Modul ajar Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan SMK kelas XI materi Membuat Laporan Usaha Kerajinan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Membuat Laporan Usaha Kerajinan |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis usaha kerajinan dan elemen-elemen bisnis sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kemandirian, Kreativitas, Penalaran Kritis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Kewirausahaan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengembangkan ide dan peluang usaha kerajinan, menyusun rencana bisnis, serta mengelola keuangan dan pemasaran produk kerajinan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mencapai tujuan usaha. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Laporan usaha kerajinan yang sukses di Indonesia seringkali menampilkan data penjualan, biaya produksi, dan strategi pemasaran yang jelas. |
| Konseptual | Laporan usaha kerajinan adalah dokumen terstruktur yang menyajikan informasi keuangan dan operasional suatu bisnis kerajinan untuk evaluasi dan pengambilan keputusan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah sistematis dalam mengumpulkan data, mengolah informasi, dan menyusun laporan keuangan serta laporan operasional usaha kerajinan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian dalam pencatatan keuangan dan kemampuan menganalisis data untuk keberlanjutan usaha kerajinan. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Membuat laporan usaha kerajinan bukan hanya sekadar tugas administratif, tetapi merupakan alat vital untuk mengevaluasi kinerja bisnis, mengidentifikasi area perbaikan, dan merencanakan strategi pengembangan usaha yang lebih baik.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa sebuah usaha kerajinan, sekecil apapun, memerlukan laporan yang rapi dan terstruktur?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi Bisnis: Memahami konsep biaya produksi, harga jual, keuntungan, dan analisis pasar dalam konteks usaha kerajinan. Informatika: Menggunakan aplikasi spreadsheet untuk pengolahan data keuangan dan perangkat lunak presentasi untuk penyajian laporan. Bahasa Indonesia: Menyusun laporan dan presentasi dengan kaidah penulisan yang baik, efektif, dan komunikatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat berperan dengan mendiskusikan pengalaman mereka dalam mengelola keuangan rumah tangga atau usaha kecil, serta memberikan masukan realistis tentang potensi pasar kerajinan di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok yang fleksibel, akses mudah ke papan tulis dan proyektor, serta ketersediaan area untuk simulasi presentasi, didukung oleh koneksi internet yang stabil. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi spreadsheet (misalnya Microsoft Excel atau Google Sheets) untuk penyusunan laporan keuangan, perangkat lunak presentasi (misalnya PowerPoint atau Google Slides) untuk presentasi, dan sumber daya online untuk riset contoh laporan usaha. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi komponen laporan usaha kerajinan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran tentang identifikasi komponen laporan usaha kerajinan dan manfaatnya bagi keberlanjutan usaha. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja informasi penting yang harus ada dalam laporan usaha kerajinan agar usaha tersebut bisa berkembang?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai contoh laporan usaha kerajinan dari internet atau buku, mengidentifikasi bagian-bagian utama dan fungsinya, serta mendiskusikan mengapa setiap komponen tersebut penting. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat daftar komponen laporan usaha kerajinan yang berhasil mereka temukan, kemudian membandingkan dengan kelompok lain untuk menyepakati komponen esensial yang harus ada dalam laporan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang komponen-komponen laporan usaha kerajinan yang lengkap dan relevan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan komponen laporan usaha kerajinan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas awal untuk mencari contoh data transaksi usaha kerajinan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengumpulkan data keuangan dan non-keuangan yang relevan untuk usaha kerajinan secara akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulas kembali komponen laporan usaha. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran mengumpulkan data akurat untuk laporan. Guru memberikan studi kasus tentang 'Usaha Kerajinan Bambu Pak Budi' yang kesulitan mengumpulkan data. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus tersebut, mengidentifikasi jenis-jenis data yang dibutuhkan (penjualan, biaya bahan, biaya operasional, stok barang, feedback pelanggan) dan sumber-sumber data yang mungkin. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik merancang format pencatatan data sederhana yang sesuai untuk usaha kerajinan, mencakup data keuangan dan non-keuangan, serta mensimulasikan pengisian data berdasarkan skenario yang diberikan guru. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan format pencatatan data mereka dan menjelaskan alasan di balik pemilihan format tersebut. Guru memberikan masukan dan penguatan tentang pentingnya akurasi dan konsistensi dalam pencatatan data. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru menyimpulkan teknik pengumpulan data yang efektif, memberikan apresiasi, dan menugaskan peserta didik untuk mulai mengumpulkan data simulasi dari usaha kerajinan yang mereka rencanakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyusun laporan keuangan sederhana (laba rugi, arus kas) untuk usaha kerajinan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengaitkan materi pengumpulan data dengan penyusunan laporan keuangan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menyusun laporan keuangan sederhana dari data yang ada. Guru memotivasi peserta didik untuk menjadi 'akuntan mini' bagi usaha mereka. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mempelajari konsep dasar laporan laba rugi dan laporan arus kas melalui demonstrasi singkat atau video tutorial, kemudian berdiskusi tentang relevansinya dengan usaha kerajinan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Menggunakan data simulasi yang telah dikumpulkan, peserta didik secara berkelompok mulai menyusun laporan laba rugi dan laporan arus kas sederhana menggunakan template yang disediakan atau aplikasi spreadsheet dasar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Kelompok mempresentasikan laporan keuangan yang telah mereka buat, menjelaskan komponen-komponennya dan interpretasi awal. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengoreksi jika ada kesalahan konsep. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru menyimpulkan langkah-langkah penyusunan laporan keuangan, memberikan apresiasi, dan mengingatkan untuk mempersiapkan data non-keuangan untuk pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menyusun laporan keuangan sederhana (laba rugi dan arus kas) untuk usaha kerajinan 'Karya Bambu Lestari'.
