Modul ajar Seni Budaya SDLB kelas V materi Menggambar — Tunanetra lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal berbagai bentuk benda di sekitar mereka melalui sentuhan dan deskripsi verbal.
Pemahaman bermakna: Menggambar adalah cara yang menyenangkan untuk mengekspresikan ide dan perasaan tentang benda-benda di sekitar kita, bahkan tanpa melihatnya, dengan merasakan bentuk dan teksturnya.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa 'melihat' dan menggambarkan bentuk awan atau pohon tanpa menggunakan mata?
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi verbal.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik meraba berbagai benda di sekitar kelas (misal: meja, kursi, penghapus) dan mendeskripsikannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi, agar peserta didik sadar bahwa mereka akan belajar mengenali bentuk tanpa melihat.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai benda dengan mata tertutup (atau yang mengalami tunanetra) dan mendeskripsikan bentuk, ukuran, serta teksturnya. Guru memberikan panduan verbal yang kaya untuk membantu mereka memvisualisasikan benda-benda tersebut dalam pikiran mereka dan mengaitkannya dengan benda yang pernah mereka sentuh di rumah.
Mengaplikasi: Setiap kelompok memilih satu benda, lalu mencoba membuat sketsa awal bentuk benda tersebut di atas kertas dengan bantuan garis timbul atau plastisin yang ditempelkan di kertas. Peserta didik saling mendeskripsikan hasil rabaannya dan mengidentifikasi bagian-bagian benda tersebut.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil rabaan dan sketsa bentuk benda yang mereka buat, menjelaskan ciri-ciri benda tersebut. Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan bahwa setiap orang memiliki cara unik dalam merasakan dan menggambarkan benda. Guru mengingatkan bahwa mereka akan terus mengembangkan kemampuan ini.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa benda memiliki bentuk dan tekstur yang bisa dikenali dengan indra peraba. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Guru menutup dengan doa, menciptakan suasana gembira dan antusias untuk belajar lebih lanjut.
Tujuan: Peserta didik dapat membuat garis dan bentuk sederhana menggunakan media taktil dan alat bantu gambar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya tentang mengenal bentuk benda melalui rabaan. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar membuat garis dan bentuk sederhana dari benda yang sudah dikenal, sehingga peserta didik tahu apa yang akan mereka pelajari dan mengapa itu penting.
Memahami: Peserta didik diajak bereksperimen dengan berbagai alat dan media taktil (misalnya, pensil dengan cetakan garis timbul, benang wol yang ditempelkan, atau lem yang mengering menjadi timbul) untuk membuat garis lurus, lengkung, dan bentuk dasar seperti lingkaran, kotak, atau segitiga. Guru memberikan instruksi verbal yang sangat jelas dan deskriptif mengenai cara memegang alat dan membuat goresan, mengaitkannya dengan pengalaman mereka meraba permukaan benda sehari-hari.
Mengaplikasi: Peserta didik mencoba membuat kombinasi garis dan bentuk sederhana yang membentuk suatu objek yang mereka kenali dari rabaan (misalnya, membuat bentuk rumah dari kotak dan segitiga, atau bentuk apel dari lingkaran). Guru berkeliling memberikan bimbingan individual dan memastikan setiap peserta didik dapat merasakan hasil karyanya melalui sentuhan.
Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta untuk menceritakan proses mereka membuat garis dan bentuk, serta objek apa yang mereka coba gambarkan. Guru memberikan umpan balik konstruktif, menyoroti keberhasilan dan memberikan saran untuk perbaikan. Guru menekankan bahwa berlatih membuat garis dan bentuk akan membuat gambar mereka semakin baik.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum bahwa membuat garis dan bentuk adalah dasar dari menggambar. Guru memberikan pujian atas usaha dan kreativitas peserta didik. Guru menutup pelajaran dengan permainan tebak bentuk menggunakan rabaan, menciptakan suasana ceria dan menguatkan pemahaman. Guru memberikan tugas sederhana untuk berlatih membuat garis di rumah.
