Modul Ajar & RPP Seni Budaya Kelas V
Menggambar — Tunanetra
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Seni Budaya |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Menggambar — Tunanetra |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal berbagai bentuk benda di sekitar mereka melalui sentuhan dan deskripsi verbal. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Menggambar adalah kegiatan membuat tanda di permukaan menggunakan alat, seperti pensil di kertas atau jari di pasir. |
| Konseptual | Konsep dasar menggambar meliputi garis, bentuk, tekstur, dan komposisi yang dapat diwujudkan melalui indra peraba dan pendengaran. |
| Prosedural | Langkah-langkah menggambar melibatkan eksplorasi alat, membuat pola dasar, menambahkan detail, dan mewarnai dengan tekstur yang berbeda. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana mereka belajar menciptakan representasi visual melalui indra non-visual dan bagaimana mereka dapat terus mengembangkan kemampuan menggambar mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi verbal.
- Peserta didik dapat membuat garis dan bentuk sederhana menggunakan media taktil dan alat bantu gambar.
- Peserta didik dapat menggabungkan berbagai tekstur dalam karyanya untuk memberikan kesan visual.
- Peserta didik dapat menceritakan hasil gambar yang telah dibuatnya dengan jelas dan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Menggambar adalah cara yang menyenangkan untuk mengekspresikan ide dan perasaan tentang benda-benda di sekitar kita, bahkan tanpa melihatnya, dengan merasakan bentuk dan teksturnya.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa 'melihat' dan menggambarkan bentuk awan atau pohon tanpa menggunakan mata?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan deskripsi verbal tentang bentuk dan tekstur benda, serta menceritakan proses dan hasil karya gambar. Ilmu Pengetahuan Alam: Mengenal ciri-ciri fisik benda (bentuk, ukuran, tekstur) melalui observasi indra peraba. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga dapat membantu peserta didik mengidentifikasi dan meraba berbagai benda bertekstur di rumah untuk memperkaya pengalaman menggambar taktil. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar memiliki meja yang mudah dijangkau, area kerja yang lapang untuk menempel, serta kotak penyimpanan bahan-bahan taktil yang terorganisir dan mudah diakses peserta didik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan aplikasi audio yang mendeskripsikan berbagai bentuk dan tekstur benda, atau rekaman suara instruksi guru yang dapat diulang oleh peserta didik secara mandiri. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi verbal. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik meraba berbagai benda di sekitar kelas (misal: meja, kursi, penghapus) dan mendeskripsikannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi, agar peserta didik sadar bahwa mereka akan belajar mengenali bentuk tanpa melihat. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai benda dengan mata tertutup (atau yang mengalami tunanetra) dan mendeskripsikan bentuk, ukuran, serta teksturnya. Guru memberikan panduan verbal yang kaya untuk membantu mereka memvisualisasikan benda-benda tersebut dalam pikiran mereka dan mengaitkannya dengan benda yang pernah mereka sentuh di rumah. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok memilih satu benda, lalu mencoba membuat sketsa awal bentuk benda tersebut di atas kertas dengan bantuan garis timbul atau plastisin yang ditempelkan di kertas. Peserta didik saling mendeskripsikan hasil rabaannya dan mengidentifikasi bagian-bagian benda tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil rabaan dan sketsa bentuk benda yang mereka buat, menjelaskan ciri-ciri benda tersebut. Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan bahwa setiap orang memiliki cara unik dalam merasakan dan menggambarkan benda. Guru mengingatkan bahwa mereka akan terus mengembangkan kemampuan ini. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa benda memiliki bentuk dan tekstur yang bisa dikenali dengan indra peraba. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Guru menutup dengan doa, menciptakan suasana gembira dan antusias untuk belajar lebih lanjut. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik dapat membuat garis dan bentuk sederhana menggunakan media taktil dan alat bantu gambar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya tentang mengenal bentuk benda melalui rabaan. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar membuat garis dan bentuk sederhana dari benda yang sudah dikenal, sehingga peserta didik tahu apa yang akan mereka pelajari dan mengapa itu penting. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik diajak bereksperimen dengan berbagai alat dan media taktil (misalnya, pensil dengan cetakan garis timbul, benang wol yang ditempelkan, atau lem yang mengering menjadi timbul) untuk membuat garis lurus, lengkung, dan bentuk dasar seperti lingkaran, kotak, atau segitiga. Guru memberikan instruksi verbal yang sangat jelas dan deskriptif mengenai cara memegang alat dan membuat goresan, mengaitkannya dengan pengalaman mereka meraba permukaan benda sehari-hari. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mencoba membuat kombinasi garis dan bentuk sederhana yang membentuk suatu objek yang mereka kenali dari rabaan (misalnya, membuat bentuk rumah dari kotak dan segitiga, atau bentuk apel dari lingkaran). Guru berkeliling memberikan bimbingan individual dan memastikan setiap peserta didik dapat merasakan hasil karyanya melalui sentuhan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik diminta untuk menceritakan proses mereka membuat garis dan bentuk, serta objek apa yang mereka coba gambarkan. Guru memberikan umpan balik konstruktif, menyoroti keberhasilan dan memberikan saran untuk perbaikan. Guru menekankan bahwa berlatih membuat garis dan bentuk akan membuat gambar mereka semakin baik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik merangkum bahwa membuat garis dan bentuk adalah dasar dari menggambar. Guru memberikan pujian atas usaha dan kreativitas peserta didik. Guru menutup pelajaran dengan permainan tebak bentuk menggunakan rabaan, menciptakan suasana ceria dan menguatkan pemahaman. Guru memberikan tugas sederhana untuk berlatih membuat garis di rumah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat membuat gambar sederhana dengan menggabungkan garis, bentuk, dan tekstur dari benda-benda sekitar.
