Modul Ajar & RPP Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XII
Promosi wisata alam
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Konsentrasi Keahlian Kehutanan |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Promosi wisata alam |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang potensi dan jenis-jenis wisata alam di Indonesia serta prinsip-prinsip konservasi. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pengelolaan Sumber Daya Hutan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan, termasuk merencanakan dan melaksanakan program promosi wisata alam yang inovatif dan bertanggung jawab, serta mengevaluasi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Banyak destinasi wisata alam di Indonesia seperti Taman Nasional Komodo atau Raja Ampat yang membutuhkan strategi promosi efektif untuk menarik wisatawan. |
| Konseptual | Promosi wisata alam adalah serangkaian kegiatan komunikasi pemasaran untuk memperkenalkan, menarik minat, dan mendorong kunjungan wisatawan ke destinasi alam. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar merancang strategi promosi, membuat materi promosi digital dan non-digital, serta mengevaluasi efektivitas kampanye promosi wisata alam. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya adaptasi strategi promosi sesuai karakteristik pasar dan keberlanjutan lingkungan dalam pengembangan wisata alam. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi potensi dan segmen pasar wisata alam secara tepat.
- Merancang strategi promosi wisata alam yang inovatif dan berkelanjutan.
- Membuat materi promosi digital dan non-digital yang menarik dan informatif.
- Melaksanakan simulasi kampanye promosi wisata alam.
- Mengevaluasi efektivitas strategi dan materi promosi wisata alam.
- Menyajikan hasil rancangan promosi wisata alam dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Memahami promosi wisata alam bukan hanya tentang menarik pengunjung, tetapi juga tentang mengedukasi mereka mengenai pentingnya konservasi dan keberlanjutan, serta memberdayakan masyarakat lokal.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita membuat keindahan alam Indonesia dikenal dunia tanpa merusak kelestariannya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan teks promosi yang persuasif dan efektif, serta keterampilan presentasi. Seni Budaya: Desain visual materi promosi (poster, brosur, video) yang estetik dan menarik. Informatika: Penggunaan aplikasi desain grafis dan platform media sosial untuk promosi digital. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendiskusikan destinasi wisata alam yang pernah mereka kunjungi, atau komunitas pegiat wisata lokal dapat diundang untuk berbagi pengalaman dalam promosi. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses mudah ke internet dan proyektor; juga dapat memanfaatkan area sekitar sekolah yang memiliki elemen alam sebagai inspirasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform media sosial (Instagram, TikTok) untuk simulasi kampanye promosi, penggunaan aplikasi desain grafis (Canva, Figma) untuk membuat materi visual, dan alat presentasi digital (PowerPoint, Google Slides). |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi potensi dan segmen pasar wisata alam secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar destinasi wisata alam menarik. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: mengidentifikasi potensi dan target pasar promosi wisata alam, serta manfaatnya bagi kelestarian alam dan ekonomi lokal. Pertanyaan pemantik: 'Apa yang membuat suatu tempat wisata alam menarik untuk dipromosikan?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik diajak mengeksplorasi berbagai jenis wisata alam melalui studi kasus video pendek dan artikel online, kemudian mengidentifikasi karakteristik unik dan potensi pasarnya. Mereka berdiskusi dalam kelompok untuk memetakan segmen pasar potensial berdasarkan minat, demografi, dan preferensi wisatawan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit | Setiap kelompok memilih satu destinasi wisata alam (fiktif atau nyata) dan membuat mind map tentang potensi daya tarik serta segmen pasar yang dituju, dilengkapi dengan alasan pemilihan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan mind map mereka, kelompok lain memberikan umpan balik. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya pemahaman potensi dan segmen pasar sebagai dasar promosi yang efektif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Informasi singkat tentang tugas observasi awal untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Merancang strategi promosi wisata alam yang inovatif dan berkelanjutan serta membuat materi promosi digital dan non-digital yang menarik dan informatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali hasil identifikasi potensi dan segmen pasar dari pertemuan sebelumnya. Guru kemudian menyajikan skenario masalah: 'Sebuah destinasi wisata alam baru di daerah X memiliki potensi besar namun belum dikenal luas. Bagaimana strategi promosi yang inovatif dan berkelanjutan agar destinasi ini menarik wisatawan tanpa merusak lingkungan?' Guru menyampaikan tujuan pertemuan: merancang strategi dan membuat materi promosi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus promosi wisata alam yang berhasil dan gagal, mengidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan, termasuk aspek keberlanjutan. Mereka mempelajari berbagai jenis strategi promosi (digital marketing, media sosial, event, kemitraan) dan teknik pembuatan materi promosi (video, poster, brosur, konten website). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit | Dalam kelompok, peserta didik merancang strategi promosi komprehensif untuk destinasi yang mereka pilih pada pertemuan sebelumnya, mencakup target pasar, pesan kunci, media promosi (minimal 1 digital dan 1 non-digital), serta indikator keberlanjutan. Mereka mulai membuat draf materi promosi awal (misalnya, sketsa poster atau storyboard video singkat). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok mempresentasikan draf strategi dan materi promosi mereka untuk mendapatkan masukan dari kelompok lain dan guru. Guru memfasilitasi diskusi tentang inovasi dan aspek keberlanjutan dalam setiap rancangan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya strategi promosi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan motivasi untuk menyempurnakan rancangan. Pengumuman untuk mempersiapkan presentasi final di pertemuan berikutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 55 menit
Tujuan: Menganalisis potensi destinasi wisata alam dan merancang strategi promosi awal.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Promosi wisata alam merupakan kunci keberhasilan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Melalui promosi yang efektif, keindahan alam dapat diperkenalkan kepada khalayak luas, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi.
