tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPPJOK › Kebugaran Jasmani Terukur
SMP · Kelas VIII · Fase D

Modul Ajar PJOK Kelas VIII
Kebugaran Jasmani Terukur

Modul ajar PJOK SMP kelas VIII materi Kebugaran Jasmani Terukur lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar PJOK kelas VIII materi Kebugaran Jasmani Terukur
Ringkasan: Kebugaran jasmani terukur adalah kemampuan tubuh untuk beraktivitas tanpa kelelahan berlebihan, diukur melalui tes standar seperti lari 1.200 meter, push-up, sit-up, dan kelenturan. Pengukuran ini penting untuk mengetahui kondisi fisik, merencanakan latihan yang efektif, dan memantau kemajuan. Dengan data yang akurat, kita dapat merancang program latihan pribadi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: kesehatan, penalaran kritis, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPJOK · Kebugaran Jasmani Terukur · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik menganalisis dan mempraktikkan keterampilan gerak spesifik dalam berbagai aktivitas jasmani, serta mampu mengukur dan mengevaluasi tingkat kebugaran jasmani pribadi dan kelompok.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis aktivitas fisik dan pentingnya menjaga kesehatan.

Pemahaman bermakna: Memahami kebugaran jasmani terukur membantu peserta didik menyadari kondisi fisiknya, merencanakan latihan yang efektif, dan menjaga kesehatan jangka panjang.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita perlu mengetahui seberapa 'bugar' tubuh kita, dan bagaimana cara mengetahuinya secara objektif?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (4 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menganalisis konsep kebugaran jasmani dan komponen-komponennya (daya tahan, kekuatan, kelenturan, kecepatan) secara mandiri.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang pentingnya tubuh yang sehat, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi dengan pertanyaan 'Apa itu kebugaran jasmani menurut kalian?'.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai sumber (buku, internet) untuk menemukan definisi kebugaran jasmani dan komponen-komponennya (daya tahan, kekuatan, kelenturan, kecepatan), serta mengaitkannya dengan aktivitas sehari-hari.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat mind map atau infografis sederhana yang menjelaskan konsep kebugaran jasmani dan komponennya, kemudian berbagi temuan awal dengan kelompok lain.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, kemudian menyimpulkan bersama pentingnya pemahaman dasar kebugaran jasmani.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengajak peserta didik merefleksikan manfaat belajar hari ini, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya, diakhiri dengan doa.

Pertemuan 2 — Direct Instruction + Praktik Terbimbing

Tujuan: Mempraktikkan tes kebugaran jasmani terukur (lari 1.200 meter, push-up, sit-up, kelenturan) dengan teknik yang benar dan aman.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, presensi, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu praktik tes kebugaran, dan mengingatkan pentingnya keselamatan.

Memahami: Guru menjelaskan secara detail prosedur dan teknik yang benar untuk setiap tes kebugaran jasmani (lari 1.200 meter, push-up, sit-up, kelenturan) dengan demonstrasi, serta menjelaskan kriteria penilaian.

Mengaplikasi: Peserta didik dibagi menjadi beberapa pos, setiap pos mempraktikkan satu jenis tes kebugaran jasmani secara bergantian di bawah pengawasan guru dan teman sejawat, mencatat hasil masing-masing.

Merefleksi: Peserta didik secara berpasangan saling mengoreksi teknik dan memberikan umpan balik konstruktif, kemudian guru mengumpulkan hasil sementara dan memberikan penguatan tentang pentingnya teknik yang benar untuk hasil yang akurat.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas semangat praktik, mengajak peserta didik merefleksikan tantangan dan pembelajaran dari praktik hari ini, serta menginformasikan bahwa data ini akan dianalisis pada pertemuan selanjutnya, ditutup dengan doa.

Pertemuan 3 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Mengidentifikasi hasil pengukuran kebugaran jasmani pribadi dan membandingkannya dengan standar yang berlaku.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, presensi, mengulas hasil praktik pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis data, dan memantik dengan pertanyaan 'Apa arti angka-angka hasil tes kalian kemarin?'.

