Modul ajar Bahasa Indonesia SMPLB kelas VIII materi Iklan, Slogan, dan Poster — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu mengidentifikasi informasi penting dari berbagai teks, termasuk iklan, slogan, dan poster, serta menyajikan gagasan secara visual dan verbal dengan menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami sesuai konteks.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik memahami beberapa kata kunci dan gambar sederhana yang sering mereka lihat di lingkungan sekitar.
Pemahaman bermakna: Memahami iklan, slogan, dan poster membantu kita menjadi konsumen cerdas dan mampu menyampaikan pesan persuasif secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat gambar atau tulisan yang membuat kalian ingin membeli sesuatu atau melakukan sesuatu?
Tujuan: Mengidentifikasi pengertian dan fungsi iklan, slogan, serta poster secara tepat melalui pengamatan gambar.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan hangat, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru menunjukkan beberapa gambar contoh iklan, slogan, dan poster, lalu bertanya, 'Apa yang kalian lihat? Pernahkah kalian melihat ini di mana?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu peserta didik.
Memahami: Peserta didik mengamati berbagai contoh iklan, slogan, dan poster yang disajikan guru melalui kartu gambar dan video dengan subtitle. Guru memandu diskusi tentang apa itu iklan, slogan, dan poster, serta fungsinya masing-masing, menggunakan bahasa isyarat dan tulisan. Peserta didik mencatat poin-poin penting di buku catatan mereka dengan bantuan guru.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mencocokkan kartu gambar (iklan, slogan, poster) dengan definisi dan fungsinya. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan bantuan visual dan bahasa isyarat. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, menunjuk contoh-contoh yang sudah dikategorikan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman. Guru juga meminta peserta didik untuk menyebutkan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama materi yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
Tujuan: Menganalisis ciri-ciri kebahasaan dan unsur visual iklan, slogan, dan poster dengan benar serta menyimpulkan perbedaannya.
Kegiatan awal: Guru menyapa, mengulas materi sebelumnya, dan menunjukkan kembali contoh-contoh iklan, slogan, dan poster. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis ciri-ciri dan perbedaan ketiganya. Guru memotivasi peserta didik dengan contoh konkret pesan persuasif di sekitar mereka.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi beberapa contoh iklan, slogan, dan poster. Mereka diminta untuk menganalisis ciri-ciri kebahasaan (kata-kata persuasif, singkat, jelas) dan unsur visual (gambar, warna, tata letak) dari setiap contoh. Guru berkeliling membimbing dan memberikan dukungan visual serta verbal.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi tabel perbandingan yang ada di LKPD untuk menyimpulkan perbedaan antara iklan, slogan, dan poster berdasarkan analisis mereka. Mereka berdiskusi untuk menemukan kata kunci dan gambar yang paling mewakili perbedaan tersebut. Peserta didik boleh menggunakan kartu kata dan gambar sebagai bantuan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan tabel perbandingan mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan umpan balik untuk meluruskan miskonsepsi. Guru juga mengajak peserta didik untuk menemukan contoh lain di lingkungan mereka.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum ciri-ciri dan perbedaan iklan, slogan, dan poster. Guru memberikan tugas singkat untuk mencari satu contoh iklan/slogan/poster di rumah dan mengidentifikasi ciri-cirinya. Guru menutup pelajaran dengan apresiasi dan salam.
Tujuan: Merancang dan membuat slogan yang persuasif dengan tema lingkungan atau kesehatan serta mendesain poster sederhana yang informatif dan menarik tentang kegiatan sekolah.
Kegiatan awal: Guru menyapa, menanyakan tugas rumah, dan mengulas kembali ciri-ciri iklan, slogan, dan poster. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat slogan dan poster. Guru memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh karya-karya sederhana yang menarik dan relevan dengan lingkungan mereka.
Memahami: Guru menjelaskan langkah-langkah merancang slogan dan poster sederhana, dengan fokus pada pesan yang jelas, singkat, dan menarik secara visual. Guru memberikan contoh kata-kata persuasif yang mudah dipahami dan ide-ide gambar yang sederhana. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang tema yang akan dipilih (misalnya, 'Jagalah Kebersihan', 'Ayo Membaca').
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok merancang dan membuat satu slogan dan satu poster sederhana. Mereka menggunakan kertas, pensil warna, spidol, atau bahan kolase. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan ide, dan memastikan pesan yang disampaikan jelas dan sesuai. Peserta didik difokuskan untuk berkreasi sesuai kemampuan dan minat mereka.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan slogan dan poster hasil karyanya di depan kelas. Mereka menjelaskan pesan yang ingin disampaikan. Peserta didik lain memberikan apresiasi dan masukan positif. Guru memberikan umpan balik, menguatkan kreativitas, dan mengaitkan hasil karya dengan materi yang sudah dipelajari.
