tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDBahasa Jawa › Teks Pacelathon
SD · Kelas IV · Fase B

Modul Ajar Bahasa Jawa Kelas IV
Teks Pacelathon

Modul ajar Bahasa Jawa SD kelas IV materi Teks Pacelathon lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Jawa kelas IV materi Teks Pacelathon
Ringkasan: Pacelathon adalah percakapan berbahasa Jawa yang memiliki unsur tokoh, topik, dan basa. Ada dua ragam basa utama, yaitu ngoko untuk teman sebaya/lebih muda dan krama untuk orang yang dihormati/lebih tua. Menyusun pacelathon memerlukan penentuan tokoh, topik, alur, dan pemilihan basa yang tepat. Saat memerankan, intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh sangat penting agar pesan tersampaikan dengan baik dan hidup. Mempelajari pacelathon membantu kita berkomunikasi santun dan melestarikan budaya Jawa.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: komunikasi, kolaborasi, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Jawa · Teks Pacelathon · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu berinteraksi dan berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyampaikan pendapat secara santun, serta mempresentasikan informasi atau gagasan dengan runtut dan jelas menggunakan bahasa Jawa.

Acuan: Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan berkomunikasi lisan sederhana dalam bahasa Jawa sehari-hari.

Pemahaman bermakna: Memahami teks pacelathon membantu kita berkomunikasi secara efektif dan santun dalam berbagai situasi sosial, serta melestarikan budaya Jawa.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat orang berbicara dengan bahasa Jawa yang berbeda-beda tergantung siapa lawan bicaranya? Mengapa demikian?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi unsur-unsur teks pacelathon (tokoh, topik, basa) dengan tepat.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa bersama. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal pacelathon dan bertanya 'Apa itu pacelathon?' untuk memantik diskusi.

Memahami: Peserta didik mengamati video percakapan berbahasa Jawa sederhana. Kemudian, mereka diajak berdiskusi tentang siapa saja yang berbicara, apa yang dibicarakan, dan bagaimana cara mereka berbicara, untuk menemukan konsep pacelathon.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik membaca contoh teks pacelathon yang dibagikan guru, lalu mengidentifikasi tokoh, topik, dan jenis bahasa Jawa (ngoko/krama) yang digunakan dalam LKPD.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang unsur-unsur pacelathon serta pentingnya penggunaan basa yang tepat. Peserta didik diajak merefleksikan apa yang sudah mereka pelajari.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang pacelathon. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tugas rumah sederhana untuk mengamati percakapan di lingkungan sekitar. Kegiatan ditutup dengan doa bersama.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menyusun teks pacelathon sederhana tentang kegiatan sehari-hari dengan menggunakan basa ngoko atau krama yang sesuai.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru mengulas materi pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan topik hari ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyusun pacelathon dan memberikan pertanyaan 'Bagaimana cara kita membuat percakapan yang baik?'

Memahami: Peserta didik disajikan beberapa skenario percakapan sehari-hari (misalnya, meminta izin, menyapa teman, bertanya arah). Mereka menganalisis perbedaan penggunaan basa ngoko dan krama dalam setiap skenario dan mendiskusikan masalah yang mungkin timbul jika salah menggunakan basa.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik memilih satu skenario dan menyusun teks pacelathon sederhana dengan memperhatikan tokoh, topik, dan penggunaan basa ngoko atau krama yang tepat, kemudian menuliskan dalam LKPD.

Merefleksi: Beberapa kelompok membacakan teks pacelathon yang telah disusun. Guru dan teman-teman memberikan masukan konstruktif tentang kesesuaian basa dan alur cerita. Guru menekankan pentingnya kesantunan dalam berkomunikasi.

