tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPal quran hadits › mengenal ilmu tajwid
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar al quran hadits Kelas VII
mengenal ilmu tajwid

Modul ajar al quran hadits SMP kelas VII materi mengenal ilmu tajwid lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar al quran hadits kelas VII materi mengenal ilmu tajwid
Ringkasan: Ilmu tajwid adalah panduan penting untuk membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai makhraj dan sifat huruf, serta hukum-hukum bacaan. Mempelajari tajwid hukumnya fardhu kifayah, sementara membaca Al-Qur'an dengan tajwid hukumnya fardhu 'ain. Hukum nun sukun/tanwin meliputi izhar, idgham (bighunnah dan bilaghunnah), iqlab, dan ikhfa. Sedangkan hukum mim sukun meliputi ikhfa syafawi, idgham mimi, dan izhar syafawi. Menguasai tajwid akan menjadikan bacaan Al-Qur'an kita lebih sempurna dan bermakna.
Model: Discovery Learning, Problem Based Learning, dan Praktik MandiriDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kemandirianWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISal quran hadits · mengenal ilmu tajwid · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan mengaplikasikan dasar-dasar ilmu tajwid untuk membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, serta mengidentifikasi hukum bacaan tertentu dalam ayat-ayat pendek.

Acuan: Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka

Kompetensi awal: Peserta didik telah mampu membaca huruf hijaiyah dan mengenal beberapa tanda baca dasar dalam Al-Qur'an.

Pemahaman bermakna: Memahami ilmu tajwid membantu kita membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, sehingga makna ayat tidak berubah dan kita mendapatkan pahala yang sempurna.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita perlu membaca Al-Qur'an dengan aturan tertentu, tidak seperti membaca buku biasa?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi pengertian dan hukum mempelajari ilmu tajwid dengan tepat serta menjelaskan macam-macam hukum nun sukun/tanwin (izhar, idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, iqlab, ikhfa) dengan benar.

Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi. Peserta didik diajak menyimak lantunan ayat Al-Qur'an oleh seorang qari, lalu guru bertanya tentang perbedaan cara membaca Al-Qur'an dengan membaca buku biasa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi bahan ajar tentang pengertian ilmu tajwid, hukum mempelajarinya, dan pengantar hukum nun sukun/tanwin. Mereka mencari tahu mengapa tajwid penting dan bagaimana nun sukun/tanwin bisa memiliki banyak hukum bacaan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menganalisis contoh-contoh ayat pendek yang diberikan guru untuk mengidentifikasi perbedaan bacaan nun sukun/tanwin dan mencoba mengklasifikasikannya ke dalam hukum-hukum yang sudah dipelajari (izhar, idgham, iqlab, ikhfa) sebelum dijelaskan lebih lanjut.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi awal mereka. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman konsep dasar ilmu tajwid dan hukum nun sukun/tanwin, serta meluruskan miskonsepsi yang mungkin terjadi.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya ilmu tajwid dan merefleksikan pembelajaran hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas awal untuk mencari contoh hukum nun sukun/tanwin di rumah, kemudian ditutup dengan doa.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning

Tujuan: Mengidentifikasi contoh hukum nun sukun/tanwin dalam ayat-ayat pendek Al-Qur'an dengan cermat serta menjelaskan macam-macam hukum mim sukun (ikhfa syafawi, idgham mimi, izhar syafawi) dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengulas singkat materi sebelumnya, lalu meminta peserta didik menyampaikan hasil temuan mereka tentang contoh hukum nun sukun/tanwin dari tugas rumah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yang berfokus pada identifikasi dan hukum mim sukun.

Memahami: Peserta didik disajikan beberapa potongan ayat Al-Qur'an yang mengandung hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun. Mereka diminta untuk mengidentifikasi dan memecahkan 'masalah' mengapa bacaan mim sukun juga memiliki aturan yang berbeda-beda, seperti nun sukun/tanwin.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan dan mengklasifikasikan hukum-hukum mim sukun (ikhfa syafawi, idgham mimi, izhar syafawi) berdasarkan kaidah yang telah diberikan guru atau dari bahan ajar. Mereka kemudian mencari dan menandai contoh-contoh hukum tersebut dalam lembar kerja yang berisi ayat-ayat pendek.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi hukum mim sukun dan contoh-contohnya. Guru memberikan penguatan, menjelaskan secara detail perbedaan hukum mim sukun, dan memberikan kesempatan tanya jawab untuk memastikan pemahaman yang komprehensif.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun. Guru memberikan motivasi untuk terus berlatih membaca Al-Qur'an dan memberikan tugas untuk mempersiapkan praktik membaca di pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Pertemuan 3 — Praktik Mandiri dan Penilaian

Tujuan: Mempraktikkan bacaan Al-Qur'an yang mengandung hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun dengan tartil.

Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, kemudian melakukan presensi. Guru mengingatkan kembali pentingnya membaca Al-Qur'an dengan tartil dan menyampaikan bahwa hari ini adalah sesi praktik dan asesmen untuk mengukur kemampuan membaca peserta didik.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan melakukan pemanasan dengan membaca beberapa ayat pendek yang disiapkan guru, untuk mengingat kembali hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun yang telah dipelajari. Guru berkeliling memberikan bimbingan singkat jika diperlukan.

Mengaplikasi: Setiap peserta didik secara bergantian maju ke depan kelas atau ke meja guru untuk mempraktikkan membaca potongan ayat Al-Qur'an yang telah ditentukan. Peserta didik lain berperan sebagai pendengar aktif dan memberikan masukan positif setelah guru memberikan penilaian awal.

Merefleksi: Setelah praktik, guru memberikan umpan balik konstruktif secara personal kepada setiap peserta didik, menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Diskusi singkat dilakukan mengenai kesulitan yang dihadapi dan cara mengatasinya. Guru juga memberikan motivasi untuk terus memperbaiki bacaan.

Penutup: Guru bersama peserta didik merumuskan simpulan akhir tentang pentingnya praktik tajwid. Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian peserta didik dalam praktik, serta mengarahkan tindak lanjut untuk perbaikan bacaan di rumah. Pembelajaran ditutup dengan doa dan pesan semangat untuk senantiasa mencintai Al-Qur'an.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mengidentifikasi hukum tajwid pada LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian praktik membaca Al-Qur'an yang mengandung hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun dengan rubrik.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi pengertian dan hukum mempelajari ilmu tajwid serta menjelaskan macam-macam hukum nun sukun/tanwin.Pengertian dan hukum ilmu tajwid, hukum nun sukun/tanwin (izhar, idgham, iqlab, ikhfa).2 JPKeimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis
Mengidentifikasi contoh hukum nun sukun/tanwin dan menjelaskan macam-macam hukum mim sukun.Identifikasi contoh nun sukun/tanwin, hukum mim sukun (ikhfa syafawi, idgham mimi, izhar syafawi).2 JPPenalaran Kritis, Kemandirian
Mempraktikkan bacaan Al-Qur'an yang mengandung hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun dengan tartil.Praktik membaca Al-Qur'an dengan penerapan hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun.2 JPKeimanan dan Ketakwaan, Kemandirian

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang mulia, namun tidak cukup hanya dengan bisa membaca hurufnya saja. Untuk menjaga kemurnian dan kebenaran maknanya, kita perlu memahami dan menerapkan ilmu tajwid. Ilmu tajwid membimbing kita agar dapat melafalkan setiap huruf dan kalimat Al-Qur'an sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan, sehingga bacaan kita menjadi benar dan indah, serta mendatangkan pahala yang sempurna di sisi Allah SWT.

Pengertian dan Hukum Ilmu Tajwid

Ilmu tajwid (تجويد) secara bahasa berarti memperindah atau memperbaiki. Secara istilah, ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar, baik dari segi makhraj (tempat keluarnya huruf), sifat-sifat huruf, maupun hukum-hukum bacaan lainnya. Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah, artinya wajib ada sebagian umat Islam yang mempelajarinya. Namun, hukum membaca Al-Qur'an dengan tajwid adalah fardhu 'ain bagi setiap muslim yang membacanya, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Muzammil ayat 4: وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا (Wa rattilil Qur'ana tartila), yang artinya 'Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil'.

