tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPPJOK › Atletik Kombinasi
SMP · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar PJOK Kelas IX
Atletik Kombinasi

Modul ajar PJOK SMP kelas IX materi Atletik Kombinasi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar PJOK kelas IX materi Atletik Kombinasi
Ringkasan: Atletik kombinasi adalah perpaduan gerak dasar atletik yang melatih kebugaran dan keterampilan motorik. Penguasaan teknik jalan cepat, lari jarak pendek, lompat jauh, dan lempar lembing adalah fundamental. Dengan memahami prinsip biomekanika, kita dapat mendesain rangkaian atletik kombinasi yang efektif dan aman. Latihan berulang, evaluasi diri, dan kerja sama tim akan meningkatkan performa dan menumbuhkan sportivitas dalam berolahraga.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Kesehatan, Kolaborasi, KemandirianWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPJOK · Atletik Kombinasi · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik menunjukkan kemampuan menerapkan prinsip dan prosedur gerak dasar atletik kombinasi (jalan cepat, lari, lompat, lempar) secara mandiri dan berkolaborasi, serta menganalisis dan mengevaluasi kualitas gerakannya dalam berbagai situasi.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar dan pengalaman melakukan gerak dasar jalan, lari, lompat, dan lempar secara terpisah di jenjang sebelumnya.

Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai atletik kombinasi bukan hanya tentang keterampilan fisik, tetapi juga tentang pengembangan disiplin diri, kerja sama tim, dan strategi untuk mencapai hasil terbaik dalam aktivitas fisik sehari-hari maupun kompetisi.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa menggabungkan kekuatan lari, kelenturan lompat, dan akurasi lempar menjadi satu rangkaian gerakan yang harmonis dan efektif?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (4 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi konsep dan teknik dasar jalan cepat, lari jarak pendek, lompat jauh, dan lempar lembing secara mandiri.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik dalam melakukan gerak dasar atletik, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang identifikasi teknik dasar atletik kombinasi, dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang bagaimana gerakan dasar ini bisa saling terkait.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati video atau gambar teknik dasar jalan cepat, lari jarak pendek, lompat jauh, dan lempar lembing, kemudian mendiskusikan karakteristik dan prinsip gerak masing-masing.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka tentang teknik dasar dan prinsip gerak masing-masing nomor atletik, kemudian mencoba menirukan gerakan dasar secara perlahan di tempat.

Merefleksi: Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan pemahaman yang keliru, mengajak peserta didik merefleksikan pentingnya memahami teknik dasar sebelum praktik, dan mengidentifikasi tantangan awal yang mereka rasakan.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting dari identifikasi teknik dasar, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa.

Pertemuan 2 — Direct Instruction + Praktik

Tujuan: Mempraktikkan teknik dasar jalan cepat dan lari jarak pendek sesuai prosedur yang benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali materi identifikasi teknik dasar, menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu praktik jalan cepat dan lari jarak pendek, serta melakukan pemanasan dinamis yang relevan.

Memahami: Guru mendemonstrasikan teknik jalan cepat dan lari jarak pendek secara rinci, menjelaskan setiap fase gerakan, dan menyoroti kesalahan umum yang sering terjadi. Peserta didik mengamati dan bertanya.

Mengaplikasi: Peserta didik mempraktikkan teknik jalan cepat dan lari jarak pendek secara berpasangan atau berkelompok kecil, saling mengamati dan memberikan umpan balik sederhana di bawah bimbingan guru. Guru berkeliling memberikan koreksi individu.

Merefleksi: Beberapa peserta didik mendemonstrasikan teknik di depan kelas, kemudian teman lain memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang aspek kunci dari kedua teknik tersebut dan mencatat kemajuan peserta didik.