Memahami: Peserta didik menerima lembar standar kebugaran jasmani sesuai usia dan jenis kelamin. Secara individu, mereka menganalisis data hasil tes pribadi, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kebugaran jasmani mereka.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil analisis pribadi, membandingkan dengan standar, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin memengaruhi hasil tes mereka. Mereka juga mulai merumuskan ide-ide awal program latihan sederhana.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan temuan analisis dan ide program latihan awal. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik, dan mengarahkan peserta didik untuk menyempurnakan rencana program latihan mereka.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas analisis kritis, mendorong peserta didik untuk terus berpikir tentang peningkatan kebugaran, dan mengingatkan untuk mempersiapkan presentasi final pada pertemuan berikutnya, diakhiri dengan doa.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Merancang program latihan sederhana untuk meningkatkan komponen kebugaran jasmani berdasarkan hasil pengukuran. Mempresentasikan hasil analisis dan rencana program latihan kebugaran jasmani secara kolaboratif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, presensi, mengulas kembali pentingnya kebugaran dan tujuan akhir pembelajaran, serta memotivasi peserta didik untuk menampilkan karya terbaik dalam presentasi.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok finalisasi rancangan program latihan kebugaran jasmani mereka, termasuk tujuan, jenis latihan, frekuensi, intensitas, dan evaluasi sederhana, berdasarkan hasil analisis data pribadi.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan rancangan program latihan kebugaran jasmani mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan konstruktif.

Merefleksi: Guru dan peserta didik bersama-sama memberikan umpan balik menyeluruh terhadap presentasi, menilai kelengkapan dan relevansi program, serta menguatkan pentingnya komitmen terhadap gaya hidup sehat. Penilaian sumatif dilakukan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan partisipasi aktif, menyimpulkan pembelajaran tentang kebugaran jasmani terukur, mendorong penerapan program latihan secara mandiri, dan menutup dengan doa serta harapan agar peserta didik terus menjaga kesehatan.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif dalam praktik tes, diskusi kelompok, dan penyusunan rancangan program latihan.

Akhir (sumatif): Penilaian presentasi rancangan program latihan kebugaran jasmani dan tes tertulis akhir.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis konsep kebugaran jasmani dan komponen-komponennya.Konsep kebugaran jasmani dan komponennya.2 JPpenalaran kritis
Mempraktikkan tes kebugaran jasmani terukur dengan teknik yang benar.Praktik tes lari 1.200 meter, push-up, sit-up, kelenturan.2 JPkesehatan
Mengidentifikasi hasil pengukuran dan merancang program latihan sederhana.Analisis data hasil tes dan perancangan program latihan.2 JPpenalaran kritis, kolaborasi
Mempresentasikan hasil analisis dan rencana program latihan.Presentasi program latihan kebugaran.2 JPkomunikasi, kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Kebugaran jasmani adalah kunci untuk menjalani hidup yang aktif dan sehat. Dengan memahami dan mengukur tingkat kebugaran jasmani kita, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang gaya hidup dan latihan fisik. Modul ini akan membimbing Anda untuk mengenal, mengukur, dan merencanakan peningkatan kebugaran jasmani Anda secara terukur dan sistematis.

Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari tanpa merasakan kelelahan yang berarti dan masih memiliki cadangan energi untuk kegiatan darurat. Ini bukan hanya tentang kuat atau cepat, tetapi juga tentang kesehatan organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru. Seseorang yang bugar dapat menikmati hidup dengan lebih produktif dan berkualitas.

Komponen-Komponen Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani memiliki beberapa komponen utama yang saling terkait. Komponen-komponen ini meliputi daya tahan kardiorespiratori (kemampuan jantung dan paru-paru bekerja efisien), kekuatan otot (kemampuan otot menghasilkan tenaga), daya tahan otot (kemampuan otot bekerja berulang kali), kelenturan (rentang gerak sendi), dan komposisi tubuh (perbandingan massa lemak dan non-lemak). Setiap komponen penting untuk kesehatan menyeluruh.

Pentingnya Kebugaran Jasmani Terukur

Mengukur kebugaran jasmani secara terukur berarti menggunakan standar atau protokol yang objektif untuk menilai tingkat kebugaran. Ini penting agar kita dapat mengetahui kondisi fisik kita secara akurat, bukan hanya berdasarkan perasaan. Dengan data terukur, kita bisa membandingkan hasilnya dengan standar usia, jenis kelamin, dan target pribadi, sehingga perencanaan latihan menjadi lebih efektif dan terarah. Ini juga membantu memantau kemajuan dari waktu ke waktu.

Tes Lari 1.200 Meter (Daya Tahan)

Tes lari 1.200 meter adalah salah satu cara untuk mengukur daya tahan kardiorespiratori. Peserta diminta berlari sejauh 1.200 meter dalam waktu sesingkat mungkin. Sebelum memulai, pastikan pemanasan yang cukup dan setelahnya melakukan pendinginan. Hasil waktu yang dicatat kemudian dibandingkan dengan tabel standar untuk menentukan kategori daya tahan seseorang, misalnya 'baik', 'cukup', atau 'kurang'. Tes ini menguji kemampuan jantung dan paru-paru dalam menyuplai oksigen ke otot.

