Modul ajar Pendidikan Pancasila SDLB kelas IV materi Pancasila sebagai Nilai Kehidupan — Tunagrahita lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu memahami nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila, dan berpartisipasi aktif dalam lingkungan keluarga dan sekolah sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal simbol Garuda Pancasila dan beberapa sila Pancasila secara sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami Pancasila sebagai nilai kehidupan membantu peserta didik berperilaku baik, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air Indonesia.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus saling tolong-menolong dan berbagi dengan teman?
Tujuan: Mengidentifikasi contoh perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dengan bantuan gambar atau peragaan.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menunjukkan gambar Garuda Pancasila. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal contoh perilaku baik sesuai Pancasila dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja perbuatan baik yang bisa kita lakukan di sekolah?'
Memahami: Peserta didik diajak melihat berbagai gambar atau video pendek tentang kegiatan di sekolah (misalnya: berbagi makanan, membantu teman jatuh, piket kelas). Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi perbuatan baik yang terlihat pada gambar/video dan mengaitkannya dengan nilai Pancasila secara sederhana.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan atau kelompok kecil (2-3 orang) mendiskusikan satu gambar yang diberikan guru, lalu menceritakan perbuatan baik apa yang ada di dalamnya. Guru memberikan pendampingan intensif, membantu peserta didik menunjuk atau menirukan perbuatan baik tersebut.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan menunjukkan gambar dan menceritakan perbuatan baik di dalamnya. Guru memberikan umpan balik positif, menguatkan pemahaman tentang perbuatan baik sesuai Pancasila, dan memberikan contoh tambahan yang relevan.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan perbuatan baik yang sudah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk selalu berbuat baik. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam penutup.
Tujuan: Menunjukkan sikap saling menghargai dan bekerja sama dalam kelompok kecil saat melakukan kegiatan bersama di kelas.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulang kembali materi pertemuan sebelumnya tentang perbuatan baik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan sikap saling menghargai dan bekerja sama dalam kegiatan kelompok, lalu mengajukan pertanyaan: 'Bagaimana rasanya jika kita bekerja sama dengan teman?'
Memahami: Guru menceritakan sebuah 'masalah' sederhana yang membutuhkan kerja sama, misalnya 'Ada banyak sampah di halaman kelas, bagaimana cara membersihkannya dengan cepat dan rapi?' Peserta didik diajak berpikir solusi bersama. Guru menekankan pentingnya berbagi tugas dan saling membantu.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan tugas 'membersihkan' area tertentu di kelas (misalnya, merapikan meja, menyusun buku, mengelap papan tulis). Guru mengamati dan membimbing setiap kelompok untuk menunjukkan sikap saling menghargai pendapat dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas.
Merefleksi: Setelah tugas selesai, setiap kelompok menceritakan pengalaman mereka saat bekerja sama. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kerja sama dan saling menghargai, serta memberikan pujian atas usaha peserta didik. Guru mengaitkan pengalaman ini dengan nilai persatuan dan kerakyatan dalam Pancasila.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum pentingnya bekerja sama dan saling menghargai. Guru memberikan motivasi untuk terus menerapkan nilai-nilai tersebut di sekolah dan rumah. Pembelajaran diakhiri dengan pujian dan doa.
Tujuan: Membuat karya sederhana (gambar/kolase) yang menggambarkan salah satu nilai Pancasila yang telah dipelajari.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru merefleksi singkat pembelajaran sebelumnya tentang nilai Pancasila dan kerja sama. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat karya sederhana tentang Pancasila dan bertanya: 'Siapa yang mau membuat gambar tentang perbuatan baik?'
Memahami: Guru menunjukkan beberapa contoh karya sederhana (gambar, kolase) yang menggambarkan nilai-nilai Pancasila, seperti anak berbagi makanan atau teman-teman bermain bersama dengan rukun. Peserta didik diajak mengamati dan memilih ide untuk karya mereka.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat karya sederhana (gambar atau kolase) yang menggambarkan salah satu nilai Pancasila yang telah dipelajari. Guru menyediakan kertas, pensil warna, lem, dan gunting (dengan pengawasan). Guru memberikan pendampingan personal, membantu peserta didik memilih ide dan mengekspresikannya dalam karya.
