Modul ajar Muhadhoroh SMP kelas VII materi Pengertian muhadhoroh lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang berbicara di depan umum dan pentingnya menyampaikan pesan yang jelas.
Pemahaman bermakna: Memahami pengertian muhadhoroh secara mendalam akan membantu peserta didik membangun kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi yang efektif, baik dalam konteks formal maupun informal, sebagai bekal kehidupan bermasyarakat.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita perlu belajar cara berbicara di depan banyak orang?
Tujuan: Menjelaskan pengertian muhadhoroh dengan bahasa sendiri setelah membaca teks dan berdiskusi.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan salam dan memimpin doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman mereka berbicara di depan kelas atau di depan teman-teman. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami apa itu muhadhoroh dan mengapa penting, serta menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan.
Memahami: Peserta didik membaca teks singkat tentang definisi muhadhoroh dan contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara berkelompok mendiskusikan apa yang mereka pahami dari teks tersebut, mengaitkan dengan pengalaman mereka. Guru memfasilitasi diskusi dan menjawab pertanyaan awal.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau mind map tentang 'Apa itu Muhadhoroh?' menggunakan kata-kata kunci dan contoh yang mereka temukan, lalu mempresentasikan hasilnya secara singkat di depan kelas.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan peta konsep mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan tentang pengertian muhadhoroh yang tepat dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin muncul.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian muhadhoroh. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua peserta didik dan memberikan tugas untuk mencari contoh kegiatan muhadhoroh di lingkungan sekitar. Guru menutup dengan doa dan salam penutup yang penuh semangat.
Tujuan: Mengidentifikasi tujuan dan fungsi muhadhoroh dalam berbagai konteks setelah menyimak contoh tayangan.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali pengertian muhadhoroh dari pertemuan sebelumnya dan menanyakan contoh yang ditemukan peserta didik. Guru menyampaikan bahwa hari ini akan mengidentifikasi tujuan dan fungsi muhadhoroh melalui tayangan video. Peserta didik diingatkan untuk fokus pada tujuan pembelajaran.
Memahami: Peserta didik menyimak beberapa tayangan video singkat (misalnya, pidato kepala sekolah saat upacara, ceramah agama, presentasi kelompok di kelas) dan mencatat poin-poin penting. Dalam kelompok, mereka menganalisis tujuan dan fungsi masing-masing tayangan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok diberikan sebuah 'kasus' (skenario) di mana seseorang harus menyampaikan muhadhoroh (misal: sambutan perpisahan, penyampaian hasil rapat OSIS, kultum Ramadhan). Mereka diminta mengidentifikasi tujuan dan fungsi muhadhoroh dalam skenario tersebut, serta audiens yang dituju.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus mereka. Kelompok lain dan guru memberikan masukan. Guru memandu diskusi untuk menyimpulkan tujuan umum dan fungsi spesifik muhadhoroh dalam berbagai konteks.
Penutup: Peserta didik dan guru merangkum tujuan dan fungsi muhadhoroh. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik. Guru memberikan pengantar singkat materi pertemuan selanjutnya tentang perbedaan muhadhoroh dengan jenis pidato lain. Guru menutup dengan doa dan salam.
Tujuan: Menganalisis perbedaan muhadhoroh dengan pidato atau ceramah lainnya melalui studi kasus.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali tujuan dan fungsi muhadhoroh. Guru menyampaikan bahwa hari ini akan menggali lebih dalam perbedaan muhadhoroh dengan jenis berbicara di depan umum lainnya, agar peserta didik dapat membedakannya dengan tepat. Peserta didik diingatkan untuk aktif bertanya dan mencari tahu.