Hukum Nun Sukun dan Tanwin (Bagian 1)

Nun sukun (نْ) adalah huruf nun yang tidak berharakat, sedangkan tanwin (ـًـٍـٌ) adalah nun mati yang terletak di akhir kata, namun tidak tertulis melainkan disuarakan. Ada empat hukum nun sukun dan tanwin: Izhar Halqi, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa Haqiqi. Izhar Halqi terjadi jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf halqi (tenggorokan) yaitu hamzah (ء), ha' (ه), 'ain (ع), ghin (غ), ha' (ح), kho' (خ). Cara membacanya jelas tanpa dengung. Contoh: مِنْ هَادٍ (min hadin). Idgham berarti memasukkan atau meleburkan. Idgham terbagi dua: Idgham Bighunnah (dengan dengung) dan Idgham Bilaghunnah (tanpa dengung).

Hukum Nun Sukun dan Tanwin (Bagian 2)

Idgham Bighunnah terjadi jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ي (ya), ن (nun), م (mim), و (wau). Contoh: مَنْ يَعْمَلْ (may ya'mal). Idgham Bilaghunnah terjadi jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ل (lam) atau ر (ra). Contoh: مِنْ رَبِّهِمْ (mir rabbihim). Iqlab berarti mengubah. Terjadi jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ب (ba'). Nun sukun atau tanwin dibaca seperti huruf mim kecil. Contoh: مِنْ بَعْدِ (mim ba'di). Ikhfa Haqiqi berarti menyamarkan. Terjadi jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan 15 huruf hijaiyah selain huruf izhar, idgham, dan iqlab. Contoh: أَنْتُمْ (antum).

Hukum Mim Sukun

Mim sukun (مْ) adalah huruf mim yang tidak berharakat. Hukum mim sukun ada tiga: Ikhfa Syafawi, Idgham Mimi (Mutamatsilain), dan Izhar Syafawi. Ikhfa Syafawi terjadi jika mim sukun bertemu dengan huruf ب (ba'). Cara membacanya dengan menyamarkan bunyi mim disertai dengung. Contoh: تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ (tarmihim bihijarah). Idgham Mimi terjadi jika mim sukun bertemu dengan huruf م (mim). Cara membacanya dengan memasukkan mim sukun ke mim yang berharakat disertai dengung. Contoh: لَكُمْ مَا (lakum ma). Izhar Syafawi terjadi jika mim sukun bertemu dengan semua huruf hijaiyah selain ب (ba') dan م (mim). Cara membacanya jelas tanpa dengung. Contoh: أَلَمْ تَرَ (alam tara).

Rangkuman: Ilmu tajwid adalah panduan penting untuk membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai makhraj dan sifat huruf, serta hukum-hukum bacaan. Mempelajari tajwid hukumnya fardhu kifayah, sementara membaca Al-Qur'an dengan tajwid hukumnya fardhu 'ain. Hukum nun sukun/tanwin meliputi izhar, idgham (bighunnah dan bilaghunnah), iqlab, dan ikhfa. Sedangkan hukum mim sukun meliputi ikhfa syafawi, idgham mimi, dan izhar syafawi. Menguasai tajwid akan menjadikan bacaan Al-Qur'an kita lebih sempurna dan bermakna.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun dalam ayat-ayat pendek Al-Qur'an.

Alat & bahan: Lembar LKPD, alat tulis, Al-Qur'an atau juz amma.

  1. Bacalah potongan ayat Al-Qur'an yang tertera pada lembar LKPD dengan cermat.
  2. Identifikasi setiap nun sukun/tanwin dan mim sukun yang ditemukan dalam ayat tersebut.
  3. Tentukan hukum bacaan untuk setiap nun sukun/tanwin dan mim sukun yang telah diidentifikasi.
  4. Tulislah hukum bacaan dan alasannya pada kolom yang tersedia dalam tabel.
  5. Diskusikan hasil pekerjaanmu dengan teman sekelompok.

8 Glosarium

TajwidIlmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan benar.
TartilMembaca Al-Qur'an secara pelan, jelas, dan benar sesuai tajwid.
MakhrajTempat keluarnya huruf hijaiyah.
Nun SukunHuruf nun mati (نْ).
TanwinTanda baca rangkap dua (ـًـٍـٌ) yang berfungsi seperti nun mati.
Mim SukunHuruf mim mati (مْ).

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar al quran hadits mengenal ilmu tajwid ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul al quran hadits kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.