tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMKSISTEM PENERUS TENAGA (SPO) › SISTEM KOPLING
SMK · Kelas XI · Fase F

Modul Ajar SISTEM PENERUS TENAGA (SPO) Kelas XI
SISTEM KOPLING

Modul ajar SISTEM PENERUS TENAGA (SPO) SMK kelas XI materi SISTEM KOPLING lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar SISTEM PENERUS TENAGA (SPO) kelas XI materi SISTEM KOPLING
Ringkasan: Sistem kopling adalah komponen esensial pada kendaraan transmisi manual yang berfungsi memutus dan menyambung putaran mesin ke transmisi. Terdiri dari pedal, kabel/hidrolik, garpu, bantalan, plat penekan, plat kopling, dan flywheel. Kerusakan kopling dapat didiagnosis dari gejala seperti selip atau berat. Pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan, dan pemasangan harus dilakukan sesuai prosedur standar untuk menjaga performa dan keamanan kendaraan.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Penalaran Kritis, Kemandirian, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISSISTEM PENERUS TENAGA (SPO) · SISTEM KOPLING · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami prinsip dasar perpindahan tenaga dan komponen mesin pada kendaraan ringan.

Pemahaman bermakna: Memahami sistem kopling bukan hanya tentang mengetahui komponennya, tetapi juga bagaimana setiap bagian bekerja sama secara harmonis untuk memungkinkan perpindahan tenaga yang efisien dan aman pada kendaraan.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian membayangkan apa yang terjadi jika pedal kopling pada mobil tidak berfungsi saat akan memindahkan gigi atau berhenti?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (7 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menganalisis fungsi dan prinsip kerja komponen sistem kopling mekanis dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik melihat atau menggunakan kopling pada kendaraan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati video atau simulasi interaktif tentang cara kerja kopling, kemudian berdiskusi untuk mengidentifikasi komponen utama dan fungsinya, serta menganalisis prinsip kerja kopling secara umum.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya mengenai fungsi dan prinsip kerja kopling, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan konsep yang benar.

Merefleksi: Peserta didik menyimpulkan bersama fungsi dan prinsip kerja kopling. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap pemahaman awal peserta didik. Guru memotivasi peserta didik untuk terus belajar.

Penutup: Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman singkat, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik.

Pertemuan 2 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Mengidentifikasi jenis-jenis kopling berdasarkan konstruksi dan aplikasinya pada kendaraan ringan.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengulas kembali materi sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menghubungkannya dengan keberagaman jenis kopling yang ada di lapangan.

Memahami: Peserta didik melakukan studi literatur dan eksplorasi gambar atau model fisik berbagai jenis kopling (plat tunggal, plat ganda, sentrifugal, hidrolik) untuk mengidentifikasi perbedaan konstruksi dan karakteristiknya. Mereka mencatat informasi penting.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis kopling serta mengaitkannya dengan aplikasi pada jenis kendaraan ringan tertentu. Mereka membuat poster atau infografis sederhana.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan analisis jenis kopling. Guru memberikan klarifikasi dan pengayaan informasi, serta memberikan kesempatan peserta didik untuk saling bertanya dan memberi masukan.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan jenis-jenis kopling dan aplikasinya. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas peserta didik dan memberikan tugas mandiri untuk mencari contoh kendaraan dengan jenis kopling berbeda. Doa.

Pertemuan 3 — Problem-Based Learning

Tujuan: Mendiagnosis kerusakan pada komponen sistem kopling mekanis berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengaitkan materi sebelumnya dengan masalah nyata pada sistem kopling. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan studi kasus awal tentang mobil dengan masalah kopling.

Memahami: Peserta didik disajikan beberapa studi kasus atau video tentang gejala kerusakan kopling (misalnya, kopling selip, kopling berat, kopling bergetar). Secara berkelompok, mereka menganalisis gejala tersebut dan merumuskan kemungkinan penyebab kerusakan.

Mengaplikasi: Dengan menggunakan manual servis atau panduan teknis, peserta didik merancang prosedur pemeriksaan awal untuk mendiagnosis penyebab kerusakan pada studi kasus yang diberikan. Mereka mempraktikkan simulasi diagnosis dengan alat peraga jika memungkinkan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diagnosis dan prosedur pemeriksaan yang dirancang. Guru memberikan umpan balik, mengoreksi jika ada kesalahan, dan memberikan contoh diagnosis kerusakan yang akurat berdasarkan pengalaman nyata.

