Modul ajar Pendidikan Al-Qur'an dan Hadis SMP kelas VII materi Tajwid: Hukum Nun Mati dan Tanwin lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar, meskipun belum memahami kaidah tajwid secara mendalam.
Pemahaman bermakna: Memahami hukum nun mati dan tanwin esensial untuk membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, sehingga makna ayat dapat tersampaikan dan pahala berinteraksi dengan Al-Qur'an semakin sempurna.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian merasa bingung mengapa terkadang nun mati atau tanwin dibaca jelas, terkadang melebur, atau bahkan berubah bunyi?
Tujuan: Mengidentifikasi pengertian nun mati dan tanwin dengan tepat dan menjelaskan macam-macam hukum nun mati dan tanwin (izhar, idgham, iqlab, ikhfa) beserta huruf-hurufnya.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan membacakan beberapa ayat pendek yang mengandung nun mati/tanwin, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil, masing-masing diberikan potongan ayat Al-Qur'an dan diminta mengamati serta mengidentifikasi perbedaan bunyi nun mati atau tanwin yang bertemu huruf berbeda, lalu mencari tahu konsep dasar nun mati dan tanwin serta macam-macam hukumnya melalui bahan ajar dan diskusi kelompok.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau mind map tentang hukum nun mati dan tanwin, mencakup pengertian, macam-macam, dan huruf-hurufnya, serta menandai contoh-contoh sederhana yang mereka temukan dalam potongan ayat yang diberikan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik, meluruskan pemahaman, dan menguatkan konsep dasar hukum nun mati dan tanwin.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pertemuan ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta memberikan motivasi untuk terus semangat belajar Al-Qur'an dan menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya, ditutup dengan doa.
Tujuan: Menganalisis contoh-contoh hukum nun mati dan tanwin dalam ayat Al-Qur'an dengan benar dan menunjukkan sikap teliti dan cermat dalam membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya, dan mengaitkannya dengan pentingnya ketelitian dalam membaca Al-Qur'an. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan skenario aktivitas problem-based learning.
Memahami: Peserta didik disajikan beberapa 'kasus' atau potongan ayat Al-Qur'an yang sengaja ditulis tanpa harakat atau dengan harakat yang samar pada bagian nun mati/tanwin. Mereka diminta secara berkelompok untuk menganalisis setiap kasus, mengidentifikasi hukum nun mati/tanwin yang terkandung, dan menjelaskan alasannya.
Mengaplikasi: Setiap kelompok bekerja sama mencari dan menandai minimal 5 contoh hukum nun mati dan tanwin dari surah pendek pilihan (misal: Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas) di mushaf Al-Qur'an, kemudian menuliskan contoh tersebut, hukumnya, dan alasan hukumnya dalam LKPD yang disediakan.
Merefleksi: Beberapa kelompok mempresentasikan hasil analisis dan temuan contoh ayatnya. Kelompok lain memberikan masukan dan guru memberikan penguatan, menjelaskan secara detail contoh-contoh yang masih kurang tepat, serta menekankan pentingnya ketelitian dalam mengidentifikasi hukum tajwid.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang pentingnya analisis tajwid, memberikan apresiasi atas kerja keras mereka, dan mengingatkan untuk selalu teliti. Guru memberikan motivasi untuk membiasakan membaca Al-Qur'an dengan tartil dan menyampaikan agenda praktik pada pertemuan selanjutnya, ditutup dengan doa.
Tujuan: Menerapkan hukum nun mati dan tanwin dalam bacaan Al-Qur'an secara tartil.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, presensi, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru memotivasi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan praktik membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar, menyampaikan tujuan utama hari ini adalah praktik dan penilaian.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan melakukan muraja'ah (mengulang) dan berlatih membaca surah-surah pendek atau ayat-ayat pilihan yang telah ditunjuk, dengan fokus pada penerapan hukum nun mati dan tanwin. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual dan koreksi jika diperlukan.
Mengaplikasi: Peserta didik secara bergiliran membaca potongan ayat Al-Qur'an di hadapan guru atau teman sebaya, yang kemudian dinilai berdasarkan rubrik penerapan hukum nun mati dan tanwin. Proses ini bisa direkam atau dicatat langsung oleh guru untuk penilaian.
Merefleksi: Setelah setiap sesi praktik, guru memberikan umpan balik konstruktif secara langsung kepada peserta didik, menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Peserta didik juga diajak merefleksikan proses belajarnya dan komitmen untuk terus memperbaiki bacaan Al-Qur'an.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas usaha dan partisipasinya. Guru merangkum pembelajaran dari awal hingga akhir, menekankan pentingnya istiqamah dalam membaca Al-Qur'an. Peserta didik diajak membaca doa kafaratul majlis, dan guru memberikan pesan motivasi untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan serta ketepatan pengerjaan LKPD.
