SMPKelas VIIFase DSemester 1

Modul Ajar & RPP IPA Kelas VII
Suhu, Kalor, dan Pemuaian

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin, diukur dengan termometer. Kalor adalah energi yang berpindah dari suhu tinggi ke rendah melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Pemuaian adalah perubahan ukuran benda akibat perubahan suhu, terjadi pada zat padat, cair, dan gas. Ketiga konsep ini fundamental dalam fisika dan memiliki banyak aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Suhu, Kalor, dan Pemuaian
IPA · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Suhu, Kalor, dan Pemuaian
IPA · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranIPA
Fase / KelasD / VII
Materi PokokSuhu, Kalor, dan Pemuaian
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep materi dan energi serta kemampuan melakukan pengukuran sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis data hasil percobaan perubahan suhu dan pemuaian, serta mengevaluasi kesimpulan yang diambil.
  2. Kreativitas — elemen: Menghasilkan karya dan tindakan orisinal
    Peserta didik merancang dan membuat termometer sederhana atau alat peraga pemuaian dengan bahan-bahan yang tersedia.
  3. Kolaborasi — elemen: Kerja sama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan percobaan, mengumpulkan data, dan menyajikan hasil diskusi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Sains
Rumusan CP FasePeserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisik dengan menggunakan peralatan yang sesuai dan menafsirkan data hasil pengukuran, serta menerapkan konsep-konsep suhu, kalor, dan pemuaian dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualAir mendidih pada suhu 100°C dan membeku pada 0°C, serta logam memuai saat dipanaskan.
KonseptualSuhu adalah derajat panas atau dingin suatu benda, kalor adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu, dan pemuaian adalah perubahan ukuran benda akibat perubahan suhu.
ProseduralPeserta didik akan belajar cara mengukur suhu menggunakan termometer, melakukan percobaan perpindahan kalor, dan mengamati fenomena pemuaian.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya pengukuran yang akurat dan bagaimana konsep fisika dasar mempengaruhi berbagai fenomena di sekitar kita.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian suhu dan alat ukurnya dengan tepat.
  2. Melalui percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) dengan benar.
  3. Dengan melakukan percobaan, peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemuaian zat padat, cair, dan gas secara runtut.
  4. Setelah berdiskusi, peserta didik dapat mengaplikasikan konsep suhu, kalor, dan pemuaian untuk menjelaskan fenomena alam dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari dengan minimal tiga contoh.
Halaman 2 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami konsep suhu, kalor, dan pemuaian membantu peserta didik menjelaskan fenomena alam sehari-hari, seperti mengapa air bisa mendidih atau mengapa rel kereta api memiliki celah.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita bisa merasakan panas saat memegang cangkir kopi panas dan dingin saat memegang es batu?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuFisika: Memahami konsep energi, perubahan wujud zat, dan sifat-sifat material.
Kimia: Menjelaskan mengapa setiap zat memiliki titik didih dan titik beku yang berbeda.
Teknologi: Menganalisis bagaimana prinsip pemuaian diterapkan dalam perancangan jembatan, rel kereta api, dan termostat.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana konsep suhu, kalor, dan pemuaian diterapkan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari, seperti memasak atau menyimpan makanan.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas diatur agar mendukung percobaan, dengan meja yang mudah diakses dan sumber daya seperti listrik serta air yang aman.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video demonstrasi, simulasi interaktif tentang perpindahan kalor, dan sumber belajar online untuk memperkaya pemahaman konsep.
Halaman 3 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian suhu dan alat ukurnya dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Suhu: Guru meminta peserta didik menutup mata dan menyentuh dua benda berbeda (misal: batu dan kain) lalu menebak mana yang lebih panas/dingin dan mengapa.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru menanyakan pengalaman peserta didik saat merasakan panas atau dingin, lalu mengaitkannya dengan topik suhu.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa mengukur seberapa panas atau dinginnya suatu benda secara objektif?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang termometer dan cara kerjanya, lalu bertanya, 'Mengapa kita membutuhkan termometer untuk mengukur suhu, dan bukan hanya mengandalkan indra peraba?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan LKPD.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok mendapatkan tiga wadah berisi air dengan suhu berbeda (air es, air keran, air hangat) dan termometer. Peserta didik diminta mengukur suhu air di setiap wadah dan mencatatnya di LKPD.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik membandingkan hasil pengukuran termometer dengan perkiraan suhu menggunakan indra peraba, lalu mendiskusikan perbedaan dan alasannya.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik juga diminta untuk mencari informasi mengenai berbagai jenis skala suhu (Celsius, Fahrenheit, Kelvin) dan kegunaannya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran dan diskusi mereka tentang pengertian suhu dan cara kerjanya termometer.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok dan membimbing diskusi kelas untuk menyamakan pemahaman.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru menguatkan konsep suhu sebagai besaran yang menyatakan derajat panas atau dingin suatu benda, serta fungsi termometer sebagai alat ukur yang akurat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru merangkum konsep suhu dan alat ukurnya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merefleksikan pentingnya pengukuran dalam sains.
  3. Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya tentang kalor dan memberikan tugas membaca singkat.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Kalor: Guru meminta peserta didik menebak kata-kata yang berhubungan dengan kalor (misalnya, 'panas', 'dingin', 'api', 'es') dari petunjuk yang diberikan.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengaitkan materi suhu sebelumnya dengan pertanyaan 'Bagaimana panas bisa berpindah dari satu benda ke benda lain?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi cara perpindahan kalor.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menunjukkan beberapa gambar atau video fenomena perpindahan panas (misalnya, sendok panas di kopi, air mendidih, api unggun) dan meminta peserta didik mengamati.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik dalam kelompok merumuskan pertanyaan tentang bagaimana panas berpindah pada setiap fenomena yang diamati.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengumpulan data: Setiap kelompok melakukan tiga percobaan sederhana: Konduksi (memanaskan ujung sendok logam dengan lilin), Konveksi (memanaskan air dalam gelas beaker dengan serbuk gergaji), dan Radiasi (merasakan panas dari lampu pijar).
  2. Pengolahan data: Peserta didik mencatat pengamatan mereka di LKPD, termasuk apa yang terjadi dan bagaimana panas berpindah pada setiap percobaan.
  3. Pengolahan data: Peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri perpindahan kalor pada masing-masing percobaan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan identifikasi jenis perpindahan kalor.
  2. Menarik kesimpulan: Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan tiga jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) berdasarkan bukti dari percobaan.
  3. Menarik kesimpulan: Guru menguatkan konsep dan memberikan contoh tambahan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan jenis-jenis perpindahan kalor dan contohnya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan semangat percobaan peserta didik.
  3. Guru memberikan pengantar singkat tentang pemuaian sebagai materi pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKEksplorasi Suhu, Kalor, dan PemuaianNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Mengidentifikasi konsep suhu, kalor, dan pemuaian melalui percobaan.

