tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDBahasa Jawa › Unsur Intrinsik cerita rakyat
SD · Kelas III · Fase B

Modul Ajar Bahasa Jawa Kelas III
Unsur Intrinsik cerita rakyat

Modul ajar Bahasa Jawa SD kelas III materi Unsur Intrinsik cerita rakyat lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Jawa kelas III materi Unsur Intrinsik cerita rakyat
Ringkasan: Unsur intrinsik yaiku bagian-bagian penting ing sajroning crita sing nggawe crita dadi wutuh. Unsur-unsur kasebut kalebu tokoh (paraga), penokohan (watak), latar (panggonan, wektu, swasana), alur (urutan kedadeyan), tema (ide pokok), lan amanat (pesen moral). Kanthi mangerteni unsur-unsur iki, kita bisa luwih gampang nyinaoni lan ngerteni makna sing ana ing crita rakyat.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: kewargaan, penalaran kritis, komunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Jawa · Unsur Intrinsik cerita rakyat · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik sudah pernah mendengarkan atau membaca cerita rakyat sederhana.

Pemahaman bermakna: Memahami unsur intrinsik cerita rakyat membantu kita menyelami makna cerita lebih dalam dan mengaitkannya dengan nilai-nilai kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: Mengapa cerita 'Malin Kundang' bisa membuat kita sedih, dan cerita 'Timun Mas' membuat kita senang?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi tokoh dan penokohan dalam cerita rakyat berbahasa Jawa dengan tepat serta menjelaskan latar (tempat, waktu, suasana) cerita rakyat berbahasa Jawa dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, lalu menampilkan gambar-gambar tokoh cerita rakyat Jawa yang familiar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenal tokoh dan latar cerita, serta memaparkan pertanyaan pemantik: 'Siapa saja tokoh yang sering kalian dengar dalam cerita Jawa, dan di mana biasanya mereka tinggal?'

Memahami: Peserta didik mendengarkan dongeng cerita rakyat 'Asal Mula Rawa Pening' yang dibacakan guru. Setelah itu, peserta didik diajak berdiskusi tentang siapa saja tokoh dalam cerita tersebut dan di mana peristiwa cerita itu terjadi.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan mengerjakan lembar kerja untuk mencatat nama tokoh, sifatnya, serta latar tempat dan waktu dalam cerita 'Asal Mula Rawa Pening'. Mereka juga diminta menggambar salah satu adegan favorit yang menunjukkan latar cerita.

Merefleksi: Beberapa pasangan mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang tokoh, penokohan, dan latar cerita. Guru juga memberikan contoh lain untuk memantapkan pemahaman.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi tentang tokoh dan latar cerita. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengingatkan untuk terus membaca cerita rakyat. Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menganalisis alur dan tema sederhana dalam cerita rakyat berbahasa Jawa serta menemukan amanat atau pesan moral dari cerita rakyat berbahasa Jawa.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan melakukan presensi. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang tokoh dan latar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami alur, tema, dan amanat cerita. Pertanyaan pemantik: 'Apa yang membuat sebuah cerita menjadi seru atau tidak seru?'

Memahami: Peserta didik menonton video cerita rakyat 'Timun Mas' dalam bahasa Jawa. Setelah menonton, guru memancing diskusi tentang urutan kejadian dalam cerita (alur), ide pokok cerita (tema), dan pelajaran yang bisa diambil (amanat).

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik diberikan potongan-potongan gambar adegan cerita 'Timun Mas' yang acak. Mereka diminta menyusunnya menjadi urutan yang benar (alur), lalu mendiskusikan tema utama cerita dan amanat yang terkandung di dalamnya. Hasil diskusi dicatat dalam lembar kerja kelompok.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil susunan alur, tema, dan amanat cerita 'Timun Mas' di depan kelas. Guru memberikan apresiasi dan meluruskan jika ada perbedaan pemahaman, serta memberikan penguatan tentang pentingnya alur, tema, dan amanat dalam cerita.

