Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XI
Drama
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Drama |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang cerita fiksi dan mampu mengidentifikasi unsur-unsur sederhana dalam sebuah narasi. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Drama dapat ditemukan dalam bentuk pertunjukan panggung, film, atau sinetron yang sering kita tonton. |
| Konseptual | Drama adalah genre sastra yang menggambarkan kehidupan manusia melalui dialog dan aksi tokoh di atas panggung. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar tahapan menulis naskah drama pendek dan memerankannya di depan kelas. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang struktur drama membantu mereka mengapresiasi dan menciptakan karya seni peran. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik drama yang dibaca atau ditonton dengan tepat.
- Menganalisis karakteristik kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton untuk menemukan makna.
- Menulis naskah drama pendek berdasarkan ide dan tema yang relevan dengan kehidupan remaja.
- Mementaskan cuplikan naskah drama yang telah ditulis dengan ekspresi dan intonasi yang sesuai.
Pemahaman bermakna: Memahami drama bukan hanya tentang menghafal teori, tetapi juga tentang merasakan pengalaman emosional dan intelektual yang ditawarkannya, serta mampu menciptakan karya drama yang komunikatif dan berdaya guna.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian merasa terhubung dengan sebuah cerita di film atau sinetron hingga lupa waktu? Apa yang membuat cerita itu begitu menarik dan hidup?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Pementasan drama melibatkan aspek tata panggung, kostum, dan ekspresi seni peran. TIK: Pemanfaatan perangkat lunak untuk penulisan naskah dan pencarian referensi drama secara daring. Pendidikan Karakter: Drama seringkali mengangkat nilai-nilai moral dan etika yang dapat direfleksikan oleh peserta didik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak menyaksikan pementasan drama sederhana di sekolah atau memberikan dukungan moral saat peserta didik berlatih di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar fleksibel untuk diskusi kelompok dan pementasan drama mini; tersedia ruang terbuka atau aula sekolah untuk latihan pementasan yang lebih leluasa. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan aplikasi pengolah kata untuk menulis naskah drama, mencari referensi pementasan drama di YouTube, dan merekam latihan pementasan untuk evaluasi diri. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik drama yang dibaca atau ditonton dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman menonton drama, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang identifikasi unsur drama, dan memantik diskusi tentang mengapa drama menarik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak menonton cuplikan drama pendek (misalnya dari YouTube) dan secara berkelompok mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik (tokoh, alur, latar, tema, amanat) serta ekstrinsik yang tampak dalam drama tersebut, dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi LKPD untuk mencatat hasil identifikasi unsur drama, kemudian membandingkan temuan mereka dengan kelompok lain untuk memperkaya pemahaman dan memperbaiki jika ada kekeliruan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kelompok lain memberikan tanggapan dan umpan balik, kemudian guru memberikan penguatan konsep tentang unsur-unsur drama dan pentingnya memahami setiap elemennya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang unsur drama, meminta peserta didik merefleksikan apa yang telah dipelajari, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya, diakhiri dengan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis karakteristik kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton untuk menemukan makna. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, mengulas singkat materi sebelumnya tentang unsur drama, menyampaikan tujuan pembelajaran menganalisis kebahasaan drama, dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang bagaimana bahasa dalam drama bisa memengaruhi perasaan penonton. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diberikan beberapa kutipan dialog drama dan diminta menganalisis karakteristik kebahasaan yang digunakan (misalnya, penggunaan kalimat langsung, kata kerja mental, kata sifat, gaya bahasa) serta mengaitkannya dengan karakter tokoh dan suasana adegan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi untuk menemukan makna tersirat dari dialog-dialog tersebut, mengidentifikasi fungsi bahasa dalam membangun konflik atau menggambarkan emosi, dan membandingkan penggunaan bahasa dalam drama dengan teks narasi lain. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kebahasaan drama, menjelaskan temuan mereka tentang bagaimana pilihan kata dan gaya bahasa memengaruhi makna dan pengalaman penonton, serta guru memberikan koreksi dan pengayaan tentang ragam kebahasaan drama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru membimbing peserta didik membuat simpulan tentang pentingnya kebahasaan dalam drama, mengajak refleksi tentang kemampuan mereka dalam menganalisis bahasa, memberikan semangat untuk pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa serta apresiasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur drama serta karakteristik kebahasaannya dari sebuah cuplikan drama.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, gawai/laptop untuk menonton video drama, proyektor
Langkah kerja:
- Tontonlah cuplikan drama yang ditayangkan guru dengan saksama.
