Modul ajar IPS SMPLB kelas VIII materi Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Kehidupan — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPS |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Kehidupan — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Komunikasi Visual |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal berbagai individu di lingkungan terdekatnya (keluarga, teman, guru) dan memahami konsep dasar kebutuhan manusia.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Komunikasi, Kolaborasi, Kewargaan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Pemahaman Lingkungan, Interaksi, dan Keberlanjutan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai bentuk interaksi sosial di lingkungan sekitar serta menganalisis pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat, dengan memanfaatkan media visual dan komunikasi total. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Interaksi sosial terjadi ketika Ani tersenyum dan melambaikan tangan kepada Budi, atau saat sekelompok teman bermain sepak bola bersama. |
| Konseptual | Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antarindividu, antarkelompok, atau individu dengan kelompok yang memengaruhi cara hidup dan kebersamaan dalam masyarakat. |
| Prosedural | Menganalisis pengaruh interaksi sosial dapat dilakukan dengan mengamati perilaku, mengidentifikasi tujuan interaksi, dan menyimpulkan dampaknya pada individu atau kelompok. |
| Metakognitif | Menyadari bahwa memahami pola interaksi sosial membantu kita berkomunikasi lebih baik dan menyelesaikan masalah dalam masyarakat. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami interaksi sosial membantu kita beradaptasi, bekerja sama, dan membangun hubungan yang positif dengan orang lain di berbagai situasi kehidupan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita berkomunikasi dengan teman yang berbeda bahasa, dan apa yang terjadi jika kita tidak saling memahami?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Komunikasi Visual |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kosakata terkait interaksi sosial dan kemampuan menulis kalimat sederhana untuk poster atau LKPD. Seni Budaya: Mendesain poster yang efektif secara visual dengan pemilihan warna dan tata letak yang menarik. Pendidikan Pancasila: Memahami nilai-nilai gotong royong dan musyawarah sebagai bentuk interaksi sosial positif untuk persatuan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung dengan mendiskusikan contoh interaksi sosial positif di rumah dan komunitas, serta membantu anak mengamati dan menceritakan kembali. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata dengan meja kelompok, papan tulis interaktif, area display poster, dan sudut tenang untuk kegiatan individu, memastikan pencahayaan baik dan minim gangguan visual. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek bersubtitle, gambar-gambar infografis, dan aplikasi presentasi sederhana untuk visualisasi materi dan hasil karya peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi berbagai bentuk interaksi sosial (individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok) melalui gambar dan video. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memberi salam, mengajak berdoa dengan bahasa isyarat dan lisan, memeriksa kehadiran visual, menunjukkan kartu kata 'Interaksi Sosial', dan menampilkan video singkat tanpa suara tentang orang-orang yang saling berinteraksi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bantuan visual (kartu tujuan) dan bertanya 'Apa yang kalian lihat dari video ini?' dengan isyarat dan tulisan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar dan video pendek (dengan subtitle) yang menunjukkan interaksi sosial (misalnya: dua teman berbagi makanan, guru mengajar di depan kelas, tim sepak bola bermain). Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi siapa yang berinteraksi dan bagaimana caranya, lalu mengelompokkannya menjadi interaksi individu-individu, individu-kelompok, dan kelompok-kelompok menggunakan kartu kategori. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik memilih beberapa gambar interaksi sosial dan menempelkannya di papan kategori yang disediakan. Mereka diminta untuk menulis atau menunjuk kata kunci yang menggambarkan interaksi tersebut. Guru berkeliling, memberikan bantuan visual dan isyarat untuk memastikan pemahaman. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengelompokan mereka dengan menunjuk gambar dan kartu kata. Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan tentang berbagai bentuk interaksi sosial. Guru menyimpulkan kembali dengan bantuan infografis visual tentang jenis-jenis interaksi sosial. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan pelajaran hari ini dengan menunjuk kartu kata kunci yang telah dipelajari. Guru memberikan pujian atas partisipasi aktif, menampilkan video singkat tentang 'senyuman' sebagai bentuk interaksi positif, dan mengajak berdoa penutup. Guru mengingatkan untuk mengamati interaksi di rumah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial (imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati) dengan contoh visual. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memberi salam, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru menampilkan poster besar bergambar orang yang sedang meniru gaya orang lain, lalu bertanya (dengan isyarat dan tulisan) 'Mengapa dia meniru? Apa yang dirasakan?' Guru mengaitkan dengan pelajaran sebelumnya dan menyampaikan tujuan hari ini menggunakan kartu tujuan visual. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menampilkan serangkaian kartu gambar atau video pendek (dengan subtitle) yang merepresentasikan faktor-faktor interaksi sosial (misalnya: anak meniru gaya idola, teman memberi saran, memakai baju seperti orang yang dikagumi, merasa sedih melihat teman sakit, membantu teman yang kesulitan). Peserta didik didorong untuk mendiskusikan apa yang terjadi pada setiap gambar dan mencoba mengaitkannya dengan kartu kata faktor interaksi sosial (imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik diberikan lembar kerja bergambar situasi. Tugas mereka adalah mencocokkan situasi tersebut dengan kartu faktor interaksi sosial yang paling sesuai dan menuliskan satu kalimat pendek atau memilih kartu kata yang menjelaskan mengapa. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan klarifikasi menggunakan bahasa isyarat dan visual. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru memimpin diskusi kelas untuk membandingkan jawaban dan memberikan penjelasan tambahan tentang perbedaan antara simpati dan empati menggunakan contoh yang jelas dan visual. Guru memberikan penguatan dan memastikan pemahaman peserta didik tentang setiap faktor. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik merangkum faktor-faktor interaksi sosial dengan menunjuk kartu kata kunci yang relevan. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan pemahaman mereka, menampilkan gambar motivasi tentang pentingnya saling memahami, dan mengajak berdoa. Guru meminta peserta didik mencari contoh faktor-faktor ini di sekitar mereka. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Komunikasi Visual |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis dampak positif dan negatif interaksi sosial terhadap kehidupan masyarakat (persatuan, konflik) menggunakan studi kasus sederhana dan membuat poster visual sederhana tentang pentingnya interaksi sosial positif di lingkungan sekolah atau rumah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memberi salam, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru menampilkan dua gambar besar: satu gambar anak-anak bermain bersama dengan gembira (persatuan) dan satu gambar anak-anak bertengkar (konflik). Guru bertanya (dengan isyarat dan tulisan) 'Apa bedanya gambar ini? Apa akibatnya jika kita bertengkar?' Guru mengaitkan dengan materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan hari ini sebagai proyek membuat poster. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan studi kasus sederhana (dalam bentuk cerita bergambar atau video pendek bersubtitle) tentang situasi interaksi sosial yang memiliki dampak positif (misalnya, gotong royong membersihkan kelas) dan negatif (misalnya, salah paham yang menyebabkan pertengkaran). Dalam kelompok, mereka mengidentifikasi dampak-dampak tersebut dan mendiskusikannya dengan bantuan kartu kata 'positif', 'negatif', 'persatuan', 'konflik'. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Berdasarkan pemahaman tentang dampak interaksi sosial, setiap kelompok merancang dan membuat poster visual sederhana tentang 'Pentingnya Interaksi Sosial Positif' di lingkungan sekolah atau rumah. Mereka dapat menggunakan gambar, tulisan tangan, atau tempelan. Guru menyediakan alat dan bahan serta memberikan bimbingan, memastikan pesan poster mudah dipahami secara visual. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster mereka di depan kelas, menjelaskan pesan yang ingin disampaikan dengan menunjuk gambar dan kata-kata di poster. Kelompok lain memberikan tanggapan positif melalui isyarat 'jempol' atau tepuk tangan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan tentang pentingnya interaksi positif untuk menciptakan persatuan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi akhir dengan menunjuk poster terbaik dan menjelaskan mengapa penting untuk berinteraksi secara positif. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras mereka, menampilkan semua poster di dinding kelas, dan menutup dengan doa bersama. Guru berharap peserta didik dapat menerapkan interaksi positif dalam kehidupan sehari-hari. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk dan faktor interaksi sosial dari berbagai situasi visual.
Alat & bahan: Kertas A4, spidol warna, lem, gunting, kartu gambar interaksi sosial, kartu kata faktor interaksi (imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati).
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan mengidentifikasi jenis interaksi dari gambar, dan kreativitas dalam membuat poster visual.
Sumatif (akhir): Penilaian poster visual tentang interaksi sosial positif dan jawaban esai singkat tentang dampak interaksi sosial.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai bentuk interaksi sosial (individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok) melalui gambar dan video. | Bentuk-bentuk interaksi sosial | 2 JP | Komunikasi, Kolaborasi |
| 2 | Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial (imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati) dengan contoh visual. | Faktor-faktor interaksi sosial | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 3 | Menganalisis dampak positif dan negatif interaksi sosial terhadap kehidupan masyarakat dan membuat poster visual sederhana. | Dampak interaksi sosial, Poster interaksi positif | 2 JP | Kewargaan, Kreativitas |
Kita semua hidup bersama orang lain. Setiap hari, kita berbicara, bermain, atau bekerja sama dengan teman, keluarga, dan guru. Semua kegiatan ini adalah bentuk interaksi sosial. Interaksi sosial sangat penting karena memengaruhi bagaimana kita hidup, belajar, dan merasa di lingkungan sekitar kita. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang bagaimana interaksi ini membentuk kehidupan kita.
