tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPNgareka Biantara › Bahasa sunda
SMP · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar Ngareka Biantara Kelas IX
Bahasa sunda

Modul ajar Ngareka Biantara SMP kelas IX materi Bahasa sunda lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Ngareka Biantara kelas IX materi Bahasa sunda
Ringkasan: Biantara adalah pidato dalam bahasa Sunda yang memiliki struktur bubuka, eusi, dan panutup. Penting untuk memperhatikan ciri kebahasaan seperti undak-usuk basa dan penggunaan peribahasa. Proses penyusunannya meliputi penentuan tema, pembuatan kerangka, pengembangan naskah, dan latihan presentasi. Keterampilan ini penting untuk menyampaikan gagasan dan melestarikan budaya Sunda.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: komunikasi, kreativitas, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISNgareka Biantara · Bahasa sunda · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, dan perasaan secara lisan dengan jelas dan terstruktur menggunakan bahasa Sunda yang baik dan benar, serta mampu berinteraksi secara efektif dalam berbagai konteks komunikasi.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar berbicara dan mendengarkan dalam bahasa Sunda pada konteks percakapan sehari-hari.

Pemahaman bermakna: Memahami dan mampu menyusun biantara yang efektif akan membantu peserta didik dalam menyampaikan ide dan berinteraksi secara percaya diri di masyarakat, serta melestarikan budaya Sunda.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian merasa gugup saat harus berbicara di depan banyak orang? Bagaimana cara agar kita bisa menyampaikan pesan dengan lancar dan meyakinkan?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan biantara dalam bahasa Sunda serta menganalisis contoh biantara.

Kegiatan awal: Peserta didik menjawab salam, berdoa bersama, dan presensi. Guru menampilkan video atau audio biantara singkat, lalu bertanya, 'Apa yang kalian amati dari cara pembicara menyampaikan pesannya?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, yaitu mengidentifikasi struktur biantara.

Memahami: Peserta didik dibagi kelompok untuk mengamati beberapa contoh teks biantara (cetak atau digital). Mereka diminta mengidentifikasi bagian-bagian biantara (bubuka, eusi, panutup) dan ciri kebahasaan yang digunakan, lalu mencatat temuan mereka.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang struktur dan ciri kebahasaan biantara, serta membahas contoh-contoh biantara yang efektif dan kurang efektif.

Merefleksi: Peserta didik bersama guru menyimpulkan struktur umum biantara dan pentingnya penggunaan bahasa yang sesuai. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menugaskan peserta didik untuk mencari tema biantara yang menarik untuk pertemuan berikutnya.

Penutup: Guru memberikan penguatan bahwa berbicara di depan umum adalah keterampilan yang bisa diasah. Peserta didik diajak merefleksi pembelajaran hari ini dan menutup dengan doa serta salam.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Merancang kerangka biantara dengan tema yang relevan dan struktur yang tepat serta menyusun naskah biantara secara lengkap.

Kegiatan awal: Peserta didik menjawab salam, berdoa, dan presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang struktur biantara. Guru memberikan studi kasus: 'Bayangkan kalian diminta berpidato pada acara perpisahan sekolah. Apa yang akan kalian sampaikan dan bagaimana menyusunnya agar berkesan?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merancang dan menyusun naskah biantara.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok memilih satu tema biantara (misalnya, perpisahan, hari besar, pelestarian lingkungan). Mereka diminta untuk berdiskusi tentang pesan utama, poin-poin penting, dan pembuka/penutup yang menarik untuk tema tersebut.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai merancang kerangka biantara yang mencakup bubuka, eusi (dengan poin-poin detail), dan panutup. Setelah kerangka disetujui, mereka melanjutkan dengan menyusun naskah biantara secara lengkap, memperhatikan penggunaan kosakata Sunda yang tepat dan gaya bahasa persuasif.

Merefleksi: Beberapa kelompok mempresentasikan kerangka dan sebagian naskah biantara mereka untuk mendapatkan masukan dari kelompok lain dan guru. Guru memberikan saran konstruktif untuk penyempurnaan naskah, fokus pada kejelasan pesan dan kelancaran alur.

Penutup: Peserta didik diajak menyimpulkan bahwa proses menyusun biantara memerlukan perencanaan yang matang. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras kelompok dan mengingatkan untuk mempersiapkan diri untuk presentasi di pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Mempresentasikan biantara dengan intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh yang sesuai.

Kegiatan awal: Peserta didik menjawab salam, berdoa, dan presensi. Guru menanyakan kesiapan peserta didik untuk mempresentasikan biantara yang telah disusun. Guru memotivasi peserta didik dengan menyampaikan bahwa ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu presentasi biantara.

Memahami: Guru mengingatkan kembali kriteria presentasi biantara yang baik, meliputi kejelasan artikulasi, intonasi yang tepat, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan kontak mata. Peserta didik diberikan waktu singkat untuk latihan terakhir di kelompok masing-masing.

Mengaplikasi: Setiap peserta didik secara bergiliran mempresentasikan biantara yang telah mereka susun di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif menggunakan rubrik yang telah disiapkan, fokus pada aspek penyampaian dan isi biantara.

Merefleksi: Setelah semua presentasi, guru memimpin diskusi refleksi tentang pengalaman berbicara di depan umum, tantangan yang dihadapi, dan strategi untuk mengatasinya. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas keberanian dan usaha mereka.

