tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar MASKI › Dakwah Nabi Periode Makkah dan Madinah
MA · Kelas X · Fase E

Modul Ajar SKI Kelas X
Dakwah Nabi Periode Makkah dan Madinah

Modul ajar SKI MA kelas X materi Dakwah Nabi Periode Makkah dan Madinah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar SKI kelas X materi Dakwah Nabi Periode Makkah dan Madinah
Ringkasan: Dakwah Nabi Muhammad SAW terbagi dalam dua periode utama: Makkah yang fokus pada penanaman akidah dengan penuh tantangan dan kesabaran, serta Madinah yang fokus pada pembangunan masyarakat Islam yang berlandaskan syariat, toleransi, dan persatuan. Peristiwa hijrah menjadi titik balik penting. Keteladanan Nabi dalam berstrategi dan menghadapi rintangan memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kesabaran, hikmah, dan persatuan dalam menyebarkan kebaikan.
Model: Project Based Learning (PjBL) + praktik simulasiDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISSKI · Dakwah Nabi Periode Makkah dan Madinah · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami sekilas tentang sejarah Nabi Muhammad SAW dan beberapa peristiwa penting di masa awal Islam.

Pemahaman bermakna: Memahami strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah dan Madinah akan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesabaran, keteladanan, dan perencanaan strategis dalam menyebarkan kebaikan.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana strategi dan keteladanan Nabi Muhammad SAW di masa dakwahnya relevan dengan tantangan menyebarkan nilai-nilai kebaikan di era digital saat ini?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (4 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah dan Madinah.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa, kemudian guru mengecek kehadiran. Guru menampilkan gambar atau peta Makkah dan Madinah zaman dahulu, lalu mengajukan pertanyaan 'Apa yang kalian ketahui tentang periode awal Islam di Makkah dan Madinah?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mengidentifikasi perbedaan karakteristik dakwah Nabi di kedua kota tersebut, sehingga peserta didik menyadari pentingnya memahami konteks sejarah.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi sumber-sumber (buku teks, artikel singkat) tentang kondisi sosial-politik Makkah dan Madinah sebelum dan saat kedatangan Nabi Muhammad SAW, serta karakteristik dakwah di masing-masing periode.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat mind map atau diagram Venn yang membandingkan karakteristik dakwah Nabi di Makkah (misal: sembunyi-sembunyi, personal, fokus akidah) dan Madinah (misal: terang-terangan, bernegara, fokus syariat dan muamalah).

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil mind map/diagram Venn, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan dan klarifikasi tentang perbedaan karakteristik dakwah, mengaitkannya dengan pentingnya adaptasi dalam berdakwah.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting karakteristik dakwah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam penutup yang hangat.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning

Tujuan: Menganalisis tantangan dan respon dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah.

Kegiatan awal: Peserta didik memulai dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya. Guru menampilkan video singkat atau gambar ilustrasi tentang penolakan dakwah di Makkah, lalu bertanya 'Apa saja tantangan terbesar yang dihadapi Nabi di Makkah dan bagaimana beliau menghadapinya?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menganalisis tantangan dan respon dakwah Nabi di Makkah, agar peserta didik memahami keteguhan hati dalam berjuang.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus singkat atau narasi tentang salah satu tantangan dakwah di Makkah (misal: boikot, siksaan, hijrah ke Habasyah) dan diminta mengidentifikasi masalahnya.

Mengaplikasi: Kelompok menganalisis studi kasus tersebut, mencari informasi tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW dan para sahabat merespons tantangan tersebut, serta nilai-nilai kesabaran dan keteguhan yang terkandung di dalamnya.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka tentang tantangan dan respon Nabi. Kelompok lain memberikan pertanyaan atau masukan. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik, dan menguatkan pemahaman tentang keteladanan Nabi dalam menghadapi rintangan.

Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum pelajaran penting dari periode dakwah Makkah. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras, memberikan motivasi untuk meneladani kesabaran Nabi, dan menutup pembelajaran dengan gembira.

Pertemuan 3 — Inquiry Based Learning

Tujuan: Menganalisis strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah dalam membangun masyarakat Islam.

Kegiatan awal: Setelah salam dan doa, guru mengecek kehadiran. Guru membuka pembelajaran dengan pertanyaan 'Setelah hijrah, bagaimana Nabi Muhammad SAW berhasil membangun masyarakat yang kuat di Madinah?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menganalisis strategi dakwah Nabi di Madinah dalam membangun masyarakat Islam, agar peserta didik memahami pentingnya persatuan dan toleransi.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan melakukan riset singkat tentang peristiwa-peristiwa penting di Madinah (misal: Piagam Madinah, pembangunan Masjid Nabawi, mempersaudarakan Anshar-Muhajirin, perjanjian dengan Yahudi).

