Modul Ajar SDLB

Modul Ajar Seni Budaya Kelas V SDLB

1 modul ajar Seni Budaya kelas V SDLB (Fase C) siap unduh — Menggambar — Tunanetra. RPM deep learning lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase CWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 7 materi kelas V & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Menggambar — Tunanetra, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Menggambar — Tunanetra selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas V ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Seni Budaya Kelas V SDLB
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Menggambar — Tunanetra
Seni Budaya · Kelas V · Fase C
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Menggambar — Tunanetra
Seni Budaya · Fase C · Kelas V · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSeni Budaya
Fase / KelasC / V
Materi PokokMenggambar — Tunanetra
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengenal berbagai bentuk benda di sekitar mereka melalui sentuhan dan deskripsi verbal.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMenggambar adalah kegiatan membuat tanda di permukaan menggunakan alat, seperti pensil di kertas atau jari di pasir.
KonseptualKonsep dasar menggambar meliputi garis, bentuk, tekstur, dan komposisi yang dapat diwujudkan melalui indra peraba dan pendengaran.
ProseduralLangkah-langkah menggambar melibatkan eksplorasi alat, membuat pola dasar, menambahkan detail, dan mewarnai dengan tekstur yang berbeda.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana mereka belajar menciptakan representasi visual melalui indra non-visual dan bagaimana mereka dapat terus mengembangkan kemampuan menggambar mereka.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi verbal.
  2. Peserta didik dapat membuat garis dan bentuk sederhana menggunakan media taktil dan alat bantu gambar.
  3. Peserta didik dapat menggabungkan berbagai tekstur dalam karyanya untuk memberikan kesan visual.
  4. Peserta didik dapat menceritakan hasil gambar yang telah dibuatnya dengan jelas dan percaya diri.
Halaman 2 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Menggambar adalah cara yang menyenangkan untuk mengekspresikan ide dan perasaan tentang benda-benda di sekitar kita, bahkan tanpa melihatnya, dengan merasakan bentuk dan teksturnya.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa 'melihat' dan menggambarkan bentuk awan atau pohon tanpa menggunakan mata?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan deskripsi verbal tentang bentuk dan tekstur benda, serta menceritakan proses dan hasil karya gambar.
Ilmu Pengetahuan Alam: Mengenal ciri-ciri fisik benda (bentuk, ukuran, tekstur) melalui observasi indra peraba.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota keluarga dapat membantu peserta didik mengidentifikasi dan meraba berbagai benda bertekstur di rumah untuk memperkaya pengalaman menggambar taktil.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur agar memiliki meja yang mudah dijangkau, area kerja yang lapang untuk menempel, serta kotak penyimpanan bahan-bahan taktil yang terorganisir dan mudah diakses peserta didik.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPenggunaan aplikasi audio yang mendeskripsikan berbagai bentuk dan tekstur benda, atau rekaman suara instruksi guru yang dapat diulang oleh peserta didik secara mandiri.
Halaman 3 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 60 menit · awal 10 · inti 40 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi verbal.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik meraba berbagai benda di sekitar kelas (misal: meja, kursi, penghapus) dan mendeskripsikannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi, agar peserta didik sadar bahwa mereka akan belajar mengenali bentuk tanpa melihat.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)10 menitPeserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai benda dengan mata tertutup (atau yang mengalami tunanetra) dan mendeskripsikan bentuk, ukuran, serta teksturnya. Guru memberikan panduan verbal yang kaya untuk membantu mereka memvisualisasikan benda-benda tersebut dalam pikiran mereka dan mengaitkannya dengan benda yang pernah mereka sentuh di rumah.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)20 menitSetiap kelompok memilih satu benda, lalu mencoba membuat sketsa awal bentuk benda tersebut di atas kertas dengan bantuan garis timbul atau plastisin yang ditempelkan di kertas. Peserta didik saling mendeskripsikan hasil rabaannya dan mengidentifikasi bagian-bagian benda tersebut.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil rabaan dan sketsa bentuk benda yang mereka buat, menjelaskan ciri-ciri benda tersebut. Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan bahwa setiap orang memiliki cara unik dalam merasakan dan menggambarkan benda. Guru mengingatkan bahwa mereka akan terus mengembangkan kemampuan ini.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitPeserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa benda memiliki bentuk dan tekstur yang bisa dikenali dengan indra peraba. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Guru menutup dengan doa, menciptakan suasana gembira dan antusias untuk belajar lebih lanjut.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 60 menit · awal 10 · inti 40 · penutup 10
Model PembelajaranInquiry-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Peserta didik dapat membuat garis dan bentuk sederhana menggunakan media taktil dan alat bantu gambar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya tentang mengenal bentuk benda melalui rabaan. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar membuat garis dan bentuk sederhana dari benda yang sudah dikenal, sehingga peserta didik tahu apa yang akan mereka pelajari dan mengapa itu penting.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)10 menitPeserta didik diajak bereksperimen dengan berbagai alat dan media taktil (misalnya, pensil dengan cetakan garis timbul, benang wol yang ditempelkan, atau lem yang mengering menjadi timbul) untuk membuat garis lurus, lengkung, dan bentuk dasar seperti lingkaran, kotak, atau segitiga. Guru memberikan instruksi verbal yang sangat jelas dan deskriptif mengenai cara memegang alat dan membuat goresan, mengaitkannya dengan pengalaman mereka meraba permukaan benda sehari-hari.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik mencoba membuat kombinasi garis dan bentuk sederhana yang membentuk suatu objek yang mereka kenali dari rabaan (misalnya, membuat bentuk rumah dari kotak dan segitiga, atau bentuk apel dari lingkaran). Guru berkeliling memberikan bimbingan individual dan memastikan setiap peserta didik dapat merasakan hasil karyanya melalui sentuhan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitBeberapa peserta didik diminta untuk menceritakan proses mereka membuat garis dan bentuk, serta objek apa yang mereka coba gambarkan. Guru memberikan umpan balik konstruktif, menyoroti keberhasilan dan memberikan saran untuk perbaikan. Guru menekankan bahwa berlatih membuat garis dan bentuk akan membuat gambar mereka semakin baik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru bersama peserta didik merangkum bahwa membuat garis dan bentuk adalah dasar dari menggambar. Guru memberikan pujian atas usaha dan kreativitas peserta didik. Guru menutup pelajaran dengan permainan tebak bentuk menggunakan rabaan, menciptakan suasana ceria dan menguatkan pemahaman. Guru memberikan tugas sederhana untuk berlatih membuat garis di rumah.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat membuat gambar sederhana dengan menggabungkan garis, bentuk, dan tekstur dari benda-benda sekitar.

