Modul Ajar & RPP Bimbingan konseling Kelas VIII
mengatasi bulying ( perundungan)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bimbingan konseling |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | mengatasi bulying ( perundungan) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik mengetahui bahwa perundungan adalah tindakan yang tidak baik dan dapat merugikan orang lain. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Perundungan sering terjadi di lingkungan sekolah dan sosial, baik secara verbal, fisik, maupun siber. |
| Konseptual | Perundungan adalah perilaku agresif yang disengaja dan berulang yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap orang lain yang lebih lemah. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah konkret untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengatasi perundungan, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya empati dan keberanian untuk bertindak dalam situasi perundungan, serta dampak tindakannya terhadap diri sendiri dan orang lain. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis-jenis dan bentuk-bentuk perundungan yang terjadi di lingkungan sekitar.
- Menganalisis dampak negatif perundungan bagi korban, pelaku, dan lingkungan sosial.
- Merumuskan strategi pencegahan perundungan di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari.
- Menerapkan langkah-langkah konkret untuk menanggapi situasi perundungan sebagai korban, saksi, atau pihak yang ingin membantu.
- Mengembangkan sikap empati dan keberanian untuk melawan perundungan.
Pemahaman bermakna: Memahami dampak perundungan dan mengembangkan strategi efektif untuk mencegah serta mengatasinya akan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua. Setiap individu memiliki peran penting dalam menghentikan lingkaran perundungan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana perasaanmu jika melihat temanmu diejek atau disakiti oleh teman lain?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks narasi atau berita tentang perundungan dan menyusun pesan kampanye yang persuasif. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Memahami hak dan kewajiban warga negara dalam menciptakan lingkungan yang aman dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Seni Budaya: Mendesain poster kampanye anti-perundungan yang menarik dan komunikatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berkolaborasi dalam mengawasi perilaku anak di media sosial dan memberikan dukungan emosional, serta komunitas lokal dapat diundang untuk memberikan pelatihan anti-perundungan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan papan tulis untuk mencatat ide, dan tersedia area pojok baca dengan buku-buku tentang empati dan keberanian. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform media sosial sekolah atau grup kelas untuk menyebarkan poster kampanye anti-perundungan yang dibuat peserta didik, serta menonton video edukasi tentang perundungan dan cara mengatasinya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis dan bentuk-bentuk perundungan yang terjadi di lingkungan sekitar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman terkait konflik antar teman, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis dan bentuk perundungan serta pertanyaan pemantik tentang perasaan jika melihat teman diejek. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan studi kasus atau gambar/video pendek tentang berbagai skenario perundungan. Mereka diminta untuk mengidentifikasi jenis-jenis perundungan (fisik, verbal, sosial, siber) dan bentuk-bentuknya (mengejek, memukul, mengucilkan, menyebarkan gosip di media sosial) yang terdapat dalam skenario tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok berdiskusi untuk mencatat hasil identifikasi dan mengklasifikasikan jenis serta bentuk perundungan yang ditemukan, kemudian menyiapkan presentasi singkat untuk berbagi temuan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka, diikuti sesi tanya jawab dan umpan balik dari kelompok lain dan guru. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya mengenali berbagai bentuk perundungan agar dapat bertindak tepat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan jenis-jenis perundungan yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menugaskan peserta didik untuk mengamati potensi perundungan di lingkungan sekitar sebagai persiapan pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis dampak negatif perundungan bagi korban, pelaku, dan lingkungan sosial serta merumuskan strategi pencegahan perundungan di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang jenis perundungan, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis dampak serta merumuskan strategi pencegahan perundungan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik disajikan kasus nyata (anonim) tentang perundungan dan diminta menganalisis dampak yang mungkin terjadi pada korban (psikis, fisik, akademik), pelaku (hukuman, stigma sosial), dan lingkungan sekolah (rasa tidak aman, menurunnya prestasi). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Secara berkelompok, peserta didik merumuskan strategi pencegahan perundungan yang dapat diterapkan di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari, seperti meningkatkan kesadaran, membangun lingkungan inklusif, atau membentuk agen anti-perundungan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dampak dan strategi pencegahan yang telah dirumuskan. Guru dan peserta didik lain memberikan tanggapan dan masukan untuk memperkaya ide-ide yang ada. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya pencegahan perundungan dan strategi efektif yang dapat dilakukan. Guru memberikan apresiasi dan menugaskan peserta didik untuk mencari informasi lebih lanjut tentang peran serta dalam menghentikan perundungan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis studi kasus perundungan dan merumuskan langkah penanganan yang tepat.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, studi kasus perundungan.
