 21 pada LKPD.
Sumatif (akhir): Ujian tulis berupa soal pilihan ganda dan esai terkait perhitungan dan pelaporan PPh 21 serta penilaian proyek simulasi pengisian SPT Masa PPh 21.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi subjek dan objek PPh 21 | Definisi, Subjek, Objek, dan Bukan Objek PPh 21 | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis komponen penghasilan bruto dan biaya pengurang | Penghasilan Bruto, Biaya Jabatan, Iuran Pensiun, PTKP | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menghitung PPh 21 atas penghasilan pegawai tetap dan bukan pegawai | Tarif PPh 21, Perhitungan PPh 21 Pegawai Tetap dan Bukan Pegawai | 2 JP | kolaborasi |
| 4 | Menyusun SPT Masa PPh 21 | Formulir SPT Masa PPh 21, Simulasi Pengisian | 2 JP | kreativitas |
Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) adalah salah satu jenis pajak yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan dari pekerjaan. Memahami PPh 21 sangat penting tidak hanya untuk kepatuhan pajak individu, tetapi juga bagi perusahaan dalam memenuhi kewajiban pemotongan dan penyetoran pajaknya. Modul ini akan membimbing Anda memahami seluk-beluk PPh 21 secara komprehensif.
1. Definisi dan Ruang Lingkup PPh 21
PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri. Ruang lingkupnya mencakup pegawai tetap, pegawai tidak tetap, penerima pensiun, dan bukan pegawai seperti tenaga ahli atau peserta kegiatan. Pemahaman ini krusial untuk menentukan siapa yang dikenai pajak dan atas penghasilan apa saja.
2. Subjek dan Objek PPh 21
Subjek PPh 21 adalah orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan yang dipotong PPh 21, sedangkan pemotong PPh 21 adalah pihak pemberi kerja atau penyelenggara kegiatan. Objek PPh 21 meliputi penghasilan yang diterima atau diperoleh sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan. Penting untuk membedakan antara objek pajak (misalnya gaji, tunjangan) dan bukan objek pajak (misalnya bantuan natura dari pemerintah, beasiswa tertentu) agar perhitungan tidak keliru.
3. Penghasilan Bruto dan Biaya Pengurang
Penghasilan bruto adalah seluruh penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu periode pajak. Untuk menghitung PPh 21, penghasilan bruto ini dikurangi dengan biaya-biaya yang diperkenankan oleh undang-undang, seperti biaya jabatan (maksimal Rp 500.000 per bulan atau Rp 6.000.000 per tahun), iuran pensiun, dan iuran Jaminan Hari Tua (JHT) yang dibayar pegawai. Pengurangan ini akan menghasilkan penghasilan neto yang menjadi dasar perhitungan PPh 21.
4. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
PTKP adalah batas penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Besaran PTKP ditentukan berdasarkan status perkawinan dan jumlah tanggungan. Misalnya, PTKP untuk wajib pajak lajang adalah Rp 54.000.000 per tahun, ditambah Rp 4.500.000 untuk wajib pajak kawin, dan Rp 4.500.000 per tanggungan maksimal 3 orang. PTKP sangat mempengaruhi besaran PPh 21 yang harus dibayar oleh wajib pajak orang pribadi.
5. Tarif PPh 21 dan Perhitungan
Tarif PPh 21 bersifat progresif, artinya semakin besar penghasilan neto, semakin tinggi tarif pajaknya. Lapisan tarif ini diatur dalam UU PPh, dimulai dari 5% untuk penghasilan sampai Rp 60.000.000, 15% untuk penghasilan Rp 60.000.000 hingga Rp 250.000.000, dan seterusnya. Perhitungan PPh 21 melibatkan langkah-langkah mulai dari menentukan penghasilan bruto, mengurangi biaya pengurang, mengurangi PTKP, hingga menerapkan tarif pajak pada Penghasilan Kena Pajak (PKP).
6. PPh 21 untuk Pegawai Tetap dan Bukan Pegawai
Perhitungan PPh 21 untuk pegawai tetap dan bukan pegawai memiliki perbedaan. Pegawai tetap dikenakan PPh 21 atas penghasilan teratur dan tidak teratur, dengan mempertimbangkan PTKP. Sementara itu, bukan pegawai seperti tenaga ahli atau peserta kegiatan, perhitungannya seringkali menggunakan tarif efektif atau tarif proporsional dari penghasilan bruto, tanpa mempertimbangkan PTKP secara langsung, tergantung pada jenis penghasilannya.
7. Pengisian dan Pelaporan SPT Masa PPh 21
Setiap pemotong PPh 21 wajib melaporkan pemotongan dan penyetoran PPh 21 melalui Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh 21. Pelaporan ini dapat dilakukan secara manual atau elektronik (e-SPT). Pengisian SPT harus akurat dan sesuai dengan bukti potong yang telah diterbitkan. Kepatuhan dalam pelaporan sangat penting untuk menghindari sanksi administrasi dari Direktorat Jenderal Pajak.
Rangkuman: PPh 21 adalah pajak atas penghasilan orang pribadi di Indonesia, meliputi gaji, upah, dan lainnya. Perhitungannya melibatkan identifikasi subjek, objek, penghasilan bruto, biaya pengurang, PTKP, dan penerapan tarif progresif. Pemahaman yang benar tentang PPh 21 esensial bagi individu dan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pajak dan berkontribusi pada pembangunan negara secara sah dan bertanggung jawab.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| PPh 21 | Pajak Penghasilan Pasal 21, pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa. |
| PTKP | Penghasilan Tidak Kena Pajak, batas penghasilan yang tidak dikenakan pajak. |
| Penghasilan Bruto | Seluruh penghasilan yang diterima sebelum dikurangi biaya-biaya. |
| Penghasilan Neto | Penghasilan bruto setelah dikurangi biaya-biaya yang diperkenankan. |
| PKP | Penghasilan Kena Pajak, penghasilan neto setelah dikurangi PTKP. |
| SPT Masa PPh 21 | Surat Pemberitahuan Masa PPh 21, laporan pemotongan dan penyetoran PPh 21. |
| Bukti Potong | Dokumen bukti pemotongan PPh 21 yang diberikan oleh pemotong pajak. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "pph21" mata pelajaran perpajakan Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan pph21 yang Anda cari? Materi perpajakan Kelas XI lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri perpajakan Terkait
MENGENAL PERPAJAKANPERPAJAKAN Kelas XI SMKPERPAJAKANperpajakan Kelas XI SMKPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar perpajakan kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi pph21 pada perpajakan SMK, Fase F.
Modul pph21 ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul pph21 untuk perpajakan kelas XI.
Apakah modul ajar perpajakan materi pph21 ini gratis?
Ya. Modul pph21 untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar pph21 ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas perpajakan kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul perpajakan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul pph21 ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan pph21 dapat Anda sesuaikan dengan murid perpajakan kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar perpajakan kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul pph21 ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi pph21 tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas pph21 untuk perpajakan kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul pph21 ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh perpajakan kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar pph21 beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap perpajakan kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul perpajakan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi pph21 disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.