tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar MAQur'an Hadis › Al-Qur'an dan Wahyu
MA · Kelas X · Fase E

Modul Ajar Qur'an Hadis Kelas X
Al-Qur'an dan Wahyu

Modul ajar Qur'an Hadis MA kelas X materi Al-Qur'an dan Wahyu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Qur'an Hadis kelas X materi Al-Qur'an dan Wahyu
Ringkasan: Al-Qur'an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara mutawatir dan membacanya ibadah, merupakan bentuk spesifik dari wahyu. Wahyu adalah pemberitahuan ilahi yang lebih umum. Al-Qur'an diturunkan berangsur-angsur dengan hikmah besar, berfungsi sebagai pedoman hidup utama, dan memiliki keistimewaan mukjizat yang tak tertandingi dalam bahasa, ilmu, dan keotentikannya.
Model: Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dengan Praktik Diskusi dan AnalisisDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, komunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISQur'an Hadis · Al-Qur'an dan Wahyu · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam dan memiliki pemahaman dasar tentang konsep wahyu.

Pemahaman bermakna: Memahami hakikat Al-Qur'an sebagai wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah kunci untuk mengaplikasikan nilai-nilai ilahiah dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa yakin bahwa Al-Qur'an benar-benar firman Allah dan bukan karangan manusia?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menganalisis definisi Al-Qur'an dan wahyu serta perbedaan keduanya dengan cermat dan mengidentifikasi proses dan cara turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang proses turunnya wahyu, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang terlintas di benak kalian saat mendengar kata 'Al-Qur'an' dan 'wahyu'?'

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai sumber (buku, artikel, video) untuk menemukan definisi Al-Qur'an dan wahyu, kemudian mengidentifikasi perbedaan esensial antara keduanya serta menganalisis proses dan cara turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW (misalnya melalui Jibril, mimpi, ilham, dll.) yang dikaitkan dengan pengalaman spiritual.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis yang menggambarkan definisi, perbedaan, dan cara turunnya wahyu, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dengan fokus pada contoh-contoh relevan dari sirah nabawiyah.

Merefleksi: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, menguatkan pemahaman tentang konsep dasar, dan mengajak peserta didik merefleksikan bagaimana pemahaman ini relevan dengan keyakinan mereka terhadap Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pertemuan ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tugas membaca untuk materi berikutnya, dan menutup dengan doa serta pesan motivasi untuk terus mencintai Al-Qur'an.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis hikmah diturunkannya Al-Qur'an secara berangsur-angsur dengan kritis dan menganalisis fungsi dan kedudukan Al-Qur'an dalam kehidupan muslim dengan mendalam.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, doa, dan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya. Guru memantik diskusi dengan pertanyaan: 'Mengapa Al-Qur'an tidak diturunkan sekaligus, melainkan berangsur-angsur? Apa hikmah di baliknya?'

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk menganalisis studi kasus atau artikel tentang hikmah turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur, misalnya dikaitkan dengan peristiwa sejarah dan kondisi masyarakat Arab saat itu, serta mendalami fungsi dan kedudukan Al-Qur'an sebagai sumber hukum, petunjuk, dan obat hati.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun laporan singkat atau presentasi multimedia yang menjelaskan hikmah penurunan Al-Qur'an berangsur-angsur dan bagaimana fungsi Al-Qur'an diterapkan dalam menyelesaikan permasalahan kontemporer, kemudian mempresentasikannya di depan kelas.

Merefleksi: Guru dan peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru menguatkan pemahaman tentang relevansi hikmah tersebut dengan tantangan hidup modern, serta mengajak peserta didik untuk merumuskan komitmen pribadi dalam menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting, memberikan apresiasi atas analisis yang mendalam, dan memberikan pengantar untuk proyek selanjutnya. Guru menutup dengan doa dan motivasi untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat.

Pertemuan 3 — Project Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menyajikan hasil analisis tentang keistimewaan Al-Qur'an sebagai mukjizat dengan percaya diri.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, doa, dan presensi. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan mengingatkan kembali pentingnya Al-Qur'an. Guru memotivasi peserta didik untuk memulai proyek dengan pertanyaan: 'Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang tak tertandingi?'

