Modul ajar Sistem Sasis Kendaraan Ringan SMK kelas XI materi Melakukan perawatan dan overhaul sistem rem lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menganalisis, merencanakan, dan melaksanakan perawatan serta perbaikan sistem sasis kendaraan ringan secara mandiri dan kolaboratif sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan keselamatan kerja.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang komponen dan fungsi sistem rem pada kendaraan ringan.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai prosedur perawatan serta overhaul sistem rem sangat krusial untuk menjamin keselamatan berkendara dan memperpanjang usia pakai komponen rem.
Pertanyaan pemantik: Mengapa perawatan sistem rem secara berkala bukan hanya anjuran, tetapi sebuah keharusan demi keselamatan kita di jalan?
Tujuan: Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja komponen sistem rem cakram dan tromol dengan tepat serta menganalisis jenis-jenis kerusakan umum pada sistem rem dan penyebabnya.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan mengisi presensi. Guru memutarkan video singkat tentang kecelakaan akibat rem blong, dilanjutkan dengan pertanyaan pemantik 'Bagaimana sistem rem bekerja dan apa yang terjadi jika ia tidak dirawat?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, memastikan peserta didik memahami pentingnya materi ini untuk keselamatan.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi modul ajar dan sumber digital tentang komponen dan prinsip kerja sistem rem cakram dan tromol. Mereka mengidentifikasi fungsi masing-masing komponen dan mendiskusikan potensi kerusakan yang bisa terjadi pada sistem rem, mengaitkannya dengan pengalaman berkendara sehari-hari.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi identifikasi komponen, penjelaskan fungsi, dan analisis jenis kerusakan umum pada sistem rem. Mereka juga membuat daftar penyebab kerusakan dan dampaknya.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan pengisian LKPD. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep, dan meluruskan miskonsepsi. Diskusi kelas dipandu untuk menyimpulkan pentingnya pemahaman dasar sistem rem.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pertemuan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Guru memberikan tugas membaca materi tentang prosedur perawatan rem. Doa penutup.
Tujuan: Melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan sistem rem cakram serta rem tromol sesuai SOP.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan mengisi presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan praktik hari ini. Guru menyajikan skenario permasalahan 'Mobil pelanggan mengalami rem kurang pakem dan bunyi berdecit'. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah praktik hari ini, menekankan pentingnya keselamatan kerja.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok mengamati demonstrasi guru tentang prosedur pemeriksaan dan perawatan sistem rem cakram dan tromol pada kendaraan. Mereka mencatat tahapan penting, alat yang digunakan, dan potensi masalah yang mungkin muncul selama proses.
Mengaplikasi: Setiap kelompok melakukan praktik pemeriksaan dan perawatan sistem rem cakram dan tromol pada unit kendaraan atau trainer yang tersedia, mengikuti SOP yang telah diberikan. Mereka mendokumentasikan setiap langkah dan temuan kerusakan pada LKPD, serta melakukan perbaikan sesuai standar.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil praktik dan temuan mereka, termasuk solusi perbaikan yang dilakukan. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap proses kerja dan hasil praktik. Diskusi kelas dilakukan untuk berbagi pengalaman dan tips praktis.
Penutup: Peserta didik bersama guru merefleksikan pengalaman praktik dan menyimpulkan poin-poin penting. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan ketelitian peserta didik. Informasi mengenai persiapan untuk praktik overhaul di pertemuan berikutnya disampaikan. Doa penutup.
Tujuan: Melakukan overhaul master silinder dan kaliper rem dengan benar serta menguji fungsi sistem rem setelah perawatan dan overhaul untuk memastikan kinerja optimal.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan mengisi presensi. Guru mengingatkan kembali pentingnya ketelitian dalam overhaul dan keselamatan kerja. Guru menyampaikan proyek hari ini: 'Melakukan overhaul sistem rem lengkap pada satu unit kendaraan'. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan tahapan proyek, memotivasi peserta didik untuk menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok merencanakan langkah-langkah overhaul master silinder dan kaliper rem, serta prosedur bleeding minyak rem. Mereka mengidentifikasi alat dan bahan yang dibutuhkan, serta potensi risiko selama proses overhaul.
Mengaplikasi: Setiap kelompok melaksanakan proyek overhaul master silinder dan kaliper rem, serta melakukan bleeding minyak rem pada unit kendaraan. Setelah overhaul, mereka melakukan pengujian fungsi sistem rem (misalnya, tes pedal rem, tes jalan terbatas) untuk memastikan semua bekerja optimal dan aman. Hasil pekerjaan didokumentasikan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek overhaul dan pengujian fungsi rem. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik terhadap kualitas pekerjaan, ketepatan prosedur, dan hasil pengujian. Guru melakukan penilaian keterampilan praktik secara langsung.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan seluruh rangkaian materi dan praktik perawatan rem. Guru memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian proyek dan semangat belajar. Guru mendorong peserta didik untuk terus mengembangkan keterampilan ini. Doa penutup dan pesan semangat.
Proses (formatif): Observasi kinerja peserta didik selama praktik perawatan dan overhaul, penilaian kelengkapan dan ketepatan prosedur di LKPD.