Memahami: Peserta didik diberikan beberapa teks singkat atau cuplikan video yang menampilkan contoh pidato kenegaraan, ceramah keagamaan, dan muhadhoroh. Mereka secara individu mengidentifikasi ciri-ciri khas dari masing-masing jenis berbicara di depan umum tersebut.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik membandingkan ciri-ciri yang telah mereka temukan. Mereka membuat tabel perbandingan atau diagram Venn untuk menunjukkan persamaan dan perbedaan antara muhadhoroh, pidato, dan ceramah, fokus pada struktur, gaya bahasa, dan tujuan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil perbandingan mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyepakati poin-poin perbedaan kunci. Guru memberikan penekanan pada esensi muhadhoroh yang seringkali lebih terstruktur dan berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan atau moral.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan perbedaan utama antara muhadhoroh, pidato, dan ceramah. Guru memberikan apresiasi atas kemampuan analisis peserta didik. Guru memberikan motivasi untuk mempersiapkan diri pada pertemuan selanjutnya yaitu praktik. Guru menutup dengan doa dan salam.
Tujuan: Mempraktikkan penyampaian definisi muhadhoroh secara singkat di depan kelas dengan percaya diri.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan menyampaikan bahwa hari ini adalah puncak pembelajaran, yaitu praktik menyampaikan definisi muhadhoroh. Guru menekankan pentingnya percaya diri dan keberanian dalam berbicara di depan umum, serta menjelaskan rubrik penilaian praktik. Peserta didik diingatkan untuk fokus pada tujuan praktik.
Memahami: Peserta didik secara individu menyiapkan naskah singkat (sekitar 1-2 menit) yang berisi definisi muhadhoroh dengan bahasa sendiri, tujuannya, dan mengapa penting untuk dipelajari. Mereka dapat menggunakan catatan atau peta konsep yang telah dibuat sebelumnya.
Mengaplikasi: Peserta didik secara bergiliran maju ke depan kelas untuk mempraktikkan penyampaian muhadhoroh singkat mereka. Teman-teman dan guru memberikan perhatian dan dukungan positif. Guru mencatat poin-poin kekuatan dan area pengembangan.
Merefleksi: Setelah semua peserta didik praktik, guru memimpin sesi refleksi. Peserta didik diajak untuk berbagi perasaan mereka saat praktik, apa yang berjalan baik, dan apa yang perlu ditingkatkan. Guru memberikan umpan balik konstruktif secara umum dan individu, mengacu pada rubrik yang telah disampaikan.
Penutup: Peserta didik dan guru bersama-sama merefleksikan seluruh rangkaian pembelajaran tentang pengertian muhadhoroh. Guru memberikan apresiasi yang tinggi atas keberanian dan usaha semua peserta didik. Guru mendorong mereka untuk terus berlatih berbicara di depan umum. Guru menutup dengan doa dan salam penutup yang penuh motivasi dan kegembiraan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi peta konsep, serta kemampuan mereka menganalisis kasus.
Akhir (sumatif): Penilaian praktik penyampaian definisi muhadhoroh secara singkat di depan kelas, meliputi kelancaran, kejelasan, dan kepercayaan diri.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian muhadhoroh dengan bahasa sendiri | Pengertian dan ruang lingkup muhadhoroh | 2 JP | Komunikasi, Penalaran Kritis |
| Mengidentifikasi tujuan dan fungsi muhadhoroh | Tujuan dan fungsi muhadhoroh dalam berbagai konteks | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| Menganalisis perbedaan muhadhoroh dengan pidato/ceramah | Perbandingan muhadhoroh, pidato, dan ceramah | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Mempraktikkan penyampaian definisi muhadhoroh | Praktik berbicara di depan umum | 2 JP | Komunikasi, Kolaborasi |
Muhadhoroh adalah salah satu bentuk komunikasi lisan yang penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di lingkungan sekolah dan keagamaan. Memahami apa itu muhadhoroh bukan hanya tentang menghafal definisi, melainkan juga tentang bagaimana kita dapat menyampaikan pesan dengan jelas, efektif, dan penuh percaya diri di hadapan khalayak.
Muhadhoroh berasal dari kata 'hadhoro' yang berarti hadir atau datang. Secara istilah, muhadhoroh adalah kegiatan berbicara di depan umum yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang untuk menyampaikan informasi, pesan, nasihat, atau gagasan kepada hadirin. Ini adalah bentuk komunikasi satu arah dari pembicara ke audiens. Muhadhoroh sering diidentikkan dengan pidato atau ceramah, namun memiliki karakteristik uniknya sendiri yang akan kita bahas lebih lanjut.
