Modul ajar Pendidikan Pancasila SMPLB kelas VIII materi Pancasila sebagai Dasar Negara — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Pancasila sebagai Dasar Negara — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mengenal lambang negara Garuda Pancasila dan nama sila-sila Pancasila.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kewargaan, Kemandirian, Penalaran Kritis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus |
| Elemen / Domain | Pancasila |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menganalisis peran Pancasila sebagai dasar negara, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan konteks diri dan lingkungannya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pancasila adalah lima sila yang menjadi dasar dan ideologi negara Indonesia. |
| Konseptual | Pancasila sebagai dasar negara berarti semua peraturan dan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. |
| Prosedural | Mempelajari bagaimana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan pemerintahan. |
| Metakognitif | Menyadari pentingnya Pancasila sebagai panduan hidup dan merencanakan cara menerapkan nilai-nilainya dalam tindakan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Pancasila bukan hanya sekadar lima sila yang dihafalkan, melainkan pondasi kuat yang membimbing cara kita hidup bersama sebagai bangsa Indonesia, membuat kita menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus tahu dan peduli dengan Pancasila?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kosakata terkait Pancasila, menulis kalimat sederhana untuk poster, dan memahami instruksi tertulis. Seni Budaya: Membuat poster dengan gambar dan tulisan yang menarik untuk menyampaikan pesan tentang nilai Pancasila. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Menerapkan nilai kebersamaan dan sportivitas dalam aktivitas fisik yang mencerminkan sila Persatuan Indonesia. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berpartisipasi dengan menceritakan contoh penerapan Pancasila di rumah atau lingkungan sekitar, lalu hasilnya dicatat guru untuk dibagikan di kelas. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas dihias dengan poster-poster sederhana bergambar lambang Pancasila dan contoh perilakunya, serta dilengkapi pojok baca buku cerita bergambar tentang nilai-nilai moral. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek bersubtitle tentang sejarah Pancasila dan contoh penerapan nilai-nilainya, serta aplikasi sederhana untuk membuat poster digital jika memungkinkan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi pengertian Pancasila sebagai dasar negara dengan bantuan kartu kata dan gambar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran. Guru menunjukkan gambar burung Garuda Pancasila dan menanyakan apa yang peserta didik ketahui. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami apa itu Pancasila sebagai dasar negara, dan bertanya 'Mengapa Pancasila penting bagi kita semua?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik melihat video pendek bersubtitle tentang sejarah singkat perumusan Pancasila. Guru menggunakan kartu kata dan gambar untuk menjelaskan kata 'dasar' dan 'negara' serta mengaitkannya dengan Pancasila. Peserta didik mencocokkan kartu kata dengan gambar yang relevan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dalam kelompok kecil mengisi lembar kerja sederhana (LKPD) yang berisi kalimat rumpang tentang pengertian Pancasila sebagai dasar negara, dengan pilihan jawaban berupa kartu kata yang tersedia. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan semua peserta didik terlibat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok menunjukkan hasil LKPD mereka, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep. Guru merangkum pengertian Pancasila sebagai dasar negara dan bertanya 'Apa yang paling mudah diingat tentang Pancasila hari ini?'. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan kembali pengertian Pancasila sebagai dasar negara. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan fungsi Pancasila sebagai dasar negara melalui diskusi kelompok dan penggunaan bahasa isyarat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang pengertian Pancasila sebagai dasar negara. Guru menunjukkan gambar atau video singkat tentang masalah sosial sederhana (misal: teman bertengkar, tidak adil) dan bertanya 'Bagaimana Pancasila bisa membantu menyelesaikan masalah ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami fungsi Pancasila. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok. Guru menyajikan beberapa skenario masalah sederhana yang mungkin terjadi di sekolah atau masyarakat. Setiap skenario disertai pertanyaan 'Bagaimana nilai Pancasila bisa menjadi solusi atau panduan?'. Guru menyediakan kartu-kartu fungsi Pancasila (misal: 'pedoman hidup', 'sumber hukum') dan meminta peserta didik mencocokkan dengan skenario. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mendiskusikan skenario yang diberikan dan menggunakan bahasa isyarat atau tulisan untuk menjelaskan bagaimana Pancasila berfungsi sebagai solusi. Mereka diminta untuk memilih satu skenario dan membuat presentasi singkat (bisa berupa gambar atau poster mini) yang menunjukkan fungsi Pancasila. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman tentang fungsi Pancasila sebagai dasar negara. Guru bertanya 'Mengapa penting bagi kita untuk tahu fungsi Pancasila?'. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik merangkum fungsi-fungsi Pancasila. Guru memberikan pujian atas kerja sama dan ide-ide yang muncul. Guru menyampaikan bahwa di pertemuan berikutnya akan praktik membuat poster. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menyusun poster sederhana tentang penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekolah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru menunjukkan beberapa gambar perilaku (baik dan buruk) dan meminta peserta didik mengidentifikasi mana yang sesuai Pancasila. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat poster tentang penerapan nilai Pancasila di sekolah, dan bertanya 'Apa yang bisa kita lakukan agar teman-teman juga ikut menerapkan Pancasila?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru meninjau kembali nilai-nilai Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan) dengan kartu bergambar. Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi contoh perilaku konkret yang sesuai dengan setiap nilai Pancasila di lingkungan sekolah (misal: 'berdoa sebelum makan', 'menolong teman', 'gotong royong'). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok merancang poster sederhana tentang penerapan nilai Pancasila di sekolah. Mereka dapat menggunakan gambar, tulisan sederhana, atau bahasa isyarat yang digambar. Guru menyediakan alat dan bahan (kertas, spidol, pensil warna, stiker bergambar). Guru membimbing setiap kelompok dalam proses pembuatan poster, memastikan pesan poster jelas dan mudah dipahami. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster mereka di depan kelas, menjelaskan pesan yang ingin disampaikan. Guru memberikan umpan balik positif dan mengapresiasi kreativitas peserta didik. Guru bertanya 'Apa pesan utama poster kalian? Mengapa pesan itu penting?'. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik memilih poster terbaik dan memajangnya di kelas. Guru memberikan pujian kepada seluruh peserta didik atas usaha dan karya mereka. Guru mengingatkan untuk selalu menerapkan nilai Pancasila dan mengajak berdoa penutup. Suasana kelas dipenuhi semangat dan kebanggaan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik memahami dan mengidentifikasi pengertian Pancasila sebagai dasar negara.
Alat & bahan: Lembar LKPD, pensil, kartu kata 'Pancasila', 'dasar', 'negara', 'lima sila', 'pedoman hidup', gambar burung Garuda Pancasila.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan mencocokkan kartu kata, dan kerja sama dalam membuat poster.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil poster tentang penerapan nilai Pancasila di sekolah berdasarkan kreativitas, kejelasan pesan, dan kesesuaian dengan nilai Pancasila.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pengertian Pancasila sebagai dasar negara | Pengertian Pancasila sebagai dasar negara | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan fungsi Pancasila sebagai dasar negara | Fungsi Pancasila dalam kehidupan berbangsa | 2 JP | Kewargaan |
| 3 | Mengidentifikasi contoh perilaku sesuai Pancasila | Penerapan nilai Pancasila | 2 JP | Kemandirian |
| 4 | Menyusun poster tentang penerapan nilai Pancasila | Karya poster Pancasila | 2 JP | Kreativitas |
Pancasila adalah dasar negara kita, Indonesia. Ibarat sebuah rumah, Pancasila adalah pondasi yang kuat agar rumah itu tidak roboh. Semua peraturan dan cara hidup kita sebagai bangsa Indonesia harus sesuai dengan Pancasila. Mari kita pelajari bersama mengapa Pancasila sangat penting bagi kita semua.