Penutup: Guru dan peserta didik bersama-sama memajang hasil karya di dinding kelas. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik. Guru menutup pelajaran dengan pesan motivasi untuk terus belajar dan berkarya, serta doa penutup.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mereka menganalisis contoh-contoh iklan, slogan, dan poster.
Akhir (sumatif): Penilaian proyek pembuatan slogan dan poster berdasarkan kriteria kejelasan pesan, kreativitas, dan kesesuaian dengan tema.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi pengertian dan fungsi iklan, slogan, serta poster. | Pengertian dan fungsi iklan, slogan, poster. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menganalisis ciri-ciri dan perbedaan iklan, slogan, dan poster. | Ciri-ciri kebahasaan dan visual iklan, slogan, poster. | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Merancang dan membuat slogan serta poster sederhana. | Langkah-langkah merancang slogan dan poster. | 2 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Iklan, slogan, dan poster adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Kita melihatnya di mana-mana: di televisi, media sosial, pinggir jalan, atau bahkan di sekolah. Ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menyampaikan pesan dan memengaruhi kita. Mari kita pelajari lebih dalam agar kita bisa menjadi pembaca dan pembuat pesan yang cerdas.
Iklan adalah pemberitahuan kepada masyarakat tentang barang atau jasa yang dijual, atau tentang ide/informasi penting yang perlu diketahui. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian dan mengajak orang untuk membeli, menggunakan, atau melakukan sesuatu. Iklan bisa berupa tulisan, gambar, suara, atau gabungan semuanya. Contohnya, iklan sabun di televisi atau iklan makanan di majalah. Iklan biasanya lebih panjang dan detail dibandingkan slogan.
Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik, mudah diingat, dan digunakan untuk memberitahukan atau menjelaskan tujuan suatu ide, organisasi, atau produk. Slogan sering dipakai untuk mempromosikan sesuatu atau menyampaikan pesan moral. Contoh slogan: 'Hemat Pangkal Kaya' atau 'Indonesia Sehat'. Slogan harus singkat, padat, dan jelas agar pesannya mudah masuk ke ingatan orang. Biasanya hanya terdiri dari beberapa kata saja.
Poster adalah plakat yang terdiri dari gambar dan tulisan yang ditempel di tempat umum. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi, mengumumkan acara, atau mengajak masyarakat melakukan sesuatu. Poster biasanya dibuat dengan warna-warna cerah dan gambar yang menarik agar mudah dilihat dan dibaca dari jauh. Contoh poster: poster kegiatan donor darah atau poster peringatan bahaya merokok. Pesan pada poster disampaikan secara visual dan ringkas.
Iklan, slogan, dan poster memiliki ciri khas. Iklan cenderung lebih lengkap informasinya, bisa bergerak atau bersuara. Slogan sangat singkat, padat, dan mudah diingat, fokus pada satu ide utama. Poster menggabungkan gambar dan tulisan, ditempel di tempat umum, dan harus menarik perhatian visual. Ketiganya menggunakan bahasa persuasif, yaitu bahasa yang membujuk atau mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu.
Meskipun sama-sama alat komunikasi persuasif, ada perbedaan mendasar. Iklan memiliki cakupan media yang luas (TV, radio, internet) dan informasi lebih detail. Slogan adalah bagian dari iklan atau kampanye, berupa kalimat singkat yang menjadi semboyan. Poster adalah media visual statis yang ditempel, informasinya lebih ringkas dari iklan tetapi lebih lengkap dari slogan. Memahami perbedaan ini membantu kita memilih media yang tepat untuk menyampaikan pesan.
Rangkuman: Iklan, slogan, dan poster adalah media komunikasi persuasif yang bertujuan memengaruhi audiens. Iklan menyampaikan informasi produk/jasa secara detail. Slogan adalah kalimat pendek yang mudah diingat sebagai semboyan. Poster adalah media visual yang ditempel di tempat umum untuk informasi atau ajakan. Ketiganya menggunakan bahasa persuasif dan visual yang menarik untuk mencapai tujuannya.
Tujuan: Menganalisis ciri-ciri kebahasaan dan unsur visual iklan, slogan, dan poster serta menyimpulkan perbedaannya.
Alat & bahan: Lembar kerja, gambar contoh iklan, slogan, dan poster, spidol, pensil warna
| Iklan | Pemberitahuan untuk mempromosikan barang, jasa, atau ide. |
| Slogan | Kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat sebagai semboyan. |
| Poster | Plakat berisi gambar dan tulisan yang ditempel di tempat umum. |
| Persuasif | Bersifat membujuk atau mengajak. |
| Visual | Berkaitan dengan penglihatan atau gambar. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.