Langkah kerja:
- Baca dengan seksama studi kasus perundungan yang diberikan.
- Diskusikan dalam kelompok: identifikasi jenis perundungan, dampak yang mungkin terjadi, dan siapa saja yang terlibat.
- Rumuskan 3-5 langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mengatasi situasi perundungan tersebut, baik sebagai korban, saksi, atau penolong.
- Tuliskan hasil diskusi kelompok pada lembar kerja yang disediakan.
- Siapkan presentasi singkat untuk menyampaikan hasil diskusi kelompokmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang perundungan?
- Pernahkah kamu melihat atau mengalami perundungan?
- Menurutmu, mengapa perundungan bisa terjadi?
- Bagaimana perasaanmu jika melihat temanmu dirundung?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kualitas poster kampanye anti-perundungan.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap jawaban esai dan produk poster kampanye anti-perundungan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis dan bentuk-bentuk perundungan. | Jenis dan bentuk perundungan. | 2 JP | kewargaan |
| 2 | Menganalisis dampak negatif dan merumuskan strategi pencegahan perundungan. | Dampak perundungan dan strategi pencegahan. | 2 JP | komunikasi |
| 3 | Menerapkan langkah-langkah konkret dan mengembangkan sikap empati. | Tindakan mengatasi perundungan dan empati. | 2 JP | kolaborasi |
Perundungan atau bullying adalah masalah serius yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak buruk bagi semua pihak. Modul ini akan membimbingmu untuk memahami apa itu perundungan, mengapa ia terjadi, dan bagaimana kita semua dapat berperan aktif dalam mencegah serta mengatasinya. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi setiap orang.
1. Apa Itu Perundungan (Bullying)?
Perundungan adalah tindakan agresif yang disengaja dan berulang yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap orang lain yang lebih lemah, dengan tujuan untuk menyakiti atau mendominasi. Tindakan ini bisa berupa fisik, verbal, sosial, atau siber. Kunci utama dalam perundungan adalah adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban, serta adanya niat untuk menyakiti secara berulang.
2. Jenis-jenis Perundungan
Perundungan tidak hanya tentang kekerasan fisik. Ada beberapa jenis perundungan yang perlu kita kenali. Perundungan fisik meliputi memukul, menendang, mendorong, atau merusak barang. Perundungan verbal melibatkan ejekan, panggilan nama, fitnah, atau ancaman. Perundungan sosial (relasional) adalah mengucilkan, menyebarkan gosip, atau memanipulasi hubungan pertemanan. Terakhir, perundungan siber (cyberbullying) terjadi melalui media elektronik seperti pesan teks, email, atau media sosial, berupa penyebaran rumor, ancaman, atau postingan yang memalukan.
3. Dampak Negatif Perundungan
Dampak perundungan sangat merugikan, tidak hanya bagi korban tetapi juga pelaku dan lingkungan sekitar. Bagi korban, perundungan dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, rendah diri, bahkan pikiran untuk bunuh diri. Secara fisik, korban bisa mengalami luka atau sakit. Akademis mereka juga bisa terganggu karena sulit berkonsentrasi. Pelaku perundungan juga berisiko mengembangkan perilaku agresif yang lebih parah di masa depan dan menghadapi masalah hukum atau sosial. Lingkungan sekolah yang terdapat perundungan akan terasa tidak aman dan tidak nyaman bagi siswa lainnya, menghambat proses belajar-mengajar.
4. Mengapa Perundungan Terjadi?
Perundungan bisa terjadi karena berbagai faktor. Pelaku mungkin ingin menunjukkan kekuasaan, meniru perilaku yang mereka lihat, atau merasa tidak aman dan ingin mengalihkan perhatian dari masalah pribadi mereka. Kurangnya pengawasan dari orang dewasa, budaya sekolah yang permisif terhadap perilaku agresif, atau kurangnya empati juga dapat menjadi pemicu. Terkadang, korban dianggap 'berbeda' atau 'lemah' sehingga menjadi sasaran empuk bagi pelaku.
5. Strategi Pencegahan Perundungan di Sekolah
Pencegahan adalah kunci dalam mengatasi perundungan. Sekolah dapat menerapkan kebijakan anti-perundungan yang jelas dan tegas, mengadakan sosialisasi rutin tentang bahaya perundungan, serta melatih guru dan staf untuk mengenali dan menangani kasus perundungan. Penting juga untuk membangun iklim sekolah yang inklusif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan aman. Program-program pengembangan empati dan keterampilan sosial juga sangat efektif.