Alat & bahan: Kertas flipchart/papan tulis, spidol warna, laptop/tablet, akses internet, studi kasus destinasi wisata.
Langkah kerja:
- Pilih satu destinasi wisata alam (lokal/nasional) yang menarik perhatian kelompok Anda.
- Lakukan riset singkat tentang potensi daya tarik alam, fasilitas, dan keunikan destinasi tersebut.
- Identifikasi segmen pasar potensial (target wisatawan) untuk destinasi tersebut, berikan alasannya.
- Rancang 3 ide strategi promosi awal yang inovatif dan berkelanjutan untuk destinasi tersebut.
- Buat draf visual (sketsa/konsep) untuk satu materi promosi (misal: poster, infografis) dari ide Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 contoh wisata alam di Indonesia yang Anda ketahui!
- Menurut Anda, apa tujuan utama promosi suatu tempat wisata?
- Apa perbedaan antara promosi digital dan promosi non-digital?
- Bagaimana cara promosi dapat membantu menjaga kelestarian alam?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kualitas ide yang disampaikan, dan progres pengerjaan proyek promosi.
Sumatif (akhir): Penilaian portofolio proyek promosi (strategi, materi digital/non-digital) dan presentasi simulasi kampanye promosi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi potensi dan segmen pasar wisata alam secara tepat. | Potensi dan segmen pasar wisata alam. | 4 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Merancang strategi promosi dan membuat materi promosi digital/non-digital. | Strategi promosi inovatif dan materi promosi. | 4 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| 3 | Melaksanakan simulasi kampanye promosi dan mengevaluasi efektivitasnya. | Simulasi kampanye dan evaluasi promosi. | 4 JP | Komunikasi, Kolaborasi |
Promosi wisata alam merupakan kunci keberhasilan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Melalui promosi yang efektif, keindahan alam dapat diperkenalkan kepada khalayak luas, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi. Modul ini akan membimbing Anda untuk merancang dan melaksanakan strategi promosi yang inovatif, menarik, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.
1. Potensi dan Segmen Pasar Wisata Alam
Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari pegunungan, hutan, pantai, hingga bawah laut. Identifikasi potensi wisata alam melibatkan analisis daya tarik (keindahan, keunikan, fasilitas), aksesibilitas, dan dukungan masyarakat lokal. Setelah potensi teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah menentukan segmen pasar. Segmen pasar adalah kelompok wisatawan dengan karakteristik, minat, dan kebutuhan yang serupa. Contoh segmen pasar bisa berupa wisatawan petualangan, pecinta fotografi alam, keluarga, atau wisatawan minat khusus lainnya. Pemahaman segmen pasar membantu merancang pesan promosi yang tepat sasaran dan efektif.