Alat & bahan: Kertas tebal, pensil, spidol timbul, lem, gunting, berbagai bahan bertekstur (kapas, kain perca, daun kering, pasir, benang wol), benda-benda untuk diraba (buah, sendok, daun).

Langkah kerja:

  1. Raba dan kenali satu benda yang disiapkan guru (misal: buah jeruk).
  2. Gunakan pensil atau spidol timbul untuk membuat pola bentuk benda tersebut di atas kertas.
  3. Pilih bahan bertekstur yang sesuai (misal: kulit jeruk kering yang dihaluskan atau kapas) untuk ditempelkan pada pola gambar.
  4. Tempelkan bahan tekstur tersebut dengan rapi pada pola gambar yang telah dibuat.
  5. Rasakan hasil karyamu dan ceritakan apa yang kamu gambar dan tekstur apa yang kamu gunakan.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Coba raba dan sebutkan benda ini (guru menyodorkan benda).
  2. Bentuk apa yang kamu rasakan dari benda ini?
  3. Apakah benda ini terasa halus atau kasar?
  4. Bisakah kamu menceritakan satu benda yang ada di kamarmu?

Formatif (proses): Observasi guru terhadap kemampuan peserta didik dalam meraba, mendeskripsikan, membuat garis, bentuk, dan menempel tekstur selama kegiatan praktik.

