Modul ajar Kemuhammadiyahan SMP kelas VIII materi Majelis dan Lembaga Muhammadiyah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami struktur dasar organisasi dan pentingnya berorganisasi dalam Islam.
Pemahaman bermakna: Memahami peran dan fungsi Majelis serta Lembaga Muhammadiyah akan membantu peserta didik mengidentifikasi kontribusi Muhammadiyah dalam masyarakat dan menumbuhkan kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana Muhammadiyah dapat memiliki begitu banyak sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan di seluruh Indonesia?
Tujuan: Menganalisis definisi dan perbedaan antara Majelis dan Lembaga Muhammadiyah dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa sesuai HPT Muhammadiyah, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan organisasi di sekolah, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa bedanya organisasi formal seperti sekolah kita dengan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah?'
Memahami: Peserta didik dibagi kelompok, menerima kartu informasi berisi definisi, contoh, dan karakteristik Majelis atau Lembaga. Mereka berdiskusi untuk menemukan perbedaan dan persamaan dari informasi yang diberikan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau diagram Venn yang membandingkan Majelis dan Lembaga Muhammadiyah berdasarkan informasi yang mereka temukan dan mengidentifikasi contoh nyata.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan definisi dan perbedaan Majelis-Lembaga. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan pengantar materi pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa.
Tujuan: Mengidentifikasi contoh-contoh Majelis dan Lembaga Muhammadiyah beserta bidang kerjanya secara akurat dan menjelaskan peran strategis Majelis dan Lembaga dalam mencapai tujuan Muhammadiyah.
Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, presensi, mengulas singkat materi sebelumnya tentang perbedaan Majelis dan Lembaga, dan menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini akan mendalami peran spesifik Majelis dan Lembaga.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus singkat (teks atau video) tentang program nyata yang dijalankan oleh Majelis atau Lembaga Muhammadiyah (misal: Rumah Sakit Muhammadiyah oleh Majelis Pelayanan Sosial, program sekolah oleh Majelis Dikdasmen PNF).
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengidentifikasi Majelis/Lembaga yang terlibat dalam studi kasus, menjelaskan peran mereka, dan menganalisis bagaimana program tersebut berkontribusi pada pencapaian tujuan Muhammadiyah, lalu menuangkannya dalam lembar kerja.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus mereka. Guru dan peserta didik lain memberikan pertanyaan dan umpan balik konstruktif. Guru menguatkan pemahaman tentang peran strategis Majelis dan Lembaga.
Penutup: Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang pentingnya Majelis dan Lembaga. Guru memberikan apresiasi, memberikan tugas awal untuk pertemuan berikutnya (mencari isu di lingkungan), dan menutup dengan doa.
Tujuan: Merumuskan ide program sederhana yang relevan dengan salah satu Majelis atau Lembaga Muhammadiyah di lingkungan sekitar dan mempresentasikan hasil identifikasi dan rumusan ide program Majelis atau Lembaga Muhammadiyah dengan percaya diri.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali peran Majelis dan Lembaga, dan menyampaikan bahwa hari ini akan merancang ide program nyata sebagai wujud partisipasi dalam dakwah Muhammadiyah.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok memilih satu Majelis atau Lembaga Muhammadiyah yang paling menarik bagi mereka. Mereka mengidentifikasi isu atau kebutuhan di lingkungan sekolah/sekitar yang bisa diatasi melalui program Majelis/Lembaga tersebut.
Mengaplikasi: Setiap kelompok merumuskan ide program sederhana yang relevan dengan Majelis/Lembaga pilihan mereka, mencakup nama program, tujuan, target, dan langkah-langkah singkat pelaksanaannya, lalu membuat poster atau infografis sederhana.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan ide program mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kontribusi nyata dalam persyarikatan.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan partisipasi peserta didik, menyimpulkan pembelajaran tentang Majelis dan Lembaga sebagai wujud nyata gerakan Islam Berkemajuan, dan menutup dengan doa serta motivasi untuk terus berkarya.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan ketepatan peta konsep/diagram Venn, analisis studi kasus, serta kreativitas dan relevansi ide program.