- Identifikasi unsur-unsur intrinsik (tokoh, alur, latar, tema, amanat) dan ekstrinsik yang relevan.
- Catatlah karakteristik kebahasaan yang menonjol dalam dialog-dialog drama tersebut.
- Diskusikan makna yang tersirat dari penggunaan kebahasaan dalam drama.
- Sajikan hasil analisis kelompok Anda di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang drama?
- Pernahkah kalian menonton drama? Drama apa?
- Menurut kalian, apa saja yang ada dalam sebuah cerita drama?
- Bagaimana sebuah cerita drama bisa membuat kita merasa sedih atau senang?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan progres penyusunan naskah drama.
Sumatif (akhir): Penilaian naskah drama pendek yang ditulis dan performa pementasan cuplikan drama oleh kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik drama | Unsur-unsur drama | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis karakteristik kebahasaan drama | Kebahasaan drama | 2 JP | Komunikasi |
| 3 | Menulis dan mementaskan cuplikan drama | Penulisan dan pementasan drama | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Drama adalah salah satu bentuk seni sastra yang memukau, mampu menghidupkan cerita melalui dialog dan aksi para tokoh. Dalam modul ini, kita akan menjelajahi dunia drama, mulai dari memahami elemen-elemennya hingga menciptakan dan memerankannya sendiri. Mari kita selami keindahan dan kompleksitas drama yang selalu relevan dengan kehidupan.
1. Pengertian dan Ciri-ciri Drama
Drama berasal dari bahasa Yunani 'dran' yang berarti berbuat atau bertindak. Secara umum, drama adalah jenis karya sastra yang dipentaskan. Ciri-cirinya meliputi adanya dialog, konflik, tokoh dan penokohan, serta latar yang jelas. Drama dirancang untuk dipertunjukkan, sehingga aspek visual dan audio sangat penting. Berbeda dengan novel atau cerpen, drama tidak memiliki narator yang menceritakan secara langsung, melainkan disampaikan melalui dialog dan adegan.
2. Unsur Intrinsik Drama
Unsur intrinsik adalah elemen-elemen yang membangun drama dari dalam. Ini meliputi: 1. Tema (gagasan pokok), 2. Tokoh dan Penokohan (karakter dan watak), 3. Alur (jalan cerita), 4. Latar (tempat, waktu, suasana), 5. Konflik (masalah), 6. Amanat (pesan moral), dan 7. Dialog (percakapan antar tokoh). Setiap unsur ini saling terkait dan membentuk kesatuan cerita yang utuh. Pemahaman terhadap unsur-unsur ini krusial untuk menganalisis sebuah drama.
3. Unsur Ekstrinsik Drama
Unsur ekstrinsik adalah elemen-elemen yang memengaruhi drama dari luar, namun tetap memiliki dampak signifikan terhadap isi dan penyajian drama. Contohnya meliputi latar belakang pengarang, nilai-nilai sosial budaya masyarakat saat drama diciptakan, kondisi politik, ekonomi, hingga filosofi hidup yang dianut pengarang. Pemahaman unsur ekstrinsik membantu kita menafsirkan makna drama secara lebih mendalam dan kontekstual.
4. Karakteristik Kebahasaan Drama
Bahasa dalam drama memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari jenis teks lain. Umumnya, drama menggunakan kalimat langsung yang merupakan dialog antar tokoh. Sering juga ditemukan kata kerja mental (misalnya: 'merasakan', 'memikirkan'), kata sifat untuk menggambarkan perasaan atau sifat tokoh, dan konjungsi temporal untuk menunjukkan urutan waktu. Gaya bahasa yang digunakan juga beragam, disesuaikan dengan karakter tokoh dan suasana adegan untuk menciptakan efek dramatis.
