Modul ajar Sistem Engine Teknik Kendaraan Ringan SMK kelas XI materi Sistem Engine Teknik Kendaraan Ringan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menganalisis berbagai sistem engine pada kendaraan ringan, mengidentifikasi komponen-komponen utamanya, serta memahami prinsip kerja dan fungsinya dalam menghasilkan tenaga penggerak. Mereka juga mampu mendiagnosis masalah dasar dan melakukan perawatan preventif sesuai standar industri.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang fungsi mesin sebagai penggerak kendaraan.
Pemahaman bermakna: Memahami cara kerja sistem engine pada kendaraan ringan sangat penting untuk perawatan yang tepat, efisiensi bahan bakar, dan keselamatan berkendara.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana sebuah mobil bisa bergerak hanya dengan memutar kunci kontak atau menekan tombol start?
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 8 komponen utama sistem engine konvensional dan fungsinya.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, mengaitkan materi dengan pengalaman siswa tentang kendaraan, menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik, serta menjelaskan pentingnya memahami komponen engine.
Memahami: Peserta didik mengamati gambar/video komponen engine, mengidentifikasi komponen-komponen utama seperti blok silinder, kepala silinder, piston, poros engkol, dan katup.
Mengaplikasi: Secara berkelompok, peserta didik mendiskusikan fungsi masing-masing komponen yang telah diidentifikasi berdasarkan referensi yang diberikan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi komponen dan fungsinya, guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap pemahaman konsep.
Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan materi tentang komponen engine, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas membaca materi siklus kerja engine untuk pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Peserta didik mampu menjelaskan siklus kerja empat langkah (intake, kompresi, power, exhaust) pada engine bensin.
Kegiatan awal: Guru mereview materi pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran siklus kerja engine, dan menyajikan sebuah studi kasus sederhana tentang masalah performa engine.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus, mencari informasi tentang siklus kerja engine (intake, kompresi, power, exhaust) dari berbagai sumber untuk memahami penyebab masalah.
Mengaplikasi: Peserta didik membuat diagram alur atau infografis yang menjelaskan urutan siklus kerja engine empat langkah beserta penjelasannya.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus dan diagram siklus kerja engine, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi untuk memperdalam pemahaman.
Penutup: Guru memberikan penguatan materi siklus kerja engine, mengaitkannya dengan studi kasus, dan memberikan tugas untuk mengidentifikasi sistem pendingin dan pelumasan pada kendaraan.
Tujuan: Peserta didik mampu mendemonstrasikan prosedur dasar pemeriksaan visual komponen engine dan membuat laporan sederhana.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali pentingnya perawatan engine, menyampaikan tujuan pembelajaran praktik pemeriksaan visual dan pembuatan laporan, serta menjelaskan prosedur keselamatan kerja di bengkel.
Memahami: Guru mendemonstrasikan prosedur pemeriksaan visual komponen engine (misalnya: level oli, kondisi belt, kebocoran), menjelaskan fungsi sistem pendingin dan pelumasan.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok melakukan praktik pemeriksaan visual komponen engine pada kendaraan yang tersedia di bengkel, mencatat temuan, dan menyusun laporan sederhana.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil praktik pemeriksaan visual dan laporan mereka, guru memberikan umpan balik konstruktif dan menilai hasil kerja.
Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan seluruh materi sistem engine, memberikan apresiasi atas kerja keras dan hasil karya, serta memberikan motivasi untuk terus belajar dan berlatih.