Penutup: Peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun pacelathon yang baik. Guru mengapresiasi kerja keras mereka dan memberikan motivasi untuk terus berlatih. Guru memberikan pengantar untuk kegiatan pertemuan selanjutnya yaitu memerankan pacelathon.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Memerankan teks pacelathon yang telah disusun dengan ekspresi dan intonasi yang tepat dan menganalisis penggunaan basa ngoko dan krama dalam pacelathon sesuai konteks lawan bicara.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru mengingatkan kembali materi penyusunan pacelathon dan menjelaskan tujuan hari ini yaitu memerankan pacelathon. Guru menanyakan 'Bagaimana agar pacelathon kita terlihat nyata dan menarik?'

Memahami: Peserta didik secara berkelompok berlatih memerankan teks pacelathon yang telah mereka susun pada pertemuan sebelumnya. Guru berkeliling memberikan bimbingan tentang intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh yang sesuai.

Mengaplikasi: Setiap kelompok secara bergiliran memerankan teks pacelathon di depan kelas. Setelah setiap penampilan, peserta didik lain diminta untuk menganalisis penggunaan basa (ngoko/krama) dan kesesuaian ekspresi pemeran.

Merefleksi: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap penampilan setiap kelompok, menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal penggunaan basa dan ekspresi. Peserta didik diajak merefleksikan pengalaman mereka dalam memerankan pacelathon.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pacelathon. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas keberanian dan kreativitasnya. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan pesan moral tentang pentingnya berbahasa Jawa yang baik dan benar. Kegiatan ditutup dengan doa bersama.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi saat diskusi kelompok, penyusunan teks pacelathon, dan penampilan memerankan pacelathon.

Akhir (sumatif): Penilaian performa memerankan pacelathon dan hasil analisis penggunaan basa dalam pacelathon.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi unsur-unsur teks pacelathon (tokoh, topik, basa) dengan tepat.Unsur-unsur pacelathon2 JPKomunikasi, Penalaran Kritis
Menyusun teks pacelathon sederhana tentang kegiatan sehari-hari dengan menggunakan basa ngoko atau krama yang sesuai.Penyusunan teks pacelathon2 JPKreativitas, Kolaborasi
Memerankan teks pacelathon yang telah disusun dengan ekspresi dan intonasi yang tepat.Pemeranan pacelathon2 JPKomunikasi, Kolaborasi
Menganalisis penggunaan basa ngoko dan krama dalam pacelathon sesuai konteks lawan bicara.Analisis basa dalam pacelathon2 JPPenalaran Kritis

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Bahasa Jawa adalah warisan budaya yang kaya, dan salah satu cara kita menggunakannya adalah melalui percakapan atau 'pacelathon'. Memahami pacelathon tidak hanya membuat kita pandai berbicara, tetapi juga membantu kita menghargai dan melestarikan budaya Jawa. Mari kita pelajari bersama bagaimana cara membuat dan memerankan pacelathon yang baik dan benar!

Apa itu Pacelathon?

Pacelathon adalah percakapan atau dialog yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam bahasa Jawa. Pacelathon bisa terjadi di mana saja, seperti di rumah, sekolah, pasar, atau saat bermain dengan teman. Dalam pacelathon, setiap orang menyampaikan pendapat, bertanya, atau menjawab. Contohnya, saat kamu bertanya kepada ibumu tentang PR, itu adalah pacelathon. Pacelathon yang baik harus jelas, sopan, dan mudah dipahami oleh lawan bicara kita. Ini adalah dasar penting dalam berkomunikasi sehari-hari.

Unsur-unsur Pacelathon

Sebuah pacelathon memiliki beberapa unsur penting. Pertama, ada 'tokoh' atau pelaku yang berbicara. Kedua, ada 'topik' atau inti pembicaraan, yaitu apa yang sedang dibicarakan. Ketiga, ada 'setting' atau tempat dan waktu kejadian percakapan. Keempat, yang paling khas dalam bahasa Jawa, adalah 'basa' atau ragam bahasa yang digunakan. Pemilihan basa ini sangat penting karena harus disesuaikan dengan siapa kita berbicara agar percakapan menjadi santun. Memahami unsur-unsur ini akan memudahkan kita dalam menyusun pacelathon.