Akhir (sumatif): Uji praktik overhaul sistem rem dan pengujian fungsi, serta evaluasi laporan praktik.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja komponen sistem rem cakram dan tromol dengan tepat. | Fungsi dan prinsip kerja sistem rem. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menganalisis jenis-jenis kerusakan umum pada sistem rem dan penyebabnya. | Jenis kerusakan dan analisis penyebab rem. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kemandirian |
| Melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan sistem rem cakram dan tromol sesuai SOP. | Prosedur pemeriksaan dan perawatan rem. | 2 JP | Kemandirian, Kolaborasi |
| Melakukan overhaul master silinder dan kaliper rem dengan benar serta menguji fungsi sistem rem. | Overhaul komponen rem dan pengujian. | 2 JP | Kemandirian, Kolaborasi, Penalaran Kritis |
Sistem rem adalah salah satu komponen paling vital pada kendaraan ringan yang berfungsi untuk mengurangi laju atau menghentikan kendaraan. Perawatan dan overhaul yang tepat sangat penting untuk menjaga kinerja optimal sistem rem, sehingga menjamin keselamatan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya. Modul ini akan membimbing Anda memahami secara mendalam dan mempraktikkan perawatan sistem rem sesuai standar industri.
Sistem rem bertugas mengubah energi kinetik kendaraan menjadi energi panas melalui gesekan, sehingga memperlambat atau menghentikan laju. Komponen utama sistem rem cakram meliputi pedal rem, master silinder, booster rem, minyak rem, selang rem, kaliper, kampas rem, dan cakram. Sementara itu, sistem rem tromol memiliki komponen seperti pedal rem, master silinder, minyak rem, selang rem, silinder roda, kampas rem, sepatu rem, dan tromol. Setiap komponen memiliki peran krusial dalam menjaga efektivitas pengereman.
Prinsip kerja sistem rem hidrolik didasarkan pada Hukum Pascal, yang menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada cairan tertutup akan diteruskan secara merata ke segala arah. Ketika pedal rem diinjak, tekanan diteruskan dari master silinder melalui minyak rem ke silinder roda atau kaliper. Tekanan ini kemudian mendorong kampas rem untuk menjepit cakram atau menekan tromol, menciptakan gesekan yang memperlambat putaran roda. Sistem rem ABS (Anti-lock Braking System) menambahkan modul elektronik untuk mencegah roda mengunci saat pengereman mendadak.
Kerusakan umum pada sistem rem meliputi rem blong, rem kurang pakem, pedal rem keras, pedal rem dalam, rem bergetar, dan rem berdecit. Penyebabnya bervariasi, seperti kampas rem aus, cakram/tromol bergelombang, minyak rem bocor atau kotor, adanya udara dalam sistem hidrolik, master silinder rusak, atau kaliper/silinder roda macet. Analisis penyebab yang tepat sangat penting untuk menentukan tindakan perbaikan yang efektif dan mencegah kerusakan berulang.
Perawatan sistem rem meliputi pemeriksaan visual, pengukuran ketebalan kampas dan cakram/tromol, penggantian minyak rem, bleeding sistem rem, dan pembersihan komponen. Pemeriksaan visual meliputi kondisi selang, pipa, kebocoran, serta keausan kampas dan cakram/tromol. Penggantian minyak rem secara berkala penting karena minyak rem bersifat higroskopis (menyerap air) yang dapat menurunkan titik didihnya dan menyebabkan rem blong. Bleeding rem bertujuan menghilangkan udara yang terperangkap dalam sistem hidrolik.
Overhaul master silinder dan kaliper rem melibatkan pembongkaran, pembersihan, penggantian seal atau piston yang rusak, serta perakitan kembali. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi untuk memastikan tidak ada kotoran yang masuk dan semua komponen terpasang dengan benar. Setelah overhaul, sistem rem harus di-bleeding dengan benar untuk memastikan tidak ada udara yang tersisa, kemudian dilakukan pengujian fungsi rem untuk memastikan keamanan dan kinerja optimal kendaraan.
Rangkuman: Sistem rem adalah komponen krusial keselamatan kendaraan. Memahami fungsi, prinsip kerja, jenis kerusakan, serta prosedur perawatan dan overhaul rem cakram maupun tromol sangat penting. Perawatan berkala, penggantian komponen aus, dan bleeding yang tepat menjamin kinerja rem optimal. Keterampilan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab terhadap keselamatan berkendara.
Tujuan: Mengidentifikasi komponen, menganalisis kerusakan, dan mendokumentasikan prosedur perawatan sistem rem.
Alat & bahan: Unit kendaraan/trainer sistem rem, kunci pas, kunci ring, obeng, tang, dongkrak, jack stand, wadah penampung minyak rem bekas, lap bersih, alat ukur (jangka sorong, micrometer)
| Overhaul | Pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan menyeluruh, dan perakitan kembali suatu komponen. |
| Bleeding | Proses mengeluarkan udara yang terperangkap dalam sistem hidrolik rem. |
| Master Silinder | Komponen utama sistem rem hidrolik yang mengubah tekanan mekanis pedal menjadi tekanan hidrolik. |
| Kaliper | Perangkat pada rem cakram yang menjepit kampas rem ke cakram. |
| Tromol | Komponen berbentuk silinder pada rem tromol yang bergesekan dengan kampas rem. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sistem Sasis Kendaraan Ringan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.