tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar MABahasa Sunda › Carita babad
MA · Kelas X · Fase E

Modul Ajar Bahasa Sunda Kelas X
Carita babad

Modul ajar Bahasa Sunda MA kelas X materi Carita babad lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Sunda kelas X materi Carita babad
Ringkasan: Carita babad adalah narasi sejarah fiksi yang memadukan fakta dan imajinasi. Memahami unsur intrinsik, ekstrinsik, dan nilai-nilainya penting untuk apresiasi. Dengan kerangka yang jelas dan gaya bahasa yang tepat, kita pun dapat mencoba menulis carita babad sendiri sebagai bentuk pelestarian budaya.
Model: Discovery Learning + Praktik Menulis BabadDimensi: Keimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis, KreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Sunda · Carita babad · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami, menanggapi, dan mengevaluasi informasi dari berbagai jenis teks deskriptif, naratif, ekspositoris, argumentatif, dan instruktif dalam berbagai bentuk dan media. Peserta didik mampu mengkomunikasikan gagasan, pemikiran, dan perasaan secara lisan dan tulisan dengan menggunakan bahasa Sunda yang santun, efektif, dan kreatif.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang cerita rakyat dan unsur-unsurnya.

Pemahaman bermakna: Memahami carita babad membantu kita menghargai warisan sejarah dan budaya Sunda, serta belajar dari kisah-kisah masa lalu untuk membentuk masa depan yang lebih baik.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian mendengar kisah tentang raja-raja atau pahlawan di masa lalu yang ceritanya diceritakan turun-temurun? Bagaimana kisah itu bisa tetap hidup sampai sekarang?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-uns intrinsik dan ekstrinsik dalam carita babad dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengabsen, dan mengaitkan materi carita babad dengan cerita rakyat yang sudah dikenal siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memantik rasa ingin tahu siswa dengan pertanyaan tentang asal-usul cerita legendaris.

Memahami: Siswa secara berkelompok mengamati contoh teks carita babad, mengidentifikasi tokoh, latar, alur, tema, dan unsur ekstrinsik seperti nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya.

Mengaplikasi: Melalui diskusi kelompok, siswa mengisi LKPD untuk mengidentifikasi unsur-uns intrinsik dan ekstrinsik dari carita babad yang diberikan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap pemahaman unsur-uns carita babad.

Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan ciri-ciri carita babad, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai moral dan historis serta membandingkan unsur factual dan fiksi dalam sebuah carita babad.

Kegiatan awal: Guru mereview materi pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran terkait analisis nilai dan perbandingan fakta-fiksi, serta menyajikan sebuah kutipan carita babad yang menimbulkan pertanyaan.

Memahami: Siswa menganalisis kutipan carita babad untuk menemukan nilai-nilai moral dan historis yang relevan dengan kehidupan masa kini, serta membandingkan informasi yang disajikan dengan catatan sejarah yang ada.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, siswa mendiskusikan dan mencatat temuan analisis mereka mengenai nilai dan perbandingan fakta-fiksi, kemudian merumuskan kesimpulan.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelas untuk memperdalam pemahaman.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas analisis siswa, menguatkan pemahaman tentang pentingnya kritis dalam membaca carita babad, dan memberikan tugas awal untuk mencari ide carita babad.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menyusun kerangka dan menulis draf awal carita babad sederhana berdasarkan peristiwa sejarah yang dipilih.

Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali tujuan pembelajaran yaitu membuat kerangka dan menulis draf carita babad, serta memberikan contoh kerangka yang baik dan tips menulis narasi.

Memahami: Siswa secara mandiri mulai menyusun kerangka carita babad berdasarkan ide yang telah mereka siapkan, fokus pada alur cerita, tokoh, dan latar yang akan dikembangkan.

Mengaplikasi: Peserta didik mulai menulis draf awal carita babad mereka, menerapkan unsur-uns yang telah dipelajari, serta mencoba menggunakan gaya bahasa yang menarik.

Merefleksi: Siswa saling bertukar draf carita babad dengan teman sebangku untuk memberikan masukan konstruktif, guru berkeliling memberikan bimbingan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas usaha siswa dalam menulis draf carita babad, mengingatkan untuk menyempurnakan tulisan, dan memberikan motivasi untuk terus berkarya.

4 Asesmen

Proses (formatif): Guru melakukan observasi partisipasi siswa dalam diskusi, keaktifan bertanya, dan kualitas jawaban saat presentasi dan tanya jawab.