Alat & bahan: Kertas tebal, pensil, spidol timbul, lem, gunting, berbagai bahan bertekstur (kapas, kain perca, daun kering, pasir, benang wol), benda-benda untuk diraba (buah, sendok, daun).
Langkah kerja:
- Raba dan kenali satu benda yang disiapkan guru (misal: buah jeruk).
- Gunakan pensil atau spidol timbul untuk membuat pola bentuk benda tersebut di atas kertas.
- Pilih bahan bertekstur yang sesuai (misal: kulit jeruk kering yang dihaluskan atau kapas) untuk ditempelkan pada pola gambar.
- Tempelkan bahan tekstur tersebut dengan rapi pada pola gambar yang telah dibuat.
- Rasakan hasil karyamu dan ceritakan apa yang kamu gambar dan tekstur apa yang kamu gunakan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Coba raba dan sebutkan benda ini (guru menyodorkan benda).
- Bentuk apa yang kamu rasakan dari benda ini?
- Apakah benda ini terasa halus atau kasar?
- Bisakah kamu menceritakan satu benda yang ada di kamarmu?
Formatif (proses): Observasi guru terhadap kemampuan peserta didik dalam meraba, mendeskripsikan, membuat garis, bentuk, dan menempel tekstur selama kegiatan praktik.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap hasil karya 'gambar bertekstur' dan kemampuan peserta didik menceritakan karyanya secara verbal.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi verbal. | Pengenalan bentuk benda dan tekstur melalui rabaan. | 2 JP | kesehatan |
| 2 | Membuat garis dan bentuk sederhana menggunakan media taktil dan alat bantu gambar. | Eksplorasi garis dan bentuk dengan media taktil. | 2 JP | kreativitas |
| 3 | Menggabungkan berbagai tekstur dalam karyanya untuk memberikan kesan visual dan menceritakan hasil gambar yang telah dibuatnya dengan jelas dan percaya diri. | Proyek 'Gambar Bertekstur' dan presentasi karya. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Menggambar adalah kegiatan yang sangat menyenangkan! Kita bisa membuat gambar tentang apa saja yang ada di sekitar kita, bahkan tanpa harus melihatnya. Dengan indra peraba kita, kita bisa merasakan bentuk, ukuran, dan tekstur benda, lalu mengubahnya menjadi sebuah karya seni yang bisa diraba dan diceritakan. Mari kita mulai petualangan menggambar kita!
1. Mengenal Bentuk Lewat Rabaan
Setiap benda memiliki bentuknya sendiri. Ada yang bulat seperti bola, kotak seperti kardus, atau panjang seperti penggaris. Kita bisa mengenal bentuk-bentuk ini dengan merabanya. Coba sentuh meja di depanmu, bagaimana bentuk permukaannya? Apakah ia memiliki sudut? Dengan meraba, kita bisa 'melihat' bentuk benda di pikiran kita, bahkan tanpa bantuan mata. Ini adalah langkah pertama yang penting dalam menggambar taktil.
2. Mengenal Tekstur Benda
Selain bentuk, benda juga memiliki tekstur. Tekstur adalah rasa permukaan benda saat kita sentuh. Ada yang halus seperti sutra, kasar seperti amplas, lembut seperti kapas, atau licin seperti kaca. Tekstur membuat benda terasa berbeda-beda. Dalam menggambar, kita bisa menggunakan berbagai bahan dengan tekstur berbeda untuk membuat gambar kita terasa lebih nyata dan menarik saat diraba. Misalnya, kita bisa menempelkan kapas untuk membuat awan terasa lembut.
