tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPBASA SUNDA › PUPUJIAN
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar BASA SUNDA Kelas VII
PUPUJIAN

Modul ajar BASA SUNDA SMP kelas VII materi PUPUJIAN lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar BASA SUNDA kelas VII materi PUPUJIAN
Ringkasan: Pupujian adalah puisi Sunda berisi pujian kepada Tuhan, salawat, doa, atau nasihat keagamaan, berfungsi sebagai media dakwah dan pendidikan moral. Ciri-cirinya meliputi bentuk terikat/bebas, rima, dan isi keagamaan. Pupujian mengandung makna mendalam dan nilai-nilai luhur seperti keimanan, ketakwaan, dan moralitas. Melantunkan pupujian memerlukan penghayatan intonasi dan ekspresi untuk menyampaikan pesan spiritualnya.
Model: Discovery Learning, Problem Based Learning, dan Project Based Learning + praktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, kreativitas, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBASA SUNDA · PUPUJIAN · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan mengapresiasi berbagai bentuk karya sastra Sunda, termasuk pupujian, serta mampu mengekspresikan gagasan dan perasaannya secara lisan maupun tulisan dalam konteks budaya Sunda.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang bentuk-bentuk puisi atau lagu daerah yang sering didengar di lingkungan sekitar.

Pemahaman bermakna: Memahami pupujian bukan hanya sekadar menghafal lirik, tetapi juga meresapi nilai-nilai religius dan moral yang terkandung di dalamnya, serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kearifan lokal.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian mendengar lantunan syair-syair indah di masjid atau mushola sebelum adzan? Apa isi syair tersebut dan mengapa dilantunkan?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri pupujian berdasarkan bentuk dan isinya.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu daerah Sunda singkat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri-ciri pupujian dan mengapa penting mempelajarinya, serta mengajukan pertanyaan pemantik tentang pengalaman mereka mendengar lantunan syair di tempat ibadah.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan beberapa contoh teks pupujian. Mereka diminta untuk membaca, menyimak, dan secara mandiri menemukan persamaan serta perbedaan dari teks-teks tersebut, kemudian mencatat ciri-ciri yang mereka temukan terkait bentuk (rima, jumlah baris) dan isi (tema, pesan).

Mengaplikasi: Setiap kelompok berdiskusi untuk menyimpulkan ciri-ciri pupujian berdasarkan temuan mereka. Mereka kemudian memilih satu pupujian untuk dianalisis lebih lanjut tentang pesan moral atau nilai keagamaan yang terkandung di dalamnya, dengan bimbingan guru.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi ciri-ciri pupujian dan analisis singkat mereka. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep, dan menguatkan pemahaman peserta didik tentang karakteristik pupujian.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri pupujian. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, memotivasi mereka untuk terus menggali kekayaan sastra Sunda, dan menutup pertemuan dengan doa.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning

Tujuan: Menganalisis makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam pupujian serta melantunkannya dengan intonasi dan ekspresi yang tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang ciri-ciri pupujian. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis makna dan nilai serta mempraktikkan pelantunan pupujian, lalu memutarkan audio/video lantunan pupujian sebagai apersepsi dan memantik diskusi tentang perasaan yang muncul saat mendengarnya.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis satu pupujian yang berbeda dari pertemuan sebelumnya. Mereka fokus pada pemahaman makna setiap larik, menemukan kosa kata sulit, dan mengidentifikasi nilai-nilai moral atau keagamaan yang ingin disampaikan, dengan bantuan kamus Sunda-Indonesia jika diperlukan.

Mengaplikasi: Setelah menganalisis makna, setiap kelompok berlatih melantunkan pupujian yang telah dianalisis. Mereka memperhatikan intonasi, ekspresi, dan kekompakan dalam melantunkan pupujian tersebut, dengan bimbingan guru dan saling memberikan masukan antaranggota kelompok.

Merefleksi: Setiap kelompok secara bergiliran menampilkan lantunan pupujian di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan konstruktif terkait intonasi, ekspresi, dan pemahaman makna. Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas usaha peserta didik.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya memahami makna pupujian sebelum melantunkannya. Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan kreativitas peserta didik, memberikan tugas untuk mencari pupujian lain di lingkungan sekitar, dan menutup dengan doa.