Penutup: Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pentingnya diagnosis yang tepat. Guru memberikan apresiasi atas kemampuan analisis peserta didik dan memberikan motivasi untuk pertemuan praktik selanjutnya. Doa.

Pertemuan 4 — Guided Practice

Tujuan: Melakukan pembongkaran dan pemasangan komponen kopling dengan prosedur yang benar dan aman.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengulas kembali langkah-langkah diagnosis. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran praktik hari ini dan menekankan pentingnya keselamatan kerja dalam pembongkaran dan pemasangan.

Memahami: Guru mendemonstrasikan secara langsung prosedur pembongkaran unit kopling dari transmisi pada kendaraan atau trainer. Peserta didik mengamati dengan seksama setiap langkah, penggunaan alat, dan teknik yang benar.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik secara bergantian melakukan pembongkaran unit kopling sesuai dengan prosedur yang didemonstrasikan dan panduan LKPD. Guru mengawasi, membimbing, dan memberikan koreksi langsung di tempat.

Merefleksi: Setelah pembongkaran, peserta didik mendiskusikan kesulitan yang dihadapi dan cara mengatasinya. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya urutan kerja dan kerapihan. Guru juga menekankan aspek keselamatan kerja.

Penutup: Guru membimbing peserta didik merapikan area kerja dan alat. Guru memberikan apresiasi atas ketelitian dan kerja sama. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya yaitu pemeriksaan komponen. Doa.

Pertemuan 5 — Hands-on Training

Tujuan: Melakukan perbaikan dan penyetelan sistem kopling mekanis sesuai standar operasional prosedur.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengulas kembali teknik pembongkaran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran praktik kali ini, yaitu fokus pada pemeriksaan, perbaikan, dan penyetelan komponen kopling.

Memahami: Guru mendemonstrasikan cara memeriksa keausan plat kopling, kerataan flywheel, kondisi release bearing, dan komponen lainnya menggunakan alat ukur yang tepat. Guru juga menunjukkan prosedur penyetelan pedal kopling.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok melakukan pemeriksaan komponen kopling yang telah dibongkar menggunakan alat ukur (jangka sorong, feeler gauge, dial indicator). Mereka mengidentifikasi komponen yang perlu diganti atau diperbaiki, dan melakukan simulasi penyetelan.

Merefleksi: Setiap kelompok melaporkan hasil pemeriksaan dan rencana perbaikan komponen kopling. Guru memberikan umpan balik terhadap ketepatan pengukuran dan keputusan perbaikan. Peserta didik berdiskusi tentang best practice dalam perbaikan.

Penutup: Guru membimbing peserta didik membuat catatan hasil pemeriksaan dan perbaikan. Guru memberikan apresiasi atas ketelitian dan kemampuan analisis. Guru mengingatkan untuk persiapan pemasangan kembali. Doa.

Pertemuan 6 — Collaborative Project

Tujuan: Melakukan pemasangan komponen kopling dengan prosedur yang benar dan aman.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengulas kembali hasil pemeriksaan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu pemasangan kembali unit kopling, dan menekankan pentingnya kerja sama tim.

Memahami: Guru mendemonstrasikan prosedur pemasangan unit kopling ke transmisi dan pemasangan transmisi ke mesin. Guru menekankan penggunaan special tools dan momen pengencangan yang tepat sesuai manual servis.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik secara kolaboratif melakukan pemasangan kembali komponen kopling dan unit transmisi ke kendaraan atau trainer. Mereka saling membantu dan memastikan setiap langkah dilakukan sesuai prosedur dan keamanan.

Merefleksi: Setelah selesai pemasangan, setiap kelompok melakukan uji fungsi awal sistem kopling dan melaporkan hasilnya. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap proses kerja kelompok dan hasil akhir.

Penutup: Guru membimbing peserta didik membersihkan area kerja dan merapikan alat. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja sama tim dan keberhasilan menyelesaikan tugas. Guru menyampaikan persiapan untuk presentasi laporan. Doa.

Pertemuan 7 — Project-Based Learning (Presentasi & Evaluasi)

Tujuan: Merancang laporan hasil pemeriksaan dan perbaikan sistem kopling secara sistematis dan akurat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengulas kembali seluruh tahapan praktik dari diagnosis hingga pemasangan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu presentasi laporan dan evaluasi akhir.