Akhir (sumatif): Penilaian poster/infografis ide program dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditetapkan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menganalisis definisi dan perbedaan antara Majelis dan Lembaga Muhammadiyah dengan tepat. | Definisi, karakteristik, dan perbedaan Majelis-Lembaga. | 2 JP | penalaran kritis |
| Mengidentifikasi contoh-contoh Majelis dan Lembaga Muhammadiyah beserta bidang kerjanya secara akurat dan menjelaskan peran strategis Majelis dan Lembaga dalam mencapai tujuan Muhammadiyah. | Contoh Majelis dan Lembaga, studi kasus program Muhammadiyah, peran strategis. | 2 JP | kewargaan, kolaborasi |
| Merumuskan ide program sederhana yang relevan dengan salah satu Majelis atau Lembaga Muhammadiyah di lingkungan sekitar dan mempresentasikan hasil identifikasi dan rumusan ide program Majelis atau Lembaga Muhammadiyah dengan percaya diri. | Identifikasi isu lingkungan, perumusan ide program, presentasi. | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dakwah amar ma'ruf nahi munkar dan tajdid, memiliki struktur organisasi yang kokoh untuk menjalankan berbagai programnya. Salah satu pilar penting dalam struktur ini adalah Majelis dan Lembaga. Keduanya adalah badan pembantu pimpinan yang memiliki peran spesifik dan strategis dalam mewujudkan cita-cita Muhammadiyah untuk masyarakat berkemajuan.
Majelis adalah badan pembantu Pimpinan Persyarikatan yang berfungsi sebagai pelaksana program dan kebijakan Persyarikatan dalam bidang tertentu. Majelis bersifat permanen dan memiliki tugas yang sangat strategis dalam operasional Muhammadiyah. Contoh Majelis: Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Majelis Dikdasmen PNF) yang mengelola sekolah dan madrasah; Majelis Tarjih dan Tajdid yang mengkaji dan merumuskan fatwa keagamaan; serta Majelis Pelayanan Sosial yang menangani panti asuhan dan rumah sakit.
Lembaga adalah badan pembantu Pimpinan Persyarikatan yang berfungsi sebagai pelaksana fungsi tertentu Persyarikatan. Berbeda dengan Majelis yang fokus pada program, Lembaga lebih fokus pada fungsi khusus. Lembaga juga bersifat permanen. Contoh Lembaga: Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) yang mengelola dana zakat; Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik yang mengkaji isu-isu strategis; serta Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) yang bertugas memperkuat struktur di tingkat bawah.
Perbedaan utama terletak pada fokus kerjanya. Majelis lebih berorientasi pada pelaksanaan 'program' dalam satu bidang garapan (misal: program pendidikan oleh Majelis Dikdasmen PNF). Sedangkan Lembaga lebih berorientasi pada pelaksanaan 'fungsi' tertentu yang bisa lintas bidang (misal: fungsi pengumpulan dan penyaluran zakat oleh LAZISMU). Keduanya sama-sama penting dan saling melengkapi dalam menjalankan roda organisasi Muhammadiyah.
Beberapa contoh Majelis penting meliputi: Majelis Tabligh (dakwah dan pengajian), Majelis Kesehatan (pelayanan kesehatan dan rumah sakit), Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (pengembangan UMKM dan ekonomi umat), Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (isu lingkungan dan mitigasi bencana), dan Majelis Pustaka dan Informasi (pengelolaan media dan literasi).
Beberapa contoh Lembaga penting meliputi: Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHIK), Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU), Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP), Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO), dan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang merupakan lembaga otonom di bawah koordinasi Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana.
Majelis dan Lembaga adalah ujung tombak Muhammadiyah dalam mewujudkan tujuan 'menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya'. Mereka menerjemahkan cita-cita besar ini menjadi program dan kegiatan nyata yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, hingga dakwah keagamaan. Tanpa Majelis dan Lembaga, Muhammadiyah tidak akan mampu berkiprah seluas dan sedalam sekarang.
Rangkuman: Majelis dan Lembaga adalah dua pilar penting dalam struktur organisasi Muhammadiyah yang berfungsi sebagai badan pembantu pimpinan. Majelis fokus pada pelaksanaan program di bidang tertentu, sedangkan Lembaga fokus pada pelaksanaan fungsi khusus. Keduanya bekerja secara sinergis untuk mewujudkan tujuan Muhammadiyah dalam menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya melalui berbagai amal usaha.
Tujuan: Mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan ide program terkait Majelis dan Lembaga Muhammadiyah.
Alat & bahan: Kertas HVS/karton, spidol/pensil warna, gunting, lem, kartu informasi Majelis/Lembaga, studi kasus (teks/video), gawai (opsional)
| Majelis | Badan pembantu pimpinan yang menjalankan program dan kebijakan Persyarikatan dalam bidang tertentu. |
| Lembaga | Badan pembantu pimpinan yang menjalankan fungsi tertentu Persyarikatan. |
| Persyarikatan | Istilah resmi untuk organisasi Muhammadiyah. |
| Amar Ma'ruf Nahi Munkar | Menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. |
| Tajdid | Pembaharuan dalam berpikir dan bertindak sesuai dengan ajaran Islam. |
| HPT Muhammadiyah | Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, pedoman hukum Islam bagi warga Muhammadiyah. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Kemuhammadiyahan kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.