Modul ajar PJOK SMP kelas IX materi Atletik lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai jenis olahraga dan pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai teknik dasar atletik tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membangun karakter seperti disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim yang esensial dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana gerakan lari, lompat, dan lempar yang biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi sebuah cabang olahraga yang membutuhkan teknik khusus dan strategi yang matang?
Tujuan: Mengidentifikasi dan menjelaskan teknik dasar lari jarak pendek (start, akselerasi, lari, finish) dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan pertanyaan tentang pengalaman lari mereka, dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari agar peserta didik sadar akan tujuan dan proses belajarnya.
Memahami: Peserta didik mengamati video atau demonstrasi langsung tentang teknik lari jarak pendek, kemudian mendiskusikan elemen-elemen kunci dari setiap tahapan (start, akselerasi, lari, finish) dan mengaitkannya dengan prinsip fisika sederhana.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mencoba mempraktikkan setiap tahapan teknik lari jarak pendek secara bergantian, memberikan umpan balik satu sama lain, dan mengisi lembar observasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan gerakan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil observasi dan praktik mereka, kemudian guru memberikan penguatan konsep dan koreksi teknik yang umum, serta mengajak peserta didik merenungkan pentingnya teknik yang benar untuk menghindari cedera.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi lari jarak pendek, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tantangan untuk berlatih mandiri, dan menutup dengan doa dalam suasana yang menggembirakan.
Tujuan: Menganalisis dan mempraktikkan teknik dasar lompat jauh (awalan, tolakan, melayang di udara, pendaratan) dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta skenario masalah terkait lompat jauh agar peserta didik sadar akan tujuan dan proses belajarnya.
Memahami: Peserta didik disajikan kasus atau video tentang performa lompat jauh yang kurang maksimal, lalu secara berkelompok menganalisis penyebabnya dan mencari solusi teknis yang tepat untuk setiap tahapan lompat jauh (awalan, tolakan, melayang, pendaratan) melalui diskusi dan studi literatur.
Mengaplikasi: Setiap kelompok merancang dan mempraktikkan teknik lompat jauh dengan modifikasi atau variasi yang mereka diskusikan, mencoba mengaplikasikan solusi yang ditemukan, dan saling merekam atau mengamati untuk analisis lebih lanjut.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil analisis masalah dan solusi praktik mereka, kemudian guru dan kelompok lain memberikan masukan konstruktif, serta guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya koordinasi dan timing dalam lompat jauh.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan prinsip-prinsip lompat jauh, memberikan apresiasi atas upaya pemecahan masalah, memberikan tugas mandiri untuk mengamati atlet lompat jauh, dan menutup dengan doa dalam suasana yang menggembirakan.
Tujuan: Mendemonstrasikan dan menerapkan teknik dasar lempar lembing (pegangan, awalan, melempar, menjaga keseimbangan) dengan koordinasi yang baik.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali pentingnya keselamatan dalam olahraga, dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta proyek lempar lembing yang akan dikerjakan agar peserta didik sadar akan tujuan dan proses belajarnya.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan proyek 'Demonstrasi Teknik Lempar Lembing', mulai dari mempelajari teknik dasar pegangan, awalan, melempar, hingga menjaga keseimbangan melalui bahan ajar dan diskusi, serta merancang urutan presentasi dan demonstrasi.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mempraktikkan dan menyempurnakan teknik lempar lembing dengan bimbingan guru, kemudian mempersiapkan demonstrasi 'mini-kompetisi' atau presentasi teknik di depan kelas, menunjukkan koordinasi dan penerapan teknik yang telah dipelajari.
Merefleksi: Setelah demonstrasi, setiap kelompok menerima umpan balik dari guru dan teman, kemudian melakukan refleksi mengenai proses belajar dan kendala yang dihadapi, serta bagaimana mereka dapat terus meningkatkan keterampilan lempar lembing mereka.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum seluruh materi atletik, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras dalam proyek, mendorong untuk terus berolahraga, dan menutup dengan doa dalam suasana yang menggembirakan.
Proses (formatif): Observasi kinerja praktik peserta didik saat melakukan gerakan teknik dasar atletik dan penilaian diskusi kelompok.
Akhir (sumatif): Penilaian demonstrasi proyek teknik lempar lembing dan tes tertulis mengenai konsep dasar atletik.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi dan menjelaskan teknik dasar lari jarak pendek. | Teknik dasar lari jarak pendek (start, akselerasi, lari, finish). | 3 JP | Penalaran Kritis |
| Menganalisis dan mempraktikkan teknik dasar lompat jauh. | Teknik dasar lompat jauh (awalan, tolakan, melayang, pendaratan). | 3 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| Mendemonstrasikan dan menerapkan teknik dasar lempar lembing. | Teknik dasar lempar lembing (pegangan, awalan, melempar, keseimbangan). | 3 JP | Kesehatan, Kolaborasi |
Atletik dikenal sebagai 'ibu dari segala cabang olahraga' karena meliputi gerakan dasar manusia seperti lari, jalan, lompat, dan lempar. Menguasai teknik-teknik dasar atletik tidak hanya penting untuk berprestasi dalam olahraga, tetapi juga untuk meningkatkan kebugaran fisik dan mengembangkan keterampilan motorik yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Modul ini akan membimbing Anda memahami dan mempraktikkan dasar-dasar atletik.