1. Apa Itu Pancasila sebagai Dasar Negara?
Pancasila adalah lima sila yang menjadi dasar atau landasan bagi negara Indonesia. 'Dasar' berarti fondasi atau alas. 'Negara' adalah wilayah dan rakyat yang tinggal di dalamnya, diatur oleh pemerintahan. Jadi, Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila adalah pedoman utama bagi semua aturan, hukum, dan cara hidup bernegara di Indonesia. Ini seperti peta yang menunjukkan arah agar kita tidak tersesat dalam membangun negara yang adil dan makmur. Semua kebijakan pemerintah, hukum yang dibuat, hingga perilaku warga negara haruslah sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan begitu, kehidupan berbangsa dan bernegara akan berjalan tertib dan harmonis.
2. Sejarah Singkat Perumusan Pancasila
Pancasila tidak muncul begitu saja. Para pendiri bangsa kita, seperti Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Soepomo, berjuang keras untuk merumuskannya. Mereka berdiskusi dan berpikir keras mencari dasar negara yang paling cocok untuk Indonesia yang memiliki banyak suku, agama, dan budaya. Setelah melalui perdebatan dan musyawarah yang panjang, pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang berisi gagasan Pancasila. Kemudian, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila disahkan sebagai dasar negara Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersamaan dengan UUD 1945. Proses ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah hasil kesepakatan luhur para pendiri bangsa.
3. Fungsi Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila memiliki banyak fungsi penting. Pertama, sebagai sumber dari segala sumber hukum. Artinya, semua hukum yang berlaku di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Kedua, sebagai pandangan hidup bangsa, yaitu petunjuk arah bagi bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan. Ketiga, sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, yang membedakan kita dengan bangsa lain. Keempat, sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia, yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Kelima, sebagai perjanjian luhur rakyat Indonesia yang harus kita jaga dan laksanakan bersama. Fungsi-fungsi ini menjadikan Pancasila sangat vital dalam menjaga keutuhan dan keberlangsungan negara kita.
4. Nilai-nilai Luhur dalam Pancasila
Pancasila terdiri dari lima sila yang masing-masing mengandung nilai luhur: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa (percaya pada Tuhan dan toleransi antarumat beragama). 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (saling menghargai, tidak semena-mena). 3. Persatuan Indonesia (cinta tanah air, bersatu walau berbeda). 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan (musyawarah untuk mufakat). 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (adil kepada semua, tolong-menolong). Nilai-nilai ini harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Menerapkan Pancasila berarti melakukan perbuatan baik yang sesuai dengan nilai-nilainya. Contohnya, rajin beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing (Sila 1), menolong teman yang kesulitan (Sila 2), ikut kerja bakti membersihkan lingkungan (Sila 3), berdiskusi untuk mencari solusi masalah di kelas (Sila 4), dan berbagi makanan dengan adil kepada teman (Sila 5). Penerapan Pancasila bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua sebagai warga negara. Dengan menerapkan Pancasila, kita ikut menjaga keharmonisan dan kemajuan bangsa Indonesia. Setiap tindakan kecil yang sesuai dengan nilai Pancasila akan memberikan dampak besar bagi lingkungan sekitar kita.
Rangkuman: Pancasila adalah lima sila yang menjadi dasar negara Indonesia, pedoman utama bagi semua aturan dan cara hidup bernegara. Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa dan memiliki fungsi penting sebagai sumber hukum, pandangan hidup, dan jiwa bangsa. Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pancasila | Dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. |
| Dasar Negara | Fondasi atau landasan bagi sebuah negara dalam mengatur pemerintahan dan kehidupan berbangsa. |
| Sila | Prinsip atau asas. |
| Musyawarah | Diskusi bersama untuk mencapai kesepakatan. |
| Toleransi | Sikap saling menghargai perbedaan. |
| Ideologi | Kumpulan gagasan atau keyakinan yang menjadi dasar pandangan hidup. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pancasila sebagai Dasar Negara — Tunarungu" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.