Penutup: Peserta didik melakukan pendinginan, bersama guru merefleksikan tantangan dan keberhasilan dalam praktik, guru memberikan apresiasi atas semangat belajar, dan menyampaikan persiapan untuk praktik lompat dan lempar di pertemuan selanjutnya.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning + Praktik

Tujuan: Mempraktikkan teknik dasar lompat jauh dan lempar lembing dengan koordinasi yang baik.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi praktik sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu praktik lompat jauh dan lempar lembing, serta memimpin pemanasan spesifik untuk otot-otot yang terlibat.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mencari informasi (dari buku, internet, atau demonstrasi guru) tentang fase-fase teknik lompat jauh (awalan, tolakan, melayang, mendarat) dan lempar lembing (pegangan, awalan, lemparan, ikutan), lalu mendiskusikan prinsip koordinasinya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempraktikkan teknik lompat jauh dan lempar lembing secara bergantian, fokus pada koordinasi gerakan. Guru memfasilitasi dengan memberikan arahan dan tips untuk meningkatkan efisiensi gerakan.

Merefleksi: Peserta didik menganalisis video singkat praktik mereka sendiri atau teman, mengidentifikasi kekuatan dan area perbaikan. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana koordinasi mempengaruhi hasil lompatan dan lemparan.

Penutup: Peserta didik melakukan pendinginan, guru mengapresiasi usaha dan peningkatan koordinasi, merangkum pentingnya koordinasi dalam atletik, dan memberikan tantangan untuk mulai memikirkan desain kombinasi atletik untuk pertemuan berikutnya.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning (PjBL) + Praktik

Tujuan: Mendesain dan mempraktikkan rangkaian atletik kombinasi sederhana secara berkolaborasi serta mengevaluasi hasil praktik atletik kombinasi dan memberikan umpan balik konstruktif kepada teman.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat seluruh teknik dasar atletik yang telah dipelajari, menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mendesain dan mempraktikkan atletik kombinasi, serta memimpin pemanasan umum dan peregangan.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merancang rangkaian atletik kombinasi sederhana (misal: lari-lompat-lempar atau jalan-lari-lompat) dengan mempertimbangkan transisi antar gerakan dan keselamatan. Mereka membuat sketsa atau deskripsi singkat rangkaiannya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempraktikkan rangkaian atletik kombinasi yang telah mereka desain. Kelompok lain mengamati dan mencatat poin-poin penting untuk umpan balik. Guru memantau, memberikan bimbingan, dan memastikan keselamatan.

Merefleksi: Setelah praktik, setiap kelompok mempresentasikan rangkaian mereka dan menerima umpan balik dari kelompok lain serta guru. Mereka mendiskusikan tantangan dalam menggabungkan gerakan dan bagaimana meningkatkan performa di masa depan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan kerja keras peserta didik, mengajak mereka merayakan keberhasilan dalam menyelesaikan proyek, menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya perencanaan dan evaluasi dalam atletik kombinasi, dan menutup dengan doa dalam suasana gembira.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi guru terhadap partisipasi aktif, kolaborasi, dan kemajuan teknik peserta didik selama praktik di setiap pertemuan menggunakan rubrik.

Akhir (sumatif): Penilaian performa praktik rangkaian atletik kombinasi yang didesain kelompok dan presentasi hasil evaluasi diri.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi konsep dan teknik dasar jalan cepat, lari jarak pendek, lompat jauh, dan lempar lembingKonsep dan teknik dasar atletik2 JPKemandirian, Penalaran Kritis
Mempraktikkan teknik dasar jalan cepat dan lari jarak pendekPraktik jalan cepat dan lari jarak pendek2 JPKesehatan, Kemandirian
Mempraktikkan teknik dasar lompat jauh dan lempar lembingPraktik lompat jauh dan lempar lembing2 JPKesehatan, Kolaborasi
Mendesain dan mempraktikkan rangkaian atletik kombinasi sederhanaDesain dan praktik atletik kombinasi2 JPKesehatan, Kolaborasi, Kreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Atletik adalah 'ibu' dari semua cabang olahraga, dan atletik kombinasi adalah salah satu bentuknya yang paling menantang sekaligus menyenangkan. Materi ini akan mengajakmu memahami dan mempraktikkan bagaimana berbagai gerakan dasar seperti jalan, lari, lompat, dan lempar dapat digabungkan menjadi satu rangkaian yang harmonis. Dengan menguasai atletik kombinasi, kamu tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mengembangkan koordinasi, strategi, dan kerja sama tim.