Sumatif (akhir): Penilaian terhadap hasil karya 'gambar bertekstur' dan kemampuan peserta didik menceritakan karyanya secara verbal.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi berbagai bentuk benda melalui sentuhan dan deskripsi verbal.Pengenalan bentuk benda dan tekstur melalui rabaan.2 JPkesehatan
2Membuat garis dan bentuk sederhana menggunakan media taktil dan alat bantu gambar.Eksplorasi garis dan bentuk dengan media taktil.2 JPkreativitas
3Menggabungkan berbagai tekstur dalam karyanya untuk memberikan kesan visual dan menceritakan hasil gambar yang telah dibuatnya dengan jelas dan percaya diri.Proyek 'Gambar Bertekstur' dan presentasi karya.2 JPkreativitas, kolaborasi
Halaman 8 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Menggambar adalah kegiatan yang sangat menyenangkan! Kita bisa membuat gambar tentang apa saja yang ada di sekitar kita, bahkan tanpa harus melihatnya. Dengan indra peraba kita, kita bisa merasakan bentuk, ukuran, dan tekstur benda, lalu mengubahnya menjadi sebuah karya seni yang bisa diraba dan diceritakan. Mari kita mulai petualangan menggambar kita!

1. Mengenal Bentuk Lewat Rabaan
Setiap benda memiliki bentuknya sendiri. Ada yang bulat seperti bola, kotak seperti kardus, atau panjang seperti penggaris. Kita bisa mengenal bentuk-bentuk ini dengan merabanya. Coba sentuh meja di depanmu, bagaimana bentuk permukaannya? Apakah ia memiliki sudut? Dengan meraba, kita bisa 'melihat' bentuk benda di pikiran kita, bahkan tanpa bantuan mata. Ini adalah langkah pertama yang penting dalam menggambar taktil.

2. Mengenal Tekstur Benda
Selain bentuk, benda juga memiliki tekstur. Tekstur adalah rasa permukaan benda saat kita sentuh. Ada yang halus seperti sutra, kasar seperti amplas, lembut seperti kapas, atau licin seperti kaca. Tekstur membuat benda terasa berbeda-beda. Dalam menggambar, kita bisa menggunakan berbagai bahan dengan tekstur berbeda untuk membuat gambar kita terasa lebih nyata dan menarik saat diraba. Misalnya, kita bisa menempelkan kapas untuk membuat awan terasa lembut.

3. Membuat Garis dan Bentuk Dasar
Garis adalah dasar dari semua gambar. Ada garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, dan banyak lagi. Kita bisa membuat garis dengan pensil, spidol timbul, atau menempelkan benang. Setelah itu, kita bisa menggabungkan garis-garis ini untuk membuat bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga, dan kotak. Misalnya, dua garis lurus dan satu garis lengkung bisa menjadi bentuk hati. Latihan membuat garis dan bentuk akan membantu tangan kita terbiasa dalam menggambar.

4. Menggambar Objek Sederhana
Setelah mengenal garis dan bentuk dasar, kita bisa mulai menggambar objek-objek sederhana yang sering kita temui. Misalnya, kita bisa menggambar apel dengan membuat bentuk lingkaran, lalu menambahkan tangkai di atasnya. Atau menggambar rumah dengan bentuk kotak dan segitiga untuk atapnya. Cobalah untuk meraba objek aslinya terlebih dahulu, lalu bayangkan bagaimana bentuknya bisa dipecah menjadi garis dan bentuk dasar.

5. Menambahkan Tekstur pada Gambar
Agar gambar kita lebih hidup dan menarik untuk diraba, kita bisa menambahkan tekstur. Misalnya, jika kita menggambar pohon, kita bisa menempelkan daun kering atau serbuk kayu untuk bagian batangnya, dan kapas untuk bagian daunnya. Ini akan membuat gambar kita memiliki berbagai sensasi saat disentuh. Pilihlah tekstur yang sesuai dengan bagian objek yang kamu gambar agar hasilnya lebih mirip dengan aslinya.