Merefleksi: Setiap peserta didik mempresentasikan karyanya di depan kelas secara sederhana, menceritakan apa yang digambar atau dibuat. Guru memberikan apresiasi kepada setiap karya, menanyakan 'nilai Pancasila apa yang ada di gambar ini?' dan memberikan umpan balik konstruktif. Karya dipajang di kelas.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan seluruh materi tentang Pancasila sebagai nilai kehidupan. Guru memberikan pujian atas kreativitas dan usaha peserta didik, serta mendorong mereka untuk terus berbuat baik. Guru mengingatkan untuk selalu bersyukur dan menjaga keharmonisan. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam penutup.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap partisipasi, kerja sama, dan kemampuan mengidentifikasi nilai Pancasila selama kegiatan kelompok dan diskusi.
Akhir (sumatif): Penilaian karya gambar/kolase dan kemampuan menceritakan makna karyanya secara sederhana.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi contoh perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dengan bantuan gambar atau peragaan. | Pengenalan nilai-nilai Pancasila dan contoh perilaku baik. | 3 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| Menunjukkan sikap saling menghargai dan bekerja sama dalam kelompok kecil saat melakukan kegiatan bersama di kelas. | Penerapan nilai persatuan dan kerakyatan melalui kerja kelompok. | 3 JP | kolaborasi, kewargaan |
| Membuat karya sederhana (gambar/kolase) yang menggambarkan salah satu nilai Pancasila yang telah dipelajari. | Ekspresi pemahaman nilai Pancasila melalui karya seni. | 3 JP | kreativitas, kewargaan |
Halo teman-teman! Hari ini kita akan belajar tentang Pancasila. Pancasila itu seperti aturan baik yang membuat kita semua hidup rukun dan senang. Kita akan melihat bagaimana Pancasila membantu kita berbuat baik di sekolah dan di rumah. Yuk, kita mulai petualangan belajar kita!
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pancasila punya lambang Garuda Pancasila yang gagah. Di dadanya ada perisai dengan lima gambar, yaitu bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, dan padi kapas. Lima gambar ini mewakili lima sila atau lima aturan penting yang harus kita ikuti agar hidup kita damai dan bahagia. Mengenal Pancasila membuat kita jadi anak Indonesia yang baik.
Sila pertama Pancasila bunyinya 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Ini artinya kita percaya kepada Tuhan dan selalu berdoa. Contoh perbuatan baiknya adalah berdoa sebelum dan sesudah belajar, menghormati teman yang berbeda agama, dan bersyukur atas semua yang kita punya. Kita juga harus rajin beribadah sesuai agama kita. Dengan begitu, hati kita akan tenang dan damai.
Sila kedua ('Kemanusiaan yang Adil dan Beradab') mengajarkan kita untuk saling menyayangi. Contohnya, membantu teman yang kesulitan, tidak mengejek, dan berbagi makanan. Sila ketiga ('Persatuan Indonesia') mengajarkan kita untuk rukun dan tidak bertengkar. Kita harus berteman dengan siapa saja, tidak membeda-bedakan, dan bekerja sama saat piket kelas. Bersatu itu membuat kita kuat!
Sila keempat ('Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan') mengajarkan kita untuk berdiskusi dan mendengarkan pendapat teman. Contohnya, saat memilih ketua kelas, kita tunjuk tangan dan menghargai pilihan teman. Sila kelima ('Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia') mengajarkan kita untuk adil kepada semua orang. Contohnya, berbagi mainan secara adil atau tidak pilih-pilih teman. Semua harus diperlakukan sama baiknya.
Menerapkan nilai Pancasila itu mudah. Kita bisa mulai dari hal kecil, seperti mengucapkan salam kepada guru, berterima kasih, antre saat membeli makanan di kantin, atau membuang sampah pada tempatnya. Semua perbuatan baik ini membuat kita menjadi anak yang disayang teman dan guru. Dengan Pancasila, kita jadi warga negara Indonesia yang hebat dan bertanggung jawab.
Rangkuman: Pancasila adalah dasar negara kita dengan lima sila yang mengajarkan kita untuk berbuat baik. Kita harus percaya Tuhan, saling menyayangi, rukun, berdiskusi, dan adil kepada semua orang. Menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari membuat kita menjadi anak yang baik, disayang banyak orang, dan mencintai Indonesia.
Tujuan: Mengidentifikasi contoh perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila melalui aktivitas menempel gambar.
Alat & bahan: Lembar kerja bergambar (perilaku baik/buruk), lem, gunting, kertas tempel berwarna.
| Pancasila | Dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. |
| Sila | Aturan atau prinsip penting dalam Pancasila. |
| Garuda Pancasila | Lambang negara Indonesia. |
| Rukun | Hidup damai, tidak bertengkar, saling menghargai. |
| Adil | Tidak memihak, memperlakukan semua orang sama. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.