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan meninjau kembali berbagai aspek keistimewaan Al-Qur'an (misalnya keindahan bahasanya, kebenaran ilmiahnya, keserasian isinya, kabar gaibnya) dari berbagai sumber terpercaya, mengumpulkan data dan contoh-contoh konkret.

Mengaplikasi: Setiap peserta didik membuat poster digital, video pendek, atau presentasi interaktif yang menyajikan hasil analisis mereka tentang keistimewaan Al-Qur'an sebagai mukjizat, kemudian mempresentasikan atau menampilkan karyanya di kelas.

Merefleksi: Peserta didik saling memberikan umpan balik positif terhadap karya teman-teman. Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas dan kedalaman analisis, serta mengajak peserta didik untuk merenungkan keagungan Allah SWT melalui mukjizat Al-Qur'an.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh materi 'Al-Qur'an dan Wahyu', memberikan apresiasi tinggi atas seluruh usaha dan capaian, dan memberikan pesan penutup yang menginspirasi untuk terus belajar, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an. Guru menutup dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat berkah.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian produk peta konsep/infografis.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek pembuatan poster digital/video pendek tentang keistimewaan Al-Qur'an dan tes tertulis esai.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis definisi Al-Qur'an dan wahyu serta perbedaannya.Pengertian Al-Qur'an dan wahyu, perbedaan keduanya.2 JPpenalaran kritis
Mengidentifikasi proses dan cara turunnya wahyu.Proses dan cara turunnya wahyu (tahapan, perantara, bentuk).2 JPkeimanan dan ketakwaan
Menganalisis hikmah diturunkannya Al-Qur'an berangsur-angsur dan fungsi/kedudukannya.Hikmah nuzul Al-Qur'an berangsur, fungsi dan kedudukan Al-Qur'an.2 JPpenalaran kritis, komunikasi
Menyajikan hasil analisis tentang keistimewaan Al-Qur'an sebagai mukjizat.Keistimewaan Al-Qur'an sebagai mukjizat (bahasa, ilmiah, kabar gaib).2 JPkomunikasi, penalaran kritis

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Al-Qur'an adalah kalamullah yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Memahami hakikat, proses turunnya, dan keistimewaannya sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan dan keyakinan akan kebenarannya. Modul ini akan membimbing Anda menjelajahi keagungan Al-Qur'an sebagai wahyu ilahi.

Definisi Al-Qur'an

Secara etimologi, Al-Qur'an berasal dari kata 'قَرَأَ' (qara'a) yang berarti membaca atau kumpulan. Secara terminologi, Al-Qur'an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril, diriwayatkan secara mutawatir, membacanya bernilai ibadah, dimulai dari Surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surah An-Nas. Ia adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang keotentikannya terjaga hingga akhir zaman.

Definisi Wahyu

Wahyu secara bahasa berarti isyarat yang cepat, tersembunyi, atau pemberitahuan rahasia. Dalam terminologi syar'i, wahyu adalah pemberitahuan dari Allah SWT kepada para nabi dan rasul-Nya tentang syariat dan petunjuk-Nya, melalui berbagai cara yang hanya diketahui oleh Allah dan rasul-Nya. Wahyu bisa datang dalam bentuk ilham, mimpi yang benar, atau melalui perantara Malaikat Jibril.

Perbedaan Al-Qur'an dan Wahyu

Tidak semua wahyu adalah Al-Qur'an, tetapi Al-Qur'an pasti wahyu. Al-Qur'an adalah bentuk wahyu yang spesifik, yaitu kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan mutawatir, dan membacanya ibadah. Sementara wahyu memiliki cakupan lebih luas, termasuk hadis Qudsi dan hadis Nabawi, serta ilham yang diterima oleh para nabi di luar konteks Al-Qur'an. Al-Qur'an memiliki keistimewaan sebagai mukjizat dari segi lafaz dan makna.