Tujuan utama muhadhoroh adalah untuk memberikan pemahaman, mempengaruhi, atau menghibur hadirin. Dalam konteks pendidikan atau keagamaan, muhadhoroh sering bertujuan untuk menyampaikan ilmu, memberikan motivasi, atau mengajak pada kebaikan. Misalnya, seorang ustadz menyampaikan muhadhoroh di masjid untuk memberikan nasihat agama, atau seorang siswa menyampaikan informasi di depan kelas untuk menjelaskan suatu materi pelajaran.
Muhadhoroh memiliki beberapa fungsi penting. Pertama, fungsi edukatif, yaitu sebagai sarana penyampaian ilmu pengetahuan dan informasi. Kedua, fungsi persuasif, untuk mengajak atau mempengaruhi audiens agar melakukan suatu tindakan atau meyakini suatu gagasan. Ketiga, fungsi rekreatif, untuk menghibur audiens. Keempat, fungsi kontrol sosial, untuk menyampaikan kritik atau ajakan perbaikan dalam masyarakat.
Beberapa ciri khas muhadhoroh antara lain: disampaikan secara lisan, melibatkan satu orang pembicara atau lebih, memiliki tujuan yang jelas, disampaikan kepada audiens yang lebih dari satu orang, dan seringkali memiliki struktur penyampaian yang teratur (pembukaan, isi, penutup). Gaya bahasa yang digunakan biasanya formal namun tetap komunikatif.
Meskipun serupa, muhadhoroh memiliki perbedaan dengan pidato dan ceramah. Pidato umumnya lebih bersifat politis atau kenegaraan, dengan tujuan mempengaruhi massa untuk kepentingan tertentu. Ceramah lebih berfokus pada penyampaian ajaran agama dengan dalil-dalil. Muhadhoroh seringkali berada di antara keduanya, bisa berbobot ilmiah, motivasi, atau keagamaan, namun dengan penekanan pada penyampaian yang terstruktur dan sering dilakukan dalam konteks forum diskusi atau forum ilmiah, meskipun juga bisa dalam konteks keagamaan yang lebih umum.
Belajar muhadhoroh sangat penting karena melatih kemampuan berbicara di depan umum, meningkatkan kepercayaan diri, mengasah kemampuan berpikir kritis dalam menyusun pesan, dan mengembangkan keterampilan komunikasi. Kemampuan ini akan sangat berguna di sekolah, di masyarakat, dan di masa depan, baik untuk menyampaikan ide, memimpin rapat, atau berdakwah.
Dalam menyampaikan muhadhoroh, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, materi yang jelas dan terstruktur. Kedua, teknik vokal yang baik (intonasi, volume, artikulasi). Ketiga, bahasa tubuh yang mendukung (gestur, kontak mata). Keempat, penguasaan audiens dan kemampuan berinteraksi. Kelima, manajemen waktu yang efektif.
Rangkuman: Muhadhoroh adalah kegiatan berbicara di depan umum untuk menyampaikan informasi, pesan, atau gagasan dengan tujuan edukatif, persuasif, atau rekreatif. Meskipun mirip dengan pidato dan ceramah, muhadhoroh memiliki ciri khas tersendiri dalam konteks dan tujuannya. Menguasai muhadhoroh sangat penting untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan penalaran kritis, yang akan bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan membandingkan ciri-ciri muhadhoroh dengan jenis berbicara di depan umum lainnya.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, teks/video contoh muhadhoroh, pidato, ceramah
| Muhadhoroh | Kegiatan berbicara di depan umum untuk menyampaikan pesan atau gagasan. |
| Audiens | Para pendengar atau hadirin dalam suatu kegiatan berbicara. |
| Pidato | Bentuk komunikasi lisan untuk menyampaikan gagasan kepada khalayak, sering bersifat politis atau kenegaraan. |
| Ceramah | Bentuk komunikasi lisan yang berfokus pada penyampaian ajaran agama. |
| Artikulasi | Kejelasan dalam pengucapan kata-kata. |
| Intonasi | Nada suara yang naik turun saat berbicara. |
| Gestur | Gerakan tubuh yang digunakan untuk mendukung komunikasi. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Muhadhoroh kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.