Tujuan: Peserta didik dapat menggabungkan berbagai tekstur dalam karyanya untuk memberikan kesan visual dan menceritakan hasil gambar yang telah dibuatnya dengan jelas dan percaya diri.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulas kembali keterampilan membuat garis dan bentuk. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat 'Gambar Bertekstur' dari benda-benda sekitar dan menceritakannya, agar peserta didik memahami bahwa mereka akan menciptakan sebuah karya dan berbagi ceritanya.
Memahami: Peserta didik diajak mengidentifikasi berbagai tekstur di sekitar mereka melalui rabaan (misalnya, daun, kain, pasir, kertas bergelombang). Guru mendeskripsikan secara verbal bagaimana tekstur-tekstur ini dapat memberikan 'rasa' atau 'kesan' berbeda pada gambar, seperti daun yang kasar atau air yang licin. Guru menunjukkan contoh gambar taktil yang menggabungkan berbagai tekstur.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan memilih satu objek sederhana (misalnya, buah, bunga, atau hewan) yang akan mereka 'gambar'. Mereka menggunakan berbagai bahan bertekstur (kapas, kain perca, pasir, daun kering, dll.) untuk ditempelkan pada pola gambar yang telah mereka buat dengan garis timbul. Guru membimbing mereka dalam menempelkan tekstur sesuai dengan bagian objek yang digambar (misal: kapas untuk awan, daun kering untuk pohon).
Merefleksi: Setiap peserta didik mempresentasikan 'gambar bertekstur' mereka di depan kelas, menceritakan objek apa yang digambar, tekstur apa saja yang digunakan, dan mengapa mereka memilih tekstur tersebut. Peserta didik lain memberikan apresiasi dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik positif, menyoroti kreativitas dan kemampuan bercerita mereka, serta menguatkan kepercayaan diri.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat pameran kecil dari karya-karya mereka. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semua karya luar biasa yang telah dibuat dan usaha mereka. Guru menutup dengan pesan bahwa semua orang adalah seniman dengan caranya sendiri dan mengajak untuk terus berkreasi. Doa penutup dilakukan dalam suasana penuh kebanggaan dan kegembiraan.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap kemampuan peserta didik dalam meraba, mendeskripsikan, membuat garis, bentuk, dan menempel tekstur selama kegiatan praktik.
Akhir (sumatif): Penilaian terhadap hasil karya 'gambar bertekstur' dan kemampuan peserta didik menceritakan karyanya secara verbal.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi berbagai bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi verbal. | Pengenalan bentuk benda dan tekstur melalui rabaan. | 2 JP | kesehatan |
| Membuat garis dan bentuk sederhana menggunakan media taktil dan alat bantu gambar. | Eksplorasi garis dan bentuk dengan media taktil. | 2 JP | kreativitas |
| Menggabungkan berbagai tekstur dalam karyanya untuk memberikan kesan visual dan menceritakan hasil gambar yang telah dibuatnya dengan jelas dan percaya diri. | Proyek 'Gambar Bertekstur' dan presentasi karya. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Menggambar adalah kegiatan yang sangat menyenangkan! Kita bisa membuat gambar tentang apa saja yang ada di sekitar kita, bahkan tanpa harus melihatnya. Dengan indra peraba kita, kita bisa merasakan bentuk, ukuran, dan tekstur benda, lalu mengubahnya menjadi sebuah karya seni yang bisa diraba dan diceritakan. Mari kita mulai petualangan menggambar kita!
Setiap benda memiliki bentuknya sendiri. Ada yang bulat seperti bola, kotak seperti kardus, atau panjang seperti penggaris. Kita bisa mengenal bentuk-bentuk ini dengan merabanya. Coba sentuh meja di depanmu, bagaimana bentuk permukaannya? Apakah ia memiliki sudut? Dengan meraba, kita bisa 'melihat' bentuk benda di pikiran kita, bahkan tanpa bantuan mata. Ini adalah langkah pertama yang penting dalam menggambar taktil.