Proses (formatif): Observasi keaktifan siswa dalam diskusi, tanya jawab, dan partisipasi saat praktik di bengkel.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil laporan praktik identifikasi komponen engine dan unjuk kerja saat presentasi.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi komponen utama engine | Komponen-komponen utama engine (blok silinder, kepala silinder, piston, dll) | 2 JP | Penalaran Kritis, Kemandirian |
| Menjelaskan siklus kerja engine | Siklus kerja engine 4 langkah (Otto) | 2 JP | Penalaran Kritis, Kemandirian |
| Memahami sistem pendingin dan pelumasan | Sistem pendingin dan pelumasan engine | 2 JP | Kemandirian, Kolaborasi |
Sistem engine adalah jantung dari setiap kendaraan bermotor. Modul ini akan membawamu menyelami dunia kompleks di balik kap mesin, mulai dari komponen-komponen vital hingga cara kerjanya yang menakjubkan. Pemahaman mendalam tentang sistem engine akan membekalimu dengan keterampilan esensial untuk perawatan dan diagnosis, mempersiapkanmu menjadi teknisi kendaraan ringan yang andal.
Engine terdiri dari berbagai komponen utama yang bekerja harmonis. Blok silinder menjadi rumah bagi piston yang bergerak naik turun. Kepala silinder menutup blok silinder dan menampung katup-katup yang mengatur masuknya campuran udara-bahan bakar dan keluarnya gas buang. Poros engkol mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerak putar, yang kemudian diteruskan ke sistem penggerak roda. Sistem ini juga melibatkan komponen pendukung seperti poros bubut (camshaft) dan timing belt/chain yang mengatur bukaan dan tutup katup secara presisi.
Engine bensin umumnya bekerja dengan siklus empat langkah: langkah hisap (intake) saat piston turun dan katup hisap terbuka, memasukkan campuran udara-bahan bakar. Langkah kompresi saat piston naik dan kedua katup tertutup, memadatkan campuran. Langkah usaha (power) terjadi saat busi memercikkan api, membakar campuran dan mendorong piston ke bawah. Terakhir, langkah buang (exhaust) saat piston naik kembali dan katup buang terbuka, mengeluarkan sisa pembakaran.
Suhu tinggi akibat pembakaran dapat merusak engine. Sistem pendingin berfungsi menjaga suhu kerja optimal. Sistem pendingin cairan menggunakan radiator, pompa air, termostat, dan cairan pendingin (coolant) untuk menyerap dan membuang panas. Sistem pendingin udara mengandalkan sirip-sirip pada blok silinder dan kepala silinder untuk membuang panas langsung ke udara, biasanya digunakan pada mesin berkapasitas kecil atau sepeda motor.
Gerakan komponen engine yang saling bergesekan dapat menimbulkan keausan. Sistem pelumasan menggunakan oli untuk mengurangi gesekan, mendinginkan komponen, membersihkan, dan mencegah karat. Oli dipompa dari bak oli (oil pan) ke seluruh bagian engine yang membutuhkan pelumasan, kemudian kembali ke bak oli. Filter oli berfungsi menyaring kotoran dari oli agar tetap bersih.
Rangkuman: Memahami komponen utama, siklus kerja empat langkah, serta sistem pendingin dan pelumasan adalah fondasi penting dalam teknik kendaraan ringan. Pengetahuan ini memungkinkan diagnosis masalah dasar, perawatan preventif, dan memastikan performa engine yang optimal serta umur panjang kendaraan.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen utama engine dan mendemonstrasikan prosedur pemeriksaan visual dasar.
Alat & bahan: Toolkit dasar otomotif, kendaraan/mock-up engine, buku manual servis, alat tulis, lembar kerja.
| Blok Silinder | Bagian utama engine yang berisi silinder tempat piston bergerak. |
| Piston | Komponen bergerak di dalam silinder yang mengubah tekanan hasil pembakaran menjadi gerakan mekanik. |
| Poros Engkol (Crankshaft) | Mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerakan putar. |
| Katup (Valve) | Mengatur masuknya campuran udara-bahan bakar dan keluarnya gas buang. |
| Siklus Otto | Siklus kerja engine bensin empat langkah. |
| Radiator | Komponen pada sistem pendingin cairan yang berfungsi mendinginkan cairan pendingin. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sistem Engine Teknik Kendaraan Ringan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.