2. Strategi Promosi Wisata Alam Berkelanjutan
Strategi promosi wisata alam harus dirancang tidak hanya untuk menarik pengunjung, tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Ini mencakup pesan-pesan edukasi tentang etika berwisata, konservasi, dan dukungan terhadap produk lokal. Pilihan media promosi bisa sangat beragam, mulai dari digital marketing (media sosial, website, influencer) hingga promosi tradisional (pameran wisata, brosur, kemitraan dengan agen perjalanan). Penting untuk memilih strategi yang sesuai dengan karakteristik destinasi dan target pasar, serta meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
3. Materi Promosi Digital
Di era digital, materi promosi online menjadi sangat vital. Ini bisa berupa video pendek berkualitas tinggi yang menampilkan keindahan alam dan aktivitas di destinasi, foto-foto profesional, infografis informatif, konten blog yang menarik, atau kampanye interaktif di media sosial. Kunci keberhasilan materi promosi digital adalah kemampuan untuk menarik perhatian dalam hitungan detik, menyampaikan pesan secara ringkas dan visual, serta mendorong interaksi. Penggunaan hashtag yang relevan, kolaborasi dengan travel blogger/vlogger, dan optimasi SEO juga merupakan bagian penting dari strategi digital.
4. Materi Promosi Non-Digital
Meskipun era digital, materi promosi non-digital masih memiliki peran penting, terutama untuk menjangkau segmen pasar tertentu atau dalam acara-acara khusus. Contohnya adalah brosur informatif, poster yang menarik perhatian di tempat umum, spanduk, merchandise, atau partisipasi dalam pameran pariwisata. Desain harus profesional, informatif, dan mencerminkan citra destinasi. Materi non-digital juga dapat digunakan sebagai pelengkap promosi digital, memberikan informasi lebih mendalam atau sebagai kenang-kenangan bagi calon wisatawan. Kualitas cetak dan pemilihan bahan juga perlu diperhatikan.
5. Evaluasi dan Adaptasi Promosi
Setelah kampanye promosi dilaksanakan, penting untuk melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi melibatkan analisis data (jumlah kunjungan website, interaksi media sosial, jumlah reservasi, masukan wisatawan) dan membandingkannya dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil evaluasi, strategi promosi dapat diadaptasi dan ditingkatkan. Misalnya, jika suatu media promosi kurang efektif, dapat diganti dengan media lain. Proses evaluasi dan adaptasi yang berkelanjutan memastikan bahwa promosi tetap relevan, efektif, dan mencapai target pasar secara optimal, sambil terus menjaga prinsip keberlanjutan.
Rangkuman: Promosi wisata alam adalah upaya memperkenalkan dan menarik wisatawan ke destinasi alam secara berkelanjutan. Ini melibatkan identifikasi potensi dan segmen pasar, perancangan strategi inovatif yang mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial, serta pembuatan materi promosi digital dan non-digital yang menarik. Evaluasi dan adaptasi strategi secara berkala sangat penting untuk memastikan efektivitas promosi dan keberlanjutan destinasi wisata alam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Destinasi Wisata Alam | Lokasi geografis dengan daya tarik utama berupa keindahan dan keunikan alam. |
| Segmen Pasar | Kelompok konsumen dengan karakteristik dan kebutuhan serupa yang menjadi target promosi. |
| Digital Marketing | Pemasaran produk atau layanan menggunakan saluran digital seperti internet dan media sosial. |
| Keberlanjutan | Prinsip pengembangan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Promosi wisata alam" mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Promosi wisata alam yang Anda cari? Materi Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri Konsentrasi Keahlian Kehutanan Terkait
Pemanduan Wisata AlamKonsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XII SMKNavigasi Darat, Kompas, GPS, & Tata Batas HutanKonsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI SMKPengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar)Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI SMKPengukuran Pohon (Dendrometri) & Inventarisasi TegakanKonsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI SMKTeknik Pembibitan & Pengelolaan Persemaian (Nursery)Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI SMKTeknologi Benih Tanaman Hutan (Uji & Simpan Benih)Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI SMKPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Promosi wisata alam pada Konsentrasi Keahlian Kehutanan SMK, Fase F, elemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan.
Modul Promosi wisata alam ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Promosi wisata alam untuk Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XII.
Apakah modul ajar Konsentrasi Keahlian Kehutanan materi Promosi wisata alam ini gratis?
Ya. Modul Promosi wisata alam untuk kelas XII SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Promosi wisata alam ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Promosi wisata alam ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Promosi wisata alam dapat Anda sesuaikan dengan murid Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Promosi wisata alam ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase F untuk kelas XII SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Promosi wisata alam tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Promosi wisata alam untuk Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Promosi wisata alam ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XII SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Promosi wisata alam beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Konsentrasi Keahlian Kehutanan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Promosi wisata alam disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.