Tes Push-Up (Kekuatan Otot Lengan dan Bahu)

Tes push-up mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan serta bahu. Peserta melakukan push-up sebanyak mungkin dalam waktu satu menit dengan teknik yang benar (badan lurus, turun hingga dada mendekati lantai, naik kembali). Bagi putri, lutut boleh menyentuh lantai. Jumlah repetisi yang berhasil dicatat dan dibandingkan dengan standar. Tes ini penting untuk aktivitas yang membutuhkan dorongan atau menopang berat badan.

Tes Sit-Up (Kekuatan Otot Perut)

Tes sit-up digunakan untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut. Peserta berbaring telentang dengan lutut ditekuk, kaki dipegang teman, dan tangan di belakang kepala. Kemudian, mengangkat tubuh hingga siku menyentuh paha, lalu kembali ke posisi awal. Tes dilakukan sebanyak mungkin dalam satu menit. Otot perut yang kuat penting untuk menjaga postur tubuh dan mencegah cedera punggung.

Tes Kelenturan (Fleksibilitas)

Tes kelenturan, seperti 'sit and reach' (duduk dan raih), mengukur kemampuan sendi dan otot untuk bergerak pada rentang gerak penuh. Peserta duduk dengan kaki lurus, lalu membungkuk ke depan dan mencoba meraih ujung kaki sejauh mungkin. Jarak yang dicapai diukur. Kelenturan yang baik penting untuk mencegah cedera, meningkatkan kinerja fisik, dan mengurangi kekakuan otot.

Merancang Program Latihan Pribadi

Setelah mengetahui hasil pengukuran dan kategori kebugaran, langkah selanjutnya adalah merancang program latihan. Program ini harus disesuaikan dengan kebutuhan individu, fokus pada komponen kebugaran yang perlu ditingkatkan. Pertimbangkan prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) dalam menyusun program, misalnya berapa kali seminggu, seberapa berat latihannya, berapa lama, dan jenis latihannya. Mulai dengan perlahan dan tingkatkan secara bertahap.

Rangkuman: Kebugaran jasmani terukur adalah kemampuan tubuh untuk beraktivitas tanpa kelelahan berlebihan, diukur melalui tes standar seperti lari 1.200 meter, push-up, sit-up, dan kelenturan. Pengukuran ini penting untuk mengetahui kondisi fisik, merencanakan latihan yang efektif, dan memantau kemajuan. Dengan data yang akurat, kita dapat merancang program latihan pribadi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik dapat mencatat dan menganalisis hasil tes kebugaran jasmani pribadi serta merancang program latihan sederhana.

Alat & bahan: Alat tulis, lembar kerja, stopwatch, meteran, matras, cone, lembar standar kebugaran.

  1. Lakukan praktik tes kebugaran jasmani (lari 1.200 meter, push-up, sit-up, kelenturan) sesuai instruksi guru.
  2. Catat hasil setiap tes pada kolom yang tersedia di lembar kerja.
  3. Bandingkan hasil tes Anda dengan standar kebugaran jasmani yang diberikan.
  4. Analisis kekuatan dan kelemahan kebugaran jasmani Anda berdasarkan perbandingan tersebut.
  5. Rancang program latihan sederhana untuk meningkatkan komponen kebugaran yang masih perlu ditingkatkan.

8 Glosarium

Kebugaran JasmaniKemampuan tubuh melakukan aktivitas fisik tanpa kelelahan berarti.
Daya Tahan KardiorespiratoriKemampuan jantung dan paru-paru menyuplai oksigen ke otot selama aktivitas.
Kekuatan OtotKemampuan otot menghasilkan tenaga maksimal.
KelenturanRentang gerak sendi dan elastisitas otot.
FITTSingkatan dari Frequency, Intensity, Time, Type dalam prinsip latihan.
RepetisiJumlah pengulangan suatu gerakan latihan.

9 Materi PJOK Terkait

Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZAPJOK Kelas VIII SMP
Pelajari Bahaya Pergaulan Bebas dan NAPZA →
Gerak Berirama LanjutanPJOK Kelas VIII SMP
Pelajari Gerak Berirama Lanjutan →
Pencak Silat LanjutanPJOK Kelas VIII SMP
Pelajari Pencak Silat Lanjutan →
Senam LantaiPJOK Kelas VIII SMP
Pelajari Senam Lantai →
Senam Lantai LanjutanPJOK Kelas VIII SMP
Pelajari Senam Lantai Lanjutan →
Variasi AtletikPJOK Kelas VIII SMP
Pelajari Variasi Atletik →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar PJOK Kebugaran Jasmani Terukur ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.