Mengaplikasi: Peserta didik menyusun poin-poin strategi dakwah Nabi di Madinah berdasarkan riset mereka, fokus pada aspek pembangunan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Islam yang inklusif.

Merefleksi: Beberapa peserta didik mempresentasikan hasil riset dan analisis mereka. Guru mengajak kelas untuk berdiskusi tentang relevansi strategi Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat Madinah dengan kondisi masyarakat modern yang beragam, mengaitkannya dengan nilai toleransi dan persatuan.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan strategi-strategi kunci dakwah Madinah. Guru memberikan apresiasi, memberikan tugas untuk menyiapkan proyek simulasi, dan mengakhiri pertemuan dengan motivasi dan doa.

Pertemuan 4 — Project Based Learning

Tujuan: Menyajikan simulasi atau proyek sederhana tentang nilai-nilai dakwah Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, lalu presensi. Guru mengingatkan kembali seluruh materi dakwah Nabi di Makkah dan Madinah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menyajikan proyek atau simulasi yang mengaplikasikan nilai-nilai dakwah Nabi, menekankan bahwa ini adalah kesempatan untuk menunjukkan pemahaman mendalam dan kreativitas.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merancang dan mempersiapkan proyek simulasi (misal: drama singkat, podcast, infografis interaktif) yang menggambarkan salah satu aspek dakwah Nabi di Makkah atau Madinah, atau relevansinya di masa kini.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan atau menampilkan proyek simulasi mereka di depan kelas. Contoh: simulasi musyawarah Piagam Madinah, drama pendek tentang kesabaran Bilal bin Rabah, atau podcast tentang 'Dakwah di Era Digital ala Nabi'.

Merefleksi: Setelah setiap presentasi, peserta didik lain dan guru memberikan umpan balik konstruktif. Guru memfasilitasi diskusi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam proyek dan bagaimana peserta didik dapat menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman akhir dari seluruh pembelajaran dakwah Nabi. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada semua kelompok atas kreativitas dan kerja keras mereka, memberikan motivasi untuk terus meneladani akhlak Nabi, dan menutup dengan doa serta salam penutup yang penuh kegembiraan dan kebanggaan.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan kemampuan menganalisis studi kasus selama kegiatan pembelajaran.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek simulasi/presentasi kelompok yang mencakup pemahaman konten, kreativitas, dan kemampuan kolaborasi.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi karakteristik dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah dan Madinah.Karakteristik dakwah Makkah dan Madinah.2 JPpenalaran kritis
Menganalisis tantangan dan respon dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah.Tantangan dakwah Makkah dan respon Nabi.2 JPkeimanan dan ketakwaan
Menganalisis strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah dalam membangun masyarakat Islam.Strategi dakwah Madinah dan pembangunan masyarakat.2 JPkolaborasi
Menyajikan simulasi atau proyek sederhana tentang nilai-nilai dakwah Nabi Muhammad SAW.Proyek simulasi nilai-nilai dakwah.2 JPkreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Modul ini akan membawa kita menyelami perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, dari awal yang penuh tantangan di Makkah hingga pembangunan masyarakat madani di Madinah. Memahami strategi dan keteladanan beliau akan memberikan inspirasi berharga bagi kita dalam menyebarkan kebaikan dan menghadapi berbagai problematika kehidupan.

Kondisi Makkah Sebelum Islam

Makkah adalah pusat perdagangan dan keagamaan Arab, dihuni oleh suku Quraisy yang menyembah berhala. Masyarakatnya memiliki tradisi kuat dalam kesukuan, keberanian, namun juga praktik-praktik jahiliyah seperti perbudakan dan diskriminasi perempuan. Kondisi ini menjadi latar belakang berat bagi dakwah tauhid Nabi Muhammad SAW.

Dakwah Periode Makkah (610-622 M)

Dakwah di Makkah berlangsung selama 13 tahun, dimulai secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun, kemudian terang-terangan. Fokus utamanya adalah penanaman akidah tauhid dan akhlak mulia. Tantangan yang dihadapi sangat berat, mulai dari ejekan, boikot, siksaan fisik, hingga pembunuhan. Namun, Nabi dan para sahabat tetap teguh, menunjukkan kesabaran dan keteguhan iman yang luar biasa, seperti kisah Bilal bin Rabah. Peristiwa hijrah ke Habasyah menjadi salah satu strategi penyelamatan para sahabat dari siksaan kafir Quraisy.

Hijrah ke Madinah (622 M)

Hijrah adalah peristiwa monumental yang menandai berakhirnya periode Makkah dan dimulainya periode Madinah. Nabi Muhammad SAW hijrah bersama para sahabat ke Yatsrib (kemudian dinamakan Madinah) atas undangan penduduknya yang telah menerima Islam. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan strategi besar untuk membangun basis kekuatan Islam yang baru dan lebih aman.