Ragam Basa dalam Pacelathon: Ngoko dan Krama

Dalam bahasa Jawa, ada dua ragam basa utama yang sering digunakan dalam pacelathon, yaitu basa ngoko dan basa krama. Basa ngoko biasanya digunakan saat berbicara dengan teman sebaya, orang yang lebih muda, atau orang yang sudah sangat akrab. Contohnya: 'Kowe arep menyang ngendi?' (Kamu mau pergi ke mana?). Sedangkan basa krama digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua, orang yang dihormati, atau orang yang baru dikenal. Contohnya: 'Panjenengan badhe tindak pundi?' (Anda mau pergi ke mana?). Penting sekali memilih basa yang tepat agar tidak dianggap tidak sopan.

Menyusun Teks Pacelathon Sederhana

Untuk menyusun teks pacelathon, pertama tentukan siapa saja tokohnya dan apa topik yang akan dibicarakan. Misalnya, percakapan antara adik dan kakak tentang tugas sekolah. Kedua, buatlah alur percakapan dari awal hingga akhir. Ketiga, tentukan basa yang akan digunakan oleh setiap tokoh. Jika adik berbicara dengan kakak, mungkin adik menggunakan ngoko dan kakak juga ngoko. Jika berbicara dengan kakek/nenek, gunakan krama. Keempat, tuliskan dialognya secara berurutan. Perhatikan tanda baca seperti tanda tanya atau seru untuk menunjukkan intonasi.

Memerankan Pacelathon

Setelah teks pacelathon selesai disusun, langkah selanjutnya adalah memerankannya. Saat memerankan, perhatikan intonasi suara (nada tinggi rendah), ekspresi wajah (senang, sedih, marah), dan gerak tubuh yang sesuai dengan isi percakapan. Misalnya, jika tokoh sedang sedih, ekspresi wajahnya juga harus sedih. Latihan berulang akan membuat penampilanmu semakin baik. Memerankan pacelathon dengan baik akan membuat pesan dalam percakapan lebih hidup dan mudah dipahami oleh penonton.

Rangkuman: Pacelathon adalah percakapan berbahasa Jawa yang memiliki unsur tokoh, topik, dan basa. Ada dua ragam basa utama, yaitu ngoko untuk teman sebaya/lebih muda dan krama untuk orang yang dihormati/lebih tua. Menyusun pacelathon memerlukan penentuan tokoh, topik, alur, dan pemilihan basa yang tepat. Saat memerankan, intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh sangat penting agar pesan tersampaikan dengan baik dan hidup. Mempelajari pacelathon membantu kita berkomunikasi santun dan melestarikan budaya Jawa.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi unsur-unsur pacelathon dan menyusun teks pacelathon secara terstruktur.

Alat & bahan: Alat tulis, buku tulis, lembar LKPD, contoh teks pacelathon

  1. Baca dan pahami contoh teks pacelathon yang diberikan.
  2. Identifikasi tokoh, topik, dan basa yang digunakan dalam pacelathon tersebut.
  3. Diskusikan dalam kelompok skenario percakapan yang akan kalian buat.
  4. Susunlah teks pacelathon sederhana berdasarkan skenario yang dipilih.
  5. Periksa kembali penggunaan basa ngoko/krama agar sesuai dengan lawan bicara.

8 Glosarium

PacelathonPercakapan atau dialog dalam bahasa Jawa.
Basa NgokoRagam bahasa Jawa yang digunakan untuk teman sebaya, orang yang lebih muda, atau yang sudah akrab.
Basa KramaRagam bahasa Jawa yang digunakan untuk orang yang lebih tua, dihormati, atau baru dikenal.
IntonasiNada atau irama suara saat berbicara.
EkspresiMimik wajah atau gerak tubuh yang menunjukkan perasaan atau maksud.

9 Materi Bahasa Jawa Terkait

Unsur Intrinsik cerita rakyatBahasa Jawa Kelas III SD
Pelajari Unsur Intrinsik cerita rakyat →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Jawa Teks Pacelathon ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.