Modul ajar Keterampilan SMPLB kelas VIII materi Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 Lampiran III. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Keterampilan |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan pangan di lingkungan sekitar dan mampu mengikuti instruksi sederhana dalam kegiatan memasak.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kemandirian, Kreativitas, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 Lampiran III |
| Elemen / Domain | Keterampilan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi, memilih, dan mengolah bahan pangan lokal menjadi produk makanan atau minuman yang sederhana dan aman, serta menyajikan hasilnya dengan mandiri dan bertanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Olahan pangan lokal seperti singkong goreng, getuk, atau keripik pisang adalah contoh nyata makanan yang dibuat dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita. |
| Konseptual | Prinsip dasar pengolahan pangan lokal adalah mengubah bahan mentah menjadi makanan yang siap dikonsumsi dengan mempertahankan atau meningkatkan nilai gizi dan cita rasa. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah membersihkan, memotong, mencampur, memasak, dan menyajikan bahan pangan lokal dengan teknik yang tepat. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memilih bahan pangan lokal yang segar dan mengolahnya secara higienis untuk menghasilkan makanan yang sehat dan lezat. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami dan mempraktikkan pengolahan pangan lokal dapat meningkatkan kemandirian, kreativitas dalam menciptakan variasi baru, dan menghargai kekayaan kuliner daerah.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita mengubah singkong yang biasa menjadi makanan lezat dan disukai banyak orang?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam: Mengenal jenis-jenis tumbuhan penghasil bahan pangan lokal dan kandungan gizinya. Matematika: Menghitung takaran bahan, porsi, dan estimasi biaya bahan pangan. Seni Budaya: Menata dan menyajikan makanan secara estetik, serta mengenal kekayaan kuliner daerah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau keluarga dapat membantu peserta didik mengidentifikasi bahan pangan lokal di rumah atau pasar, serta mendampingi saat mencoba resep sederhana di dapur rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi meja kerja individual/kelompok, area praktik dapur sederhana dengan wastafel, serta papan display visual yang aman dan mudah diakses. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial memasak sederhana dengan subtitle dan narasi isyarat, aplikasi pengenalan bahan pangan bergambar, atau e-book resep visual. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis bahan pangan lokal yang mudah ditemui di lingkungan sekitar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa dengan bahasa isyarat dan lisan, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru menunjukkan gambar-gambar bahan pangan lokal (singkong, ubi, pisang, jagung) dan bertanya 'Apa ini?'. Guru menyampaikan tujuan belajar: mengenal bahan pangan lokal. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar dan contoh fisik (jika memungkinkan) bahan pangan lokal. Guru menggunakan kartu kata dan isyarat untuk memperkenalkan nama-nama bahan pangan lokal, mengaitkannya dengan pengalaman peserta didik di rumah atau pasar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik secara berpasangan mencocokkan gambar bahan pangan dengan kartu nama yang tersedia. Mereka juga diminta menunjuk bahan pangan yang paling sering mereka lihat atau makan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Beberapa peserta didik maju untuk menunjukkan dan menyebutkan nama bahan pangan lokal. Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan tentang pentingnya mengenal bahan pangan lokal. Guru mengapresiasi kerja keras peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan jenis-jenis bahan pangan lokal yang sudah dipelajari. Guru memberikan apresiasi dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan manfaat bahan pangan lokal untuk kesehatan dan ekonomi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru membuka pelajaran dengan sapaan dan doa. Mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang jenis bahan pangan lokal. Guru menunjukkan gambar orang sehat dan orang sakit, lalu bertanya 'Mengapa kita perlu makan makanan sehat?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami manfaat pangan lokal. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru menampilkan video singkat (dengan subtitle dan narasi isyarat) tentang manfaat singkong atau pisang bagi tubuh dan contoh penjual makanan lokal. Guru menjelaskan secara visual dan isyarat tentang kandungan gizi dan potensi ekonomi bahan pangan lokal. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi lembar kerja bergambar tentang manfaat bahan pangan lokal (misalnya, singkong membuat kenyang, pisang memberi energi). Mereka berdiskusi dengan bantuan guru atau pendamping. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan menunjukkan gambar dan isyarat. Guru memberikan penguatan tentang manfaat kesehatan dan ekonomi dari mengonsumsi dan mengolah pangan lokal. Guru mengapresiasi partisipasi aktif peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru merangkum manfaat pangan lokal. Memberikan pujian atas semangat belajar peserta didik. Mengingatkan untuk selalu makan makanan sehat. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Direct Instruction + Hands-on Practice |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempraktikkan teknik dasar pengolahan bahan pangan lokal (misalnya mengupas, memotong, merebus, menggoreng). |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru menunjukkan alat-alat dapur sederhana (pisau plastik, talenan, panci kecil) dan bertanya 'Untuk apa alat ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: belajar teknik dasar mengolah pangan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru mendemonstrasikan secara perlahan dan jelas (dengan isyarat dan visualisasi langkah) cara mengupas singkong, memotongnya dengan aman, dan merebusnya. Setiap langkah diulang dan diberi nama (misal: 'Kupas', 'Potong', 'Rebus'). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik secara bergantian mempraktikkan teknik mengupas dan memotong bahan pangan (misalnya pisang atau ubi yang sudah direbus sebagian agar lebih lunak) di bawah pengawasan ketat guru. Mereka juga mengamati proses merebus bahan pangan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menunjukkan hasil potongan mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif tentang keamanan dan kerapian. Guru mengulang kembali langkah-langkah penting dan mengapresiasi keberanian peserta didik mencoba hal baru. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru menyimpulkan teknik dasar yang telah dipelajari. Mengingatkan pentingnya hati-hati saat menggunakan alat dapur. Doa penutup dengan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik merencanakan dan mendokumentasikan proses pembuatan olahan pangan lokal.