Memahami: Peserta didik diberikan waktu untuk finalisasi laporan proyek mereka yang mencakup diagnosis, prosedur pembongkaran, hasil pemeriksaan, tindakan perbaikan, dan prosedur pemasangan kembali sistem kopling.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan laporan proyek mereka di depan kelas. Kelompok lain bertindak sebagai penguji atau pemberi masukan, mengajukan pertanyaan terkait prosedur dan hasil yang dicapai. Guru bertindak sebagai fasilitator.

Merefleksi: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap presentasi, isi laporan, dan proses kerja peserta didik. Guru menekankan poin-poin penting dan area yang perlu ditingkatkan. Dilakukan evaluasi sumatif modul ini.

Penutup: Guru membimbing peserta didik melakukan refleksi atas seluruh proses belajar sistem kopling. Guru memberikan apresiasi atas pencapaian dan kerja keras seluruh peserta didik. Guru memotivasi untuk terus belajar dan berinovasi. Doa penutup dan salam.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi kinerja peserta didik selama praktik pembongkaran, pemeriksaan, dan pemasangan kopling, serta penilaian keaktifan diskusi kelompok.

Akhir (sumatif): Penilaian laporan praktik dan hasil uji fungsi sistem kopling yang telah diperbaiki/dipasang, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis fungsi dan prinsip kerja komponen sistem kopling mekanis dengan tepat.Fungsi dan Prinsip Kerja Kopling2 JPPenalaran Kritis
Mengidentifikasi jenis-jenis kopling berdasarkan konstruksi dan aplikasinya pada kendaraan ringan.Jenis-jenis Kopling2 JPPenalaran Kritis
Mendiagnosis kerusakan pada komponen sistem kopling mekanis berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan.Diagnosis Kerusakan Kopling2 JPPenalaran Kritis, Kemandirian
Melakukan pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan, dan pemasangan komponen kopling dengan prosedur yang benar dan aman.Praktik Pembongkaran, Pemeriksaan, Perbaikan, Pemasangan Kopling8 JPKemandirian, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Sistem kopling adalah komponen vital pada kendaraan bermotor manual yang berfungsi untuk memutus dan menyambung putaran mesin ke transmisi. Tanpa kopling, pengemudi akan kesulitan untuk memindahkan gigi atau menghentikan kendaraan dengan halus. Pemahaman yang mendalam tentang cara kerja dan perawatan kopling sangat penting bagi setiap teknisi otomotif untuk memastikan kendaraan dapat beroperasi dengan aman dan efisien.

Fungsi dan Prinsip Kerja Kopling

Kopling memiliki fungsi utama untuk menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke sistem transmisi. Saat pedal kopling diinjak, putaran mesin terputus dari transmisi, memungkinkan perpindahan gigi tanpa merusak komponen. Saat pedal dilepas, putaran mesin tersambung kembali ke transmisi secara bertahap melalui gesekan, sehingga kendaraan dapat bergerak dengan halus. Prinsip kerjanya didasarkan pada pemanfaatan gaya gesek antara plat kopling dan flywheel, yang ditekan oleh plat penekan (pressure plate) di bawah tekanan pegas diafragma.

Komponen Utama Sistem Kopling Mekanis

Sistem kopling mekanis terdiri dari beberapa komponen kunci: pedal kopling, kabel kopling (atau sistem hidrolik), garpu pembebas (release fork), bantalan pembebas (release bearing), plat penekan (pressure plate), plat kopling (clutch disc), dan flywheel. Flywheel terpasang pada poros engkol mesin, sedangkan plat kopling berada di antara flywheel dan plat penekan. Bantalan pembebas menekan pegas diafragma pada plat penekan untuk membebaskan plat kopling dari flywheel.

Jenis-jenis Kopling pada Kendaraan Ringan

Kopling pada kendaraan ringan umumnya menggunakan tipe plat tunggal kering karena efisiensinya. Namun, ada juga kopling basah yang digunakan pada sepeda motor. Berdasarkan mekanisme penggeraknya, kopling dapat dibedakan menjadi kopling mekanis (menggunakan kabel) dan kopling hidrolik (menggunakan fluida). Kopling hidrolik memberikan rasa pedal yang lebih ringan dan mengurangi kelelahan pengemudi, sementara kopling mekanis lebih sederhana dalam konstruksi dan perawatan.