Pengertian dan Manfaat Atletik Kombinasi

Atletik kombinasi merujuk pada rangkaian aktivitas fisik yang menggabungkan beberapa nomor atletik dasar dalam satu kesatuan, seperti lari, lompat, dan lempar. Contoh paling umum adalah decathlon atau heptathlon dalam kompetisi. Namun, dalam konteks pembelajaran, atletik kombinasi dapat berupa rangkaian gerak sederhana yang dirancang untuk melatih koordinasi dan keterampilan. Manfaatnya sangat banyak, mulai dari peningkatan kebugaran jasmani, pengembangan keterampilan motorik, melatih daya tahan, kecepatan, kekuatan, kelincahan, hingga memupuk sportivitas dan kerja sama tim. Ini juga membantu peserta didik memahami bagaimana setiap gerakan saling mendukung untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Teknik Dasar Jalan Cepat

Jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa terputus kontak dengan tanah, di mana salah satu kaki selalu menyentuh tanah. Teknik dasar jalan cepat meliputi: 1) Posisi tubuh tegak, rileks, pandangan ke depan. 2) Ayunan lengan 90 derajat, siku ditekuk, tangan mengepal rileks. 3) Kaki melangkah dari tumit, bergulir ke telapak kaki, dan menolak dengan ujung jari kaki. 4) Perhatikan gerakan pinggul yang berputar secara alami untuk membantu jangkauan langkah. Penting untuk menjaga kontak kaki dengan tanah agar tidak dianggap lari. Latihan teratur akan meningkatkan efisiensi gerak dan kecepatan.

Teknik Dasar Lari Jarak Pendek

Lari jarak pendek (sprint) adalah lari dengan kecepatan maksimal sepanjang lintasan. Teknik dasarnya melibatkan: 1) Start jongkok (untuk percepatan awal). 2) Fase akselerasi (percepatan) setelah start, tubuh sedikit condong ke depan. 3) Fase lari (running) dengan langkah kaki panjang dan frekuensi tinggi, ayunan lengan kuat dan terkoordinasi. 4) Fase finish, menjatuhkan dada atau bahu ke depan saat mencapai garis akhir. Kunci utama adalah menjaga kecepatan maksimal dari awal hingga akhir dengan teknik yang efisien. Latihan interval dan kekuatan otot kaki sangat membantu dalam meningkatkan performa sprint.

Teknik Dasar Lompat Jauh

Lompat jauh adalah upaya melompat sejauh mungkin dari titik tolakan. Tekniknya terdiri dari empat fase: 1) Awalan: Lari dengan kecepatan terkontrol menuju papan tolakan. 2) Tolakan: Salah satu kaki menolak sekuat mungkin pada papan tolakan, tubuh diangkat ke atas dan ke depan. 3) Melayang di udara: Gerakan kaki dan tangan diatur untuk menjaga keseimbangan dan menambah jarak (gaya jongkok, menggantung, atau berjalan di udara). 4) Pendaratan: Kedua kaki mendarat bersamaan dengan tumit terlebih dahulu, diikuti dengan melipat lutut dan mendorong pinggul ke depan untuk menghindari jatuh ke belakang. Koordinasi awalan dan tolakan sangat krusial.

Teknik Dasar Lempar Lembing

Lempar lembing adalah melempar lembing sejauh mungkin dengan teknik yang benar. Teknik dasarnya meliputi: 1) Cara memegang lembing (Amerika, Finlandia, atau garpu). 2) Awalan: Berlari sambil membawa lembing di atas bahu, posisi lembing sejajar tanah. 3) Langkah silang (cross step): Perpindahan berat badan dari kaki belakang ke kaki depan sambil menarik lembing ke belakang. 4) Melempar: Mendorong lembing ke depan atas dengan kekuatan penuh dari bahu, lengan, dan rotasi tubuh. 5) Ikutan (follow through): Gerakan lanjut setelah lembing lepas dari tangan untuk menjaga keseimbangan. Kekuatan lengan, bahu, dan koordinasi seluruh tubuh sangat menentukan hasil lemparan.