Alat & bahan: Kertas folio/HVS, pulpen/pensil, kalkulator, template laporan keuangan sederhana, data transaksi simulasi usaha kerajinan.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan identifikasi komponen laporan, kelengkapan data yang dikumpulkan, serta kemampuan menganalisis laporan.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi laporan usaha kerajinan dan rencana pengembangan yang komprehensif, mencakup kelengkapan laporan, ketepatan analisis, dan kualitas penyampaian.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi komponen laporan usaha kerajinan | Konsep dasar laporan usaha kerajinan | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengumpulkan dan menyusun data laporan keuangan | Teknik pengumpulan data, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas | 5 JP | Kemandirian |
| 3 | Menyusun laporan operasional dan pemasaran | Data operasional, strategi pemasaran | 5 JP | Kreativitas |
| 4 | Menganalisis dan mempresentasikan laporan usaha | Analisis SWOT, teknik presentasi, rencana pengembangan | 7 JP | Kemandirian, Kreativitas, Penalaran Kritis |
Laporan usaha kerajinan merupakan cerminan kesehatan dan kinerja sebuah bisnis. Dokumen ini tidak hanya berisi angka-angka keuangan, tetapi juga narasi tentang operasional, pemasaran, dan strategi pengembangan. Dengan laporan yang baik, pemilik usaha dapat mengambil keputusan yang tepat untuk pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis kerajinan mereka, serta menarik investor jika diperlukan. Memahami cara menyusunnya adalah keterampilan krusial bagi calon wirausahawan.
1. Pengertian dan Fungsi Laporan Usaha Kerajinan
Laporan usaha kerajinan adalah dokumen tertulis yang menyajikan informasi komprehensif mengenai kegiatan operasional dan keuangan suatu usaha kerajinan dalam periode tertentu. Fungsinya sangat vital, antara lain sebagai alat evaluasi kinerja, dasar pengambilan keputusan strategis, alat pertanggungjawaban kepada pihak terkait, serta sarana untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan. Laporan ini juga membantu pemilik usaha melihat gambaran utuh tentang kondisi bisnis mereka.
2. Komponen Laporan Keuangan Usaha Kerajinan
Laporan keuangan adalah inti dari laporan usaha. Komponen utamanya meliputi Laporan Laba Rugi yang menunjukkan pendapatan dan biaya untuk menghasilkan keuntungan atau kerugian bersih. Kedua, Laporan Arus Kas yang menggambarkan pergerakan uang masuk dan keluar dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Ketiga, Laporan Perubahan Modal, dan keempat, Neraca yang menunjukkan posisi aset, liabilitas, dan ekuitas pada waktu tertentu. Pemahaman ini krusial untuk evaluasi finansial.
3. Komponen Laporan Operasional dan Pemasaran
Selain keuangan, laporan usaha juga mencakup aspek non-keuangan. Laporan operasional memuat informasi tentang proses produksi (jumlah barang diproduksi, bahan baku terpakai, tingkat efisiensi), manajemen stok, dan kualitas produk. Sementara itu, laporan pemasaran berisi data penjualan produk, strategi promosi yang dilakukan, analisis pasar, identifikasi target konsumen, serta umpan balik dari pelanggan. Kedua jenis laporan ini memberikan gambaran holistik tentang kinerja bisnis.
4. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Pengumpulan data yang akurat adalah fondasi laporan yang kredibel. Data dapat diperoleh dari catatan transaksi harian, buku kas, invoice, daftar inventaris, survei pelanggan, atau observasi langsung. Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah pengolahan data. Ini melibatkan klasifikasi, kategorisasi, dan perhitungan menggunakan alat bantu seperti spreadsheet (Excel/Google Sheets). Ketelitian dalam tahap ini sangat menentukan kualitas laporan akhir yang akan disajikan.
5. Analisis dan Penyajian Laporan Usaha
Setelah laporan tersusun, langkah penting berikutnya adalah analisis. Analisis laporan bertujuan untuk mengidentifikasi tren, kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) yang dihadapi usaha. Hasil analisis ini kemudian disajikan dalam bentuk presentasi yang informatif dan menarik. Penyajian yang efektif memerlukan kemampuan visualisasi data yang baik, pemilihan kata yang tepat, dan teknik komunikasi yang persuasif agar pesan laporan dapat tersampaikan dengan jelas kepada audiens.
Rangkuman: Membuat laporan usaha kerajinan melibatkan identifikasi komponen, pengumpulan data akurat, penyusunan laporan keuangan dan operasional, analisis hasil, hingga penyajian yang informatif. Laporan ini berfungsi sebagai alat evaluasi, dasar pengambilan keputusan, dan perencanaan strategis. Kemampuan ini esensial bagi wirausahawan untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis kerajinan, serta menjadi bukti akuntabilitas dan transparansi usaha.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Laporan Laba Rugi | Laporan yang menunjukkan pendapatan, biaya, dan keuntungan atau kerugian bersih suatu usaha dalam periode waktu tertentu. |
| Laporan Arus Kas | Laporan yang merinci aliran kas masuk dan keluar dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan suatu usaha. |
| Neraca | Laporan yang menyajikan posisi keuangan suatu usaha pada waktu tertentu, meliputi aset, liabilitas, dan ekuitas. |
| Omzet | Total pendapatan dari penjualan barang atau jasa sebelum dikurangi biaya-biaya. |
| Margin Keuntungan | Persentase keuntungan terhadap pendapatan, menunjukkan efisiensi operasional usaha. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Membuat Laporan Usaha Kerajinan" mata pelajaran Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Kreativitas Inovasi dan Kewirausahaan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.