3. Membuat Garis dan Bentuk Dasar
Garis adalah dasar dari semua gambar. Ada garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, dan banyak lagi. Kita bisa membuat garis dengan pensil, spidol timbul, atau menempelkan benang. Setelah itu, kita bisa menggabungkan garis-garis ini untuk membuat bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga, dan kotak. Misalnya, dua garis lurus dan satu garis lengkung bisa menjadi bentuk hati. Latihan membuat garis dan bentuk akan membantu tangan kita terbiasa dalam menggambar.
4. Menggambar Objek Sederhana
Setelah mengenal garis dan bentuk dasar, kita bisa mulai menggambar objek-objek sederhana yang sering kita temui. Misalnya, kita bisa menggambar apel dengan membuat bentuk lingkaran, lalu menambahkan tangkai di atasnya. Atau menggambar rumah dengan bentuk kotak dan segitiga untuk atapnya. Cobalah untuk meraba objek aslinya terlebih dahulu, lalu bayangkan bagaimana bentuknya bisa dipecah menjadi garis dan bentuk dasar.
5. Menambahkan Tekstur pada Gambar
Agar gambar kita lebih hidup dan menarik untuk diraba, kita bisa menambahkan tekstur. Misalnya, jika kita menggambar pohon, kita bisa menempelkan daun kering atau serbuk kayu untuk bagian batangnya, dan kapas untuk bagian daunnya. Ini akan membuat gambar kita memiliki berbagai sensasi saat disentuh. Pilihlah tekstur yang sesuai dengan bagian objek yang kamu gambar agar hasilnya lebih mirip dengan aslinya.
6. Menceritakan Karya Gambar Kita
Setelah selesai menggambar, bagian yang tak kalah penting adalah menceritakan tentang karyamu. Ceritakan apa yang kamu gambar, mengapa kamu memilih objek itu, dan tekstur apa saja yang kamu gunakan. Bercerita akan membantumu menjelaskan ide-idemu dan juga melatih kepercayaan dirimu. Setiap gambar memiliki ceritanya sendiri, dan kamu adalah penutur cerita terbaik untuk karyamu!
Rangkuman: Menggambar adalah kegiatan seru untuk mengekspresikan diri dengan sentuhan. Kita bisa mengenal bentuk dan tekstur benda melalui rabaan, lalu membuat garis dan bentuk dasar. Dengan menggabungkan berbagai tekstur, kita bisa menciptakan gambar taktil yang menarik. Jangan lupa untuk menceritakan karyamu agar orang lain juga bisa 'merasakan' ceritamu. Teruslah berlatih dan berkreasi!
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Taktil | Berkaitan dengan indra peraba atau sentuhan. |
| Tekstur | Rasa permukaan suatu benda saat disentuh, seperti halus, kasar, atau lembut. |
| Garis Timbul | Garis yang menonjol di permukaan, dapat diraba. |
| Objek | Benda atau sesuatu yang menjadi sasaran gambar atau perhatian. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menggambar — Tunanetra" mata pelajaran Seni Budaya Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Menggambar — Tunanetra yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Seni Budaya Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Gambar Cerita (Komik Sederhana)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBatik dan Ragam HiasBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisLagu Daerah dan Alat Musik RitmisBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProperti Tari DaerahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Naskah Drama SederhanaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerajinan Anyaman dan MakrameBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisApresiasi Seni NusantaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Seni Budaya di kelas lain
Menggambar Ilustrasi — TunarunguSeni Budaya Kelas IV SDLBKolase, Mozaik, dan Montase — TunarunguSeni Budaya Kelas IV SDLBPola Irama Lagu — TunagrahitaSeni Budaya Kelas III SDLBLihat semua Modul Ajar Seni Budaya Kelas V →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Seni Budaya kelas 5 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menggambar — Tunanetra pada Seni Budaya SDLB, Fase C.
Modul Menggambar — Tunanetra ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Menggambar — Tunanetra untuk Seni Budaya kelas V.
Apakah modul ajar Seni Budaya materi Menggambar — Tunanetra ini gratis?
Ya. Modul Menggambar — Tunanetra untuk kelas V SDLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Menggambar — Tunanetra ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Seni Budaya kelas V ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Menggambar — Tunanetra ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menggambar — Tunanetra dapat Anda sesuaikan dengan murid Seni Budaya kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Seni Budaya kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menggambar — Tunanetra ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase C untuk kelas V SDLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menggambar — Tunanetra tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menggambar — Tunanetra untuk Seni Budaya kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Menggambar — Tunanetra ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Seni Budaya kelas V SDLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menggambar — Tunanetra beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Seni Budaya kelas V berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Seni Budaya ini cocok untuk SDLB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SDLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Menggambar — Tunanetra disusun untuk SDLB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.