Prinsip Biomekanika Sederhana dalam Atletik

Biomekanika adalah ilmu yang mempelajari gerak tubuh manusia. Dalam atletik, prinsip-prinsip biomekanika sederhana sangat penting untuk efisiensi dan pencegahan cedera. Misalnya, dalam lari, gaya dorong ke depan (forward propulsion) dihasilkan dari tolakan kaki ke belakang. Dalam lompat, sudut tolakan yang optimal (sekitar 45 derajat) akan menghasilkan jarak terjauh. Pada lempar lembing, kecepatan pelepasan dan sudut lepas yang tepat sangat mempengaruhi jarak. Memahami bagaimana gaya, momentum, dan pusat gravitasi bekerja pada tubuh membantu atlet mengoptimalkan teknik mereka dan mencapai performa terbaik dengan usaha minimal.

Desain Rangkaian Atletik Kombinasi

Mendesain rangkaian atletik kombinasi melibatkan kreativitas dan pemahaman teknik. Langkah-langkahnya: 1) Tentukan nomor atletik yang akan digabungkan (misal: lari 50m - lompat jauh - lempar bola). 2) Pertimbangkan transisi antar gerakan agar mulus dan aman. 3) Sesuaikan dengan fasilitas dan alat yang tersedia. 4) Buat sketsa atau deskripsi detail setiap tahapan. 5) Uji coba dan evaluasi rangkaian untuk menemukan area perbaikan. Contoh: Start lari cepat, dilanjutkan dengan lompat jauh, lalu setelah mendarat langsung mengambil lembing mini dan melemparnya. Fokus pada kelancaran transisi dan keselamatan.

Rangkuman: Atletik kombinasi adalah perpaduan gerak dasar atletik yang melatih kebugaran dan keterampilan motorik. Penguasaan teknik jalan cepat, lari jarak pendek, lompat jauh, dan lempar lembing adalah fundamental. Dengan memahami prinsip biomekanika, kita dapat mendesain rangkaian atletik kombinasi yang efektif dan aman. Latihan berulang, evaluasi diri, dan kerja sama tim akan meningkatkan performa dan menumbuhkan sportivitas dalam berolahraga.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis dan mengevaluasi teknik dasar atletik kombinasi serta merencanakan rangkaian gerak.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, stopwatch, meteran, alat tulis, video/gambar teknik atletik

  1. Amati video atau demonstrasi teknik dasar atletik (jalan cepat, lari, lompat, lempar).
  2. Identifikasi fase-fase penting dari setiap gerakan dan catat poin-poin kunci.
  3. Diskusikan dalam kelompok mengenai prinsip-prinsip biomekanika sederhana yang terlibat.
  4. Rancang sebuah rangkaian atletik kombinasi sederhana (minimal 3 nomor) yang bisa dipraktikkan.
  5. Tuliskan deskripsi langkah-langkah rangkaian tersebut dan alat yang dibutuhkan.

8 Glosarium

Atletik KombinasiRangkaian gerak yang menggabungkan beberapa nomor atletik dasar (lari, lompat, lempar) dalam satu aktivitas.
BiomekanikaIlmu yang mempelajari gerak tubuh manusia dari sudut pandang mekanika.
Jalan CepatGerak maju dengan melangkah tanpa terputus kontak dengan tanah.
Lari Jarak Pendek (Sprint)Lari dengan kecepatan maksimal dalam jarak pendek.
Lompat JauhMelompat sejauh mungkin dari titik tolakan.
Lempar LembingMelempar lembing sejauh mungkin dengan teknik yang benar.

9 Materi PJOK Terkait

AtletikPJOK Kelas IX SMP
Pelajari Atletik →
Kombinasi Permainan Bola BesarPJOK Kelas IX SMP
Pelajari Kombinasi Permainan Bola Besar →
Kombinasi Permainan Bola KecilPJOK Kelas IX SMP
Pelajari Kombinasi Permainan Bola Kecil →
Bela Diri Seni dan TandingPJOK Kelas IX SMP
Pelajari Bela Diri Seni dan Tanding →
Gerak Berirama KreasiPJOK Kelas IX SMP
Pelajari Gerak Berirama Kreasi →
Kesehatan Reproduksi RemajaPJOK Kelas IX SMP
Pelajari Kesehatan Reproduksi Remaja →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar PJOK Atletik Kombinasi ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.