Gejala dan Penyebab Kerusakan Kopling

Kerusakan kopling seringkali ditandai dengan gejala seperti kopling selip (putaran mesin tinggi tapi mobil tidak bertenaga), kopling bergetar saat mulai bergerak, kopling berat saat diinjak, atau sulit memindahkan gigi. Penyebab umum meliputi keausan plat kopling, pegas diafragma lemah, permukaan flywheel tidak rata, release bearing rusak, atau sistem hidrolik yang bocor. Diagnosis yang akurat sangat penting untuk menentukan perbaikan yang tepat.

Prosedur Pembongkaran dan Pemeriksaan Kopling

Pembongkaran kopling dimulai dengan melepas transmisi dari mesin. Setelah unit kopling terlihat, plat penekan dan plat kopling dilepas dari flywheel. Setiap komponen kemudian diperiksa secara visual dan diukur menggunakan alat ukur presisi seperti jangka sorong atau dial indicator. Pemeriksaan meliputi ketebalan plat kopling, kerataan flywheel dan plat penekan, kondisi pegas diafragma, serta putaran release bearing. Data pengukuran dibandingkan dengan spesifikasi pabrikan.

Prosedur Perbaikan dan Pemasangan Kopling

Perbaikan kopling umumnya melibatkan penggantian komponen yang aus atau rusak, seperti plat kopling, release bearing, atau set plat penekan. Jika flywheel tidak rata, perlu dilakukan pembubutan. Pemasangan kembali kopling harus dilakukan dengan hati-hati, memastikan plat kopling berada di tengah menggunakan special tool (pilot bearing tool) agar poros input transmisi dapat masuk dengan mudah. Momen pengencangan baut plat penekan dan transmisi harus sesuai standar untuk mencegah kerusakan.

Penyetelan Kopling dan Uji Fungsi

Setelah pemasangan, perlu dilakukan penyetelan tinggi pedal kopling dan gerak bebas (free play) pedal kopling sesuai spesifikasi pabrikan. Penyetelan yang tepat memastikan kopling dapat bekerja optimal, tidak selip, dan tidak susah masuk gigi. Uji fungsi dilakukan dengan menghidupkan mesin, mencoba memindahkan gigi, dan menggerakkan kendaraan untuk memastikan kopling bekerja dengan halus dan responsif tanpa gejala abnormal.

Rangkuman: Sistem kopling adalah komponen esensial pada kendaraan transmisi manual yang berfungsi memutus dan menyambung putaran mesin ke transmisi. Terdiri dari pedal, kabel/hidrolik, garpu, bantalan, plat penekan, plat kopling, dan flywheel. Kerusakan kopling dapat didiagnosis dari gejala seperti selip atau berat. Pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan, dan pemasangan harus dilakukan sesuai prosedur standar untuk menjaga performa dan keamanan kendaraan.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Melakukan pembongkaran, pemeriksaan, dan pemasangan komponen kopling mekanis sesuai prosedur.

Alat & bahan: Unit kopling (plat kopling, matahari, release bearing), transmisi, kunci pas, kunci ring, obeng, jangka sorong, feeler gauge, dial indicator, kunci momen, manual servis.

  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan, pastikan area kerja aman dan bersih.
  2. Lakukan pembongkaran unit kopling dari transmisi dengan urutan yang benar dan hati-hati.
  3. Periksa setiap komponen kopling (plat kopling, matahari, release bearing) menggunakan alat ukur dan bandingkan dengan spesifikasi manual servis.
  4. Catat hasil pemeriksaan dan identifikasi komponen yang perlu diganti atau diperbaiki.
  5. Lakukan pemasangan kembali unit kopling dan transmisi dengan momen pengencangan yang tepat.

8 Glosarium

FlywheelRoda gila, komponen berat yang terhubung ke poros engkol mesin, berfungsi menyimpan energi putar dan sebagai permukaan gesek untuk plat kopling.
Plat Kopling (Clutch Disc)Komponen yang terbuat dari bahan gesek, berfungsi mentransfer torsi dari flywheel ke poros input transmisi.
Plat Penekan (Pressure Plate)Komponen yang menekan plat kopling ke flywheel melalui pegas diafragma.
Release BearingBantalan yang menekan pegas diafragma pada plat penekan saat pedal kopling diinjak.
Selip KoplingKondisi di mana plat kopling tidak mampu mentransfer torsi penuh dari mesin ke transmisi karena gesekan yang kurang, menyebabkan putaran mesin tinggi tapi kendaraan lambat.

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar SISTEM PENERUS TENAGA (SPO) SISTEM KOPLING ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SISTEM PENERUS TENAGA (SPO) kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.