Akhir (sumatif): Tes praktik membaca Al-Qur'an yang mengandung hukum nun mati dan tanwin serta tes tulis pilihan ganda dan esai.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi pengertian nun mati dan tanwin dengan tepat. | Pengertian nun mati dan tanwin. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menjelaskan macam-macam hukum nun mati dan tanwin (izhar, idgham, iqlab, ikhfa) beserta huruf-hurufnya. | Macam-macam hukum nun mati dan tanwin beserta hurufnya. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| Menganalisis contoh-contoh hukum nun mati dan tanwin dalam ayat Al-Qur'an dengan benar. | Contoh-contoh hukum nun mati dan tanwin dalam Al-Qur'an. | 2 JP | Penalaran Kritis, Keimanan dan Ketakwaan |
Membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang mulia, dan untuk meraih kesempurnaan pahalanya, kita dituntut untuk membacanya sesuai dengan kaidah tajwid. Salah satu kaidah dasar yang sangat penting adalah hukum nun mati dan tanwin. Dengan memahami dan menerapkan hukum ini, bacaan Al-Qur'an kita akan menjadi lebih benar, indah, dan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad ﷺ.
Nun mati (نْ) adalah huruf nun yang tidak berharakat, artinya tidak berfathah, kasrah, atau dhammah. Sedangkan tanwin adalah nun mati yang tersembunyi (tersimpan) dalam bunyi harakat rangkap (fathatain ً , kasratain ٍ , atau dhammatain ٌ ). Baik nun mati maupun tanwin memiliki hukum bacaan khusus ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah tertentu dalam Al-Qur'an. Contoh nun mati: مِنْ (min), Contoh tanwin: قَوْمٍ (qaumin).
Izhar Halqi (إظهار حلقي) artinya jelas atau terang. Hukum ini berlaku jika nun mati (نْ) atau tanwin (ً ٍ ٌ) bertemu dengan salah satu dari enam huruf hijaiyah yang keluar dari tenggorokan (huruf halqi), yaitu: ء (hamzah), ه (ha), ع (ain), ح (ha'), غ (ghain), خ (kha'). Cara membacanya adalah nun mati atau tanwin dilafalkan dengan jelas tanpa dengung (ghunnah).
Idgham (إدغام) artinya memasukkan atau meleburkan. Idgham dibagi menjadi dua: Idgham Bi Ghunnah dan Idgham Bila Ghunnah. Idgham Bi Ghunnah terjadi jika nun mati atau tanwin bertemu huruf ي (ya), ن (nun), م (mim), و (wawu). Cara membacanya dileburkan dengan dengung. Idgham Bila Ghunnah terjadi jika nun mati atau tanwin bertemu huruf ل (lam) atau ر (ra). Cara membacanya dileburkan tanpa dengung.
Iqlab (إقلاب) artinya mengubah atau menukar. Hukum ini berlaku jika nun mati (نْ) atau tanwin (ً ٍ ٌ) bertemu dengan huruf ب (ba). Cara membacanya adalah bunyi nun mati atau tanwin diubah menjadi bunyi mim mati (مْ) yang disertai dengung samar selama dua harakat, kemudian disambung dengan huruf ba. Contoh: مِۢنْ بَعْدِ (mim ba'di).
Ikhfa' Haqiqi (إخفاء حقيقي) artinya menyamarkan. Hukum ini berlaku jika nun mati (نْ) atau tanwin (ً ٍ ٌ) bertemu dengan 15 huruf hijaiyah selain huruf izhar, idgham, dan iqlab. Huruf-huruf tersebut adalah ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك. Cara membacanya adalah nun mati atau tanwin disamarkan atau disembunyikan antara bunyi izhar dan idgham, disertai dengung (ghunnah) yang keluar dari hidung.
Mempelajari tajwid, termasuk hukum nun mati dan tanwin, adalah fardhu kifayah. Namun, membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar adalah fardhu 'ain bagi setiap Muslim yang ingin membaca Al-Qur'an. Dengan tajwid yang benar, kita dapat menghindari kesalahan fatal dalam membaca Al-Qur'an (lahn jali) yang dapat mengubah makna ayat, serta menjaga keindahan dan keautentikan bacaan Al-Qur'an.
Rangkuman: Hukum nun mati dan tanwin adalah kaidah dasar tajwid yang mengatur cara membaca nun mati atau tanwin ketika bertemu huruf hijaiyah. Ada empat hukum utama: Izhar Halqi (jelas), Idgham (melebur dengan/tanpa dengung), Iqlab (berubah menjadi mim), dan Ikhfa' Haqiqi (samar). Memahami dan menerapkan hukum ini sangat penting untuk membaca Al-Qur'an secara tartil dan benar, sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis hukum nun mati dan tanwin dalam ayat Al-Qur'an.
Alat & bahan: Mushaf Al-Qur'an, alat tulis, lembar kerja
| Tajwid | Ilmu tentang cara membaca Al-Qur'an dengan benar. |
| Nun Mati | Huruf nun yang tidak memiliki harakat (نْ). |
| Tanwin | Nun mati yang tersembunyi dalam harakat rangkap (ً ٍ ٌ). |
| Izhar Halqi | Membaca nun mati/tanwin dengan jelas tanpa dengung. |
| Idgham | Meleburkan nun mati/tanwin ke huruf berikutnya. |
| Iqlab | Mengubah bunyi nun mati/tanwin menjadi mim mati. |
| Ikhfa' Haqiqi | Menyamarkan bunyi nun mati/tanwin dengan dengung. |
| Ghunnah | Dengung yang keluar dari rongga hidung saat membaca huruf tertentu. |
| Tartil | Membaca Al-Qur'an secara perlahan, tenang, dan sesuai tajwid. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Al-Qur'an dan Hadis kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.