Kondisi Madinah Awal dan Piagam Madinah

Madinah adalah kota agraris yang dihuni oleh suku Aus dan Khazraj, serta komunitas Yahudi. Masyarakatnya cenderung majemuk namun sering terlibat konflik. Setelah hijrah, Nabi Muhammad SAW segera menyusun Piagam Madinah (Mitsaqul Madinah), sebuah konstitusi tertulis yang mengatur hak dan kewajiban seluruh penduduk Madinah, termasuk non-Muslim, serta membentuk negara Islam pertama yang berlandaskan keadilan dan toleransi. Piagam ini merupakan cerminan dari firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat: 13 (يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ) 'Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.'

Dakwah Periode Madinah (622-632 M)

Periode Madinah berlangsung selama 10 tahun. Fokus dakwah bergeser pada pembangunan masyarakat Islam yang utuh, mencakup aspek sosial, ekonomi, politik, dan pertahanan. Strategi utama meliputi mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, pembangunan Masjid Nabawi sebagai pusat kegiatan, penetapan syariat Islam, dan pembentukan angkatan perang untuk mempertahankan diri dari ancaman luar. Nabi Muhammad SAW juga menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai suku dan kerajaan.

Perbandingan Strategi Dakwah Makkah dan Madinah

Secara umum, dakwah Makkah bersifat personal, sembunyi-sembunyi, fokus akidah, dan menghadapi penolakan internal. Sementara dakwah Madinah bersifat komunal, terang-terangan, fokus syariat dan pembentukan negara, serta menghadapi tantangan eksternal dan pembangunan masyarakat. Perbedaan ini menunjukkan fleksibilitas dan hikmah Nabi dalam berdakwah sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada.

Nilai-nilai Keteladanan dalam Dakwah Nabi

Dari perjalanan dakwah Nabi, kita belajar nilai-nilai penting seperti kesabaran, keteguhan iman, keberanian, hikmah dalam berstrategi, toleransi, persatuan, keadilan, dan kepemimpinan yang berintegritas. Nilai-nilai ini relevan untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan bernegara hingga kini. Nabi Muhammad SAW bersabda, 'إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ' (innamā bu'itstu li'utammima makārimal akhlāq) 'Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.' (HR. Ahmad).

Relevansi Dakwah Nabi di Era Modern

Strategi dakwah Nabi Muhammad SAW, terutama dalam membangun persatuan, toleransi, dan kemandirian umat, sangat relevan di era modern. Dengan tantangan globalisasi dan informasi, metode dakwah harus adaptif, menggunakan teknologi, namun tetap berpegang pada esensi ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin. Keteladanan Nabi dalam menghadapi perbedaan dan membangun harmoni menjadi inspirasi penting bagi dakwah Islam kontemporer.

Rangkuman: Dakwah Nabi Muhammad SAW terbagi dalam dua periode utama: Makkah yang fokus pada penanaman akidah dengan penuh tantangan dan kesabaran, serta Madinah yang fokus pada pembangunan masyarakat Islam yang berlandaskan syariat, toleransi, dan persatuan. Peristiwa hijrah menjadi titik balik penting. Keteladanan Nabi dalam berstrategi dan menghadapi rintangan memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kesabaran, hikmah, dan persatuan dalam menyebarkan kebaikan.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis secara komparatif strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah dan Madinah.

Alat & bahan: Buku teks SKI, artikel sejarah Islam, alat tulis, kertas flipchart/papan tulis mini.

  1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Baca dan diskusikan materi dakwah Nabi di Makkah dan Madinah dari berbagai sumber.
  3. Identifikasi minimal 3 strategi dakwah utama di Makkah dan 3 strategi dakwah utama di Madinah.
  4. Isi tabel perbandingan di bawah ini dengan hasil diskusi kelompok Anda.
  5. Siapkan presentasi singkat (3-5 menit) untuk memaparkan temuan kelompok.

8 Glosarium

AkidahKeyakinan dasar dalam Islam, terkait keimanan kepada Allah SWT, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan qada-qadar.
JahiliyahMasa kebodohan masyarakat Arab sebelum datangnya Islam, ditandai penyembahan berhala dan perilaku amoral.
HijrahPerpindahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M.
MuhajirinKaum Muslimin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah.
AnsharKaum Muslimin penduduk asli Madinah yang menyambut dan menolong kaum Muhajirin.
Piagam MadinahKonstitusi tertulis pertama di dunia yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Madinah, menjamin hak dan kewajiban seluruh penduduk.
Rahmatan lil 'alaminKasih sayang bagi seluruh alam, salah satu sifat ajaran Islam yang universal.

9 Materi SKI Terkait

Peradaban Arab Pra-IslamSKI Kelas X MA
Pelajari Peradaban Arab Pra-Islam →
Masuknya Islam ke NusantaraSKI Kelas XII MA
Pelajari Masuknya Islam ke Nusantara →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar SKI Dakwah Nabi Periode Makkah dan Madinah ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SKI kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.