6. Peranmu dalam Mengatasi Perundungan
Setiap individu memiliki peran penting. Jika kamu korban, jangan diam! Bicaralah kepada orang dewasa yang kamu percaya (guru, orang tua, konselor). Jika kamu saksi, jangan ikut-ikutan atau membiarkan. Laporkan kepada guru atau orang dewasa, atau coba bantu korban jika aman. Berikan dukungan kepada korban dan tunjukkan bahwa kamu peduli. Jika kamu pelaku, sadari dampak tindakanmu dan beranilah meminta maaf serta mengubah perilaku. Bersama-sama, kita bisa menciptakan perubahan.
7. Membangun Empati dan Keberanian
Empati adalah kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dengan empati, kita bisa memahami mengapa perundungan itu menyakitkan dan termotivasi untuk bertindak. Keberanian berarti berani melawan ketidakadilan, berani berbicara, dan berani membela teman yang dirundung, meskipun itu sulit. Latih dirimu untuk selalu mempertimbangkan perasaan orang lain dan berani mengambil sikap yang benar.
8. Melaporkan Perundungan
Jika kamu atau temanmu menjadi korban perundungan, sangat penting untuk melaporkannya. Kamu bisa melaporkan kepada guru Bimbingan Konseling, wali kelas, kepala sekolah, orang tua, atau bahkan melalui kotak saran yang mungkin disediakan sekolah. Jangan merasa takut atau malu; melaporkan adalah langkah pertama untuk menghentikan perundungan dan melindungi diri serta orang lain. Ingat, kamu tidak sendirian.
Rangkuman: Perundungan adalah tindakan agresif berulang yang merugikan. Ada berbagai jenis perundungan seperti fisik, verbal, sosial, dan siber, yang semuanya memiliki dampak negatif serius bagi korban, pelaku, dan lingkungan. Pencegahan melalui kebijakan sekolah yang tegas dan pengembangan empati sangat penting. Setiap individu memiliki peran krusial dalam melawan perundungan dengan berani berbicara, melaporkan, dan mendukung korban untuk menciptakan lingkungan yang aman dan positif.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bullying | Perundungan; tindakan agresif yang disengaja dan berulang untuk menyakiti atau mendominasi. |
| Empati | Kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. |
| Cyberbullying | Perundungan yang dilakukan melalui media elektronik atau digital. |
| Pelaku | Orang yang melakukan tindakan perundungan. |
| Korban | Orang yang menjadi sasaran tindakan perundungan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "mengatasi bulying ( perundungan)" mata pelajaran Bimbingan konseling Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan mengatasi bulying ( perundungan) yang Anda cari? Materi Bimbingan konseling Kelas VIII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri Bimbingan konseling Terkait
Kelola EmosiBimbingan konseling Kelas VIII SMPPencegahan Perundungan dan Mencari BatuanBimbingan Konseling Kelas VII SMPBulyngBimbingan konseling Kelas VII SMPMengenal Profesi dan Perencanaan KarirBimbingan Konseling Kelas VII SMPPilihan Karir setelah Lulus SMPBimbingan konseling Kelas IX SMPPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bimbingan konseling kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi mengatasi bulying ( perundungan) pada Bimbingan konseling SMP, Fase D.
Modul mengatasi bulying ( perundungan) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul mengatasi bulying ( perundungan) untuk Bimbingan konseling kelas VIII.
Apakah modul ajar Bimbingan konseling materi mengatasi bulying ( perundungan) ini gratis?
Ya. Modul mengatasi bulying ( perundungan) untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar mengatasi bulying ( perundungan) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bimbingan konseling kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bimbingan konseling kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul mengatasi bulying ( perundungan) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan mengatasi bulying ( perundungan) dapat Anda sesuaikan dengan murid Bimbingan konseling kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bimbingan konseling kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul mengatasi bulying ( perundungan) ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase D untuk kelas VIII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi mengatasi bulying ( perundungan) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas mengatasi bulying ( perundungan) untuk Bimbingan konseling kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul mengatasi bulying ( perundungan) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bimbingan konseling kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar mengatasi bulying ( perundungan) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bimbingan konseling kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bimbingan konseling ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi mengatasi bulying ( perundungan) yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.