Modul ajar Bahasa Indonesia SMK kelas XI materi Bermain Drama lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan situasi, konteks, dan tujuan. Peserta didik mampu mengapresiasi dan mengeksplorasi bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai genre dan bentuk karya.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang cerita dan dialog.
Pemahaman bermakna: Melalui bermain drama, peserta didik dapat mengekspresikan ide, emosi, dan pemikiran secara kreatif sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana sebuah cerita bisa hidup dan menyentuh penonton hanya melalui ucapan dan gerak tubuh para pemainnya?
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur-uns intrinsik drama (tokoh, latar, dialog, konflik, amanat) dari sebuah naskah drama dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal unsur-uns drama. Guru mengajukan pertanyaan pemantik tentang pengalaman menonton drama atau film.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati contoh naskah drama yang diberikan, mengidentifikasi unsur-uns seperti tokoh, latar, dialog, dan konflik.
Mengaplikasi: Peserta didik mengisi LKPD untuk mencatat dan menjelaskan unsur-uns drama yang mereka temukan dalam naskah.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi unsur drama, guru memberikan penguatan dan umpan balik.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan unsur-uns drama. Peserta didik diajak merefleksikan kesulitan yang dihadapi dan mengapresiasi kerja sama kelompok.
Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis karakter tokoh drama berdasarkan deskripsi dan dialog yang ada dalam naskah dengan kritis, serta merancang dan menyampaikan dialog drama yang sesuai dengan karakter tokoh dan situasi cerita secara efektif.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali materi unsur drama, lalu menyampaikan tujuan hari ini: mendalami karakter tokoh dan berlatih dialog. Guru memberikan sebuah potongan adegan drama yang ambigu.
Memahami: Peserta didik menganalisis karakter tokoh dalam potongan adegan tersebut, mendiskusikan motivasi dan emosi yang mungkin dirasakan tokoh.
Mengaplikasi: Peserta didik berlatih menyampaikan dialog adegan tersebut, mencoba berbagai intonasi dan ekspresi sesuai interpretasi karakter. Guru membimbing teknik olah vokal dan tubuh dasar.
Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta menampilkan dialog mereka di depan kelas, mendapatkan umpan balik dari guru dan teman.
Penutup: Guru dan peserta didik merangkum pentingnya pemahaman karakter untuk dialog yang hidup. Peserta didik diberi tugas untuk memilih adegan drama pendek untuk dipentaskan di pertemuan berikutnya.
Tujuan: Peserta didik mampu berkolaborasi dalam kelompok untuk menyusun dan mempresentasikan sebuah adegan drama singkat dengan baik, serta merefleksikan proses pembelajaran bermain drama dan hasil pementasan kelompoknya secara jujur.
Kegiatan awal: Guru menyapa, mengingatkan kembali tujuan akhir: pementasan adegan drama. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan mempersilakan mereka mempersiapkan pementasan.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk membagi peran, menyempurnakan dialog, dan merencanakan blocking serta ekspresi.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menampilkan adegan drama singkat yang telah mereka persiapkan. Guru dan teman memberikan apresiasi dan masukan konstruktif.
Merefleksi: Setelah semua kelompok tampil, guru memfasilitasi refleksi bersama mengenai proses kerja kelompok, tantangan yang dihadapi, dan pembelajaran yang didapat.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas seluruh peserta didik. Peserta didik diminta mengisi lembar refleksi pribadi. Guru menyampaikan tindak lanjut berupa evaluasi sumatif.
Proses (formatif): Observasi keaktifan peserta didik dalam diskusi, analisis naskah, dan latihan dialog, serta umpan balik lisan selama kegiatan.
Akhir (sumatif): Penilaian unjuk kerja pementasan adegan drama kelompok dan refleksi tertulis individu.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Identifikasi unsur drama | Unsur Intrinsik Drama | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Analisis karakter dan dialog | Penokohan dan Dialog | 2 JP | Komunikasi |
| Olah vokal, olah tubuh, dan pementasan adegan | Praktik Pementasan Drama | 2 JP | Kreativitas |
Selamat datang di dunia seni peran! Modul ini akan membawamu menyelami keasyikan bermain drama. Kamu akan belajar mengenali unsur-uns penting dalam sebuah drama, mendalami karakter tokoh, hingga berani tampil di atas panggung. Bersiaplah untuk mengekspresikan diri dan berkolaborasi!
Drama adalah cerita yang dipentaskan. Ia hadir bukan hanya melalui kata-kata, tapi juga ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan intonasi suara. Dalam drama, kita menemukan berbagai unsur penting yang membuatnya hidup. Unsur-uns ini seperti bahan-bahan dalam masakan; tanpa salah satunya, rasa cerita bisa jadi kurang lengkap.
Setiap drama memiliki 'DNA' ceritanya sendiri. DNA ini terdiri dari tokoh (siapa saja yang ada di cerita), latar (di mana dan kapan cerita terjadi), dialog (percakapan antar tokoh), konflik (masalah yang dihadapi tokoh), dan amanat (pesan yang ingin disampaikan penulis). Mengidentifikasi unsur-uns ini seperti memecahkan kode cerita.
Karakter tokoh adalah jantung sebuah drama. Ia bukan hanya nama, tapi kepribadian, motivasi, dan emosi yang membuat tokoh terasa nyata. Memahami karakter berarti memahami mengapa tokoh bertindak dan berbicara seperti itu. Ini membutuhkan empati dan imajinasi dari pemainnya.
Dialog yang diucapkan dengan datar akan membosankan. Begitu pula tubuh yang kaku. Olah vokal melatih kekuatan suara, kejelasan artikulasi, dan intonasi yang tepat sesuai emosi. Olah tubuh melatih kelenturan, ekspresi mimik, dan gerakan yang mendukung karakter. Keduanya adalah kunci pementasan yang memukau.
Bermain drama adalah kerja tim. Setiap anggota kelompok harus saling mendukung, mendengarkan, dan memberikan masukan. Proses latihan yang disiplin, komunikasi yang baik, dan rasa percaya diri adalah modal utama untuk menciptakan pementasan yang harmonis dan berkesan.
Rangkuman: Bermain drama adalah proses kreatif yang melibatkan pemahaman unsur-uns cerita, pendalaman karakter, penguasaan teknik vokal dan tubuh, serta kolaborasi tim. Melalui praktik ini, kamu tidak hanya belajar seni peran, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, penalaran, dan kreativitasmu.
Tujuan: Menganalisis unsur-uns intrinsik dan karakter tokoh dalam sebuah naskah drama.
Alat & bahan: Naskah drama (cetak/digital), alat tulis, kertas, proyektor (opsional)
| Drama | Karya sastra yang ditulis untuk dipentaskan di hadapan penonton. |
| Tokoh | Karakter atau pemeran dalam sebuah drama. |
| Latar | Tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam drama. |
| Dialog | Percakapan antar tokoh dalam drama. |
| Konflik | Pertentangan atau masalah yang dihadapi tokoh. |
| Amanat | Pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis drama. |
| Olah Vokal | Pelatihan penggunaan suara untuk mencapai kejelasan, kekuatan, dan ekspresi. |
| Olah Tubuh | Pelatihan gerakan tubuh dan ekspresi wajah untuk mendukung karakter. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.