Selain bentuk, benda juga memiliki tekstur. Tekstur adalah rasa permukaan benda saat kita sentuh. Ada yang halus seperti sutra, kasar seperti amplas, lembut seperti kapas, atau licin seperti kaca. Tekstur membuat benda terasa berbeda-beda. Dalam menggambar, kita bisa menggunakan berbagai bahan dengan tekstur berbeda untuk membuat gambar kita terasa lebih nyata dan menarik saat diraba. Misalnya, kita bisa menempelkan kapas untuk membuat awan terasa lembut.
Garis adalah dasar dari semua gambar. Ada garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, dan banyak lagi. Kita bisa membuat garis dengan pensil, spidol timbul, atau menempelkan benang. Setelah itu, kita bisa menggabungkan garis-garis ini untuk membuat bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga, dan kotak. Misalnya, dua garis lurus dan satu garis lengkung bisa menjadi bentuk hati. Latihan membuat garis dan bentuk akan membantu tangan kita terbiasa dalam menggambar.
Setelah mengenal garis dan bentuk dasar, kita bisa mulai menggambar objek-objek sederhana yang sering kita temui. Misalnya, kita bisa menggambar apel dengan membuat bentuk lingkaran, lalu menambahkan tangkai di atasnya. Atau menggambar rumah dengan bentuk kotak dan segitiga untuk atapnya. Cobalah untuk meraba objek aslinya terlebih dahulu, lalu bayangkan bagaimana bentuknya bisa dipecah menjadi garis dan bentuk dasar.
Agar gambar kita lebih hidup dan menarik untuk diraba, kita bisa menambahkan tekstur. Misalnya, jika kita menggambar pohon, kita bisa menempelkan daun kering atau serbuk kayu untuk bagian batangnya, dan kapas untuk bagian daunnya. Ini akan membuat gambar kita memiliki berbagai sensasi saat disentuh. Pilihlah tekstur yang sesuai dengan bagian objek yang kamu gambar agar hasilnya lebih mirip dengan aslinya.
Setelah selesai menggambar, bagian yang tak kalah penting adalah menceritakan tentang karyamu. Ceritakan apa yang kamu gambar, mengapa kamu memilih objek itu, dan tekstur apa saja yang kamu gunakan. Bercerita akan membantumu menjelaskan ide-idemu dan juga melatih kepercayaan dirimu. Setiap gambar memiliki ceritanya sendiri, dan kamu adalah penutur cerita terbaik untuk karyamu!
Rangkuman: Menggambar adalah kegiatan seru untuk mengekspresikan diri dengan sentuhan. Kita bisa mengenal bentuk dan tekstur benda melalui rabaan, lalu membuat garis dan bentuk dasar. Dengan menggabungkan berbagai tekstur, kita bisa menciptakan gambar taktil yang menarik. Jangan lupa untuk menceritakan karyamu agar orang lain juga bisa 'merasakan' ceritamu. Teruslah berlatih dan berkreasi!
Tujuan: Peserta didik dapat membuat gambar sederhana dengan menggabungkan garis, bentuk, dan tekstur dari benda-benda sekitar.
Alat & bahan: Kertas tebal, pensil, spidol timbul, lem, gunting, berbagai bahan bertekstur (kapas, kain perca, daun kering, pasir, benang wol), benda-benda untuk diraba (buah, sendok, daun).
| Taktil | Berkaitan dengan indra peraba atau sentuhan. |
| Tekstur | Rasa permukaan suatu benda saat disentuh, seperti halus, kasar, atau lembut. |
| Garis Timbul | Garis yang menonjol di permukaan, dapat diraba. |
| Objek | Benda atau sesuatu yang menjadi sasaran gambar atau perhatian. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.