Pertemuan 3 — Project Based Learning

Tujuan: Menyajikan hasil analisis pupujian secara lisan dengan percaya diri dan menciptakan pupujian sederhana dengan tema keagamaan atau nasihat.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak peserta didik melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran pupujian di dua pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran terakhir yaitu menyajikan analisis dan mencoba membuat pupujian sendiri, serta menjelaskan bahwa ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan pemahaman mereka.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan memilih satu pupujian yang paling mereka sukai. Mereka membuat presentasi singkat (bisa berupa poster digital atau tulisan tangan) yang berisi identifikasi ciri, analisis makna, dan nilai-nilai dari pupujian tersebut. Mereka juga mulai merancang pupujian sederhana mereka sendiri berdasarkan tema yang telah ditentukan.

Mengaplikasi: Peserta didik menyajikan hasil analisis pupujian mereka secara lisan di depan kelas, menjelaskan mengapa mereka memilih pupujian tersebut, dan apa pesan yang mereka dapatkan. Setelah itu, mereka mempresentasikan pupujian sederhana yang telah mereka ciptakan, menjelaskan inspirasi dan pesan yang ingin disampaikan.

Merefleksi: Setelah presentasi, peserta didik saling memberikan umpan balik positif dan konstruktif. Guru memberikan penilaian terhadap hasil karya dan presentasi, serta memberikan penguatan tentang pentingnya melestarikan dan mengembangkan sastra Sunda.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum seluruh pembelajaran tentang pupujian. Guru memberikan apresiasi tinggi atas seluruh proses dan hasil karya peserta didik, mendorong mereka untuk terus berkarya, dan menutup pertemuan dengan motivasi serta doa.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, analisis teks, dan praktik melantunkan pupujian.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil presentasi analisis pupujian dan karya cipta pupujian sederhana, serta tes tertulis untuk pemahaman konsep.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi ciri-ciri pupujian berdasarkan bentuk dan isinya.Ciri-ciri pupujian (bentuk dan isi).2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam pupujian.Makna dan nilai pupujian.2 JPKeimanan dan Ketakwaan
Melantunkan pupujian dengan intonasi dan ekspresi yang tepat.Pelafalan dan intonasi pupujian.2 JPKreativitas
Menciptakan pupujian sederhana dengan tema keagamaan atau nasihat.Penulisan pupujian sederhana.2 JPKreativitas, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Pupujian adalah salah satu bentuk sastra Sunda yang kaya akan nilai-nilai luhur. Di sekolah, di masjid, atau di madrasah, pupujian sering dilantunkan sebagai media dakwah dan pengingat akan kebesaran Tuhan. Mempelajari pupujian bukan hanya tentang bahasa, tetapi juga tentang memahami budaya, moral, dan spiritualitas masyarakat Sunda. Mari kita selami keindahan dan makna yang terkandung dalam pupujian.

Pengertian dan Fungsi Pupujian

Pupujian adalah puisi Sunda yang isinya berupa pujian kepada Allah SWT, salawat kepada Nabi Muhammad SAW, doa, atau nasihat keagamaan. Pupujian biasanya dilantunkan secara berulang-ulang, baik secara individu maupun berkelompok, terutama sebelum adzan atau kegiatan keagamaan lainnya. Fungsi utamanya adalah sebagai media dakwah, pendidikan moral, dan pengingat spiritual bagi masyarakat. Pupujian juga menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi lisan Sunda yang diwariskan secara turun-temurun.

Ciri-ciri dan Jenis Pupujian

Ciri khas pupujian terletak pada bentuknya yang terikat (berupa pupuh) atau bebas (sajak bebas), dengan rima dan irama tertentu. Isinya selalu berkaitan dengan ajaran agama Islam atau nasihat kehidupan. Beberapa jenis pupujian berdasarkan isinya meliputi pupujian puji ka Gusti (pujian kepada Tuhan), pupujian solawat ka Nabi (salawat kepada Nabi), pupujian tobat (permohonan ampun), pupujian pepeling (nasihat), dan pupujian kaayaan poe kiamat (tentang hari kiamat). Setiap jenis memiliki penekanan pesan yang berbeda namun tetap dalam koridor keagamaan.