Atletik adalah kumpulan cabang olahraga yang terdiri dari lari, jalan, lompat, dan lempar. Kata 'atletik' berasal dari bahasa Yunani 'athlon' yang berarti 'kontes' atau 'pertandingan'. Sejarah atletik sudah ada sejak zaman kuno, bahkan menjadi bagian dari Olimpiade pertama di Yunani pada tahun 776 SM. Di Indonesia, atletik juga memiliki sejarah panjang dengan berbagai kejuaraan yang diselenggarakan secara berkala, menunjukkan popularitas dan pentingnya cabang olahraga ini.
Lari jarak pendek, atau sprint, adalah lari dengan kecepatan maksimal sepanjang lintasan. Teknik dasarnya meliputi start jongkok, akselerasi (percepatan setelah start), fase lari (langkah panjang dan cepat), dan finish (mempercepat lari dan menjatuhkan dada ke depan). Penting untuk menjaga posisi tubuh condong ke depan, ayunan lengan yang kuat, dan pandangan fokus ke depan agar mencapai kecepatan optimal.
Start jongkok adalah teknik awal yang digunakan dalam lari jarak pendek. Ada tiga aba-aba utama: 'Bersedia', 'Siap', dan 'Ya'. Pada aba-aba 'Bersedia', posisi lutut kaki belakang menempel tanah, kedua tangan diletakkan di belakang garis start. Pada 'Siap', panggul diangkat lebih tinggi dari bahu, dan pada 'Ya', kaki menolak kuat dari balok start, diikuti ayunan lengan dan langkah pertama yang eksplosif. Latihan berulang sangat penting untuk menguasai teknik ini.
Lompat jauh adalah salah satu nomor lompat dalam atletik yang bertujuan mencapai jarak lompatan sejauh mungkin. Teknik dasar lompat jauh terdiri dari awalan (lari cepat), tolakan (mengubah kecepatan horizontal menjadi vertikal dengan satu kaki), melayang di udara (menjaga keseimbangan tubuh), dan pendaratan (kedua kaki mendarat bersamaan dengan tumit terlebih dahulu). Gaya jongkok atau menggantung sering digunakan saat melayang di udara.
Lempar lembing adalah cabang atletik yang menuntut kekuatan dan teknik untuk melempar lembing sejauh mungkin. Teknik dasar meliputi pegangan lembing (Finlandia, Amerika, atau garpu), awalan (lari dengan membawa lembing), melempar (gerakan memutar tubuh dan melemparkan lembing dengan kuat), serta menjaga keseimbangan setelah melempar. Perhatikan sudut lemparan ideal sekitar 30-40 derajat untuk mencapai jarak maksimal.
Berpartisipasi dalam atletik membawa banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Secara fisik, atletik meningkatkan kekuatan otot, daya tahan kardiovaskular, kelincahan, dan fleksibilitas. Ini juga membantu menjaga berat badan ideal dan mencegah berbagai penyakit. Secara mental, atletik melatih disiplin, ketekunan, sportivitas, dan kemampuan bekerja sama dalam tim, serta mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.
Rangkuman: Atletik merupakan 'ibu dari segala cabang olahraga' yang mencakup lari, lompat, dan lempar. Menguasai teknik dasar lari jarak pendek, lompat jauh, dan lempar lembing sangat penting untuk meningkatkan kebugaran, keterampilan motorik, serta membentuk karakter disiplin dan sportivitas. Latihan yang konsisten dan pemahaman teknik yang benar akan membantu mencapai performa optimal dan menjaga kesehatan tubuh.
Tujuan: Menganalisis dan mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek, lompat jauh, dan lempar lembing secara mandiri dan berkelompok.
Alat & bahan: Stopwatch, meteran, pita ukur, lembing modifikasi (misal: pipa PVC), kapur/cone, kamera ponsel
| Akselerasi | Proses peningkatan kecepatan setelah start. |
| Sprint | Lari jarak pendek dengan kecepatan maksimal. |
| Tolakan | Gerakan kaki untuk mengangkat tubuh ke udara saat melompat. |
| Lembing | Alat yang digunakan dalam cabang olahraga lempar lembing, berbentuk tombak. |
| Sportivitas | Sikap ksatria dalam olahraga, menerima kekalahan dan menghargai kemenangan lawan. |
| Kardiovaskular | Sistem peredaran darah, meliputi jantung dan pembuluh darah. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.