Alat & bahan: Lembar kerja tercetak, pensil warna, gambar bahan pangan, kartu isyarat.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi langsung saat peserta didik melakukan praktik, mencatat partisipasi, kerja sama, dan penerapan teknik dasar.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil produk olahan pangan lokal (rasa, tampilan, kebersihan) dan presentasi penyajian, serta lembar refleksi diri.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis bahan pangan lokal | Pengenalan bahan pangan lokal | 2 JP | Kemandirian |
| 2 | Menjelaskan manfaat bahan pangan lokal | Manfaat gizi dan ekonomi pangan lokal | 2 JP | Kemandirian, Penalaran Kritis |
| 3 | Mempraktikkan teknik dasar pengolahan | Mengupas, memotong, merebus | 3 JP | Kemandirian, Kreativitas |
| 4 | Membuat olahan pangan lokal sederhana | Proyek Getuk Singkong dan Keripik Pisang | 12 JP | Kemandirian, Kreativitas, Kolaborasi |
| 5 | Menyajikan hasil olahan dan merefleksi | Penyajian dan evaluasi proyek | 5 JP | Kemandirian, Kolaborasi, Komunikasi |
Indonesia kaya akan bahan pangan lokal yang melimpah dan bergizi. Dengan belajar mengolah pangan lokal, kita tidak hanya bisa membuat makanan lezat dan sehat untuk diri sendiri, tetapi juga bisa membantu melestarikan warisan kuliner daerah. Modul ini akan membimbingmu untuk mengenal, memilih, dan mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan yang istimewa.
1. Mengenal Bahan Pangan Lokal
Bahan pangan lokal adalah hasil pertanian, perkebunan, atau peternakan yang mudah ditemukan di sekitar kita. Contohnya singkong, ubi jalar, pisang, jagung, atau talas. Bahan-bahan ini sering digunakan dalam masakan tradisional dan memiliki peran penting dalam ketahanan pangan keluarga. Mengenal bahan pangan lokal membantu kita memilih makanan yang segar dan sesuai dengan musimnya.
2. Manfaat Pangan Lokal
Mengonsumsi pangan lokal memiliki banyak manfaat. Dari sisi kesehatan, bahan pangan lokal umumnya lebih segar dan minim bahan pengawet. Banyak di antaranya kaya serat, vitamin, dan mineral. Dari sisi ekonomi, membeli dan mengolah pangan lokal membantu petani dan produsen di daerah kita, serta mengurangi biaya transportasi makanan dari tempat jauh. Ini juga mendukung keberlanjutan lingkungan.
3. Alat dan Bahan Dapur Sederhana
Untuk mengolah pangan lokal, kita hanya butuh alat-alat dapur sederhana. Misalnya, pisau (gunakan yang aman dan tajam), talenan untuk alas memotong, panci untuk merebus, wajan untuk menggoreng, dan spatula. Bahan-bahan seperti singkong, pisang, gula, garam, dan minyak goreng seringkali sudah tersedia di rumah. Pastikan semua alat dan bahan bersih sebelum digunakan.
4. Teknik Dasar Pengolahan
Ada beberapa teknik dasar yang penting dalam mengolah pangan. Mengupas adalah membuang kulit bahan pangan. Memotong adalah membagi bahan menjadi ukuran yang lebih kecil. Merebus adalah memasak bahan dalam air mendidih. Menggoreng adalah memasak bahan dalam minyak panas. Setiap teknik perlu dilakukan dengan hati-hati dan benar untuk mendapatkan hasil yang baik dan aman.
5. Kreasi Olahan Pangan Lokal
Dengan bahan pangan lokal, kita bisa membuat berbagai kreasi masakan. Misalnya, singkong bisa diolah menjadi getuk, keripik, atau kolak. Pisang bisa menjadi keripik pisang, pisang goreng, atau pisang rebus. Jagung bisa menjadi jagung bakar atau perkedel jagung. Kunci utamanya adalah berani mencoba resep baru dan menyesuaikannya dengan bahan yang ada di sekitar kita.
Rangkuman: Modul Tata Boga ini mengajarkan kita tentang pentingnya bahan pangan lokal. Kita belajar mengidentifikasi jenis-jenisnya, memahami manfaatnya bagi kesehatan dan ekonomi, serta mempraktikkan teknik dasar pengolahan seperti mengupas, memotong, merebus, dan menggoreng. Dengan keterampilan ini, kita bisa membuat berbagai olahan pangan lokal yang lezat dan sehat, seperti getuk singkong dan keripik pisang, dan menyajikannya dengan menarik. Ini meningkatkan kemandirian dan kreativitas kita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pangan Lokal | Makanan atau bahan makanan yang diproduksi dan mudah ditemukan di daerah sekitar. |
| Higienis | Bersih dan sehat, bebas dari kuman atau kotoran. |
| Mengupas | Membuang kulit atau lapisan luar dari bahan makanan. |
| Merebus | Memasak makanan dalam air mendidih sampai matang. |
| Menggoreng | Memasak makanan dalam minyak panas hingga matang dan renyah. |
| Gizi | Zat-zat makanan yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — Tunarungu" mata pelajaran Keterampilan Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Keterampilan kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 Lampiran III.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.