Modul ajar IPS SMPLB kelas VIII materi Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Kehidupan — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu memahami konsep dasar interaksi sosial dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat, serta mengidentifikasi berbagai bentuk interaksi sosial yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Kompetensi awal: Peserta didik mampu mengenali dan menyebutkan beberapa aktivitas yang melibatkan lebih dari satu orang di lingkungan sekitar mereka.
Pemahaman bermakna: Interaksi sosial adalah dasar kehidupan bermasyarakat. Memahami bagaimana kita berinteraksi akan membantu kita membangun hubungan yang lebih baik dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita perlu berbicara dan bekerja sama dengan orang lain?
Tujuan: Mengidentifikasi pengertian interaksi sosial dengan bantuan gambar dan video singkat.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menunjukkan beberapa gambar orang yang sedang berinteraksi (berbicara, bermain, bekerja). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang sedang mereka lakukan? Mengapa penting bagi kita untuk saling berinteraksi?'. Peserta didik akan sadar tujuan belajar hari ini adalah memahami apa itu interaksi sosial.
Memahami: Peserta didik mengamati berbagai gambar dan video pendek (dengan subtitle dan bahasa isyarat) yang menunjukkan interaksi sosial. Guru memandu diskusi dengan pertanyaan 'Apa persamaan dari semua gambar ini?'. Peserta didik mencoba merumuskan pengertian interaksi sosial dengan bantuan kartu kata kunci yang disediakan guru.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan mencocokkan kartu gambar aktivitas dengan kartu deskripsi interaksi sosial. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan pemahaman. Peserta didik membuat poster mini 'Apa itu Interaksi Sosial?' dengan gambar dan kata kunci.
Merefleksi: Beberapa pasangan mempresentasikan poster mini mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep interaksi sosial. Guru meminta peserta didik untuk menyebutkan satu contoh interaksi sosial yang mereka lakukan hari ini.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman singkat tentang pengertian interaksi sosial. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup.
Tujuan: Mengklasifikasikan bentuk-bentuk interaksi sosial (asosiatif dan disosiatif) melalui contoh-contoh visual.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pengertian interaksi sosial. Guru menunjukkan dua jenis gambar: satu menunjukkan kerjasama (asosiatif) dan satu lagi menunjukkan pertengkaran (disosiatif). Guru bertanya: 'Apa perbedaan dari kedua jenis interaksi ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi jenis-jenis interaksi sosial.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok menerima kartu situasi (berisi gambar dan deskripsi singkat) yang menunjukkan interaksi asosiatif (kerjasama, akomodasi, asimilasi) dan disosiatif (persaingan, konflik). Guru menjelaskan konsep interaksi asosiatif dan disosiatif menggunakan poster visual dan bahasa isyarat.
Mengaplikasi: Setiap kelompok berdiskusi untuk mengklasifikasikan kartu situasi ke dalam kategori 'asosiatif' atau 'disosiatif' di papan tulis mini mereka. Guru membimbing diskusi, memastikan semua anggota kelompok berpartisipasi dan memahami perbedaan konsep. Peserta didik dapat menggunakan gambar atau simbol untuk menunjukkan klasifikasi.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi mereka. Guru memfasilitasi diskusi antar kelompok untuk membandingkan dan mengklarifikasi pemahaman. Guru memberikan penguatan dan contoh tambahan dari kehidupan sehari-hari.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan perbedaan interaksi asosiatif dan disosiatif. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama kelompok dan menyampaikan tugas observasi sederhana untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup.
Tujuan: Menganalisis pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan kelompok sosial dan norma masyarakat, serta menyajikan hasil observasi sederhana tentang interaksi sosial di lingkungan sekolah dalam bentuk visual.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali jenis-jenis interaksi sosial. Guru bertanya: 'Menurut kalian, apa yang terjadi jika kita selalu bekerja sama? Atau selalu bertengkar?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis pengaruh interaksi sosial dan membuat laporan observasi.
Memahami: Guru menjelaskan pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan kelompok sosial (misalnya, kelompok bermain, kelompok belajar) dan norma masyarakat (aturan tidak tertulis) dengan contoh-contoh visual dan cerita singkat. Peserta didik secara mandiri atau berpasangan melakukan observasi singkat di lingkungan sekolah (misalnya, saat istirahat, di kantin) untuk mencari contoh interaksi sosial.
Mengaplikasi: Peserta didik mengisi lembar observasi visual (dengan kolom gambar/simbol dan deskripsi singkat) tentang interaksi sosial yang mereka temukan. Mereka mengidentifikasi apakah interaksi tersebut asosiatif atau disosiatif dan menuliskan (atau menggambar) pengaruhnya (misalnya, 'teman baru', 'antre teratur'). Peserta didik membuat poster sederhana atau kumpulan kartu gambar yang menunjukkan hasil observasi mereka.
Merefleksi: Setiap peserta didik/pasangan mempresentasikan hasil observasi dan poster mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengaitkan hasil observasi dengan konsep pengaruh interaksi sosial terhadap kehidupan. Guru memberikan penguatan bahwa interaksi yang baik menciptakan lingkungan yang nyaman.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya interaksi sosial yang positif. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik. Guru mengingatkan untuk selalu berinteraksi dengan baik. Doa penutup.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mengklasifikasikan interaksi sosial pada LKPD.