Alat & bahan: Termometer, tiga wadah air (es, keran, hangat), sendok logam, lilin, korek api, gelas beaker, serbuk gergaji, lampu pijar, kawat logam, botol kaca, sedotan, air berwarna, balon

Langkah kerja:

  1. Termometer pada gambar menunjukkan suhu 35 °C. Jika suhunya naik 5 °C, berapa suhunya sekarang? Tandai pada termometer.
    -1001020304050°C
    Gambar 1. Termometer
  2. Amati termometer lalu ukur suhu air dalam tiga wadah yang berbeda menggunakan termometer, catat hasilnya di tabel.
  3. Lakukan percobaan konduksi, konveksi, dan radiasi sesuai petunjuk guru, lalu tuliskan pengamatanmu tentang perpindahan kalor.
  4. Lakukan percobaan pemuaian zat padat, cair, dan gas, amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang panas dan dingin?
  2. Alat apa yang digunakan untuk mengukur suhu?
  3. Menurutmu, mengapa benda bisa memuai atau menyusut?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat melakukan percobaan dan diskusi, serta penilaian produk LKPD.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep suhu, kalor, dan pemuaian.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan pengertian suhu dan alat ukurnya dengan tepat.Suhu dan Termometer2 JPPenalaran Kritis
2Mengidentifikasi jenis-jenis perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) dengan benar.Kalor dan Perpindahannya2 JPKolaborasi
3Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemuaian zat padat, cair, dan gas secara runtut.Pemuaian Zat2 JPKreativitas
Halaman 8 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Suhu, kalor, dan pemuaian adalah tiga konsep fundamental dalam ilmu fisika yang saling terkait dan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Memahami ketiga konsep ini akan membantu kita menjelaskan berbagai fenomena alam, mulai dari mengapa air bisa mendidih hingga bagaimana jembatan dibangun dengan mempertimbangkan perubahan suhu.

1. Suhu dan Pengukurannya
Suhu adalah besaran fisika yang menyatakan derajat panas atau dingin suatu benda. Semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Untuk mengukur suhu secara objektif dan akurat, kita menggunakan alat yang disebut termometer. Ada beberapa skala suhu yang umum digunakan, yaitu Celsius (°C), Fahrenheit (°F), Reamur (°R), dan Kelvin (K). Di Indonesia, skala Celsius paling sering digunakan. Termometer bekerja berdasarkan prinsip pemuaian zat, di mana zat pengisi termometer (biasanya raksa atau alkohol) akan memuai saat panas dan menyusut saat dingin, menyebabkan permukaannya naik atau turun pada skala.

2. Kalor dan Perpindahannya
Kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Perpindahan kalor dapat terjadi melalui tiga cara: konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel zat tersebut, umumnya terjadi pada zat padat (misalnya, panas dari api merambat melalui sendok logam). Konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara yang disertai perpindahan partikel zat tersebut, umumnya terjadi pada zat cair dan gas (misalnya, air mendidih). Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara (misalnya, panas dari matahari atau api unggun yang kita rasakan).