1. Apa Itu Interaksi Sosial?
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih, atau antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok. Hubungan ini bisa berupa komunikasi, kerja sama, atau bahkan konflik. Interaksi sosial terjadi ketika kita saling memengaruhi satu sama lain. Contohnya, saat kamu tersenyum pada teman, atau saat guru menjelaskan pelajaran di depan kelas. Tanpa interaksi sosial, kita tidak bisa hidup bersama dengan baik.
2. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Ada beberapa bentuk interaksi sosial yang sering kita temui. Pertama, interaksi individu dengan individu, misalnya dua teman saling berbicara atau berjabat tangan. Kedua, interaksi individu dengan kelompok, seperti seorang guru yang mengajar di depan kelas atau seorang pemimpin yang berbicara kepada banyak orang. Ketiga, interaksi kelompok dengan kelompok, contohnya dua tim olahraga yang bertanding atau dua kelompok siswa yang berdiskusi bersama. Semua bentuk ini punya cara dan tujuan yang berbeda.
3. Faktor Pendorong Interaksi Sosial: Imitasi
Salah satu faktor yang mendorong interaksi sosial adalah imitasi, yaitu meniru perilaku orang lain. Kita sering melihat anak-anak meniru gaya bicara atau gerakan orang dewasa. Contoh lain, seorang siswa meniru cara belajar temannya yang pintar agar nilainya juga bagus. Imitasi membantu kita belajar hal baru dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Ini adalah cara alami manusia belajar dari lingkungannya.
4. Faktor Pendorong Interaksi Sosial: Sugesti dan Identifikasi
Sugesti adalah pengaruh yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga orang tersebut menerima pandangan atau sikapnya tanpa berpikir panjang. Contohnya, teman menyarankan kita untuk mencoba makanan baru, dan kita langsung mencobanya. Identifikasi adalah keinginan untuk menjadi sama dengan orang lain yang dikagumi. Misalnya, kamu sangat mengagumi seorang tokoh pahlawan dan ingin memiliki sifat-sifat baik seperti dia. Ini lebih dalam dari imitasi karena melibatkan perasaan dan keinginan untuk menjadi seperti idola.
5. Faktor Pendorong Interaksi Sosial: Simpati dan Empati
Simpati adalah perasaan tertarik atau ikut merasakan apa yang dialami orang lain. Misalnya, kamu merasa sedih melihat temanmu terjatuh dan terluka. Sedangkan empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain seolah-olah kita berada di posisi mereka, lalu bertindak untuk membantu. Contohnya, kamu tidak hanya sedih melihat teman terjatuh, tetapi juga langsung membantunya berdiri dan menanyakan keadaannya. Empati lebih mendalam dan mendorong tindakan nyata.
6. Dampak Positif Interaksi Sosial
Interaksi sosial memiliki banyak dampak positif bagi kehidupan. Ketika kita berinteraksi dengan baik, kita bisa menciptakan persatuan dan kerja sama. Contohnya, gotong royong membersihkan lingkungan sekolah membuat sekolah jadi bersih dan hubungan antar siswa semakin akrab. Interaksi positif juga bisa meningkatkan rasa saling pengertian, membantu menyelesaikan masalah, dan membuat kita merasa nyaman serta diterima dalam kelompok.
7. Dampak Negatif Interaksi Sosial
Tidak semua interaksi sosial selalu positif. Ada juga dampak negatif jika interaksi tidak berjalan baik. Contohnya, salah paham saat berkomunikasi bisa menyebabkan pertengkaran atau konflik. Persaingan yang tidak sehat juga bisa menimbulkan permusuhan. Dampak negatif ini bisa merusak hubungan antarindividu atau antarkelompok, menciptakan ketidaknyamanan, dan menghambat kerja sama. Penting bagi kita untuk belajar mengelola interaksi agar selalu positif.
Rangkuman: Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang memengaruhi kehidupan kita. Bentuknya beragam, dari individu ke individu hingga kelompok ke kelompok. Faktor seperti imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati mendorong terjadinya interaksi. Interaksi sosial bisa membawa dampak positif seperti persatuan dan kerja sama, tetapi juga dampak negatif seperti konflik. Memahami interaksi ini membantu kita membangun hubungan yang lebih baik dan hidup harmonis di masyarakat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Interaksi Sosial | Hubungan timbal balik antarindividu, antarkelompok, atau individu dengan kelompok. |
| Imitasi | Tindakan meniru perilaku orang lain. |
| Sugesti | Pengaruh yang diterima tanpa berpikir panjang. |
| Identifikasi | Keinginan menjadi sama dengan orang yang dikagumi. |
| Simpati | Perasaan ikut merasakan apa yang dialami orang lain. |
| Empati | Kemampuan memahami dan merasakan perasaan orang lain, lalu bertindak membantu. |
| Persatuan | Keadaan bersatu atau rukun. |
| Konflik | Pertentangan atau pertengkaran. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Kehidupan — Tunarungu" mata pelajaran IPS Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.