Akhir (sumatif): Penilaian poster hasil observasi interaksi sosial dan presentasi singkat peserta didik.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi pengertian interaksi sosial dengan bantuan gambar dan video singkat. | Pengertian interaksi sosial, ciri-ciri interaksi sosial. | 2 JP | Komunikasi |
| Mengklasifikasikan bentuk-bentuk interaksi sosial (asosiatif dan disosiatif) melalui contoh-contoh visual. | Bentuk interaksi sosial: asosiatif (kerja sama, akomodasi), disosiatif (persaingan, konflik). | 2 JP | Kolaborasi |
| Menganalisis pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan kelompok sosial dan norma masyarakat, serta menyajikan hasil observasi sederhana. | Pengaruh interaksi sosial, pembentukan kelompok sosial, norma masyarakat. | 2 JP | Kewargaan, Kreativitas |
Manusia adalah makhluk sosial, artinya kita tidak bisa hidup sendiri. Kita selalu berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain. Interaksi sosial adalah kunci untuk kita bisa bekerja sama, belajar bersama, dan hidup rukun. Mari kita pelajari lebih dalam bagaimana interaksi sosial memengaruhi kehidupan kita sehari-hari.
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih, atau antara individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Hubungan ini saling memengaruhi satu sama lain, baik dalam pikiran, perasaan, maupun tindakan. Contohnya, saat kamu berbicara dengan teman, bermain bersama, atau membantu orang tua di rumah, itu semua adalah bentuk interaksi sosial. Interaksi ini sangat penting karena melalui interaksi kita bisa belajar, berbagi, dan memenuhi kebutuhan hidup.
Interaksi sosial memiliki beberapa ciri khusus. Pertama, jumlah pelakunya lebih dari satu orang. Kedua, ada komunikasi antara pelaku, bisa dengan bicara, isyarat, atau tindakan. Ketiga, ada dimensi waktu, artinya interaksi bisa terjadi di masa lalu, sekarang, atau akan datang. Keempat, ada tujuan tertentu yang ingin dicapai, meskipun tidak selalu disadari. Misalnya, tujuanmu mengobrol dengan teman adalah untuk berbagi cerita atau mencari informasi.
Ada beberapa faktor yang membuat kita berinteraksi. Imitasi adalah meniru orang lain, misalnya adik meniru kakaknya. Sugesti adalah pengaruh yang diterima tanpa berpikir panjang, seperti mengikuti ajakan teman. Identifikasi adalah keinginan untuk menjadi sama dengan orang lain yang dikagumi. Simpati adalah perasaan tertarik atau kasihan pada orang lain. Empati adalah merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu dari dalam diri.
Interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi yang mengarah pada persatuan dan kerja sama. Contohnya: Kerja sama (gotong royong), yaitu usaha bersama untuk mencapai tujuan. Akomodasi, yaitu upaya menyelesaikan pertentangan agar tercipta kestabilan. Asimilasi, yaitu percampuran dua budaya atau lebih yang menghasilkan budaya baru. Akulturasi, yaitu perpaduan dua budaya tanpa menghilangkan ciri khas budaya aslinya. Semua bentuk ini bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.
Interaksi sosial disosiatif adalah bentuk interaksi yang mengarah pada perpecahan atau konflik. Contohnya: Persaingan (kompetisi), yaitu usaha mencapai tujuan dengan mengalahkan pihak lain secara sehat. Kontravensi, yaitu sikap tidak suka atau menentang secara tersembunyi. Konflik (pertentangan), yaitu pertentangan yang tajam karena perbedaan kepentingan. Meskipun terlihat negatif, kadang persaingan sehat bisa memotivasi kita untuk menjadi lebih baik.
Interaksi sosial sangat memengaruhi kehidupan kita. Pertama, membentuk pola hubungan sosial, seperti pertemanan atau kelompok belajar. Kedua, membentuk norma dan nilai masyarakat, yaitu aturan-aturan tidak tertulis yang mengatur perilaku kita. Ketiga, membantu proses sosialisasi, di mana kita belajar tentang budaya dan cara hidup masyarakat. Keempat, memengaruhi perkembangan kepribadian dan identitas diri kita. Semua ini membuat kita menjadi bagian dari masyarakat.
Rangkuman: Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling memengaruhi antara individu atau kelompok. Ada dua bentuk utama: asosiatif yang mengarah pada persatuan (seperti kerja sama) dan disosiatif yang mengarah pada perpecahan (seperti konflik). Interaksi sosial sangat penting karena membentuk kelompok, norma, dan memengaruhi bagaimana kita hidup bermasyarakat serta mengembangkan diri kita.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk interaksi sosial dari berbagai situasi.
Alat & bahan: Kartu gambar situasi, spidol warna, lembar kerja visual (tabel dengan kolom gambar dan kategori).
| Interaksi Sosial | Hubungan timbal balik antara individu atau kelompok. |
| Asosiatif | Bentuk interaksi yang mengarah pada persatuan dan kerja sama. |
| Disosiatif | Bentuk interaksi yang mengarah pada perpecahan atau konflik. |
| Gotong Royong | Bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. |
| Konflik | Pertentangan atau perselisihan karena perbedaan. |
| Norma Sosial | Aturan tidak tertulis yang mengatur perilaku masyarakat. |
| Sosialisasi | Proses belajar menjadi anggota masyarakat. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.