tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPIPA › Suhu, Kalor, dan Pemuaian
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar IPA Kelas VII
Suhu, Kalor, dan Pemuaian

Modul ajar IPA SMP kelas VII materi Suhu, Kalor, dan Pemuaian lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar IPA kelas VII materi Suhu, Kalor, dan Pemuaian
Ringkasan: Suhu adalah ukuran panas dinginnya benda, diukur dengan termometer. Kalor adalah energi panas yang berpindah. Perpindahan kalor terjadi melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Pemuaian adalah perubahan ukuran benda akibat kenaikan suhu, terjadi pada zat padat, cair, dan gas dengan besaran yang berbeda.
Model: Discovery Learning + PraktikDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISIPA · Suhu, Kalor, dan Pemuaian · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu mengidentifikasi fenomena alam dan sosial di lingkungan sekitar serta keterkaitannya dengan konsep fisika. Peserta didik mampu menjelaskan konsep-konsep fisika terkait energi, gaya, gerak, dan gelombang melalui penyelidikan sederhana dan pemanfaatan teknologi.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang panas dan dingin serta benda-benda yang dapat menghantarkan panas.

Pemahaman bermakna: Memahami hubungan antara suhu, kalor, dan pemuaian membantu kita menjelaskan berbagai fenomena alam dan teknologi di sekitar kita, serta mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaannya.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kamu merasa kedinginan lalu minum air hangat? Mengapa air hangat bisa membuatmu merasa lebih nyaman, dan apa yang terjadi pada air itu sendiri?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan konsep suhu dan mengukur suhu menggunakan termometer dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengingatkan kembali tentang pentingnya menjaga kesehatan. Guru mengajukan pertanyaan pemantik tentang rasa panas dan dingin untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami konsep suhu dan cara mengukurnya.

Memahami: Siswa mengamati gambar termometer berbagai jenis dan mendiskusikan fungsinya. Guru memberikan penjelasan singkat tentang definisi suhu dan skala termometer.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mengukur suhu benda-benda di sekitar kelas (air, udara, tubuh teman) menggunakan termometer dan mencatat hasilnya.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran suhu mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang cara membaca termometer yang benar.

Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan bahwa suhu adalah ukuran derajat panas suatu benda dan pentingnya menggunakan alat ukur yang tepat. Siswa diajak untuk selalu ingin tahu tentang fenomena alam di sekitarnya.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat membedakan antara suhu dan kalor serta menjelaskan perpindahan kalor melalui konduksi, konveksi, dan radiasi.

Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali materi suhu dari pertemuan sebelumnya. Guru menampilkan video singkat tentang proses memasak air dan bertanya, 'Bagaimana panas dari kompor bisa sampai ke seluruh air?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami perbedaan suhu dan kalor serta jenis perpindahannya.

Memahami: Siswa bekerja dalam kelompok mendiskusikan permasalahan tentang perpindahan panas dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, mengapa sendok logam terasa panas saat digunakan untuk mengaduk teh panas). Guru membimbing diskusi dan memberikan informasi tambahan tentang konduksi, konveksi, dan radiasi.

Mengaplikasi: Peserta didik membuat diagram sederhana yang menjelaskan ketiga jenis perpindahan kalor dengan contohnya masing-masing.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan diagram mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan klarifikasi dan penguatan konsep.

Penutup: Siswa bersama guru menyimpulkan perbedaan suhu dan kalor serta cara perpindahan kalor. Siswa diajak untuk mengamati fenomena perpindahan panas di rumah.

Pertemuan 3 — Project Based Learning + Praktik

Tujuan: Peserta didik dapat mendeskripsikan konsep pemuaian pada zat padat, cair, dan gas serta memberikan contoh penerapannya.

Kegiatan awal: Guru menampilkan gambar rel kereta api yang renggang di sambungannya atau jembatan baja yang memiliki celah. Guru bertanya, 'Mengapa ada celah pada rel kereta api dan jembatan?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami konsep pemuaian dan penerapannya.

Memahami: Siswa membaca materi tentang pemuaian zat padat, cair, dan gas. Guru menjelaskan mengapa pemuaian terjadi dan memberikan contoh-contohnya dalam kehidupan nyata (misalnya, balon mengembang saat dipanaskan).

Mengaplikasi: Peserta didik melakukan percobaan sederhana untuk mengamati pemuaian zat padat (misalnya, memanaskan batang logam untuk melihat apakah ia bertambah panjang, atau menggunakan bola logam dan cincin). Siswa mencatat hasil pengamatan mereka.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan pemuaian yang mereka lakukan dan menghubungkannya dengan konsep pemuaian. Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas kerja keras siswa.

Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan bahwa pemuaian adalah perubahan ukuran benda akibat perubahan suhu dan pentingnya memperhitungkan pemuaian dalam perancangan bangunan atau alat. Siswa diajak untuk mengapresiasi bagaimana ilmu fisika membantu kehidupan manusia.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi keaktifan siswa dalam diskusi, partisipasi dalam percobaan, dan ketepatan menjawab pertanyaan selama pembelajaran.

Akhir (sumatif): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai yang mengukur pemahaman konsep suhu, kalor, pemuaian, serta penerapannya.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan konsep suhu dan mengukur suhuSuhu dan termometer2 JPPenalaran Kritis
Membedakan suhu dan kalor, menjelaskan perpindahan kalorKalor dan perpindahan kalor2 JPKreativitas
Mendeskripsikan pemuaian zat dan penerapannyaPemuaian zat2 JPKolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Materi Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini akan membawa kita menjelajahi bagaimana energi panas memengaruhi benda-benda di sekitar kita. Kita akan belajar mengukur suhu, memahami perpindahan panas, dan mengamati bagaimana benda bisa berubah ukuran karena panas. Pengetahuan ini sangat penting untuk memahami fenomena alam dan teknologi.

Suhu dan Pengukurannya

Suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Semakin tinggi suhu, semakin panas benda tersebut. Suhu diukur menggunakan termometer. Ada berbagai jenis termometer, seperti termometer laboratorium (menggunakan alkohol atau raksa) dan termometer digital. Skala yang umum digunakan adalah Celcius (°C). Membaca termometer dengan benar sangat penting agar kita mendapatkan informasi suhu yang akurat.

Kalor dan Perpindahannya

Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Kalor dapat berpindah melalui tiga cara: konduksi (perambatan tanpa berpindah zat perantaranya, contoh: sendok panas), konveksi (perpindahan panas melalui aliran zat perantaranya, contoh: air mendidih), dan radiasi (perpindahan panas tanpa memerlukan zat perantara, contoh: panas matahari).

Pemuaian Zat Padat

Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda akibat kenaikan suhu. Pada zat padat, pemuaian terjadi pada panjang, luas, dan volume. Contohnya adalah rel kereta api yang diberi celah agar tidak bengkok saat memuai di siang hari, atau kabel listrik yang kendur di musim panas.

Pemuaian Zat Cair dan Gas

Zat cair juga memuai, namun umumnya lebih besar daripada zat padat. Contohnya adalah kenaikan permukaan air dalam termometer. Zat gas memuai jauh lebih besar daripada zat padat dan cair. Balon udara bisa terbang karena udara di dalamnya dipanaskan sehingga memuai dan menjadi lebih ringan dari udara di sekitarnya.

Rangkuman: Suhu adalah ukuran panas dinginnya benda, diukur dengan termometer. Kalor adalah energi panas yang berpindah. Perpindahan kalor terjadi melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Pemuaian adalah perubahan ukuran benda akibat kenaikan suhu, terjadi pada zat padat, cair, dan gas dengan besaran yang berbeda.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik dapat mengamati dan menganalisis fenomena pemuaian zat padat melalui percobaan sederhana.

Alat & bahan: Batang logam, pemanas (lampu spiritus/bunsen), cincin pemuaian, statif, termometer, penggaris.

  1. Siapkan alat dan bahan percobaan.
  2. Ukur panjang batang logam sebelum dipanaskan menggunakan penggaris.
  3. Panaskan batang logam menggunakan pemanas selama beberapa menit.
  4. Ukur kembali panjang batang logam setelah dipanaskan dan catat perubahannya.
  5. Amati apakah batang logam dapat melewati cincin pemuaian setelah dipanaskan.

8 Glosarium

SuhuUkuran derajat panas atau dingin suatu benda.
KalorEnergi panas yang berpindah.
TermometerAlat untuk mengukur suhu.
KonduksiPerpindahan panas tanpa berpindah zat perantaranya.
KonveksiPerpindahan panas melalui aliran zat perantaranya.
RadiasiPerpindahan panas tanpa memerlukan zat perantara.
PemuaianPerubahan ukuran benda akibat kenaikan suhu.

9 Materi IPA Terkait

Suhu dan KalorIPA Kelas VII SMP
Pelajari Suhu dan Kalor →
EkosistemIPA Kelas VII SMP
Pelajari Ekosistem →
FotosintesisIPA Kelas VII SMP
Pelajari Fotosintesis →
Hakikat Ilmu Sain dan Metode IlmiahIPA Kelas VII SMP
Pelajari Hakikat Ilmu Sain dan Metode Ilmiah →
Hakikat Ilmu Sains dan Metode IlmiahIPA Kelas VII SMP
Pelajari Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah →
Klasifikasi Makhluk HidupIPA Kelas VII SMP
Pelajari Klasifikasi Makhluk Hidup →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar IPA Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.