3. Pemuaian Zat Padat
Pemuaian adalah peristiwa bertambahnya ukuran suatu benda akibat kenaikan suhu. Pada zat padat, pemuaian dapat terjadi dalam tiga bentuk: pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume. Pemuaian panjang adalah pertambahan panjang suatu benda. Pemuaian luas adalah pertambahan luas permukaan benda. Pemuaian volume adalah pertambahan volume benda. Besar pemuaian ini tergantung pada jenis bahan (koefisien muai), perubahan suhu, dan ukuran awal benda. Contoh aplikasi pemuaian panjang adalah celah pada rel kereta api dan sambungan jembatan yang dibuat untuk mencegah kerusakan akibat pemuaian.

4. Pemuaian Zat Cair
Zat cair juga mengalami pemuaian volume saat dipanaskan. Pemuaian zat cair lebih besar daripada zat padat untuk kenaikan suhu yang sama. Hal ini dimanfaatkan dalam termometer zat cair, di mana raksa atau alkohol dalam tabung kapiler akan memuai dan naik saat suhu meningkat. Perlu diingat bahwa air memiliki anomali pemuaian, yaitu pada suhu 0°C hingga 4°C, air akan menyusut saat dipanaskan, dan baru memuai di atas 4°C. Anomali ini penting untuk kehidupan di air saat musim dingin.

5. Pemuaian Zat Gas
Zat gas mengalami pemuaian volume yang paling besar dibandingkan zat padat dan cair untuk kenaikan suhu yang sama. Pemuaian gas sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan tekanan. Prinsip pemuaian gas ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi, seperti balon udara panas yang dapat terbang karena gas di dalamnya dipanaskan dan memuai, sehingga kerapatannya berkurang dan menghasilkan gaya angkat. Contoh lain adalah ban kendaraan yang menjadi lebih kencang saat dikendarai karena gas di dalamnya memuai akibat gesekan dan peningkatan suhu.

6. Aplikasi Konsep dalam Kehidupan
Konsep suhu, kalor, dan pemuaian memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. Termometer adalah alat yang jelas memanfaatkan pemuaian. Termostat pada setrika listrik atau pendingin ruangan juga bekerja berdasarkan prinsip pemuaian bimetal. Pemasangan kawat listrik atau telepon dibuat kendur agar tidak putus saat menyusut di malam hari. Proses pengelasan atau pengelingan juga melibatkan pemanasan dan pendinginan untuk menyatukan dua logam. Memahami prinsip-prinsip ini memungkinkan kita untuk merancang teknologi yang lebih efisien dan aman.

Rangkuman: Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin, diukur dengan termometer. Kalor adalah energi yang berpindah dari suhu tinggi ke rendah melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Pemuaian adalah perubahan ukuran benda akibat perubahan suhu, terjadi pada zat padat, cair, dan gas. Ketiga konsep ini fundamental dalam fisika dan memiliki banyak aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.

Halaman 9 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
SuhuDerajat panas atau dingin suatu benda.
KalorEnergi yang berpindah akibat perbedaan suhu.
TermometerAlat untuk mengukur suhu.
PemuaianBertambahnya ukuran benda akibat kenaikan suhu.
KonduksiPerpindahan kalor tanpa perpindahan partikel zat perantara.
KonveksiPerpindahan kalor disertai perpindahan partikel zat perantara.
RadiasiPerpindahan kalor tanpa zat perantara.
Koefisien muaiUkuran seberapa besar suatu bahan akan memuai per derajat Celsius.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Suhu, Kalor, dan Pemuaian" mata pelajaran IPA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Suhu, Kalor, dan Pemuaian — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIPeta Konsep
Suhu, Kalor, dan PemuaianSuhu dan PengukurannyaKalor dan PerpindahannyaPemuaian Zat PadatPemuaian Zat CairPemuaian Zat Gas
Dari sub-bab Suhu, Kalor, dan PemuaianHalaman 12
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaIPA · Kelas VIIProfil Lulusan
Penalaran KritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Suhu, Kalor, dan Pemuaian yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

📝 Butuh soal ujiannya juga?

Materi Suhu, Kalor, dan Pemuaian masuk ASAS IPA Kelas VII Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.

Mesin Soal IPA Kelas VII →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar IPA kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Suhu, Kalor, dan Pemuaian pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.

Modul Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi IPA kelas VII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar IPA materi Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini gratis?

Ya. Modul Suhu, Kalor, dan Pemuaian untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Suhu, Kalor, dan Pemuaian dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar IPA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Suhu, Kalor, dan Pemuaian tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Suhu, Kalor, dan Pemuaian untuk IPA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Suhu, Kalor, dan Pemuaian ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Suhu, Kalor, dan Pemuaian beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Suhu, Kalor, dan Pemuaian yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar IPA SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.