Penutup: Peserta didik dan guru bersama-sama merangkum poin-poin penting tentang alur, tema, dan amanat cerita. Guru memberikan pujian atas kerja sama kelompok dan semangat belajar peserta didik. Guru menutup pelajaran dengan doa dan pesan agar selalu mengambil pelajaran dari setiap cerita yang dibaca.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Menceritakan kembali cerita rakyat berbahasa Jawa dengan memperhatikan unsur intrinsiknya secara lisan atau tulisan sederhana.

Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik dengan ceria, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas sekilas materi sebelumnya dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menjadi 'pendongeng cilik' dengan menceritakan kembali cerita rakyat. Guru memotivasi dengan pertanyaan: 'Siapa yang berani menceritakan kembali cerita rakyat favoritnya?'

Memahami: Guru menjelaskan kriteria penilaian untuk menceritakan kembali cerita rakyat, yaitu kelengkapan unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, amanat) dan kelancaran bercerita. Guru memberikan contoh singkat bagaimana menceritakan kembali cerita 'Kancil lan Baya' dengan menyebutkan unsur-unsurnya.

Mengaplikasi: Peserta didik secara individu memilih satu cerita rakyat berbahasa Jawa yang mereka ketahui (atau yang sudah dipelajari). Mereka menyusun kerangka cerita dengan mencatat unsur intrinsik utamanya, lalu berlatih menceritakan kembali di depan teman sekelompok atau secara berpasangan.

Merefleksi: Beberapa peserta didik secara sukarela maju ke depan kelas untuk menceritakan kembali cerita rakyat pilihannya. Teman-teman dan guru memberikan umpan balik konstruktif mengenai kelengkapan unsur intrinsik dan cara bercerita. Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas keberanian serta usaha peserta didik.

Penutup: Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan pentingnya memahami unsur intrinsik agar bisa menceritakan kembali cerita dengan baik. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi dan karya mereka. Guru menutup pelajaran dengan doa dan mengingatkan untuk terus melestarikan cerita rakyat.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi saat diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian hasil LKPD untuk mengidentifikasi unsur intrinsik.

Akhir (sumatif): Penilaian performa saat menceritakan kembali cerita rakyat secara lisan dengan rubrik yang telah ditentukan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi tokoh dan penokohan dalam cerita rakyat berbahasa Jawa.Tokoh dan Penokohan Cerita Rakyat2 JPPenalaran Kritis
Menjelaskan latar (tempat, waktu, suasana) cerita rakyat berbahasa Jawa.Latar Cerita Rakyat2 JPKomunikasi
Menganalisis alur, tema, dan amanat sederhana dalam cerita rakyat berbahasa Jawa.Alur, Tema, dan Amanat Cerita Rakyat2 JPKewargaan

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Sugeng enjing anak-anak! Dina iki kita bakal nyinaoni babagan unsur-unsur penting sing ana ing sajroning crita rakyat. Kaya dene awakmu duwe sirah, tangan, lan sikil, crita uga duwe bagian-bagian sing ora bisa dipisahake supaya dadi crita sing wutuh lan gampang dimangerteni. Ayo padha sinau bebarengan babagan unsur intrinsik crita rakyat!

Apa Kuwi Crita Rakyat?

Crita rakyat yaiku crita kang wis diwarisake turun-temurun saka jaman biyen. Crita iki biasane ora dingerteni sapa pengarang asline lan nyebar kanthi cara lisan. Crita rakyat ngemot piwulang utawa nilai-nilai luhur sing migunani kanggo urip. Contone crita rakyat Jawa yaiku 'Timun Mas', 'Malin Kundang' (sanajan asale saka Sumatra, nanging populer ing Jawa), utawa 'Asal Mula Rawa Pening'.