5. Struktur Naskah Drama
Naskah drama umumnya memiliki struktur yang terdiri dari prolog (pengantar), babak (pembagian besar cerita), adegan (bagian dari babak), dialog (percakapan), dan epilog (penutup). Petunjuk lakuan atau kramagung juga merupakan bagian penting yang memberikan arahan kepada aktor tentang ekspresi, gerak, dan tata panggung. Penulis naskah harus memperhatikan alur cerita, pengembangan karakter, dan penyusunan dialog yang efektif agar pesan drama tersampaikan.
6. Langkah-langkah Menulis Naskah Drama Pendek
Menulis naskah drama pendek dapat dimulai dengan menentukan tema dan ide cerita yang menarik. Selanjutnya, kembangkan karakter tokoh dengan watak yang jelas, buat kerangka alur yang meliputi orientasi, komplikasi, dan resolusi. Tulis dialog yang natural dan sesuai karakter tokoh. Jangan lupakan petunjuk lakuan untuk memandu pementasan. Revisi naskah untuk memastikan alur logis, dialog efektif, dan pesan tersampaikan dengan baik.
7. Teknik Dasar Pementasan Drama
Pementasan drama memerlukan beberapa teknik dasar, antara lain: 1. Olah vokal (intonasi, artikulasi, volume suara), 2. Olah tubuh (ekspresi wajah, gerak, blocking), dan 3. Olah rasa (penghayatan emosi). Latihan yang konsisten sangat penting untuk menyelaraskan ketiga elemen ini. Memahami karakter yang diperankan dan berinteraksi secara efektif dengan lawan main adalah kunci keberhasilan pementasan. Kerja sama tim juga fundamental dalam sebuah produksi drama.
Rangkuman: Drama adalah genre sastra yang dipentaskan, dibangun oleh unsur intrinsik (tokoh, alur, latar, tema, amanat, dialog) dan dipengaruhi unsur ekstrinsik. Kebahasaan drama ditandai dialog langsung dan kata kerja mental. Menulis drama melibatkan penentuan ide, karakter, alur, dan dialog, dilengkapi petunjuk lakuan. Pementasan drama membutuhkan olah vokal, olah tubuh, dan olah rasa untuk menghidupkan cerita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Drama | Karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. |
| Intrinsik | Unsur pembangun karya sastra dari dalam. |
| Ekstrinsik | Unsur pembangun karya sastra dari luar. |
| Prolog | Bagian pengantar sebuah drama, berisi pengenalan tokoh atau latar. |
| Epilog | Bagian penutup sebuah drama, berisi kesimpulan atau amanat. |
| Kramagung | Petunjuk lakuan atau arahan teknis dalam naskah drama. |
| Blocking | Penempatan atau pengaturan posisi pemain di atas panggung. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Drama" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Drama yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil6 dari 7 siap unduh
Mengenalkan Produk Pangan Lokal IndonesiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenyajikan Berita Inovasi yang MenghiburModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenggali Nilai Sejarah Bangsa melalui Cerita PendekModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenulis Puisi Bertema Kesempatan untuk SemuaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengenal Indonesia melalui Pertunjukan DramaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerperan dalam Konservasi Alam Indonesia melalui Karya IlmiahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengembangkan Teks DeskripsiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 6 siap unduh
Mengapresiasi ProsaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengonstruksi Teks EksplanasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengembangkan Apresiasi PuisiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengevaluasi Teks BeritaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengembangkan Teks ProsedurBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Bermain DramaBahasa Indonesia Kelas XI SMKBeritaBahasa Indonesia Kelas XI SMKCeramahBahasa Indonesia Kelas XI SMKCerpenBahasa Indonesia Kelas XI SMKLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Drama pada Bahasa Indonesia SMK, Fase F.
Modul Drama ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas XI SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Drama ini gratis?
Ya. Modul Drama untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Drama ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Drama ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Drama dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Drama ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Drama tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Drama untuk Bahasa Indonesia kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Drama ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Drama beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Drama disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.