Akhir (sumatif): Penilaian terhadap draf carita babad yang ditulis siswa, meliputi kerangka, pengembangan ide, penggunaan bahasa, dan kreativitas.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik carita babadPengertian dan unsur carita babad2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis nilai moral dan historis, membandingkan fakta dan fiksiAnalisis nilai dan kebenaran dalam carita babad2 JPPenalaran Kritis, Kreativitas
Menyusun kerangka dan menulis draf carita babadPraktik menulis carita babad2 JPKreativitas, Kemandirian

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Carita babad merupakan warisan sastra Sunda yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Modul ini akan mengajak kalian menyelami dunia carita babad, memahami unsur-unsnya, menganalisis maknanya, hingga mencoba menciptakannya sendiri. Mari kita ungkap kekayaan tradisi lisan Sunda ini bersama-sama!

Pengertian dan Ciri Carita Babad

Carita babad adalah jenis prosa naratif dalam sastra Sunda yang mengisahkan peristiwa sejarah, baik nyata maupun fiktif, yang terjadi di masa lampau. Ciri utamanya adalah perpaduan antara fakta sejarah dengan unsur imajinasi. Tokohnya seringkali adalah para raja, bangsawan, atau tokoh penting lainnya. Latar waktunya biasanya merujuk pada periode sejarah tertentu, meskipun detailnya bisa diperkaya dengan fiksi. Gaya bahasanya cenderung formal namun tetap mengalir, seringkali menggunakan bahasa kiasan dan perumpamaan.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Carita Babad

Setiap carita babad memiliki unsur intrinsik seperti tokoh (protagonis, antagonis), latar (tempat, waktu, suasana), alur (maju, mundur, campuran), tema (perjuangan, cinta, kekuasaan), dan amanat (pesan moral). Selain itu, terdapat unsur ekstrinsik yang tak kalah penting, yaitu nilai-nilai budaya, sejarah, agama, dan sosial yang tercermin dari masyarakat pada masa cerita itu berkembang. Pemahaman kedua unsur ini krusial untuk mengapresiasi carita babad secara utuh.

Nilai-Nilai dalam Carita Babad

Carita babad seringkali sarat dengan nilai-nilai luhur yang dapat dipetik oleh pembaca. Nilai-nilai ini bisa berupa kepemimpinan yang bijaksana, keberanian dalam menghadapi musuh, kesetiaan kepada negara atau pemimpin, nilai-nilai religius seperti ketakwaan dan keimanan, serta pentingnya musyawarah dan mufakat. Analisis nilai-nilai ini membantu kita memahami pandangan hidup masyarakat Sunda tempo dulu dan relevansinya dengan tantangan masa kini.

Menulis Carita Babad Sederhana

Untuk menciptakan carita babad sendiri, mulailah dengan memilih peristiwa sejarah atau legenda yang menarik. Buatlah kerangka cerita yang jelas, tentukan tokoh utama dan pendukungnya, serta latar waktu dan tempat yang sesuai. Kembangkan alur cerita dengan konflik dan penyelesaian yang logis. Gunakan gaya bahasa yang khas, perpadukan fakta dengan imajinasi, dan jangan lupa selipkan nilai-nilai positif yang ingin disampaikan.

Rangkuman: Carita babad adalah narasi sejarah fiksi yang memadukan fakta dan imajinasi. Memahami unsur intrinsik, ekstrinsik, dan nilai-nilainya penting untuk apresiasi. Dengan kerangka yang jelas dan gaya bahasa yang tepat, kita pun dapat mencoba menulis carita babad sendiri sebagai bentuk pelestarian budaya.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik carita babad serta menganalisis nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Alat & bahan: Teks carita babad, alat tulis, kertas, laptop (opsional)

  1. Bacalah teks carita babad yang diberikan dengan saksama.
  2. Identifikasi unsur-uns intrinsik: tokoh, latar (tempat, waktu, suasana), alur, tema, dan amanat.
  3. Identifikasi unsur ekstrinsik: nilai-nilai budaya, sejarah, moral, dan sosial yang terkandung.
  4. Analisis hubungan antara unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam membentuk makna cerita.
  5. Tuliskan hasil analisis kalian dalam tabel yang disediakan.

8 Glosarium

BabadNaskah atau cerita yang mengisahkan peristiwa sejarah.
IntrinsikUnsur-uns yang membangun cerita dari dalam.
EkstrinsikUnsur-uns yang berasal dari luar cerita, seperti latar belakang budaya dan sejarah.
NarasiRangkaian cerita yang menghubungkan berbagai peristiwa.
LegendaCerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi pada masa lampau, seringkali melibatkan tokoh luar biasa.

9 Materi Bahasa Sunda Terkait

Carita pondokBahasa Sunda Kelas XI MA
Pelajari Carita pondok →
Yalusur Carita buhun sundaBahasa Sunda Kelas XI MA
Pelajari Yalusur Carita buhun sunda →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Sunda Carita babad ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Sunda kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.