Tokoh lan Penokohan

Tokoh yaiku paraga utawa wong sing ana ing sajroning crita. Penokohan yaiku watak utawa sipat saka tokoh kasebut. Ana tokoh protagonis (tokoh utama sing apik), antagonis (tokoh sing dadi musuh utawa duwe sipat ala), lan tritagonis (tokoh panengah). Contone, ing crita 'Timun Mas', Timun Mas minangka protagonis, buto ijo minangka antagonis.

Latar (Setting)

Latar yaiku katrangan babagan panggonan, wektu, lan swasana ing sajroning crita. Latar panggonan nerangake ing ngendi crita iku dumadi, contone ing alas, ing desa, utawa ing kraton. Latar wektu nerangake kapan crita iku dumadi, contone ing wayah esuk, nalika rembulan purnama, utawa ing jaman biyen. Latar swasana nerangake kahanan utawa perasaan sing ana ing crita, contone swasana sedih, seneng, utawa medeni.

Alur (Plot)

Alur yaiku urutan kedadeyan utawa prastawa ing sajroning crita. Alur bisa maju (wiwit saka awal nganti akhir), mundur (nyritakake kedadeyan sing wis liwat), utawa campuran. Ing crita rakyat kanggo kelas III SD, umume alur sing digunakake yaiku alur maju. Alur biasane diwiwiti saka perkenalan, munculnya masalah, puncak masalah, penyelesaian, lan diakhiri dengan penutup.

Tema

Tema yaiku ide pokok utawa gagasan utama sing ndasari sawijining crita. Tema iki minangka inti saka crita sing arep diwedharake dening pangripta. Contone tema ing crita rakyat bisa babagan kesetiaan, perjuangan, kebaikan ngalahake kejahatan, utawa asal-usul suatu tempat. Tema biasane ora ditulis secara langsung, nanging bisa dimangerteni sawise maca utawa ngrungokake crita kabeh.

Amanat (Pesan Moral)

Amanat yaiku pesen utawa piwulang luhur sing bisa dijupuk saka crita. Amanat iki minangka nilai-nilai positif sing dikarepake pangripta bisa ditiru dening pamaca utawa panyemak. Contone, amanat ing crita 'Timun Mas' yaiku kita kudu wani ngadepi kangelan lan ora nyerah. Amanat iki penting banget amarga crita rakyat ora mung kanggo hiburan, nanging uga kanggo menehi piwulang urip.

Rangkuman: Unsur intrinsik yaiku bagian-bagian penting ing sajroning crita sing nggawe crita dadi wutuh. Unsur-unsur kasebut kalebu tokoh (paraga), penokohan (watak), latar (panggonan, wektu, swasana), alur (urutan kedadeyan), tema (ide pokok), lan amanat (pesen moral). Kanthi mangerteni unsur-unsur iki, kita bisa luwih gampang nyinaoni lan ngerteni makna sing ana ing crita rakyat.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, amanat) dari cerita rakyat 'Asal Mula Rawa Pening'.

Alat & bahan: Lembar cerita 'Asal Mula Rawa Pening', alat tulis, pensil warna.

  1. Bacalah atau dengarkan cerita 'Asal Mula Rawa Pening' dengan seksama.
  2. Identifikasi tokoh-tokoh yang ada dalam cerita dan tuliskan sifat-sifatnya.
  3. Tentukan latar tempat dan waktu terjadinya cerita.
  4. Susunlah urutan kejadian penting (alur) dalam cerita.
  5. Temukan pesan moral atau amanat yang terkandung dalam cerita tersebut.

8 Glosarium

IntrinsikUnsur kang mbangun crita saka njero.
TokohParaga utawa wong ing sajroning crita.
PenokohanWatak utawa sipat saka tokoh.
LatarPanggonan, wektu, lan swasana crita.
AlurUrutan kedadeyan ing crita.
TemaIde pokok utawa gagasan utama crita.
AmanatPesen moral utawa piwulang luhur.

9 Materi Bahasa Jawa Terkait

Teks PacelathonBahasa Jawa Kelas IV SD
Pelajari Teks Pacelathon →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Jawa Unsur Intrinsik cerita rakyat ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas III langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.