Penutup: Guru memberikan penguatan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pembicara yang baik dan keterampilan ini akan sangat berguna di masa depan. Peserta didik diajak untuk terus berlatih dan tidak takut mencoba. Pembelajaran ditutup dengan doa, salam, dan motivasi untuk terus melestarikan bahasa dan budaya Sunda.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, penyusunan kerangka, dan naskah biantara.

Akhir (sumatif): Penilaian presentasi biantara peserta didik menggunakan rubrik, mencakup aspek isi dan penyampaian.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan biantara dalam bahasa Sunda.Struktur dan ciri kebahasaan biantara2 JPpenalaran kritis
Merancang kerangka dan menyusun naskah biantara.Kerangka dan naskah biantara2 JPkreativitas
Mempresentasikan biantara dengan intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh yang sesuai.Praktik presentasi biantara2 JPkomunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Biantara, atau pidato dalam bahasa Sunda, adalah salah satu bentuk komunikasi lisan yang penting. Kemampuan berbiantara tidak hanya mengasah keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga melatih kita untuk menyampaikan gagasan secara terstruktur dan persuasif. Modul ini akan membimbing kalian untuk memahami, menyusun, dan mempresentasikan biantara dengan baik, sekaligus melestarikan kekayaan bahasa dan budaya Sunda.

Pangajaran Biantara (Pengertian Biantara)

Biantara nyaeta nepikeun kedalan atawa omongan di hareupeun jalma rea kalayan tujuan nu tangtu. Ieu biantara bisa dilaksanakeun dina rupa-rupa kagiatan, saperti upacara adat, acara perpisahan sakola, atawa pasamoan resmi. Tujuan biantara bisa rupa-rupa, ti mimiti mere informasi, ngajak, nepikeun pamadegan, nepi ka ngahibur. Nu penting, biantara kudu disusun kalawan rapih tur ditepikeun kalayan merenah sangkan pesen nu rek ditepikeun bisa kaharti ku balarea.

Struktur Biantara (Struktur Pidato)

Biantara umumna boga tilu bagian utama, nyaeta bubuka, eusi, jeung panutup. Bubuka mangrupa bagian pangheulana nu gunana pikeun narik perhatian pamiarsa jeung nepikeun salam. Eusi mangrupa inti tina biantara, di dieu panyatur nepikeun gagasan atawa informasi kalawan jelas tur sistematis. Panutup mangrupa bagian pamungkas nu eusina bisa mangrupa kacindekan, harepan, atawa hatur nuhun. Katiluna kudu nyambung sarta runtut sangkan biantara jadi leuwih efektif.

Ciri Kebahasaan Biantara (Ciri Kebahasaan Pidato)

Dina biantara Sunda, aya sababaraha ciri kebahasaan nu penting diperhatikeun. Kahiji, pamilihan kecap kudu luyu jeung konteks jeung saha nu jadi pamiarsa (undak-usuk basa). Kadua, ngagunakeun kalimah nu efektif jeung teu ngalantur. Katilu, bisa wae ngasupkeun paribasa atawa babasan Sunda pikeun ngabeungharan eusi jeung ngajadikeun biantara leuwih hirup. Ngagunakeun gaya basa nu merenah oge bisa nambahan daya tarik biantara.

Léngkah-léngkah Nyusun Biantara (Langkah-langkah Menyusun Pidato)

Nyusun biantara merlukeun léngkah-léngkah nu sistematis. Mimiti, tangtukeun heula jejer atawa téma biantara. Kadua, susun kerangka biantara nu ngawengku bubuka, eusi, jeung panutup. Katilu, kembangkeun kerangka jadi naskah biantara nu lengkep. Kaopat, perhatikeun pamilihan kecap, intonasi, jeung ekspresi nalika latihan nepikeun biantara. Kalima, latihan terus-terusan sangkan lancar jeung percaya diri nalika tampil di hareupeun balarea.

Rangkuman: Biantara adalah pidato dalam bahasa Sunda yang memiliki struktur bubuka, eusi, dan panutup. Penting untuk memperhatikan ciri kebahasaan seperti undak-usuk basa dan penggunaan peribahasa. Proses penyusunannya meliputi penentuan tema, pembuatan kerangka, pengembangan naskah, dan latihan presentasi. Keterampilan ini penting untuk menyampaikan gagasan dan melestarikan budaya Sunda.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis struktur dan ciri kebahasaan biantara serta merancang kerangka biantara.

Alat & bahan: Teks contoh biantara, alat tulis, kertas HVS

  1. Bacalah dengan saksama dua contoh teks biantara yang diberikan.
  2. Identifikasi bagian bubuka, eusi, dan panutup dari masing-masing biantara tersebut.
  3. Catatlah ciri-ciri kebahasaan (pilihan kata, gaya bahasa) yang menonjol pada setiap biantara.
  4. Diskusikan kelebihan dan kekurangan dari kedua biantara tersebut dalam kelompok.
  5. Buatlah kerangka biantara baru dengan tema 'Pentingnya Melestarikan Budaya Sunda' berdasarkan struktur yang telah dipelajari.

8 Glosarium

BiantaraPidato atau ceramah dalam bahasa Sunda.
BubukaBagian pembukaan dalam biantara.
EusiBagian isi atau inti dalam biantara.
PanutupBagian penutup dalam biantara.
Undak-usuk basaTingkatan atau ragam bahasa dalam bahasa Sunda.

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Ngareka Biantara Bahasa sunda ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Ngareka Biantara kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.