Struktur dan Bahasa Pupujian

Pupujian umumnya terdiri dari beberapa bait, dengan setiap bait memiliki jumlah baris dan pola rima yang konsisten jika berbentuk pupuh. Jika berbentuk sajak bebas, strukturnya lebih fleksibel. Bahasa yang digunakan dalam pupujian adalah bahasa Sunda yang kadang mengandung kosa kata arkais atau kosa kata Arab yang diserap ke dalam bahasa Sunda. Penggunaan majas dan pilihan kata yang indah sering ditemukan untuk memperkuat pesan dan daya tarik estetika pupujian, sehingga mudah diingat dan diresapi oleh pendengarnya.

Makna dan Nilai dalam Pupujian

Setiap pupujian mengandung makna yang mendalam dan nilai-nilai luhur. Misalnya, pupujian puji ka Gusti mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan mengingat kebesaran Allah. Pupujian solawat ka Nabi menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah dan meneladani akhlaknya. Pupujian pepeling berisi nasihat agar kita selalu berbuat baik, menjauhi larangan, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Nilai-nilai seperti keimanan, ketakwaan, kesabaran, kejujuran, dan kebersamaan sering menjadi inti pesan dalam pupujian.

Melantunkan Pupujian

Melantunkan pupujian memerlukan penghayatan terhadap makna yang terkandung di dalamnya. Intonasi, jeda, dan ekspresi wajah menjadi penting untuk menyampaikan pesan dengan baik. Ada berbagai gaya melantunkan pupujian, tergantung daerah dan tradisinya. Beberapa dilantunkan dengan nada datar, ada pula yang berirama seperti tembang. Latihan rutin dan mendengarkan contoh dari para ahli dapat membantu kita menguasai teknik melantunkan pupujian dengan benar dan penuh penghayatan, sehingga pesan spiritualnya dapat tersampaikan dengan baik.

Rangkuman: Pupujian adalah puisi Sunda berisi pujian kepada Tuhan, salawat, doa, atau nasihat keagamaan, berfungsi sebagai media dakwah dan pendidikan moral. Ciri-cirinya meliputi bentuk terikat/bebas, rima, dan isi keagamaan. Pupujian mengandung makna mendalam dan nilai-nilai luhur seperti keimanan, ketakwaan, dan moralitas. Melantunkan pupujian memerlukan penghayatan intonasi dan ekspresi untuk menyampaikan pesan spiritualnya.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri, menganalisis makna, dan melantunkan pupujian dengan intonasi yang tepat.

Alat & bahan: Teks pupujian, kamus Sunda-Indonesia, alat tulis, kertas HVS

  1. Baca dan pahami dua contoh teks pupujian yang diberikan.
  2. Identifikasi ciri-ciri bentuk (rima, jumlah baris) dan isi (tema, pesan) dari kedua pupujian tersebut.
  3. Diskusikan makna setiap larik dan nilai-nilai moral/keagamaan yang terkandung dalam salah satu pupujian.
  4. Latih melantunkan pupujian yang telah dianalisis dengan memperhatikan intonasi dan ekspresi.
  5. Presentasikan hasil identifikasi dan lantunan pupujian di depan kelas.

8 Glosarium

PupujianPuisi Sunda berisi pujian kepada Allah, Rasul, doa, atau nasihat keagamaan.
PupuhBentuk puisi Sunda yang terikat oleh aturan jumlah baris, suku kata, dan vokal akhir.
PepelingNasihat atau peringatan.
IntonasiNada bicara atau lagu kalimat saat melantunkan.
DakwahKegiatan menyeru atau mengajak orang lain kepada kebaikan agama.

9 Materi BASA SUNDA Terkait

SisindiranBasa sunda Kelas VII SMP
Pelajari Sisindiran →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar BASA SUNDA PUPUJIAN ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul BASA SUNDA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.