Proses dan Cara Turunnya Wahyu

Wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW melalui beberapa cara. Yang paling umum adalah melalui Malaikat Jibril secara langsung, seperti dalam QS. Al-Baqarah: 97 'نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ' (Nazzalahu 'ala qalbika bi idznillah - Dia menurunkannya ke dalam hatimu dengan izin Allah). Ada pula wahyu yang datang melalui mimpi yang benar (ru'ya shadiqah), ilham, atau tanpa perantara malaikat (langsung dari Allah, seperti saat Isra' Mi'raj). Proses ini menunjukkan keagungan Allah dalam berkomunikasi dengan hamba pilihan-Nya.

Hikmah Turunnya Al-Qur'an Berangsur-Angsur

Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Hikmahnya antara lain: 1) Menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tantangan dakwah. 2) Memudahkan penghafalan dan pemahaman bagi kaum muslimin. 3) Menyesuaikan dengan peristiwa dan kondisi masyarakat saat itu (asbabun nuzul). 4) Menegaskan bahwa Al-Qur'an bukan karangan manusia, melainkan firman Allah yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan tempat. 5) Sebagai bukti kemukjizatan Al-Qur'an.

Fungsi dan Kedudukan Al-Qur'an

Al-Qur'an memiliki fungsi dan kedudukan yang sangat vital bagi umat Islam. Ia adalah sumber hukum pertama dan utama (mashdarut tasyri'), petunjuk hidup (hudan linnas), pembeda antara yang hak dan batil (al-furqan), penawar dan rahmat (syifa'un wa rahmah), serta peringatan dan pelajaran (mau'izhah). Kedudukannya adalah sebagai pedoman yang sempurna, mencakup akidah, syariat, akhlak, dan kisah-kisah untuk diambil ibrahnya. Mengamalkannya adalah kewajiban dan ibadah.

Keistimewaan Al-Qur'an sebagai Mukjizat

Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang tak tertandingi. Keistimewaannya meliputi: 1) Keindahan dan ketinggian bahasanya yang tidak dapat ditiru oleh manusia. 2) Kandungan ilmu pengetahuan dan isyarat ilmiah yang terbukti kebenarannya seiring perkembangan sains. 3) Pemberitaan tentang hal gaib, baik masa lalu maupun masa depan, yang kemudian terbukti. 4) Keserasian dan ketiadaan kontradiksi dalam seluruh ayatnya, meskipun diturunkan dalam rentang waktu yang panjang. 5) Penjagaan keotentikannya oleh Allah SWT.

Rangkuman: Al-Qur'an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara mutawatir dan membacanya ibadah, merupakan bentuk spesifik dari wahyu. Wahyu adalah pemberitahuan ilahi yang lebih umum. Al-Qur'an diturunkan berangsur-angsur dengan hikmah besar, berfungsi sebagai pedoman hidup utama, dan memiliki keistimewaan mukjizat yang tak tertandingi dalam bahasa, ilmu, dan keotentikannya.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan membandingkan definisi Al-Qur'an dan wahyu serta menganalisis cara turunnya wahyu.

Alat & bahan: Buku paket Qur'an Hadis, Al-Qur'an terjemah, smartphone/tablet, alat tulis

  1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Baca dan pahami materi tentang definisi Al-Qur'an dan wahyu dari berbagai sumber.
  3. Diskusikan perbedaan mendasar antara Al-Qur'an dan wahyu.
  4. Identifikasi minimal 3 cara turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW beserta contohnya.
  5. Catat hasil diskusi kelompok pada tabel yang disediakan.

8 Glosarium

WahyuPemberitahuan dari Allah SWT kepada nabi/rasul-Nya.
Al-Qur'anKalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan mutawatir, membacanya ibadah.
MutawatirHadis atau riwayat yang disampaikan oleh banyak perawi sehingga tidak mungkin bersepakat untuk berbohong.
MukjizatPeristiwa luar biasa yang terjadi pada diri nabi/rasul sebagai bukti kenabiannya.
Asbabun NuzulSebab-sebab atau peristiwa yang melatarbelakangi turunnya suatu ayat atau beberapa ayat Al-Qur'an.

9 Materi Qur'an Hadis Terkait

Ayat tentang Taat kepada Allah dan RasulQur'an Hadis Kelas XI MA
Pelajari Ayat tentang Taat kepada Allah dan Rasul →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Qur'an Hadis Al-Qur'an dan Wahyu ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Qur'an Hadis kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.