6. Menceritakan Karya Gambar Kita
Setelah selesai menggambar, bagian yang tak kalah penting adalah menceritakan tentang karyamu. Ceritakan apa yang kamu gambar, mengapa kamu memilih objek itu, dan tekstur apa saja yang kamu gunakan. Bercerita akan membantumu menjelaskan ide-idemu dan juga melatih kepercayaan dirimu. Setiap gambar memiliki ceritanya sendiri, dan kamu adalah penutur cerita terbaik untuk karyamu!

Rangkuman: Menggambar adalah kegiatan seru untuk mengekspresikan diri dengan sentuhan. Kita bisa mengenal bentuk dan tekstur benda melalui rabaan, lalu membuat garis dan bentuk dasar. Dengan menggabungkan berbagai tekstur, kita bisa menciptakan gambar taktil yang menarik. Jangan lupa untuk menceritakan karyamu agar orang lain juga bisa 'merasakan' ceritamu. Teruslah berlatih dan berkreasi!

Halaman 9 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
TaktilBerkaitan dengan indra peraba atau sentuhan.
TeksturRasa permukaan suatu benda saat disentuh, seperti halus, kasar, atau lembut.
Garis TimbulGaris yang menonjol di permukaan, dapat diraba.
ObjekBenda atau sesuatu yang menjadi sasaran gambar atau perhatian.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Seni Budaya · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Menggambar — Tunanetra" mata pelajaran Seni Budaya Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Menggambar — Tunanetra — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan

4 materi Seni Budaya SDLB, urut mengajar dari Gambar Cerita (Komik Sederhana) hingga Properti Tari Daerah.

Gambar Cerita (Komik Sederhana)Batik dan Ragam HiasLagu Daerah dan Alat Musik RitmisProperti Tari Daerah

Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan

3 materi Seni Budaya SDLB, urut mengajar dari Naskah Drama Sederhana hingga Apresiasi Seni Nusantara.

Naskah Drama SederhanaKerajinan Anyaman dan MakrameApresiasi Seni Nusantara

Seni Budaya (SBK) Kelas V SDLB — Fase C

Kelas V — ditulis juga kelas 5 — di SDLB berada di Fase C, dan 7 materi Seni Budaya setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Di sekolah, Seni Budaya juga dipanggil SBK dan SBdP — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Seni Budaya kelas V (kelas 5) SDLB — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Seni Budaya kelas V (kelas 5) SDLB mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Seni Budaya kelas V (kelas 5) SDLB yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase C beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Seni Budaya bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaSeni Budaya · Kelas VPeta Konsep
Menggambar — TunanetraMengenal Bentuk Lewat RabaanMengenal Tekstur BendaMembuat Garis dan Bentuk DasarMenggambar Objek SederhanaMenambahkan Tekstur pada Gambar
Dari sub-bab Menggambar — TunanetraLembar tambahan
Nama sekolah AndaSeni Budaya · Kelas VIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaSeni Budaya · Kelas VLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaSeni Budaya · Kelas VRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaSeni Budaya · Kelas VRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaSeni Budaya · Kelas VProfil Lulusan
KreativitasKolaborasiKesehatan
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Gambar Cerita (Komik Sederhana)1Batik dan Ragam Hias1Lagu Daerah dan Alat Musik Ritmis1Properti Tari Daerah2Naskah Drama Sederhana…+2 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDGambar Cerita (Komik Sederhana)Batik dan Ragam HiasLagu Daerah dan Alat Musik RitmisProperti Tari Daerah
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Seni Budaya Kelas V SDLB

Apakah modul ajar Seni Budaya ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas V (kelas 5) SDLB masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase C. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase C beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Seni Budaya kelas V SDLB?

7 materi, urut mengajar dari Gambar Cerita (Komik Sederhana) hingga Apresiasi Seni Nusantara. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Seni Budaya?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Seni Budaya sering disebut apa lagi?

Nama resminya Seni Budaya, tetapi di sekolah ia juga dipanggil SBK, SBdP. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.